[Part 1 of 3] Sing Me To Sleep


sing me to sleep

Cast:

  • Gong Yoo
  • Kim Go Eun

 

Inspired by Alan Walker – Sing Me to Sleep

Go Eun baru saja melangkah keluar dari kelasnya 12-1. Langit hitam pun telah terhiasi oleh cahaya bintang-bintang yang bersinar dengan terangnya. Tidak begitu banyak murid yang pulang pada pukul 10 malam dari sekolah yang berada di pinggiran kota Seoul itu. Tidak seperti murid lain yang pulang bersama, ia hanya pulang sendiri. Menelusuri jalan yang telah sepi dan hanya di terangi oleh lampu jalanan.

 

Malam itu, ia tidak langsung pulang ke rumahnya. Rumah yang terasa lebih sepi dari pada suasana di luar rumah. Ia tinggal sendiri sejak ia kecil dan ketika ia berumur 10 tahun, bibi serta pembantu yang telah menemani dan membesarkannya pergi meninggalkannya tanpa kabar.

 

~

 

Hari jumat merupakan hari yang paling di senangi anak-anak setelah pulang sekolah. Hari dimana mereka telah menyelesaikan aktivitas sekolah selama 5 hari mereka belajar dengan penuh beban dan bermain serta bersantai bersama keluarga telah mereka nantikan.

 

Kim Go Eun yang baru berusia 10 tahun pulang dengan perasaan senang seperti anak lainnya. Meskipun ia tidak punya ayah ataupun ibu sejak kecil, bahkan tidak pernah bertemu dengan mereka, namun ia tetap merasa senang karena ia dapat beristirahat di rumah dan pergi dengan bibinya pada hari libur.

 

Dalam perjalanan pulang, ia telah membayangkan bagaimana ia akan menghabiskan hari sabtu dan minggu dengan bibi serta pembantu yang telah menemaninya. Pergi belanja ke supermarket, pergi jajan ke pasar, dan hal lainnya telah ia bayangkan dan membuatnya berseri-seri sepanjang jalan.

 

Ketika ia sampai di rumah, pintu pagar yang biasanya terkunci terbuka begitu saja. Untung saja Go Eun membawa kunci rumahnya sejak lama sehingga ia langsung mengunci pagar rumahnya dan membuka pintu rumah dengan segera. Ia memanggil bibi dan pembantunya saat ia membuka pintu, namun tidak ada jawaban yang ia harapkan. Pikiran positif masih membayanginya hingga ia mendapatkan sebuah memo diatas meja makan yang membuatnya langsung menangis semalaman.

 

Hari itu, ia ditinggalkan bibi yang akhirnya telah menikah dengan pacarnya. Pembantunya pun diajak serta oleh sang bibi.

 

~

 

Sambil menatap langit malam, ia duduk di sebuah ayunan pada sebuah taman bermain yang jaraknya tidak jauh dari sekolah. Dari tempat ia duduk, ia dapat melihat beberapa orang yang melintas di sekitar taman. Ada pengantar makanan, ada sepasang ibu dan anak yang baru saja pulang belanja, ada seorang laki-laki yang baru saja pulang kerja dengan pakaian kerja rapi melekat pada tubuhnya, ada juga kakek yang bernyanyi sambil mengendarai sepeda dan membawa peralatan pancing dibagian belakang.

 

Go Eun merasa iri. Ia ingin merasakan senang seperti mereka juga. Meskipun ia tersenyum di sekolah ataupun tertawa bersama teman-teman sekolahnya, dirinya merasa hampa di dalam.

 

Setelah menghabiskan 3 jam di taman, ia memutuskan untuk pulang ke rumah dan mengerjakan pr yang belum ia sentuh. Ia tidak peduli pada amarah guru yang akan menyerangnya karena menurutnya itu bukanlah sesuatu yang penting untuk di dengarkan.

 

Ketika ia hampir sampai di depan rumahnya, seseorang laki-laki tiba-tiba saja menariknya. Go Eun berusaha melawan dengan mendorong laki-laki misterius itu namun dengan kekuatan wanita tidak mampu melawan. Laki-laki itu menarik Go Eun menuju sebuah sudut yang gelap pada jalan yang berujung buntu yang berjarak lumayan jauh dari rumahnya. Teriakan serta jeritan tidak membawa hasil yang di harapkan Go Eun.

 

Pada sudut yang gelap itu, Go Eun dilemparkan dengan kasar dan membuat ia menabrak dinding dan membuat kepalanya terbentur dengan keras. Mata Go Eun tiba-tiba saja tidak dapat melihat dengan jelas, air matanya perlahan jatuh, ia merasa ketakutan. Ia berteriak kepada laki-laki itu supaya menjauh namun ia tidak dapat mendengar perkataan laki-laki itu dengan jelas karena masalah pendengaran secara tiba-tiba.

 

Dalam bayangnya, terlihat 2 orang sedang berkelahi didepannya. Meskipun hanya berupa bayang-bayang, ia hanya diam pada posisinya. Seseorang menyentuh pundaknya dengan lembut, lalu tangan lainnya terasa mengelus rambut Go Eun dengan perlahan. Namun ia tidak dapat melihat orang itu dengan jelas dan jatuh pingsan beberapa detik kemudian.

 

*

 

Go Eun terbangun di dalam rumahnya. Seragamnya telah berganti menjadi baju rumah. Ia perlahan duduk dan melihat sekelilingnya, tidak terdengar suara orang sedikit pun dari luar kamarnya. Ia melihat ke arah anggota tubuhnya dan memegang kepalanya. Sepertinya seseorang telah mengantarnya pulang dan mengobati lukanya.

 

Setelah 30 menit ia berada di dalam kamar, ia beranjak dan menuju ke dapur untuk minum air. Saat ia baru selesai meminum segelas air, ia melihat sebuah memo pada salah satu pintu kulkas.

 

I’m sorry to going to your house with my girl co-worker last night because you fainted when we just save you from a drunk man.

Please becareful next time when you come home, Go Eun-ssi.

 

Gong Yoo

+82-9-xxx-xxxx

 

Berbagai pertanyaan muncul di otak Go Eun dengan cepat, bagaimana ia tahu namanya? Bagaimana ia bisa masuk ke rumahnya? Apa mereka mengambil barang dari rumahnya atau tidak?

 

Go Eun langsung mengecek semua barang yang terdapat pada rumahnya namun tidak ada satu barangpun yang hilang dari letaknya. Go Eun duduk pada sofa yang terdapat pada ruang tamu dan menonton televisi. Ia membesarkan suara televisi tanpa mempedulikan tetangga yang akan meneriakan komplain dari luar rumahnya. Drama korea merupakan acara favoritnya ketika libur. Sejak ia tinggal sendiri, ia lebih suka menghabiskan waktu liburnya dengan menonton drama korea daripada keluar beraktifitas. Pergi keluar rumah dapat membuatnya merasa iri dan lebih kesepian daripada rumahnya.

 

Saat ia sedang asik menonton sebuah drama, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahnya. Go Eun merasa terkejut karena tidak ada satu orang pun yang memiliki kunci pagar selain dirinya. Ia langsung berlari ke dapur untuk mengambil sapu lalu dengan cepat berjalan ke arah pintu. Dari jendela kecil yang terdapat pada pintunya, ia dapat melihat sosok laki-laki dengan pakaian kemeja dan jeans berwarna biru.

 

Karena rasa penasaran, ia pun membuka sebagian kecil pintu rumahnya dan mengintip dari balik pintu. Laki-laki yang telah menunggu di depan pintu sejak tadi melihat kearah Go Eun dan tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya.

 

“Annyeong haseyo Go Eun-ssi.”

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s