[Part 2] Bridge of the Stars


bridge-of-the-stars-1

Cast:

  • Kim Sunggyu
  • Moon Ji Sha (OC)
  • Kim Ji Yeon – Kei Lovelyz
  • Other Infinite Member

Ketika Sunggyu keluar dari rumahnya, Myungsoo dan Sung Jong sudah tidak ada disana. Ia melihat kearah jalanan yang tidak terlalu ramai lalu menengok ke kiri dan ke kanan mencari saudara-saudaranya. “Kemana mereka pergi?” gumamnya sambil masih menengok ke kiri dan ke kanan lalu beberapa lama kemudian melangkah ke arah kirinya. Ia pun berjalan menelusuri jalan setapak untuk menelusuri desanya.

 

Beberapa lama kemudia setelah ia berjalan, ia melihat Dong Woo yang sedang mengasah pedangnya dengan batu di sebuah rumah. Sunggyu pun menghampiri Dong Woo dengan segera. “Dong Woo-ya!” panggil Sunggyu. “Oh! Hyung!” sapa Dong Woo setelah ia menoleh kearah Sunggyu yang memanggilnya. Ia pun memasukkan pedangnya kedalam sarungnya dan menggeser batu asahnya ke sebelah kirinya.

 

“Mengapa kau berhenti mengasah pedangmu? Lanjutkan saja.” Ucap Sunggyu sambil duduk di sebelah Dong Woo. “Tidak apa, hyung. Aku baru saja selesai kok.” Jawab Dong Woo sambil seraya tersenyum. “Kau darimana hyung?” tanyanya kemudian. “Aku baru saja menemui ayah, Dong Woo-ya. Dia memintaku untuk menemui Ji yeon dari white swan village dan membicarakan mengenai masa depan dengannya.” Jawab Sunggyu disertai dengan helaan nafas.

 

“Mwo! Jinjja hyung? Woa tak ku sangka ayah akan memintamu seperti itu.” Ujar Dong Woo yang tak percaya dengan perbuatan ayah mereka. “Mungkin ia sudah tidak sabar untuk menggendong cucu darimu, hyung.” Tambahnya dan mendapatkan sebuah jitakan dari Sunggyu. “appo hyung!” teriak Dong Woo sambil beranjak dari tempat duduknya. “Jaga ucapanmu, Dong Woo-ya.”

 

“Yeoja yang ada di desa kita saja tidak ada yang membuat mu tertarik, bagaimana dengan yang di luar desa hyung? Masa kau tidak tertarik juga.” Ucap Dong Woo kemudian dan membuat ia mendapatkan jitakan berikutnya dari Sunggyu yang beranjak dari tempat ia duduk. “Berhenti menjitak ku hyung!” ujar Dong Woo sambil yang kemudian memegang sarung pedang yang berada disebelah kirinya dengan tangan kirinya.

 

“Jaga ucapanmu, Dong Woo-ya.” Ucap Sunggyu dengan santai lalu berjalan meninggalkan Dong Woo yang sedang mengusap bagian kepalanya yang terkena pukulan Sunggyu. Dong Woo menyusul Sunggyu sambil masih mengusap kepalanya. “Hyung, memangnya kau tidak mau menikah dengan Ji yeon-ssi? Aku dengar dia menjadi incaran setiap namja disana.”

 

“Kalau begitu kenapa tidak kau saja yang mendekatinya lalu menikah dengannya?” tanya Sunggyu dengan nada jengkel. Mendengar pertanyaan Sunggyu, Dong Woo menjadi teringat dengan berbagai cara yang pernah ia gunakan untuk mendekati Ji yeon; mulai dari mengikutinya dari belakang pada saat mencari buah-buahan, memanggilnya dengan nama panggilannya yaitu ‘Kei’ yang cukup terkenal di desanya, lalu memperhatikannya secara diam-diam pada saat ia sedang berada disungai untuk mencuci beberapa buah.

 

Dong Woo menghela nafas kecewa sambil mengingat usaha-usaha yang pernah ia lakukan. Sunggyu yang menyadarinya hanya bisa geleng-geleng kepala tanpa perlu mendengarkan jawaban dari Dong Woo.

 

“Apa kau lihat Sungyeol-ah dan yang lainnya?” tanya Sunggyu memecah rasa canggung diantara mereka. “Sungyeol-ah, Ho Won-ah dan Woo Hyun-ah sedang berlatih di hutan. Myungsoo-ah dan Sung Jong-ah pergi  membaca buku di perpustakaan desa.” Jawab Dong Woo.

 

Setelah berpikir sejenak, akhirnya ia memutuskan untuk menemui trio ninja yang sedang berlatih di hutan. Dong Woo pun mengikutinya dari belakang.

 

*

 

Sungyeol dan Ho Won sedang berlatih melempar kunai mereka ke sebuah pohon yang terdapat lingkaran sasaran yang berjarak lumayan jauh dari posisi mereka berdiri sedangkan Woo Hyun sedang berada di atas pohon dengan teropong melihat kearah sekitar hutan.

 

Woo Hyun tiba-tiba saja turun dan langsung berlari kearah Sungyeol dan Ho Won. “Sunggyu hyung datang!” Sungyeol dan Ho Won seketika menghentikan lemparannya. “Kalau begitu, ayo kita sembunyi.” Ucap Sungyeol dan disertai dengan anggukan kepala dari Woo Hyun dan Ho Won. Sungyeol dengan sigap langsung berlari kearah semak-semak yang berada di sebelah kanannya, Woo Hyun ke sebelah kiri dan Ho Won sembunyi di pohon.

 

Ketika Sunggyu dan Dong Woo tiba di tempat trio ninja berlatih, tempat tersebut sudah kosong tanpa keberadaan mereka. Dong Woo berjalan mengambil sebuah teropong yang terbuat dari bambu. Ia pun berbalik dan menunjukkan nya ke Sunggyu dari posisinya tanpa menghampirinya.

 

Sunggyu mengangguk kearah Dong Woo yang kemudian menggenggam teropong itu dengan tangan kanannya. Sunggyu mengeluarkan busur dan sebuah anak panah dari sebuah tabung kayu yang berada di pundaknya sejak pagi. Lalu dengan cepat menembakkan anak panah yang diambil secara cepat kearah semak-semak sebelah kiri dan kanannya serta ke arah sebuah pohon acak.

 

“Keluarlah! Sebelum aku memanah kalian tepat sasaran.” Teriak Sunggyu. Beberapa detik kemudian terdengar rintihan dari atas pohon lalu Ho Won terjatuh dengan dahan yang patah karena terkena panah Sunggyu. Woo Hyun dan Sungyeol pun keluar dari semak-semak sambil membawa anak panah yang ditembakan Sunggyu. “Kau benar-benar menyeramkan, hyung.” Ucap Woo Hyun sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan kearah Sunggyu.

 

Sunggyu pun tanpa segan-segan memukul kepada Woo Hyun dan Sungyeol dengan busur yang masih ia genggam, sementara Dong Woo memapah Ho Won dan mendekat kearah Sunggyu yang masih memukul Woo Hyun dan Sungyeol kali ini dengan tangan kosong,

 

”Ya hyung! Apa kau sedang ada masalah?” tanya Woo Hyun tiba-tiba dan membuat Sunggyu berhenti. Sunggyu menghela nafas dan duduk di rerumputan dan diikuti oleh yang lainnya tak lama kemudian. Semua masih menatap Sunggyu bingung kecuali Dong Woo.

 

“Sunggyu hyung akan dijodohkan dengan Jiyeon-ssi dari white swan village.” Ucap Dong Woo tiba-tiba saja. Woo Hyun, Sungyeol dan Ho Won langsung terkejut tak percaya. “Benarkah itu hyung!?” teriak mereka bertiga berbarengan. Sunggyu hanya diam dan melihat kearah lain, tidak menatap mereka. “Jiyeon-ssi yang punya julukan Kei itu kan? Woa hyung, chukkaeyo.” Ucap Ho Won dan menerima satu jitakan dikepalanya kemudian.

 

“Shireoyo.” “MWO!!! WAEYO HYUNG!!!” jawaban Sunggyu membuat trio ninja itu makin terkejut. “Kei itu dambaan semua namja di tiga desa, hyung.” Jelas Woo Hyun. “Dia cantik, pintar memasak dan mengurus rumah.” Jelas Sungyeol. “Tidakkah hyung tertarik padanya? Atau hyung tidak menyukai wanita?” tanya Ho Won dan mendapat jitakan cukup keras dari Sunggyu. “Jaga ucapanmu, Ho Won-ah.” Dong Woo mengelus kepala Ho Won yang terkena jitakan.

 

“Gadis didesa ini saja tak ada yang membuat aku tertarik, bagaimana dengan desa lain.” Sunggyu menghela nafas setelah mengatakannya. Trio ninja dan Dong Woo menghela nafas berbarengan setelah Sunggyu. “Memangnya kau ingin gadis seperti apa, hyung?” tanya Ho Won penasaran.

 

Sunggyu pun diam untuk sesaat memikirkan jawabannya. “Gadis yang bisa membuat ku tidak akan pernah bosan setiap kali aku menatapnya. Gadis yang bisa membuatku jatuh cinta padanya berkali-kali.” Jawab Sunggyu sambil tersenyum dan melamun secara tanpa sadar. Keempat dongsaengnya hanya bisa menatap heran kearah tingkah hyungnya.

 

“Hyung.” Panggil Ho Won tiba-tiba dan membuyarkan lamunan Sunggyu. “Bagaimana kalau kita malam ini pergi ke blue wave village? Mereka merayakan festival bulan purnama besok malam.” Tanya Ho Won. “Sekalian kau melihat gadis-gadis disana hyung.” Goda Sungyeol iseng dan membuat Dong Woo dan Woo Hyun tertawa. “Baiklah, ayo kita pergi besok.” Ucap Sunggyu  dengan bersemangat dan membuat yang lain bersorak. “Ayo ajak Myungsoo-ah dan Sung Jong-ah juga. ” ucap Dong Woo. “Kajja.” Sunggyu pun berdiri dan mengepalkan tangannya kearah langit.

 

~

 

Keesokan harinya, mereka berangkat pada siang hari dengan menggunakan kuda. Sunggyu, Dong Woo, Woo Hyun, Sungyeol, Ho Won, Myung Soo, dan Sung Jong sedang menyiapkan kuda dan perlengkapan mereka masing-masing di rumah mereka. Ayahnya ditemani dengan seorang pengurus rumah berjalan menghampiri mereka. Pengurus rumah membawa beberapa bungkusan ditangannya.

 

“Apa kalian sudah rapi?” tanya sang ayah tiba-tiba dan membuat mereka bertujuh langsung menengok melihat sang ayah dan menghentikan apa yang sedang mereka lakukan. “Sudah hampir selesai, aboji.” Ucap Sunggyu sambil menghampiri ayahnya. “Sunggyu-ah, kau sebagai anak tertua kau harus bisa menjaga adik-adik mu dengan baik.” “Tapi ayah kami…” Sunggyu mengangkat tangan kanannya dengan cepat dan membuat Myungsoo berhenti berbicara dengan segera. “Aku akan menjaga mereka dengan baik, ayah.” Mendengar perkataan Sunggyu, ayahnya pun tersenyum dan mengangguk dengan senang serta bangga.

 

“Ayah punya hadiah untuk kalian.” Ucap sang ayah sambil meminta seorang pengurus rumah yang berada disampingnya untuk membagikan bungkusan yang ada ditangannya. Ia pun memberikan bungkusan yang ia pegang kepada mereka. “Bukalah setelah kalian sampai di sana.” Ucapnya kemudian sebelum Sung Jong mengintip isi bungkusannya. “Baik ayah.” Ucap mereka berbarengan.

 

~

 

“Hati-hati dijalan, anak-anakku.” Ucap sang ayah sambil melambaikan tangan kepada mereka yang baru saja pergi melangkah dengan kuda mereka masing-masing meninggalkan desa. Ayahnya mengantar mereka hingga ke gerbang desa dan masih menatap mereka dari belakang.

 

“Ayah adalah orang yang pengertian. Hanya saja ia terkadang keras kepala, benar tidak?” ucap Sunggyu membuka pembicaraan. “Dia terkadang ia khawatir akan kita, hyung.” Ujar Dong Woo. “Terutama pada aku, Sungyeol dan Ho Woon. Ia selalu memarahi kami apabila kami pulang dengan luka sayat yang cukup banyak.” Ucap Woo Hyun. “Bagaimana tidak marah, ayah tidak menyetujui kalian untuk menjadi ninja. Karena membuat badan kalian gampang terkena serangan musuh.” Balas Myung Soo dan membuat Sung Jong tertawa.

 

“Sudahlah, kalian. Lebih baik kita bergerak cepat sebelum hari menjadi malam.” Ucap Sung Yeol. “Kita tidak ingin melewatkan acara pembukaan festival tentunya. Aku dengar akan ada tarian spesial dari gadis-gadis terbaik dari blue wave village.” Ujar Ho Won dan membuat yang lain kecuali Sunggyu bersorak-sorai.

 

“Tidak bisakah kalian tenang sedikit.” Ucap Sunggyu dengan nada agak kesal. “Santailah sedikit, hyung. Kita datang kesana untuk bersenang-senang. Bukan untuk urusan desa.” Ucap Sungyeol sambil menjajarkan kudanya dengan Sunggyu. Sunggyu tidak membalas perkataan Sungyeol, ia malah mempercepat kudanya dan membuat kudanya berlari dengan cepat menelusuri jalan setapak di hutan.

 

“Ya hyung!” teriak Sungyeol yang kesal karena ditinggalkan dan ikut membuat kudanya berlari mengikuti Sunggyu. Terdengar suara Sunggyu dibalik pekikan kudanya. Merasa tertinggal, Dong Woo dan yang lainnya pun ikut mempercepat langkah kudanya dan mengikuti Sunggyu dan Sungyeol dari belakang sambil seraya komplain kepada mereka yang sudah jauh didepan sambil tertawa.

 

~

 

Blue wave village

 

Matahari sudah terlihat tenggelam dari pantai. Persiapan warga blue wave village untuk merayakan festival bulan purnama pun sudah selesai dan acara akan segera dimulai. Sunggyu dan keenam saudara menginap disalah satu penginapan yang berada didekat laut dan meninggalkan kuda mereka disana. Pada saat mereka sedang menaruh barang bawaan mereka di ranjang mereka masing-masing, mereka teringat akan bungkusan dari ayah mereka dan segera mengambil bungkusan itu dan membuka bungkusan tersebut. Mereka terkejut karena ternyata isi dari bungkusan tersebut adalah baju baru serta peralatan perang baru untuk mereka. Mereka bertujuh pun terpukau dengan hadiah yang diberikan sang ayah kepada mereka. Mereka berniat untuk memberikan ayah mereka hadiah pada saat mereka pulang nanti.

 

Setelah merapikan barang mereka dipenginapan dan mengenakan baju baru dari sang ayah untuk festival bulan purnama, mereka pun menyusuri daerah pantai yang menjadi tempat festival diadakan. Berbagai macam orang berkumpul untuk merayakan festival bulan purnama, tidak hanya dari blue wave village ataupun red dragon village saja tapi juga terlihat beberapa warga dari white swan village datang.

 

“hyung, bukankah itu Jiyeon-ssi?” ucap Sungyeol tiba-tiba saat melihat Jiyeon bersama dengan beberapa gadis lainnya diantara kerumunan orang. “Jiye…” Sunggyu langsung membekap mulut Sungyeol tiba-tiba dengan tangan kanannya. Sungyeol berusaha berteriak namun gagal karena Sunggyu masih menutup mulutnya. Setelah Jiyeon dan rombongannya tidak terlihat lagi, Sunggyu baru melepaskan tangannya. “Ya hyung! Ada apa denganmu? Apa kau tidak ingin menyapanya?” komplain Sungyeol. “Tidak bisakah kau menikmati festival ini dengan tenang. Menggangu saja.” Ucap Sunggyu dengan kesalnya sambil berjalan pergi meninggalkan mereka. “hyung.” Myungsoo dan Sung Jong memanggil Sunggyu yang berjalan pergi sambil menyusulnya dari belakang. “Menyebalkan sekali.” Sungyeol pun menyusul kemudian dengan Dong Woo sementara Ho Won berjalan kearah lain dan menghilang diantara kerumunan orang.

 

Langit malam pada saat itu bertabur dengan banyak bintang yang bersinar dengan terang. Sunggyu memutuskan untuk duduk diatas pasir yang putih menjauh dari kerumunan orang, sementara yang lain berkeliling menikmati indahnya festival. Sunggyu sebenarnya tidak terlalu suka dengan keramaian oleh karena itu ia memutuskan untuk menyendiri untuk menikmati indahnya langit malam.

 

“Wahai bintang dilangit, aku harap dapat mendapatkan seorang gadis yang memiliki keindahan seperti engkau.” Gumam Sunggyu sambil menatap langit malam dan memperhatikan sebuah bintang yang bersinar paling terang didekat bulan purnama. Tak berselang lama, terlihat bintang jatuh pada langit malam. Sunggyu pun takjub dengan fenomena seperti itu. “Apa keinginanku akan segera terkabul?” gumamnya takjub.

 

“hyung.” Panggil Myungsoo dari belakang mendekatinya sambil membawa beberapa makanan hasil olahan ikan. “Aku membelikan beberapa makanan.” “Myungsoo-ah apa kau lihat bintang jatuh barusan?” tanya Sunggyu tiba-tiba. Myungsoo menatap langit namun tidak melihat adanya bintang jatuh. “Aku tidak melihat apa-apa, hyung.” Jawab Myungsoo. Ia pun duduk disamping Sunggyu sambil memberikannya sepotong ikan bakar. “Kau tahu, apabila kau mengucapkan keinginanmu dan setelahnya kau melihat bintang jatuh, maka keinginan mu akan terkabul.” Sunggyu menjelaskan sambil mengambil ikan bakar dari tangan Myungsoo dan mulai menyantapnya.

 

“Lalu apa yang kau inginkan hyung?” tanya Myungsoo penasaran. “Aku ingin gadis yang memiliki keindahan seperti bintang dilangit.” Jawab Sunggyu sambil menatap langit malam. “Semoga kau mendapatkannya hyung.” Ucap Myungsoo sambil menoleh kearah Sunggyu yang tidak menoleh kearahnya. “Gomawo Myungsoo-ah.” Ucap Sunggyu sambil tersenyum kemudian.

*

 

Pada keesokan harinya, Sunggyu dan keenam saudaranya baru saja selesai berkemas ketika seseorang mengetuk pintu kamar mereka. “Tuan, ada kabar mengejutkan tuan.” Terdengar suara seorang laki-laki dari arah pintu kamar mereka. Woo Hyun yang berada didekat pintu kamar pun membuka pintu kamar segera dan berbicara dengan laki-laki tersebut.

 

“Ya semua! Ada seorang gadis pingsan yang tidak terlihat seperti warga blue wave village di pinggir pantai.” Teriak Woo Hyun dari arah pintu. “MWO!” teriak yang lainnya dari arah kamar. Mereka dengan cepat merapikan barang mereka dan segera bergegas menghampiri Woo Hyun. “Bolehkah kami melihat gadis itu?” tanya Ho Won kepada laki-laki yang berbicara dengan Woo Hyun. “Seseorang telah membawanya kesalah satu rumah warga, aku akan mengantar kalian.” Jawab laki-laki tersebut mempersilahkan mereka. Woo Hyun pun mengangguk dan laki-laki itu pun mengantar mereka untuk melihat gadis yang ditemukan pingsan di pinggir pantai tersebut.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s