[Part 8] Girlfriend


girlfriend-new

Cast :

  • Kim Ryeowook
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sungmin
  • Ailee Lee
  • Tiffany Hwang
  • Lee HyunAe
  • Choi Sooyoung
  • Many Hidden Cast

Keesokan harinya, Ailee dan HyunAe sedang menghabiskan waktu istirahat mereka di sebuah cafe didekat kampus mereka sambil membicarakan tentang siaran pertama Ailee semalam.

 

“Kau memang cocok sebagai seorang DJ, Ailee-ya. Aku iri padamu.” Ucap HyunAe sambil mengaduk gula yang baru saja ia masukkan kedalam tehnya dengan sebuah sendok kecil berwarna perak. “Kau terlalu berlebihan, HyunAe-ya. Itu bukan hal yang luar biasa.” Balas Ailee yang merasa tersipu sambil meminum tehnya. “Kau bisa mencoba melamar di tempatku, HyunAe-ya.”

 

“Aku sudah part time di Panda Cafe setelah kuliah dan pada malam hari aku harus belajar. Kalau aku melamar lagi menjadi DJ radio, aku tidak memiliki waktu belajar lagi, Ailee-ya.” Jawab HyunAe sambil tersenyum dan melirik ke arah jalanan yang begitu ramai dengan orang-orang sibuk yang tergesa-gesa dan mobil yang melintas dijalan besar.

 

“Mengenai Ryeowook-ssi…” ucap Ailee tiba-tiba dan membuat HyunAe menoleh seketika. “Apa ia masih menghubungimu?” tanya Ailee kemudian. “Tidak, terakhir kali aku bertemu dengan Sungmin-ssi saat setelah aku keluar dari rumah sakit. ” jawab HyunAe dengan santai.

 

“Sungmin-ssi? Kebetulan sekali.” Cetus Ailee. HyunAe tersenyum lalu mengangkat cangkirnya dan menyeruput tehnya sedikit. “Kyuhyun-ssi?” tanya Ailee. “Bagaimana dengan dia? Apa dia masih suka menghampirimu di cafe Panda?” “Sejak pergi dengannya terakhir kali, aku tidak pernah melihatnya lagi.” Jawab HyunAe. Ailee menghela nafas mendengar jawaban HyunAe. “Apa mereka hanya mendekatimu karena masalah Ryeowook saja? Benar-benar menyebalkan.” Ailee terlihat sebal mendengar jawab HyunAe lalu memonyongkan sedikit bibirnya lalu mengangkat cangkir tehnya kemudia dan menyeruput minumannya.

 

“Sudahlah Ailee-ya. Tidak perlu memikirkan mereka. Kalau ada sesuatu, nanti mereka juga akan datang sendiri.” Ucap HyunAe sambil melihat kearah luar jendela.

 

*

 

HyunAe baru saja tiba di cafe Panda ketika Donghae memanggilnya dari arah dapur. HyunAe langsung saja menghampiri Donghae setelah mengambil celemeknya yang berada diruang sebelah.

 

“Ada apa, oppa?” tanya HyunAe sambil melihat Donghae yang sedang sibuk mengitari ruangan itu sambil membuka seluruh laci serta lemari yang ada. “Apa kau lihat buku resepku, HyunAe-ya? Biasanya aku letakkan di laci itu.” Ucap Donghae sambil menunjuk kearah laci didekatnya. “Aku tidak melihatnya, oppa.” Jawab HyunAe.

 

“Apa kau yakin semalam kau meletakkannya disana?” tanya HyunAe balik. “Aku yakin, Ailee-ya. Apa Haerin-ah sudah datang?” Donghae bertolak pinggang sambil menghadap kearah HyunAe. Namun beberapa detik kemudian, pandangan Donghae teralihkan dengan sosok Haerin yang lewat didepan pintu dapur. “Haerin-ah” teriak Donghae sambil mengejar Haerin yang masuk ke ruang sebelah.

 

HyunAe berjalan meninggalkan dapur dan berjaga di balik etalase dengan berbagai macam kue yang berada di dalamnya. Tak lama kemudian Haerin pun menghampiri HyunAe dengan tangan didalam saku celemek yang ia kenakan.

 

“Dasar menyebalkan,” gumam Haerin saat ia baru saja berdiri disamping HyunAe. “Hm? Apa yang terjadi?” HyunAe menoleh kearah Haerin. “Apa buku resep Donghae oppa sudah ketemu?” tanya HyunAe. “Sudah. Ia menemukannya berkat bantuanku. Semalam ia meletakkannya dengan sembarangan. Sudah bagus aku simpan, kalau tidak pasti sudah hilang.” Jawab Haerin dengan nada sebal.

 

“Memangnya kau temukan dimana?” tanya HyunAe penasaran. “Ia meletakkannya di dekat meja kasir semalam. Aku menemukannya sebelum aku menutup pintu cafe dan pulang ke rumah. Dan ia menyalahkan ku bahwa aku yang menghilangkannya. Ck menyebalkan.” Haerin bertambah kesal saat menjelaskan hal yang terjadi secara rinci. HyunAe menepuk pundak Haerin bermaksud menenangkan Haerin.

 

“Haerin-ah, setelah cafe tutup kau jangan pulang dulu!” teriak Donghae dari arah dapur. “Arasseo!” teriak Haerin dengan kesalnya ke arah dapur. “Haerin-ah” HyunAe menepuk pundak Haerin dan meminta Haerin untuk tenang dan agar tidak langsung terpancing emosi.

 

Tiba-tiba suara bel pintu café berbunyi, HyunAe menoleh ke arah pintu masuk cafe dan melihat Ryeowook telah berdiri di dekat pintu. Ia tersenyum serta melambaikan tangan ke arah HyunAe.

 

~

 

Suasana cafe yang tidak ramai membuat HyunAe dapat duduk dengan leluasa menemani Ryeowook di salah satu meja didekat jendela. Meskipun mereka melihat ke arah satu sama lain namun tidak terjadi pembicaraan diantara mereka sama sekali. Ryeowook hanya senyam senyum sendiri melihat HyunAe duduk dihadapannya.

 

“Apa kau ada perlu dengan ku, Ryeowook-ssi?” tanya HyunAe membuka topik pembicaraan. HyunAe menatap Ryeowook sambil menyilangkan kedua tangan dan kakinya. “Nan bogoshippoyo. Apa kau juga merindukanku?” tanya Ryeowook kembali. Pengakuan Ryeowook membuat mata HyunAe membesar seketika. “Ryeowook-ssi, gwenchanayo?” tanya HyunAe lagi sambil menganalisa wajah Ryeowook yang masih memiliki ekspresi yang sama.

 

“Mengapa kau tidak menjawabku? Apa kau sedang marah padaku?” tanya Ryeowook balik. Membuat HyunAe tambah bingung. “Apa yang sebenarnya terjadi dengannya?” gumam HyunAe sambil seraya berpikir. “Kembalilah bekerja. Aku akan menunggumu.” Ucap Ryeowook kemudian.

 

~

 

Waktu menunjukkan pukul 6 sore. HyunAe sedang merapikan meja dan kursi didalam cafe. Ryeowook terlihat berdiri di luar cafe menunggu HyunAe sambil melihat ke sekelilingnya. Haerin yang sedang menyapu perlahan mendekati HyunAe.

 

“Wah kau punya penggemar,” ucap Haerin melirik kearah Ryeowook yang sedang menatap jalanan yang tidak terlalu ramai. “Aku tidak punya penggemar,” jawab HyunAe yang masih sibuk mengelap meja. “Apa dia baru saja menyatakan perasaannya siang tadi?” tanya Haerin yang berhenti menyapu dan kini memegangi sapunya. HyunAe hanya diam saja dan teringat akan perkataan Ryeowook tadi siang.

 

“Bukankah dia partner DJ teman kampusmu? Apa dia tidak menyukai temanmu itu?” tanya Haerin lagi. Ia menoleh ke arah HyunAe yang baru saja selesai mendorong kursi mendekati meja yang dilapnya, mengangkat kotak peralatan bersih-bersihnya dan berjalan menuju arah etalase. “HyunAe-ya, kenapa kau mengabaikanku?” Haerin mengikuti HyunAe dari belakang sambil membawa sapu ditangannya.

 

Donghae keluar dari dapur dan melirik ke arah HyunAe dan Haerin yang malah tidak serius bersih-bersih. “Kalian sedang apa?” Haerin yang mendengar suara Donghae langsung menoleh seketika. “Haerin-ah, mengapa kau bermain dengan sapu? Mengapa kau tidak serius membersihkan lantai?” Donghae menarik sapu yang di pegang Haerin dan mulai menyapu dengan cepat.

 

“Aku belum selesai menyapu, oppa.” Haerin mengejar Donghae yang membawa sapunya. HyunAe hanya bisa tersenyum senang karena Haerin tidak lagi melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang tentunya tidak bisa ia jawab. Ia melepaskan celemeknya dan menaruh di sembarang tempat, lalu ia pergi mengambil tas miliknya dan langsung berjalan menuju pintu.

 

“Aku pergi duluan.” Teriak HyunAe sambil menutup pintu cafe dan pergi dengan Ryeowook. “HyunAe-ya, tunggu..” “Bukankah aku mengatakan padamu untuk tidak pulang dulu, Haerin-ah?” sela Donghae dengan cepat sambil menatap kearah Haerin dengan tajam. Haerin yang menyadarinya hanya bisa diam sambil tertunduk.

 

*

 

Setelah pergi dari café panda dan meninggalkan Haerin sendirian menghadapi Donghae, HyunAe mengikuti Ryeowook berjalan entah kemana. Ryeowook terus saja berjalan dan tidak mengatakan arah tujuan mereka. HyunAe yang berjalan disebelahnya hanya bisa diam sambil menikmati pemandangan disekitarnya. Ryeowook sesekali menoleh kearah HyunAe yang tidak menoleh kearahnya sedikitpun.

 

HyunAe-ya, mengapa aku terus memikirkan mu sejak saat terakhir kali kita bertemu?

 

HyunAe tiba-tiba saja menoleh kearah Ryeowook. Ryeowook terpaku menatap HyunAe dan membuat HyunAe kaget melihatnya. “Ryeowook-ssi.” Panggilan HyunAe membuyarkan lamunan Ryeowook. “Kita mau pergi kemana?” tanya HyunAe kemudian. Ryeowook salah tingkah dan berpikir cepat menjawab pertanyaan HyunAe.

 

“Apa kau mau melihat siaran radioku?” tanya Ryeowook tiba-tiba. HyunAe menatap Ryeowook dengan bingung. “Ehm… maksudku bertemu dengan Ailee di tempat siaran radioku. Apa kau mau ikut dengan ku menemui Ailee?” Ryeowook memperjelas pertanyaannya. “Ah~ apa tidak apa aku ikut?” “Tentu saja. Ailee pasti senang melihatmu.” Ryeowook tersenyum kearah HyunAe. Ia senang karena HyunAe memutuskan untuk ikut dengannya.

 

~

 

Kyuhyun baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebagai radio DJ dengan Sungmin pada pukul 7. Setelah selesai siaran, ia pulang duluan meninggalkan Sungmin yang masih sibuk dengan berbagai hal lainnya. Kyuhyun pergi ke cafe panda bermaksud untuk mengajak HyunAe jalan.

 

Ketika ia baru saja tiba di cafe panda, Donghae dan Haerin baru saja menutup pintu toko dan menguncinya dengan rantai dan gembok. Haerin yang melihat Kyuhyun mendekat, menyapanya terlebih dahulu. “Annyeong Kyuhyun oppa.” “Annyeong Haerin-ah. Annyeong Donghae hyung.” Sapa Kyuhyun balik. “HyunAe-ssi, eoddigaseoyo?” tanya Kyuhyun yang menyadari bahwa HyunAe tidak ada bersama mereka.

 

“Ah~ tadi dia pergi duluan dengan Ryeowook-ssi entah kemana,” jawab Donghae sambil melipat kedua tangannya di dekat dadanya. “Kau terlambat, Kyuhyun-ah. Coba lainkali kau hubungi, HyunAe-ah lebih dahulu.” Tambah Donghae kemudian dan disertai anggukan mengerti Kyuhyun.

 

Ryeowook hyung…ada apa sebenarnya dengan dia?

 

~

 

“Oh? Sedang apa kau disini, HyunAe-ya?” Ailee baru saja ke tempat siaran radio mereka dan terkejut melihat HyunAe duduk di sofa dekat ruang siaran sendirian. “Aku ingin melihatmu siaran, Ailee-ya.” Jawab HyunAe sambil tersenyum kearah Ailee. Ailee duduk disana dan menghujani HyunAe dengan berbagai macam pertanyaan. Salah satunya…

 

“Apa Ryeowook-ssi yang membawamu kemari?” tanya Ailee penasaran. HyunAe mengangguk. “Ia menungguku dari siang di cafe panda untuk mengajakku kemari.” Ailee bergidik mendengar jawaban HyunAe. “Ya! Apa dia stalkermu!? Benar-benar menyeramkan.” Teriak Ailee kesal.

 

“Siapa yang kau bilang stalker?” tanya Ryeowook dari arah pintu sambil melihat ke arah Ailee. “Ryeowook-ssi…maksudku…bukan seperti itu! Kau benar-benar aneh,” ucap Ailee. “Untuk apa kau menemui HyunAe tanpa sebab yang jelas? Memangnya ia pacarmu yang bisa kau temui setiap saat dan kapan saja? Apa kau mengikutinya setiap hari?” ucap Ailee dengan ketus.

 

Mendengar ucapan Ailee, Ryeowook tersenyum dan melirik kearah HyunAe. “Aku menyukainya. Dan ia akan menjadi milikku.” Mendengar ucapan Ryeowook tersebut, HyunAe dan Ailee terlihat kaget dan tidak percaya seketika disertai dengan bertukar pandang satu sama lain.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s