Memory of You -Part 5-


memories

“ini” Taemin mengeluarkan sebuah surat dari saku jaketnya yang berwarna hitam, terdapat amplop berwarna biru di tangan Taemin.
“apa itu?” tanya ku.
“ambillah. Ini dari HyunAe-ya” katanya. Aku pun mengambil surat itu dari tangannya.
“ini bukan ide usil kalian kan?” tanya Donghae curiga.
“aku dan HyunAe teman sekelas. Kau bisa tanyakan Krystal kalau kau tak percaya” jawabnya. “annyong hyung” ia pun pergi menyusul Jonghyun dan Jino yang sudah tak tampak lagi.

“kau yakin itu dari HyunAe?” tanya Donghae curiga.
“mungkin saja” jawab ku sambil menyimpan surat itu dalam ransel.
“buka sekarang saja Minho-ya. Aku penasaran” desak Donghae.
“tidak, akan ku buka nanti saja” jawab Minho.

 

Cast :

  • Choi Minho
  • Lee HyunAe
  • Many other cast

 

Note : all is Minho Pov

 

Our memory together will be always with us

However we try to forgot it

It can’t be forget easily

*

 

Aku merebahkan diriku diranjang dikamarku. Kamarku gelap seperti biasa hanya diterangi lampu belajar di meja belajar. Kepalaku pusing karena pelajaran tadi. Kibum songsaengnim benar-benar mampu membuat kepalaku pecah. Tugas yang ia berikan banyak pula. Ah lebih baik aku kerjakan saja sekarang biar nanti aku bisa bersantai.

 

Waktu menunjukkan 20.45 KST pada saat itu, aku masih sibuk mengerjakan tugas-tugas mata kuliahku. Tiba-tiba saja buku inggris ku terjatuh. Aku segera mengambilnya. Tapi secarik amplop berwarna biru yang terselip tiba-tiba jatuh dari buku. Aku segera mengambil amplop itu juga.

 

Ah! Ini amplop yang diberikan Taemin tadi di univ. Katanya sih dari HyunAe. Apa ia bisa di percaya?

 

Karena penasaran, aku pun membuka amplop itu. Di dalam amplop itu terdapat selembar kertas file bergambar teddy bear. Akupun membaca isinya.

 

Oppa temui aku di lapangan sepak bola jam 21.00 KST nanti ya

 

HyunAe

 

“jam 21.00!?” teriakku setelah membaca pesan itu. Aku melirik ke arah jam belajarku. Sudah jam 21.05 sekarang. “aigoo…aku telat!!!” teriakku dan langsung keluar dari kamarku.

 

Tap Tap Tap

 

Noona ku, Sooyoung, pun menoleh ke arah ku pada saat aku sedang menuruni tangga. Pendengarannya tajam sekali. “MAU KE LAPANGAN SEPAKBOLA, NOONA” jawab ku dengan teriakan dari arah pintu. Noona tidak berkomentar apapun dan hanya memperhatikan apa yang ku lakukan saja. Lalu akupun pergi melesat menuju lapangan sepakbola menemui HyunAe. aku mendengar teriakan noona samar-samar ketika aku menutup pintu dengan cepat, namun tak aku pedulikan. Mianhamnida noona.

 

*

 

Dengan perjalanan 25 menit dari rumah menuju lapangan dengan berjalan kaki, akhirnya aku sampai juga.

 

Saat aku sampai, lapangan hanya diterangi dengan terangnya bintang dan bulan. Tak ada siapapun disana. Apa ini hanya tipuan Taemin?

 

Aku berniat kembali berbalik. Namun lampu lapangan tiba-tiba menyalah terang. Aku pun menghalangi cahaya yang menyilaukan itu dengan tangan kanan ku. Pandanganku tertuju pada sosok bayangan di tengah lapangan. Tak begitu jelas karena terlalu silau.

 

I just wanna see you lover boy

I just wanna call you lover boy

 

Terdengar lantunan lagu nan merdu. Suara seorang yeoja yang sepertinya tak asing bagiku. Tapi siapa?

 

Aku melihat orang di tengah lapangan itu menari mengikuti alunan lagu yang terdengar itu. aku hanya bisa tertawa kecil melihatnya.

 

Orang itu mendekat. “oppa” panggil HyunAe. mwo!? HyunAe. ia menarik tanganku sambil terus bernyanyi. Menarik ku ke tengah lapangan dan mengajakku berputar-putar sambil terus bernyanyi.

 

Aku tak dapat menahan detak jantungku pada saat ia menyelesaikan lagunya dengan mendekatkan wajahnya kearahku. Jangan sampai ia mendengar detak jantung ku, aku bisa malu jadinya.

 

Kami terdiam selama beberapa menit dengan posisi seperti itu. Aku bingung harus mengatakan apa dan bertindak apa saat ini.

 

‘sampai kapan kita akan tetap seperti ini, oppa?’ bisiknya pelan. ‘sampai aku puas memandangmu’ jawabku berbisik. Aku bisa melihat pipinya yang berubah menjadi tomat seketika. Aku tersenyum kecil melihatnya sepert itu.

 

Aku mengumpulkan keberanianku untuk mendekatkan wajahku ke wajahnya, menyampingkan rambut yang berada diwajahnya. Ia menutup matanya, begitu juga denganku. Semakin dekat…semakin dekat…dan…

 

DUAR!

 

“YA! MINHO-YA!” teriak seseorang bagaikan petir yang datang tiba-tiba. Membuat ku menghentikan apa yang akan ku lakukan dan berbalik ke belakangku. “NOONA!!!” teriakku kaget. Kenapa Sooyoung noona bisa ada disini? Apa ia mengikutiku dari rumah dan melihat semua yang terjadi disini?

 

“sedang apa noona disini?” tanyaku dengan agak terbata-bata. Noona melirik ke balik punggungku, HyunAe yang ada di belakangku hanya bisa membalas tatapan noona dengan sebuah senyuman di wajahnya. Ia pun menatapku tajam, meneliti setiap bagian tubuhku. Apa yang ia lakukan?

 

“noona, mau apa?” tanya ku galak. Ia tertawa tiba-tiba. Membuat ku bingung. “waeyo noona?” tanyaku penasaran.

 

“aku tak percaya Minho-ya” jawabnya sambil masih tertawa. “?_?” “aku pulang dululah, sepertinya aku mengganggu” katanya sambil masih tertawa dan berjalan pergi. Aku masih bingung dengan apa yang terjadi, HyunAe sepertinya juga sama bingungnya denganku terlihat dari raut wajahnya.

 

Selagi ia masih terdiam karena bingung, aku menggunakan kesempatan ini untuk meraih pinggangnya dan menariknya kearah ku, memegang bagian pipinya dan menciumnya. Mungkin ia terkejut dengan caraku yang cepat seperti ini. Aku melepaskan tanganku segera dan melemparkan senyum ku padanya.

 

“sudah malam pulang lah” kataku sembari mengacak-acak rambutnya asal lalu berlari pergi.

 

*

 

Keesokan harinya, aku tak bisa berhenti tersenyum mengingat apa yang terjadi semalam. Mungkin mahasiswa yang melewatiku menganggapku gila saat ini. Namun aku tak peduli dengan apa yang mereka pikirkan tentangku saat ini, lagipula untuk apa aku peduli juga dengan apa yang mereka pikirkan.

 

Aku duduk dikantin dengan Krystal untuk makan siang. Aku masih tak bisa berhenti tersenyum layaknya orang gila *dihajar Minho* . Lamunanku pada malam itu masih terbayang dengan jelas. Lamunanku buyar karena Krystal tiba-tiba mengagetkanku.

 

“OPPA!” “YA!” jawabku kaget. Krystal memandangku seolah-olah ia sedang menganalisa ku *emangnya dokter -__-*

 

“ya! kenapa kau memandangku seperti itu?” “apa yang oppa lakukan semalam?” tanyanya langsung. “maksudmu?” tanyaku balik. “pasti ada yang oppa lakukan semalamkan yang dapat membuat oppa aneh seperti ini” jawabnya. “hah?”

 

“geojitmal, cepat ceritakan” katanya mendesak sambil bangkit dari tempatnya dan menatapku tajam seperti polisi yang sedang menginterogasi penjahat saja *abis nyolong hati author sih #apalah*

 

“kalau kau tak mau ceritakan, kau bisa cerita pada kami kok” ujar Jonghyun tiba-tiba duduk  disebelahku. Taemin dan Jino pun seperti biasa berada didekatnya, masing-masing dari mereka duduk di samping Krystal dan membuat Krystal duduk di tengah mereka.

 

“Ya! apa-apaan kalian!” teriak ku kesal. “kenapa? Takut kami mengetahui rahasia kecilmu itu?” ledek Jino. Jonghyun tertawa terbahak-bahak sementara Taemin hanya tertawa kecil. “aishhh kalian ini” gumamku kesal.

 

Jino dan Jonghyun bangkit dari tempat mereka dan pergi sambil sesekali terdengar suara tawa mereka dari kejauhan. Aku yang menyadari Taemin tak ikut pergi jadi agak sedikit bingung.

 

“sedang apa kau disini? Mencari tau tentang rahasia ku dan memberitau mereka?” tanya ku dengan nada jengkel. Ia menggeleng.

 

“aku sudah tau apa yang terjadi, hyung” jawab Taemin. Krysatal yang sedang minum pun langsung menyembur kedepannya. Membuat telapak tanganku diatas meja pun basah. Aku mengambil tissue dan melapnya segera.

 

“Krystal-ya!” teriakku kesal. “OPPA SUDAH TAU!?” teriaknya kaget ke Taemin, aku rasa ia tak mempedulikan teriakanku barusan *-_-* Taemin pun mengangguk. “OPPA TAU DARI MANA?” tanya lagi dengan teriakan yang cukup keras hingga mampu membuat seluruh pasang mata di kantin pada saat itu menoleh kearah kami. Kenapa teriakan nya keras sekali?

 

“kalian ini berisik sekali” ujar Key yang datang menghampiri kami dan mengambil duduk disebelahku. “Taemin oppa tau penyebab Minho oppa senyum-senyum hari ini” jawab Krystal. Key yang baru saja meminum air langsung menyemburkannya kearah Taemin hingga mukanya basah. “YA!” teriak Taemin. “mian” jawab Key sambil mengambil tissue dan melap wajah Taemin segera. Aku dan Krystal hanya tertawa terbahak-bahak melihatnya.

 

“JANGAN TERTAWA!!!” teriak Key keras dan membuat seluruh pasang mata pada ruangan tersebut menoleh ke arah kami. Astaga rasanya malu sekali.

 

*

 

Setelah akhirnya aku berhasil meninggalkan mereka di kantin dengan alasan latihan sepak bola, aku pergi ke perpustakaan untuk mencoba mencari HyunAe disana. Aku mencarinya dibagian kesenian dan juga area tempat duduk namun tidak melihatnya.

 

“Kira-kira dimana dia,” gumamku pelan sambil masih melihat sekeliling perpustakaan. Aku pun keluar dari perpustakaan dan melihat area depan perpustakaan namun tidak melihatnya lewat juga. Tiba-tiba saja handphone ku berdering, dengan segera aku pun mengangkat telepon ku.

 

“Ya! Choi Minho! Di mana kau?” teriak Donghae diseberang telepon. “Cepat kemari! Latihan akan segera dimulai!” “Arraseo aku akan segera kesana!” teriak ku balik dan segera menutup telepon lalu pergi menuju lapangan.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s