[Part 5] Happy Ending


a happy ending

Cast :

  • Yang Yoseob
  • Lee HyunAe
  • Lee Jaejin
  • Park Cho-rong

Other Cast :

  • Kwanghee ZE:A
  • Siwan ZE:A
  • Sunhwa Secret
  • Na Eun A Pink
  • Many Hidden Cast

 

 

Yoseob masuk ke kamarnya dan melihat sekeliling kamarnya secara perlahan. Kamarnya terlihat rapi dengan lemari, meja belajar, gorden dan ranjang yang berwarna serba putih. Sepertinya semuanya sudah lama dirapikan untuk Yoseob.

 

Yoseob berjalan menuju meja belajarnya. Terdapat sebuah papan yang terpasang ditembok tepat diatas meja belajar, dimana dipapan tersebut banyak terpasang foto-foto ia bersama dengan teman-temannya dan juga seorang wanita.

 

Yoseob memperhatikan semua foto itu secara perlahan, berusaha mengenali wajah-wajah yang ada didalam foto tersebut. Tiba-tiba memori akan kejadian dirumah sakit terlintas di pikirannya.

 

“WAA! SIAPA KAU!?” teriak Yoseob ketika melihat seorang yeoja menggenggam tangannya begitu erat. “Yoseob oppa…” Yoseob menarik tanggannya dari genggaman yeoja tersebut  dan membuat yeoja itu kebingungan. “Dokter, tolong bawa orang ini keluar!” “Oppa…ini aku yeojachingu mu…aku…” “Tidak! Aku tidak mengenal mu sama sekali!”

 

“Keluar kau dari kamar ku! Aku tidak mengenalmu atau mengingat sedikitpun tentangmu!”

 

“Oppa! Yoseob oppa!”

 

Yoseob memegang kepalanya yang tiba-tiba teras sakit. Ia pun segera melangkah mundur dan duduk diatas ranjangnya dengan segera. Ia menggenggam selimut dengan tangannya yang lain dengan kuat.

 

“Cheosomianhamnida, kenapa kau memfotoku terus?”

 

Bayangan seorang yeoja terlintas dalam benaknya. Bayangan yang samar namun terasa tak asing itu membuat kepalanya terasa sakit.

 

“AH!” teriak Yoseob kencang dan membuat adiknya, Jiyul, berlari segera ke kamar Yoseob. “Oppa! Oppa gwenchana?” Jiyul menghampiri Yoseob, memperhatikan wajahnya yang merasa kesakitan lalu mengajaknya keluar dari kamarnya perlahan.

 

Jiyul mengajak Yoseob ke ruang tamu. Yoseob duduk diatas sofa perlahan lalu berbaring dengan bantal sebagai tempat kepalanya bersandar. Jiyul menuangkan segelas air dari atas meja didekat sofa dan memberikan pada Yoseob. Perlahan Yoseob meminum air putih itu dan berusaha mengatur nafasnya.

 

“Apa yang terjadi op…” “Siapa itu HyunAe-ssi?” tanya Yoseob cepat. Jiyul memandang Yoseob dengan kebingungan. “Apakah kau mengingat HyunAe onnie, oppa?” “Siapa dia? Mengapa kau memanggilnya onnie?” Tanya Yoseob lagi.

 

“HyunAe onnie adalah yeojachingu mu oppa” jawab Jiyul. “Kalian sudah berpacaran beberapa bulan. Onnie begitu baik, cantik, serta pekerja keras” tambah Jiyul lagi. Mendengar jawaban Jiyul, Yoseob hanya bias terdiam, ia pun merasakan pusing seketika. Lalu tiba-tiba saja ia pun jatuh pingsan dan membuat Jiyul sedikit panik.

 

*

 

“Bagaimana perasaanmu hari ini, HyunAe-ssi?” tanya Hongki pada saat ia sedang mengunjungi HyunAe. Hongki datang 2 hari sekali untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan kepada HyunAe sesuai dengan permintaan Jaejin. HyunAe tidak menjawab pertanyaan Hongki dan terlihat kalau ia begitu tidak bersemangat serta sedih setelah apa yang terjadi dengan dirinya ketika menjenguk Yoseob di kamarnya.

 

“Sekedar info, Yoseob sudah kembali kerumahnya beberapa hari yang lalu, HyunAe-ssi” ucap Hongki. Ia mengangkat kepalanya yang tertunduk menghadap Hongki. “Bagaimana kabarnya?” tanya HyunAe datar. “Yoseob terlihat baik-baik saja” jawab Hongki.

 

Ketika Hongki memutar otaknya mencari pertanyaan yang cocok dengan situasi saat itu, tiba-tiba saja pintu kamar HyunAe terbuka. Jaejin yang datang dengan seorang suster pun berjalan masuk menghampiri Hongki dan HyunAe.

 

Suster tersebut memeriksa infus serta mengecek beberapa hal sementara Jaejin berusaha mengajak HyunAe berbicara. Namun HyunAe tidak terlalu memperdulikan Jaejin. Hongki tiba-tiba saja menepuk pundak Jaejin dan mengajaknya untuk mengobrol di taman.

 

~

 

“Aku rasa HyunAe masih shock dengan kejadian di kamar Yoseob, Jaejin-ssi” Hongki membuka pembicaraan diantara mereka ketika mereka sampai ditaman. “HyunAe tidak banyak bicara dengan para suster yang datang kekamarnya, bahkan ia tidak mau keluar dari kamarnya selain dengan Taemin atau Narsha. Sementara sudah beberapa hari ini mereka jarang datang ke rumah sakit karena sibuk bekerja” tambah Hongki menjelaskan situasi keluarga HyunAe dan juga tentang HyunAe.

 

“Apa dia makan dengan teratur?” tanya Jaejin. “Menurut laporan dari suster yang mengantarkan makanannya, ia hanya makan sekali dalam sehari semenjak kejadian itu” jawab Hongki sambil menghela napas.

 

“Oia, apakah pendonor matanya sudah ada, Jaejin-ssi?” tanya Hongki. Jaejin berjalan perlahan menelusui pepohonan disekitar jalan setapak taman tersebut, Hongki pun menyeimbangi langkahnya dengan Jaejin disampingnya. “Belum ada yang cocok, Hongki-ssi” jawab Jaejin. “Bahkan temannya saja ingin mendonorkan matanya untuk HyunAe, tapi ia takut dan ternyata tidak cocok dengan HyunAe” tambah Jaejin sambil menghela napas.

 

Jaejin berhenti melangkah dan menghadap Hongki. “Beberapa hari lagi, HyunAe sudah bias kembali kerumahnya. Perbannya juga bisa dilepaskan besok karena sudah tidak apa lagi. Apa menurutmu, HyunAe-ssi akan baik-baik saja?” “Entahlah Jaejin-ssi, ia harus melakukan pemeriksaan rutin setiap minggu agar kita dapat mengetahui kondisinya” jawab Hongki.

 

“Aku khawatir HyunAe-ssi mencelakai dirinya sendiri karena hal ini” ucap Jaejin pelan.

 

~

 

“Oia, apakah Yoseob sudah datang untuk pemeriksaan mingguan?” tanya Jaejin. Jaejin dan Hongki berjalan didalam lorong rumah sakit menuju ruang praktek Hongki. “Kemarin, ia datang menemuiku tiba-tiba” jawab Hongki. “Ia menceritakan tentang memorinya yang samar akan bayangan seorang yeoja ketika melihat sebuah foto yang terpajang dikamarnya” tambah Hongki. “aku menduga bahwa itu adalah foto HyunAe. Aku pernah melakukan wawancara dengan adiknya sekali, dan katanya Yoseob suka memfoto HyunAe secara diam-diam dulu dari sebelum mereka berpacaran” jelas Hongki. Hongki membuka pintu prakteknya dan masuk kedalam ruangannya diikuti oleh Jaejin.

 

“Mengapa kau terlihat tertarik dengan kasus ini, Jaejin-ssi?” tanya Hongki yang merasa sedikit curiga dengan kelakuan temannya itu. Karena biasanya Jaejin tidak pernah terlalu tertarik pada masalah pasien yang ditanganinya. “Apa kau jatuh cinta pada HyunAe-ssi?” tanya Hongki tiba-tiba dan membuat Jaejin yang sedang minum tersedak. “Memangnya aku tidak boleh tau keadaan pasienku, Hongki-ssi?” tanya Jaejin balik dengan sedikit terbatuk. Hongki pun tertawa lalu mengambil sebuah buku untuk ia baca.

 

*

 

Jaejin berlari dengan cepat di lorong rumah sakit. Wajahnya terlihat panik. Kecepatan larinya yang begitu cepat membuat jubah dokter yang ia kenakan agak berterbangan bagian belakangnya. Ia berbelok masuk kedalam sebuah kamar rumah sakit yang pintunya terbuka. Di dalamnya terlihat 2 orang suster yang sedang membantu menenangkan seorang pasien yang hampir saja membunuh kerabatnya.

 

Tidak lama kemudian, Hongki pun memasuki kamar tersebut dan langsung mengajak ngobrol pasien sementara Jaejin mengobrol dengan seorang bapak yang hampir menjadi korban pembunuhan. Jaejin mengajak bapak itu untuk mengobrol diluar kamar.

 

“Aku datang mengunjunginya untuk pertama kalinya semenjak kejadian itu” ucap bapak itu kepada Jaejin. Bapak itu duduk disebuah kursi yang tidak jauh dari kamar tersebut, sementara Jaejin menyenderkan dirinya ke tembok. “Kalau saja kejadian itu tidak terjadi, mungkin ia tidak akan kehilangan kakinya” tambah bapak itu. Tiba-tiba saja ia menangis, Jaejin pun mengeluarkan tissue dari saku jubahnya dan memberikannya kepada bapak tersebut.

 

“Kamsahamnida” ucapnya sambil menerima tissue tersebut. “Aku tidak sengaja menabraknya pada malam itu. Karena aku mabuk, aku tidak melihat lampu lalu lintas pada saat itu” bapak itu tertunduk sambil mengelap air matanya dengan tissue dari Jaejin. “Aku meminta ijin dari kepolisian untuk menemui korban untuk meminta maaf. Aku tidak menyangka akan seperti ini.”

 

Jaejin terdiam. Ia tidak harus mengatakan apa setelah mendengar cerita bapak tersebut. Tak lama, Hongki keluar dari kamar pasien tersebut dan menghampiri mereka berdua. “Pasien baru saja tidur” ucap Hongki sambil menghela nafasnya. “Dan aku rasa kita harus bicara, tuan” ucap Hongki. Bapak tersebut menunduk dan berdiri dari tempatnya. Lalu berlalu pergi meninggalkan Jaejin.

 

Jaejin menghela nafasnya, ia berpikir apa yang akan terjadi apa bila orang yang menabrak HyunAe dan Yoseob akan mengalami nasib yang sama dengan bapak tersebut. Ketika Jaejin hendak berjalan lawan arah dari arah Hongki pergi, seorang suster menghampiri Jaejin sambil tergesa-gesa.

 

“Jaejin-ssi, HyunAe-ssi tidak ada dikamarnya” ucap suster itu sambil berusaha mengatur nafasnya setelah berlari. “APA!” teriak Jaejin keras. Untung saja lorong tersebut sepi sehingga tidak menganggu siapapun. Tanpa mendengar penjelasan suster tersebut lebih lanjut, Jaejin langsung berlari kearah suster itu datang dan menghilang di pertigaan lorong. Berselang beberapa detik, suster itu mengejar Jaejin untuk menjelaskan hal yang belum sempat ia katakan.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s