[Part 10] Girlfriend


girlfriend-new

Cast :

  • Kim Ryeowook
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sungmin
  • Ailee Lee
  • Tiffany Hwang
  • Lee HyunAe
  • Choi Sooyoung
  • Many Hidden Cast

 

Kyuhyun yang mendengar suara gelas pecah dari arah balkon, langsung berlari dan menghampiri Ryeowook yang sudah jatuh pingsan dengan tangan berdarah.

“Sungmin hyung! Yesung hyung! Ryeowook hyung pingsan!”

WARNING!

THIS PART IS STRICT TO AGE UNDER 19

 

Sungmin berjalan mundar-mandir di depan ruang UGD menunggu kabar dari suster mengenai keadaan Ryeowook, Yesung duduk sambil di salah satu kursi sambil seraya berdoa, sementara Kyuhyun melihat kearah pintu ruang UGD. Masih terngiang perkataan Tiffany kepada HyunAe saat ia mengantar HyunAe pulang, lalu pertanyaan Ryeowook kepada dirinya mengenai HyunAe.

 

Mungkin kalau hyung tidak menyukai HyunAe-nie, semuanya akan baik-baik saja. Atau kalau saja ia tidak menyakiti Sooyoung-ssi, semua ini tidak akan pernah terjadi.

 

Tidak lama kemudian, seorang suster keluar dari ruang UGD dan menghampiri Yesung, Kyuhyun dan Sungmin. Sungmin yang menyadari terlebih dahulu, langsung berlari kecil mendekati suster tersebut, sementara Yesung dan Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan menyusul Sungmin.

 

“bagaimana keadaan Ryeowook-ssi, suster?” tanya Sungmin. “apa anda..” “Saya hyungnya, suster,” sela Sungmin saat suster mempertanyakan hubungan dirinya dengan Ryeowook. “Ah cheosomianhamnida,” ucap suster tersebut saat mendengar jawaban Sungmin yang belum sempat tersampaikan secara jelas pertanyaan dari dirinya. “Dokter ingin berbicara dengan anda di ruangannya sekarang. Silahkan ikuti saya.” Suster tersebut berjalan terlebih dahulu dan kemudian mereka pun mengikuti suster dari belakang.

 

Saat mereka masuk kedalam ruangan dokter, dokter belum sampai diruangannya sehingga mereka harus menunggu selama beberapa menit. Sungmin duduk di sebuah kursi sambil menunjukkan ekspresi khawatir yang tersirat di wajahnya, Yesung duduk disebelahnya sambil menepuk pundak Sungmin mencoba menenangkannya, sementara Kyuhyun sedari tadi menoleh ke arah pintu sambil berharap dokter membawa kabar baik hyungnya. Suster yang mengantarkan mereka pun pamit meninggalkan ruangan untuk kembali bertugas setelah dokter sampai di ruangannya.

 

Dokter tersebut menyapa mereka yang sudah menunggu kedatangannya selama beberapa menit sambil melangkah menuju kursinya. “Maaf membuat kalian menunggu.” Ucap sang dokter kemudian. “Bagaimana dengan keadaan Ryeowook-ssi, dokter?” tanya Sungmin kepada dokter yang baru saja duduk dihadapannya. “Ryeowook-ssi baik-baik saja, ia hanya pingsan saja. Untung saja ia hanya mengalami benturan ringan di kepalanya,” jelas dokter tersebut. “Ah syukurlah.” Ucap Sungmin dan Yesung berbarengan. Mereka dan Kyuhyun akhirnya merasa lega setelah mendengar penjelasan dokter. Dokter tersebut mengambil sebuah map yang berisi dokumen yang diberikan oleh seorang suster yang masuk kedalam ruangan. Ia membaca isi dokumen tersebut secara cepat lalu meletakkan dokumen tersebut pada sebuah tumpukan yang terletak di sebelah kanannya.

 

“Ryeowook-ssi sudah boleh pulang setelah kondisinya stabil. Kalian bisa menemuinya sekarang.” Ucap sang dokter kemudian. “Kamsahamnida” Sungmin dan Yesung bangkit dari tempat duduknya sambil seraya membungkuk kearah dokter sementara Kyuhyun telah  lebih dahulu meninggalkan ruang dokter setelah memberikan hormat kepada dokter dengan cepat.

 

Kyuhyun melangkah dengan cepat menuju tempat Ryeowook dirawat. Suasana ruangan UGD terlihat sepi dengan hanya beberapa perawat saja yang berjaga dan bolak-balik ruangan tersebut. “Kyuhyun-ah santai saja jalannya.” Ujar Sungmin dan Yesung yang mempercepat langkah kakinya sejak mereka meninggalkan ruang kerja dokter. Dari kejauhan, terlihat Ryeowook sudah duduk dipinggiran ranjang sambil termenung melihat ke arah lantai.

 

“Hyung!” teriak Kyuhyun cukup keras sambil berjalan mendekat kearah Ryeowook yang kemudian menoleh kearahnya. “Gwenchanayo?” tanya Kyuhyun sambil seraya memperhatikan Ryeowook, memastikan bahwa hyung nya tidak terdapat luka dibagian tubuhnya. “Nan gwenchana.” Jawab Ryeowook perlahan.

 

Sungmin dan Yesung yang berhasil menyusul Kyuhyun dan tiba di tempat Ryeowook di rawat memukul bagian kepala Kyuhyun berbarengan. “Tidak boleh berteriak di rumah sakit, Kyuhyun-ah.” Ucap mereka berbarengan setelah mereka berhasil memukul Kyuhyun. “Ya! Appo hyung!” teriak Kyuhyun lagi dan membuat ia mendapatkan pukulan berikutnya dari Sungmin dan Yesung. “Sudah kami bilang jangan teriak di rumah sakit.”

 

Ryeowook yang melihat tingkah 2 hyungnya dan Kyuhyun didepannya membuat ia tiba-tiba saja tertawa dengan lepasnya. Ia terlihat bahagia dan senang melihat tingkah mereka. Mereka melihat kearah Ryeowook dengan ekspresi bingung. “hyung?” tanya Kyuhyun sambil memanggil Ryeowook yang masih tertawa.

 

Namun tiba-tiba saja Ryeowook terdiam dan ekspresinya berubah menjadi datar seperti menerima sebuah kejutan. Sebuah peristiwa terlintas begitu saja di kepalanya dengan begitu cepat. Wajah Sooyoung yang marah terbayang serta Tiffany yang panik terlihat dengan jelas.

 

“Oppa! Mengapa kau lakukan hal ini padaku?”

“Sooyoung-ah, mianhae.”

“Aku tak butuh penjelasan darimu!”

 

“hyung?” panggil Kyuhyun lagi sambil mengayunkan telapak tangannya didepan muka Ryeowook, bermaksud membuyarkan lamunan Ryeowook namun ia tidak bergemin sedikitpun. Sungmin dan Yesung berjalan menghampiri Ryeowook sambil ikut memanggil Ryeowook. Yesung pun menepuk pundak Ryeowook namun tidak terdapat respon sedikitpun dari Ryeowook.

 

“Sooyoung-ah bagaimana kau bisa disini?”

“Kau tidak perlu tau, oppa. Yang aku butuhkan sekarang adalah penjelasan dari mu!”

 

Ryeowook membayangkan Sooyoung melangkah pergi meninggalkannya. Ryeowook yang ternyata masih menyimpan rasa bersalah kepada Sooyoung muncul kembali. “Sooyoung-ah.” Ryeowook tiba-tiba saja bergumam dan bangkit berdiri dari tempat duduknya. “Sooyoung?” Kyuhyun heran mendengar ucapan Ryeowook. “Ada apa dengan Sooyoung-ssi, hyung?” tanya Kyuhyun.

 

“Ryeowook-ah, ada apa dengan mu?” Sungmin menghadap kearah Ryeowook dan menggoyangkan badan Ryeowook dengan pelan. Namun usaha Sungmin tidak membuahkan hasil. “Apa dokter tadi salah mendiagnosa Ryeowook?” Yesung meragukan perkataan dokter yang memeriksa Ryeowook dan berbalik mencari dokter tersebut untuk meminta penjelasannya.

 

Saat Yesung baru saja pergi untuk mencari dokter yang memeriksa Ryeowook, Ryeowook hendak pergi dari rumah sakit untuk mencari Sooyoung namun berhasil dihadang Kyuhyun dan Sungmin. “Sooyoung-ah, mianhae.” Ryeowook mengucapkan kata-kata itu secara terus menerus sambil berusaha mendorong Kyuhyun dan Sungmin untuk menyingkir dari hadapannya. Kyuhyun dan Sungmin berusaha menghadang Ryeowook karena mereka tahu akan terjadi sesuatu yang buruk apabila Ryeowook berhasil lepas dari pandangan mereka.

 

“Menyingkir kalian!” teriak Ryeowook dengan kerasnya sambil mendorong Kyuhyun dan membuat Kyuhyun terjatuh dilantai. Sungmin berhasil menarik tangan Ryeowook namun Ryeowook mendorong Sungmin dan membuatnya terjatuh diatas ranjang pasien dan berhasil kabur. Tak berselang lama, Yesung datang bersama dengan dokter yang memeriksa Ryeowook dan beberapa suster. “Gwenchana? Ryeowook eoddigaseoyo?” tanya Yesung kepada Kyuhyun dan Sungmin yang sedang dibantu bangkit berdiri oleh beberapa suster.

 

“Ryeowook-ah berhasil lolos mencari Sooyoung-ssi.” Ucap Sungmin. “Kita harus segera menangkap dia sebelum dia menemui Sooyoung-ssi.” Tambah Sungmin lagi. Kyuhyun yang baru saja berdiri langsung menarik kerah dokter dengan kesalnya. “Kau bilang Ryeowook hyung baik-baik saja. Kau berbohong!” ucap Kyuhyun. “Kondisinya memang seharusnya tidak ada masalah. Aku tidak menyangka bahwa bisa terjadi halusinasi setelah ia sadar.” Dokter tersebut berusaha menjelaskan namun Kyuhyun tidak dapat menerima penjelasan begitu saja karena berbanding terbalik dengan yang sudah terjadi.

 

“Dasar.” Gumam Kyuhyun sambil melepaskan cengkramannya lalu berlari berusaha mengejar Ryeowook sebelum jauh dari rumah sakit. “Kyuhyun-ah!” teriak Sungmin sambil bangkit berdiri dan mengejar Kyuhyun dari belakang, dan tak lama berselang Yesung pun mengejar mereka dari belakang.

 

*

 

Sooyoung baru selesai membaca sebuah buku novel romansa dan hendak akan tidur. Ia mengenakan celana pendek berwarna merah dan tank top berwarna kuning. Saat ia hendak mematikan lampu kamarnya, terdengar suara bel pintu berbunyi. “Siapa yang datang pada tengah malam begini?” Sooyoung merutuk setelah melihat ke arah jam alarm yang berada di sebuah meja kayu disamping ranjang.

 

Ia berjalan keluar dari kamar menuju pintu apartemennya. “Siapa?” teriak Sooyoung sambil membuka pintu apartemennya sedikit. “Ini aku, Sooyoung-ah.” Sooyoung tak percaya melihat Ryeowook yang berdiri di depan pintu sambil menatap lurus ke arah Sooyoung yang berada di balik pintu. Meskipun hanya terlihat sebagian wajah Sooyoung, Ryeowook melangkah sekali mendekati celah tersebut. “Bisa kita bicara sebentar?” tanya Ryeowook. Wajahnya terlihat pucat sehingga Sooyoung mengijinkannya masuk.

 

Ryeowook memperhatikan setiap barang di apartemen Sooyoung sambil berjalan menuju ruang tamu. “Tidak banyak berubah.” Ryeowook tersenyum sambil melihat sekelilingnya. Sooyoung mengikuti Ryeowook dari belakang setelah mengunci pintu. “Ada urusan apa kau datang larut malam seperti ini?” tanya Sooyung yang berdiri di belakang Ryeowook yang berhenti melangkah sambil melipat kedua tanganny di dada. Ryeowook berbalik perlahan menghadap Sooyoung yang menatapnya sinis.

 

Sooyoung masih menganggap Ryeowook mengalami amnesia sehingga ia merubah ekspresinya. “Apa kau lupa dimana apartemenmu? Aku akan menelpon Kyuhyun-ssi untuk menjemputmu.” Sooyoung berbalik hendak mengambil handphone dikamarnya. Namun Ryeowook memeluknya dari belakang dan membuat Sooyoung membeku seketika.

 

“Mianhaeyo, Sooyoung-ah.” Ryeowook berbisik di telinga Sooyoung. “Tolong kembalilah kepadaku.” Perkataan Ryeowook membuat Sooyoung diam seribu bahasa. Wajahnya terlihat sangat terkejut. “Apa ingatanmu sudah kembali?” tanya Sooyoung sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Ryeowook namun Ryeowook memeluknya terlalu kuat sehingga sulit untuk melepaskan diri.

 

“Haruskah aku menjawab pertanyaanmu, Sooyoung-ah?” Ryeowook membenamkan wajahnya ke rambut Sooyoung sambil memejamkan matanya dan mencium harumnya wangi sampo yang sering di gunakan Sooyoung. Secara tanpa sadar, nafas Ryeowook berhembus kearah bagian belakang leher Sooyoung dan membuatnya merinding. “Lepaskan aku, Ryeowook-ssi.” Sooyoung masih mencoba melepaskan diri namun masih tetap gagal. “Kenapa kau tidak memanggilku dengan panggilan ‘oppa’ lagi, Sooyoung-ah?” Ryeowook berbisik sambil menumpukan wajahnya pada pundak Sooyoung.

 

~

 

Sungmin, Kyuhyun dan Yesung sedang berhadapan dengan Tiffany yang kesal sedari tadi di dalam mobil yang dikemudikan Sungmin. Bukan hanya karena ia dihubungi pada larut malam, tapi juga karena mendengar bahwa Ryeowook pergi mencari Sooyoung. Yesung menghubungi Tiffany dengan polosnya dan menjelaskan apa yang terjadi di rumah sakit tanpa mendapat persetujuan Sungmin dan Kyuhyun. Meskipun tidak ada jalan lain selain meminta bantuan Tiffany, namun Sungmin dan Kyuhyun masih mempersalahkan Yesung yang mereka anggap memperburuk masalah.

 

“Belok ke kanan lalu ada pertigaan belok ke kiri, gedung apartemennya berada di sebelah kiri.” Tiffany menunjukkan jalan ke apartemen Sooyoung. Ia sangat tidak ingin bertemu dengan Sooyoung setelah apa yang telah terjadi diantara mereka. Namun karena harus menjemput Ryeowook, dengan berat hati ia pun ikut serta dengan 3 laki-laki yang saling mempersalahkan satu sama lain sejak hilangnya Ryeowook dari pantauan mereka.

 

“Apa ingatan Ryeowook oppa sudah kembali? Tidak mungkin oppa akan mencari Sooyoung-ssi apabila ia masih belum ingat akan apa yang terjadi.” “Kau sudah mengulang perkataanmu itu sebanyak 5 kali, Tiffany-ah. Dan jawabanku masih sama ‘kami tidak tahu’,” jawab Kyuhyun dengan nada kesalnya.

 

“Sudahlah lebih baik kita harus menemukan Ryeowook sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Keadaan Ryeowook saat ini dapat berbahaya bagi Sooyoung-ssi.” Ucap Sungmin sambil memasuki area parkir apartemen Sooyoung. “Kenapa kau jadi mengkhawatirkan keadaan Sooyoung-ssi? Apakah kau..” Sungmin rem mobilnya mendadak dan membuat kepala Tiffany terbentur kaca. “Tak bisakah kau diam? Aku sedang menyetir.” Sungmin kembali melajukan mobilnya dan memarkirkan mobilnya tak jauh dari posisi mereka. Membuat Tiffany merutuki Sungmin dalam hatinya.

 

~

 

Sooyoung berusaha mendorong Ryeowook menjauh dari dirinya yang kini tersudutkan pada sebuah tembok di sebuah sudut di ruang tamu. Ryeowook melingkarkan tangannya pada pinggang Sooyoung dan mendekatkan wajahnya kearah Sooyoung. Sooyoung mendorong wajah Ryeowook secara kasar. Mata Sooyoung mulai berubah menjadi merah karena menahan air matanya sambil menampar wajah Ryeowook.

 

Mereka tak mengucapkan satu kata pun, namun aura disekitar mereka saling mendorong dan mendominasi ruangan menjadi panas. Ryeowook meraih kedua tangan Sooyoung, mengangkatnya dan menahannya pada dinding sehingga Sooyoung tidak dapat mendorongnya lagi.

 

“Lepaskan aku, Ryeowook-ssi.” Sooyoung memohon. Air matanya mulai mengalir sambil menatap Ryeowook. “Bukankah seperti ini yang kau inginkan? Bukankah kau cemburu pada saat aku sedang bersama Tiffany pada saat itu? Oleh karena itu, aku akan melakukan hal yang sama pada kau juga seperti saat itu.” Ucap Ryeowook sambil tersenyum. Senyumnya terlihat sedih.

 

Ryeowook mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Sooyoung perlahan, namun Sooyoung memasukkan bibirnya setelah merasakan bibir mereka bertemu. Ryeowook mengigit dagu Sooyoung sehingga membuat mulut Sooyoung terbuka. Ryeowook menggunakan kesempatan itu untuk mencium Sooyoung dengan buasnya.

 

~

 

Handphone Sooyoung bergetar di dekat jam alarm di kamar tidur. Kyuhyun tidak menerima jawaban dari Sooyoung. Kyuhyun, Sungmin dan Yesung serta Tiffany yang bersikeras untuk ikut naik ke apartemen Sooyoung kini sedang ada di lift. Kyuhyun menutup teleponnya dan menggeleng ke arah Sungmin yang menatap kearahnya sejak tadi. “Apa Sooyoung-ssi sudah tidur?” ucap Sungmin sambil melipat kedua tangannya di dada dan menyandarkan punggungnya pada bagian lift dibelakangnya.

 

“Kalian tidak tahu nomor apartemen Sooyoung-ssi tapi kalian mau pergi tanpa aku. Dasar bodoh.” Tiffany kembali merutuki 3 laki-laki yang berada satu lift dengannya saat ini. Yesung menghela nafas lalu menoleh kearah Tiffany. “Bagaimana bisa Ryeowook tahan dengan yeoja seperti mu?” gumam Yesung kemudian dan mendapatkan protes dari Tiffany.

 

Saat Tiffany sedang protes, lift yang membawa mereka telah sampai pada lantai 15. Mereka langsung menuju apartemen nomor 9 yang terletak pada sebelah kiri dari lift. Yesung menekan bel pintu apartemen Sooyoung namun tak ada respon dari dalam apartemen. Kyuhyun masih mencoba menelpon Sooyoung namun tidak ada jawaban. “Apa kita kembali siang nanti saja?” tanya Sungmin disertai dengan helaan nafas.

 

Tiffany dengan santainya menekan tombol pin pintu apartemen Sooyoung dan berhasil membuka aksesnya. “Bagaimana kau bisa tau pinnya?” tanya Kyuhyun yang terkejut saat menyadarinya. “Apa kau pencuri?” tanya Yesung. “Aku hanya mencoba pin lamanya saja.” Tiffany tersenyum bangga. “Ternyata dia tidak mengganti pinnya, Benar-benar memalukan.”

 

Tiffany membuka pintu itu dengan seenaknya dan melangkah masuk. “Oh! Bukankah itu sepatu Ryeowook oppa?” tanya Tiffany sambil menunjuk kearah sepasang sepatu hitam yang tertata rapi. “Sepatu Ryeowook…” “Jangan-jangan…”

 

Tanpa melepas sepatu, mereka langsung saja masuk dan melihat sekeliling mereka mencari sosok Sooyoung dan Ryeowook. Namun sosok mereka sama sekali tidak terlihat. Tiffany berjalan menuju pintu kamar Sooyoung dan berusaha membukanya. “Sepertinya di kunci dari dalam.” Tiffany bergumam. “Oppa! Sepertinya mereka didalam!” teriak Tiffany saat mendengar suara aneh dari dalam.

 

Sungmin menyuruh Tiffany untuk menjauh dari pintu. Mereka mendekati pintu kamar Sooyoung dan menendang dengan sekuat tenaga sebanyak 3 kali untuk mendobrak pintu tersebut. Tiffany langsung masuk ke dalam kamar pada saat pintu berhasil terdobrak dan…

 

“YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN!?!?”

 

-TBC-

Advertisements

2 thoughts on “[Part 10] Girlfriend

  1. Everyone loves what you guys tend to be up too. Such clever work and exposure!
    Keep up the great works guys I’ve included you guys
    to my blogroll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s