[Part 3] Bridge of the Stars


bridge-of-the-stars-1

Cast:

  • Kim Sunggyu
  • Moon Ji Sha (OC)
  • Kim Ji Yeon – Kei Lovelyz
  • Other Infinite Member

“Ya semua! Ada seorang gadis pingsan yang tidak terlihat seperti warga blue wave village di pinggir pantai.” Teriak Woo Hyun dari arah pintu. “MWO!” teriak yang lainnya dari arah kamar. Mereka dengan cepat merapikan barang mereka dan segera bergegas menghampiri Woo Hyun. “Bolehkah kami melihat gadis itu?” tanya Ho Won kepada laki-laki yang berbicara dengan Woo Hyun. “Seseorang telah membawanya kesalah satu rumah warga, aku akan mengantar kalian.” Jawab laki-laki tersebut mempersilahkan mereka. Woo Hyun pun mengangguk dan laki-laki itu pun mengantar mereka untuk melihat gadis yang ditemukan pingsan di pinggir pantai tersebut.

 

 

Dari kejauhan, terlihat sekumpulan orang sedang mengerubungi lokasi seorang gadis yang pingsan. Pada saat rombongan Sunggyu sampai di lokasi tersebut, beberapa orang yang menyadari kehadiran mereka langsung memberi jalan diantara mereka. Sunggyu jalan paling depan diantara mereka bertujuh. Namun setelah dekat dengan gadis tersebut, Ho Won langsung dengan cepat menghampiri dan mengangkat gadis itu dengan cepat dengan ala bridal style.

 

“Ya! Ho Won-ah!” teriak Sung Yeol dari belakangnya. Namun Ho Won tidak mempedulikan orang-orang yang mulai berbisik dan berteriak dibelakangnya, ia berjalan berbalik dengan cepat. “Ia harus segera dirawat!” teriak Ho Won balik dari jarak yang sudah agak jauh. Sunggyu dan yang lainnya langsung menyusul dari belakang.

 

“Kau harus bertanya pada tuan Kim terlebih dahulu mengenai letak tempat pengobatan, hyung.” Teriak Myungsoo sambil mengejar Ho Won. Ho Won yang tadinya berjalan lebih cepat langsung berhenti seketika pada posisinya dan membuat Woo Hyun yang berhasil menyusulnya tepat di belakang menabrak dan jatuh seketika ke atas pasir putih.

 

“Ya! Dasar kau ini!” ujar Woo Hyun dengan kesal. “Mianhae,” ucap Ho Won seraya menyeringai kearah Woo Hyun. Sunggyu dan yang lainnya pun membantu Woo Hyun berdiri dengan perlahan. Tuan Kim pun akhirnya berhasil menyusul mereka dengan susah payah. “Mari tuan-tuan saya antar.” Ucapnya sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan.

 

“Cheosomianhamnida.” Sunggyu menunduk ke arah Tuan Kim yang berjalan melewatinya dan menjitak kepala Ho Won sekilas. “Ya hyung!” teriak Ho Won tidak terima dengan jitakan yang ia terima. “Sudah diam saja,” bisik Myungsoo sambil tertawa.

 

~

 

-Klinik-

Ke tujuh laki-laki dari red dragon village itu hanya bisa menunggu di luar klinik sambil terduduk di batang kayu besar yang ada tepat di luar klinik. Sesampainya di klinik, seorang dokter perempuan satu-satunya di desa mempersilahkan Ho Won meletakkan gadis yang di bawanya ke atas sebuah ranjang lalu meminta mereka untuk menunggu diluar sambil sang dokter memeriksa gadis misterius tersebut.

 

“Ya, bukankah ada yang aneh dengan gadis itu?” Sung Jong tiba-tiba saja bertanya kepada para kakaknya. “Kalau ia hanyut dari laut, harusnya pakaian yang ia kenakan basah. Tapi kenapa baju yang ia kenakan kering?” tambah Sung Jong. “Mungkin bajunya sudah kering Sung Jong-ah. Mungkin ia terdampar dari subuh tadi.” Jawab Sung Yeol asal. “Tapi bajunya tidak terasa lembab, hyung.” Ujar Ho Won yang mengangkat gadis itu dari tepi pantai ke klinik. “Kalau sudah kering bukankah setidaknya terasa lembab.” Tambah Ho Won. “Tau apa kau tentang cuaca.” Woo Hyun menggoda Ho Won dengan nada jahilnya. “aish jinjja!” Ho Won memasang muka kesal dan hampir menghajar Woo Hyun. Myungsoo hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kakaknya itu.

 

“Tidak bisakah kalian tenang sedikit? Bagaimana kalau panggilan dokter tidak terdengar?” Sunggyu berusaha menenangkan kelima adiknya yang tidak bisa berhenti bicara. “hyung, tenang lah. Mereka memang seperti itu.” Dong Woo menepuk-nepuk pundak Sunggyu.

 

“Hyung, kenapa kau terlihat khawatir sekali?” goda Woo Hyun sambil memperhatikan wajah Sunggyu. “Ah! Mungkin saja hyung kita suka pada gadis itu.” Jawab Sung Jong dan membuat yang lainnya kaget seketika. “Woa! Jinjjayo!” teriak mereka selain Sunggyu dan Sung Jong seketika.

 

“Apa kalian tidak bisa tenang sedikit!?” omel sang dokter yang tiba-tiba saja keluar dari klinik kecil miliknya itu. Ketujuh laki-laki itu langsung berdiri seketika sambil menoleh ke arah dokter tersebut. “Cheosomianhamnida.” Ucap mereka berbarengan sambi tertunduk dan diiringi helaan nafas dari dokter tersebut kemudian.

 

“Bagaimana keadaan gadis itu, dokter?” tanya MyungSoo yang berada di dekat dokter. “Fisik gadis itu lemah sekali. Namun anehnya ia tidak kedinginan atau sakit sedikit pun. Ada kemungkinan tubuhnya tidak terbiasa dengan cuaca laut oleh karena itu fisiknya langsung lemah seketika.” Jelas sang dokter.

 

“Kata tuan Kim, gadis itu tidak terlihat seperti penduduk sekitar sini. Apa benar?” tanya Sung Jong penasaran. Dokter pun mengangguk. “Ia memang bukan berasal dari sini, mungkin saja ia dari white swan village atau desa kalian.” “Tapi aku tidak pernah melihat gadis seperti itu di desa kami, dokter.” Ucap Sung Yeol dengan yakinnya. “Mungkin saja ia dari white swan village.” Tambah Ho Won kemudian. “Kalian berbicara seolah telah berkenalan dengan semua gadis di desa saja.” Ujar Dong Woo takjub. “Tentu saja kami lebih baik dari Sunggyu hyung.” Ucap Woo Hyun dengan percaya diri. “Apa kalian bilang!?” Sunggyu tidak terima dengan perkataan trio ninja itu dan langsung membentaknya. “Hyung tenang lah.” Sung Jong menahan Sunggyu sebelum Sunggyu menjitak trio ninja itu. Dokter yang berada di antara mereka hanya bisa menggelengkan kepala. “Cheosominahamnia.” Myungsoo menunduk malu kepada sang dokter dan membuat sang dokter membalas dengan ikut menunduk.

 

~

 

“Bagaimana kalau kita minta Ji Yeon-ssi untuk membawa gadis itu ke desanya?” Dong Woo memberi saran. “Ide bagus, hyung. Ayo kita temui mereka.” Ucap Ho Won dengan bersemangat. Ia pun langsung hendak berjalan pergi namun ia teringat sesuatu dan berjalan mundur. “Ada apa Ho Won-ah?” tanya Dong Woo heran. “Rombongan white swan village sudah pergi saat kita akan melihat gadis yang terdampar di pantai itu.” Jawab Ho Won sambil seraya mengingat apa yang terjadi sebelumnya.

 

Saat tuan Kim mengantar mereka untuk melihat gadis yang terdampar, Ho Won tanpa sengaja melihat rombongan white swan village pergi dari blue wave village dengan tandu yang tertutup dan kuda mereka. Terlihat salah satu tirai pada tandu tersebut sedikit terbuka, seolah seseorang sedang melihat keluar tandu untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi di luar. Ho Won tidak bisa mengetahui siapa yang melakukan itu karena ia sedang fokus dengan rasa penasarannya yang lain.

 

“Lalu apa kita harus mengantarnya ke white swan village?” tanya Sung Yeol. “Hm.. mungkin sementara gadis itu harus kita tinggal disini.” Dong Woo memberi saran. “Atau kita bisa membawanya ke desa kita.” Ucap Sunggyu juga memberi saran dengan nada semangat. “Hoooo bersemangat sekali.” Goda para adik dengan wajah usil dan senang mereka. “Itu kan hanya saran.” Sunggyu tersipu malu. “Kami tidak melarang, hyung!!!” teriak mereka lalu disertai dengan tawa. “Kalian jangan seperti ini, rasanya aneh.” oceh Sunggyu.

 

*

 

Gadis misterius itu masih belum sadarkan diri saat di naikkan ke atas kuda Sunggyu. Gadis itu didudukkan di depan Sunggyu dan disandarkan pada dada bidang Sunggyu secara perlahan dengan bantuan tuan Kim. Sementara itu, Dong Woo dan yang lainnya sedang merapikan barang bawaan mereka dan satu persatu menaikki kuda masing-masing.

 

“Gadis misterius yang disukai Sunggyu hyung menjadi hadiah terbaik untuk aboji, hyung.” Ucap Myungsoo kepada Dong Woo. “Entah aku harus merasa senang atau tidak, Myungsoo-ah. Kita tidak tahu asal usul gadis itu sama sekali. Bahkan belum tentu ia berasal dari white swan village.” Ucap Dong Woo sambil memperhatikan Sunggyu dan tuan Kim yang baru saja membenarkan posisi gadis misterius itu di kuda Sunggyu.

 

Ho Won, Sung Yeol, dan Woo Hyun menjajarkan kuda mereka dengan kuda Myungsoo dan Dong Woo. “Kuda ku jadi berat karena beberapa barang Sunggyu hyung. Menyebalkan,” keluh Sung Yeol. “Setidaknya ia tidak menaruh peralatan perang miliknya di kuda kau. Itu adalah barang terberat diantara semua barang yang ia bawa.” Ucap Myungsoo menjelaskan. “Benar juga sih, Myungsoo-ah.”

 

“Ayo kita berangkat.” Ujar Sunggyu dari posisinya sambil melihat kearah Dong Woo dan yang lainnya. Mereka mengangguk lalu kemudian bersama-sama melangkahkan kaki kuda mereka meninggalkan blue wave village setelah berpamitan dan berterima kasih kepada tuan Kim dan dokter perempuan yang sempat memeriksa keadaan gadis misterius itu.

 

~

 

Sunggyu memimpin rombongan di depan, di belakangnya terdapat Dong Woo, Woo Hyun dan Myungsoo, lalu di posisi paling belakang ada Sung Jong, Sung Yeol dan Ho Won. Myungsoo melihat kearah Sunggyu sejak mereka meninggalkan blue wave village, sementara Dong Woo dan Woo Hyun sedang berdiskusi mengenai suatu hal. Myungsoo teringat dengan perbincangannya dengan Sunggyu pada saat malam festival kemarin.

 

“Myungsoo-ah apa kau lihat bintang jatuh barusan?” tanya Sunggyu tiba-tiba. Myungsoo menatap langit namun tidak melihat adanya bintang jatuh. “Aku tidak melihat apa-apa, hyung.” Jawab Myungsoo. Ia pun duduk disamping Sunggyu sambil memberikannya sepotong ikan bakar. “Kau tahu, apabila kau mengucapkan keinginanmu dan setelahnya kau melihat bintang jatuh, maka keinginan mu akan terkabul.” Sunggyu menjelaskan sambil mengambil ikan bakar dari tangan Myungsoo dan mulai menyantapnya.

 

“Lalu apa yang kau inginkan hyung?” tanya Myungsoo penasaran. “Aku ingin gadis yang memiliki keindahan seperti bintang dilangit.” Jawab Sunggyu sambil menatap langit malam. “Semoga kau mendapatkannya hyung.” Ucap Myungsoo sambil menoleh kearah Sunggyu yang tidak menoleh kearahnya. “Gomawo Myungsoo-ah.” Ucap Sunggyu sambil tersenyum kemudian.

 

“Apa harapan Sunggyu hyung terkabul dengan mudahnya?” gumam Myungsoo sambil masih memperhatikan Sunggyu dari belakang. Dong Woo yang menyadari sikap Myungsoo langsung menegurnya pelan. “Apa kau cemburu dengan Sunggyu hyung?” tanya Dong Woo. “Tentu saja tidak, Dong Woo hyung.” Jawab Myungsoo sambil menggelengkan kepalanya. “Sunggyu hyung sudah di minta aboji untuk segera menikah. Bisa mendapatkan cinta secara cepat bukanlah sesuatu yang mudah, hyung.” tambah Myungsoo. “Bahkan dengan berharap saja, mungkin saja akan terjadi.” Myungsoo tersenyum kearah Dong Woo sekilas lalu melaju kudanya sedikit lebih cepat.

 

“Dasar bocah itu. Ucapannya memang luar biasa.” Dong Woo menggelengkan kepalanya sambil memperhatikan Myungsoo yang sedikit jauh dari posisi dirinya.

 

*

 

Pada saat mereka telah sampai di red dragon village, seluruh warga desa yang dilewati mereka memperhatikan rombongan itu terutama Sunggyu. Beberapa perempuan dewasa berbisik sambil melirik ke arah Sunggyu. Beberapa anak kecil yang sedang bermain pun menghentikan permainan mereka dan memperhatikan gadis misterius yang dibawa oleh Sunggyu.

 

Berita kedatangan mereka sampai lebih dahulu ke telinga kepala suku daripada sampainya rombongan itu ke rumah. Mendengar perihal Sunggyu yang membawa gadis langsung membuat sang aboji tak percaya dengan rumor yang beredar, sehingga memutuskan untuk menunggu rombongan anaknya di depan rumah. Pengurus rumah menemani sang kepala suku berdiri tepat di depan rumahnya dan memperhatikan rombongan yang perlahan mendekati mereka.

 

Sang kepala suku masih merasa tidak percaya meskipun ia telah melihat langsung apa yang di rumorkan. Saat rombongan tersebut sampai di depan rumah, keenam anaknya kecuali Sunggyu turun satu persatu dari kuda mereka. Dengan sigap, Ho Won dan Sung Yeol langsung membantu Sunggyu untuk menurunkan gadis yang ia bawa terlebih dahulu.

 

Saat Sunggyu baru turun dari kudanya, sang aboji langsung mendekatinya dan memukul kepalanya seketika. Pada dongsaeng yang berada di sekitar langsung membelalakan mata mereka tak percaya dengan pukulan sang aboji kepada anak tertua itu. “Aku ingin bicara denganmu.” Ujar sang aboji lalu berjalan pergi dengan tatapan tidak senang. Ia masuk kedalam rumah sementara pengurus rumah hanya memberi hormat kepada sang aboji tanpa mengikuti tuannya masuk.

 

“Tuan muda, ayah anda terkejut dengan rumor yang begitu cepat tersebar ke seluruh desa akan gadis yang kau bawa itu. Sebaiknya anda kembalikan saja gadis itu ke asalnya, sebelum terjadi sesuatu, tuan.” Ucap pengurus rumah kepada rombongan Sunggyu. “Apa ayahku tahu sesuatu yang kami tidak tahu?” tanya Myungsoo penasaran. “Maaf saya tidak berani menjelaskannya.”

 

Sunggyu menghela nafasnya singkat dan langsung menyusul sang ayah masuk kedalam rumah untuk mendapatkan penjelasan mengenai pukulan yang ia terima. Para dongsaeng serta gadis tersebut menyusul dari belakang mengikuti Sunggyu.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s