[Part 7] Girlfriend


girlfriend-new

Cast :

  • Kim Ryeowook
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sungmin
  • Ailee Lee
  • Tiffany Hwang
  • Lee HyunAe
  • Choi Sooyoung
  • Many Hidden Cast

 

Happy Reading ^^

 

HyunAe terbangun dengan kepala yang terasa berat. Sudah seminggu setelah ia bertemu dengan Kyuhyun. Selama seminggu, ia disibukkan dengan berbagai tugas kuliahnya serta kerja sampingannya di cafe Panda. HyunAe memegang dahinya ketika ia bercermin di dalam kamar mandi. Iapun menghela nafasnya panjang lalu berlalu dari cermin dan segera bersiap untuk pergi kuliah.

 

Ailee duduk disebuah kursi di sebuah taman di dalam kampus sambil membaca sebuah buku novel. Ailee mengenakan baju sweater berwarna merah dan rok coklat dengan motif kotak-kotak, ia pun juga mengenakan stoking dan juga sepatu kets berwarna putih favoritnya. Ailee tidak mempedulikan sekitarnya karena selain sibuk membaca, dirinya juga memasang headset di telinganya. Bahkan ketika HyunAe duduk disebelahnya, Ailee tidak menyadarinya hingga HyunAe bersandar di pundak Ailee.

 

“Ya! HyunAe-ya!” ucapnya kaget sambil melepaskan headset bagian kirinya dari telinga. “Gwenchanayo? Kau terlihat pucat, ” ucap Ailee saat melihat wajah pucat HyunAe. “Na gwenchana, hanya kurang tidur saja,” jawab HyunAe sambil berusaha untuk duduk tegak bersandar pada kursi taman. Ailee memegang dahi HyunAe lalu merapikan barangnya dengan cepat dengan memasukkan buku serta handphone dengan headset yang masih tersambung kedalam tasnya. “Aku antar kau ke dokter, kajja!” Ailee pun menarik tangan HyunAe namun HyunAe menahan tarikan Ailee. “Aku baik-baik saja, Ailee-ya. Hanya butuh istirahat saja,” ucap HyunAe sambil tersenyum kecil.

 

“Hm” Ailee terdiam. Ia berpikir cepat mencari perkataan yang tepat. “Kalau begitu hari ini kau akan aku antar pulang. Kau tidak usah masuk kerja saja. Nanti aku akan datang ke cafe Panda dan mengatakan pada…” “Tidak perlu Ailee-ya, aku bisa pulang sendiri kok. Lagipula hari ini adalah jadwal aku pergi berbelanja,” sela HyunAe cepat. HyunAe pun perlahan berdiri dari tempat duduknya namun tiba-tiba saja ia kehilangan keseimbangan dan hampir saja jatuh ke tanah apabila Ailee tidak menangkapnya dengan cepat. “HyunAe-ya!” teriak Ailee panik dan membuat beberapa pasang mata yang berada di taman itu menoleh kearah Ailee yang menopang HyunAe. HyunAe terlihat tidak bergerak. Ia pingsan.

 

~

 

“Kamsahamnida,” Ailee baru saja selesai mendengarkan penjelasan mengenai keadaan HyunAe. HyunAe ternyata memiliki darah rendah dan karena kesibukannya disertai kurangnya darah membuatnya pingsan mendadak. Dokter mengatakan bahwa HyunAe harus dibiarkan tidur dulu untuk sementara.

 

Dokter pergi meninggalkan ruangan setelah menjelaskan kondisi HyunAe kepada Ailee. Ailee menoleh kearah HyunAe yang tertidur di atas ranjang dengan lemas. Ia menghela nafas panjang lalu mengeluarkan handphone dari dalam tasnya dan menelpon Haerin. Ailee pernah bertemu dengan Haerin ketika mengunjungi HyunAe di cafe panda ketika sedang bekerja.

 

“Haerin-ah! Ini aku, Ailee! ”

 

~

 

“arraseo, Ailee-ya. Kamsahamnida,” ucap Haerin sambil mengakhiri panggilan telepon dari Ailee dan memasukkan handphone kedalam saku celananya. Donghae berjalan keluar dari dapur menuju etalase dan menaruh kue yang baru saja ia buat ke atas etalase. “Nugu?” tanya Dongha penasaran. “Ailee-ssi, teman HyunAe. Hari ini ia tidak masuk, ia masuk rumah sakit.” “MWO! RUMAH SAKIT!” teriak Donghae panik. Beberapa pasang mata yang ada di dalam cafe pun langsung menoleh kearah mereka.

 

“apa kau perlu berteriak seperti itu?” ucap Haerin dengan kesalnya. “Mianhae” ucap Donghae kepada Haerin lalu meminta maaf kepada para pelanggan yang memperhatikan mereka. “Apa ia baik-baik saja?” tanya Donghae kemudian. “Ia kelelahan kata Ailee. Kalau kondisinya membaik…” “Malam ini ayo kita jenguk dia!” sela Donghae dengan semangat. “Mwo! Tapi besok…” “Besok dia sudah keluar dari rumah sakit kan? Tak apa, kita jenguk saja dia sehabis menutup toko. Arraseo?” sela Donghae lagi sambil menatap Haerin dengan lekat dari jarak dekat. Haerin hanya bisa mematung sambil menatap wajah Donghae yang begitu dekat.

 

-Malam Hari-

 

HyunAe saja selesai mengganti baju pasiennya dengan bajunya ketika mendengar Ailee sedang berdebat dengan seseorang di luar ruangan. Tiba-tiba saja pintu kamar HyunAe terbuka, Donghae langsung masuk dan mendorong Ailee untuk menyingkir dari depannya.

 

“HyunAe-ya! Gwenchanayo? Oppa bawakan kue kesukaanmu!” ucap Donghae dengan senangnya sambil mengangkat kotak kue yang ia bawa. “Ini di rumah sakit, oppa. Jangan berteriak.” Ucap Haerin sambil menghela nafas kemudian. “HyunAe-ya, untung saja kau sudah selesai ganti baju. Kalau belum, aku bisa saja menghajar Donghae-ssi yang masuk begitu saja.” HyunAe dan Haerin tertawa mendengar ucapan Ailee, sementara Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Gwenchanayo? Kau terlihat sehat-sehat saja” ucap Donghae sambil mengamati HyunAe yang berdiri didekat ranjang pasien. “Nan gwenchana, oppa.” HyunAe menaruh baju pasien ke atas ranjang dan mendekati Donghae yang  membawa kotak kue. “Gomawo untuk kuenya.” Ucap HyunAe dengan senyum diwajahnya sambil mengambil kotak kue dari tangan Donghae.

 

~

 

Setelah berpisah di halte bus, HyunAe menunggu bus yang ia akan tumpangi sambil terduduk dan menggenggam kotak kue yang diberikan oleh Donghae. Sesekali ia melihat ke sekelilingnya dan merasakan kesunyian yang meliputi dirinya.

 

Tiba-tiba saja ia teringat kejadian malam kemarin ketika ia pergi bersama Kyuhyun. Ia belum pernah berjalan-jalan berdua saja dengan orang lain selain ayahnya. Ia pun tersenyum sendiri saat mengenang kejadian itu hingga sebuah suara klakson mobil membuyarkan lamunannya.

 

“HyunAe-ya!” panggil Sungmin dari jendela mobil yang terbuka. “Masuklah, akan ku antar kau pulang!” ucap Sungmin lagi sambil mengisyaratkan dengan tangannya kepada HyunAe agar masuk kedalam mobil. “Gwenchanayo?” tanya HyunAe yang masih kaget melihat Sungmin setelah mendengar klakson mobilnya. “Ne, kajja,” ucap Sungmin sambil tersenyum kearah HyunAe yang bangkit dari tempat ia duduk dan berjalan mendekat kearah mobil Sungmin. Setelah HyunAe duduk didalam mobil Sungmin dan mengenakan sabuk pengaman, Sungmin langsung melajukan mobilnya dengan cepat.

 

~

 

Sungmin mengantarkan HyunAe ke sebuah rumah kecil yang jaraknya lumayan jauh dari area Hongdae. Sungmin pun mematikan mesin mobilnya sambil menoleh kearah HyunAe yang menatap pintu gerbang rumahnya.

 

“Rumah yang indah.” Sungmin tersenyum sambil melirik kearah pagar rumah yang berwarna hitam dengan corak unik yang menghiasinya, dari pagar itu terlihat sedikit tampak depan dari rumah bercat krim yang berada di dalam area. “Kamsahamnida” ucap HyunAe sambil seraya membungkuk kearah Sungmin. HyunAe pun melepas sabuk pengaman dan segera turun dari mobil Sungmin. Sungmin hanya tersenyum kearah HyunAe yang kemudian membuka pagar rumahnya dan masuk ke dalam dengan segera. Sungmin menghela nafasnya lalu melihat kearah depan selama beberapa menit sebelum ia menyalakan kembali mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu.

 

*

 

Sungmin sampai di apartemen beberapa menit kemudian. Apartemen di isi oleh 4 orang namja ini memiliki 2 buah ruang tidur beserta kamar mandi, 1 kamar mandi tambahan, 1 ruang dapur yang luas beserta ruang makan, 1 buah ruang tamu serta 1 buah balkon dengan ayunan yang nyaman.

 

Langkah Sungmin terhenti saat menyadari bahwa seseorang sedang berada di balkon sedang duduk diatas ayunan yang bergoyang dengan pelan. Ryeowook terduduk sambil menatap langit kota Seoul yang kebetulan tidak bertabur bintang pada saat itu dan hanya terlihat bulan sabit yang menghiasi langit yang gelap itu.

 

“Ryeowook-ah.” Panggil Sungmin saat melihat Ryeowook dari dekat. “Oh hyung,” ucap Ryeowook santai tanpa melepaskan pandangan dengan langit. “Mengapa kau belum tidur? Masuklah. Udara semakin dingin diluar.”

 

“Hyung, sebenarnya aku ini orang yang seperti apa?” tanya Ryeowook tiba-tiba. Sungmin masih berdiri di dekat ayunan dan menatap Ryeowook dengan tatapan sedih. “Mengapa gadis bernama Sooyoung itu sangat membenciku? Mengapa Tiffany yang katanya yeojachingu ku begitu manja dan selalu menuntut? Sebenarnya orang seperti apa aku ini?” ucap Ryeowook lagi sambil menunduk sekilas sebelum menatap Sungmin yang sedari tadi menatapnya dalam diam.

 

“Kau yang memilih mereka untuk masuk kedalam kehidupanmu. Kau yang membuat mereka memiliki berbagai perasaan yang membuat mereka seperti sekarang. Dirimu lah yang membuat semua ini terjadi.” Sungmin berjalan kearah Ryeowook dan duduk disebelahnya. “Hyung hanya bisa membantumu semampu hyung. Hyung berharap kau dapat segera mendapatkan ingatanmu kembali, agar kau mendapatkan jawaban dari semua pertanyaanmu itu.” Ucap Sungmin disertai dengan helaan nafas panjang. “Mianhae, tidak bisa menjawab pertanyaanmu.” Sungmin tersenyum kearah Ryeowook. “Gwenchana, hyung. Gomawo, untuk bantuan hyung selama ini.” Ryeowook pun tersenyum kearah Sungmin.

 

“Kajja. Waktunya tidur. Kau memerlukan tenaga untuk mendapatkan jawabanmu esok hari.” Sungmin bangkit berdiri dan mengajak Ryeowook untuk masuk kedalam. “Ne hyung, aku mengerti.”

 

*

 

Keesokan harinya, HyunAe dan Ailee makan siang bersama di taman belakang. HyunAe mengeluarkan kotak makan berwarna biru muda sedangkan Ailee berwarna merah.

 

“Wah ternyata kau masih menyimpannya,” ucap Ailee sambil melihat kearah kotak makan HyunAe. Ketika masih SMA mereka membeli kotak makan itu secara bersama-sama, kotak makan itu memiliki gambar bunga cherry blossom pada bagian atasnya dan hanya dibedakan oleh warna pada kotak makan. “Tentu saja, tidak mungkin aku membuang kotak makan ini tanpa alasan,” ucap HyunAe sambil seraya tertawa. HyunAe membawa kimbap dan Ailee membawa tteobokki, merekapun berbagi makan siang sebelum melanjutkan jadwal mereka di kampus.

 

“HyunAe-ya, aku mendapatkan part time job.” “Benarkah? Wah selamat Ailee-ya!” HyunAe menyelamati temannya yang akhirnya mendapatkan pekerjaan sampingan setelah kesulitan mendapatkannya. “Dapat pekerjaan apa?” tanya HyunAe sambil memakan tteobokki yang dibawa Ailee. “Radio DJ di Fantastic FM,” jawab Ailee dengan senangnya. “Wah beruntung sekali! Lalu apa kau akan siaran sendiri?”

 

Ailee menggelengkan kepalanya. “Mereka mengatakan bahwa aku akan dipasangkan dengan seorang DJ senior.” “Apa dia…namja?” tanya HyunAe dengan sedikit menyidik. “Nan mollaseoyo,” Ailee tertawa sambil memasukkan kimbap ke dalam mulutnya. “Ayo cepat habiskan makanannya. Kelas sudah hampir mulai.” Ailee segera memasukkan beberapa tteobokki kedalam mulutnya dengan segera. “Arraseo,” HyunAe tertawa sambil kemudian memasukkan beberapa kimbap kedalam mulutnya.

 

*

 

HyunAe menyalahkan radio yang berada di meja belajarnya dan meletakkannya di dekat dinding setelah memilih siaran. Hari ini adalah hari pertama Ailee siaran sebagai seorang DJ dan HyunAe tentunya tak akan melewatkan siaran tersebut.

 

104 Fantastic FM~

 

“Annyeong haseyo, Ailee imnida”

 

HyunAe tersenyum mendengar suara Ailee di radio. Namun tiba-tiba ia terlihat kaget saat mendengarkan sebuah nama yang merupakan partner DJ Ailee.

 

“Annyeong haseyo, Ryeowook imnida”

“Welcome to the K-Music Special…”

 

HyunAe sudah tidak fokus lagi mendengar siaran Ailee. Jadi selama ini dia seorang DJ? Ucap HyunAe dalam hati.

 

Apa Ailee merahasiakan tentang partnernya dariku?

 

*

 

Ailee dan Ryeowook menyelesaikan siaran radio mereka pada pukul 10 malam. Ailee sedang duduk disebuah sofa sambil menikmati secangkir teh ketika Ryeowook menghampiri Ailee dan duduk disebelahnya.

 

“Aku tidak menyangka dapat bertemu denganmu, Ryeowook-ssi.” Ailee menaruh cangkir teh di sebuah meja didepannya. “Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” ucap Ryeowook sambil menoleh kearah Ailee. “Tidak, kita tidak pernah bertemu sebelumnya.” Jawab Ailee. “Tapi kau telah bertemu dengan temanku dan membuatnya bingung,” tambah Ailee. “Temanmu..?” Ailee berhasil membuat Ryeowook bingung seketika. “Aku tidak tahu apa kau masih lupa ingatan atau tidak, tapi aku harap kau tidak membuat dia terluka.” Ailee bangkit berdiri setelah mengatakan hal itu, lalu beranjak pergi keluar dari studio tersebut.

 

Ailee sedang menunggu bus di halte yang tak jauh dari gedung siaran. Ryeowook tiba-tiba datang dan menunggu bus di halte yang sama dengan Ailee. Ailee sedang membalas pesan dari HyunAe dan menceritakan apa yang terjadi sebelum siaran.

 

“Apa temanmu itu HyunAe-ssi?” tanya Ryeowook sambil menatap jalanan yang sepi. Ailee menoleh dan baru menyadari Ryeowook duduk tak jauh dari posisi ia duduk. “Ne, dia temanku. Dan aku tahu apa yang telah terjadi padanya.” Ailee kembali menatap layar handphonenya dan membalas pesan HyunAe.

 

“Aku harap aku mengingat apa yang terjadi di masa lalu. Sehingga aku dapat memperbaiki kesalahanku pada saat itu.” Ucap Ryeowook tiba-tiba. “Mengapa kau tidak bertanya kepada Sooyoung-ssi? Bukankah kalian adalah pasangan kekasih dahulu?” tanya Ailee yang kini menoleh ke arah Ryeowook. Ia sudah memasukkan handphonenya ke dalam kantong celananya. “Sungmin hyung bisa memarahiku apabila aku menemuinya. Bahkan ia tidak setuju aku berpacaran dengan Tiffany.” Jawab Ryeowook disertai dengan helaan nafas.

 

“Kau tidak dapat mengubah masa lalu, tapi kau bisa mengubah masa depan.” Ryeowook menoleh kearah Ailee seketika mendengat perkataan itu. “HyunAe yang mengatakan hal tersebut kepada ku, Ryeowook-ssi.” Ailee sekilas tersenyum kearah Ryeowook. “Aku yakin suatu saat nanti kau bisa mendapatkan yang terbaik bagi kehidupanmu.” Ucap Ailee kemudian. Ailee menoleh ke arah sebaliknya dan melihat sebuah bus datang. “Sampai jumpa besok, Ryeowook-ssi.” Ailee pun meninggalkan Ryewook yang masih menunggu bus berikutnya sendirian di halte.

 

Sambil menunggu bus berikutnya datang, Ryeowook termenung sambil mengingat perkataan Ailee sebelumnya.

“Kau tidak dapat mengubah masa lalu, tapi kau bisa mengubah masa depan.”

 

“Apa aku dapat mengubah masa depan?” gumam Ryeowook sambil memandang langit malam bertabur bintang.

 

-TBC-

 

Untuk semua pembaca yang masih setia membaca Mysuperkpopstory,
Saya sebagai author mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena masih setia menunggu update-an dari saya.

Maaf ya karena kesibukkan jadi jarang banget nge-post ff. Semoga kedepannya masih bisa sering post cerita lagi.

Saya berharap chingudeul sekalian bisa tetap mampir di wordpress ini dan menantikan cerita-cerita ff dari saya di masa yang akan datang. Dan semoga chingudeul sekalian mau memberi saran mengenai setiap cerita dengan memberikan komentar agar cerita yang saya buat dapat lebih baik lagi.

감사합니다

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s