[Part 4] Happy Ending


a happy ending

 

Cast :

  • Yang Yoseob
  • Lee HyunAe
  • Lee Jaejin
  • Park Cho-rong

Other Cast :

  • Kwanghee ZE:A
  • Siwan ZE:A
  • Sunhwa Secret
  • Na Eun A Pink
  • Many Hidden Cast

 

Jaejin dan HyunAe kini berada di dalam sebuah lorong rumah sakit menuju kamar tempat HyunAe dirawat. Mereka berdua tidak saling berbicara satu sama lain dan membuat suasana antara mereka semakin canggung.

 

“Jaejin-ssi, bisakah kita pergi ke kamar pasien lain dahulu sebelum kembali ke kamar?” Tanya HyunAe tiba-tiba dan membuat Jaejin menghentikan laju kursi roda HyunAe sebentar lalu kembali mendorongnya pelan. “memangnya kau ingin menjenguk siapa, HyunAe-ssi?” Tanya Jaejin penasaran sambil melihat kearah depan.

 

“aku ingin menjenguk Yoseob oppa, bolehkah?”

 

*

 

Jaejin membuka dan menutup pintu kamar Yoseob dengan perlahan. Pada saat itu tidak ada yang menjaga Yoseob saat itu sehingga kamarnya terasa sepi serta sunyi senyap karena Yoseob juga sedang tertidur saat itu.

 

“jangan berisik, HyunAe-ssi. Yoseob sedang tidur” bisik Jaejin kepada HyunAe perlahan sambil mendorong kursi roda HyunAe mendekat ke ranjang tempat Yoseob berbaring. Jaejin meraih tangan HyunAe dan meletakkannya diatas tangan kanan Yoseob.

 

HyunAe menarik kursi rodanya lebih mendekat lagi ke ranjang Yoseob sambil menggenggam tangan Yoseob erat. Membuat ranjang Yoseob sedikit goyang dan membuat Jaejin sedikit terkejut. “HyunAe-ssi, jangan terlalu berisik” ucap Jaejin dengan nada pelan. Namun sepertinya HyunAe tidak terlalu mendengarkan perkataan Jaejin karena sedari tadi ia hanya diam sambil menggenggam tangan Yoseob.

 

Perlahan air mata HyunAe pun mengalir membasahi pipinya dan membuat sebuah aliran sungai yang sangat halus dipipinya. Jaejin yang berada di belakang HyunAe merasa kasihan dengan nasib HyunAe yang begitu malang. “Hyun…”

 

“WAA! SIAPA KAU!?”

 

*

 

“HyunAe-ssi, sudah jangan menangis” ucap Jaejin sambil mencoba untuk menenangkan HyunAe yang sedari tadi menangis dengan hebatnya semenjak mereka kembali ke kamar HyunAe. HyunAe merasa terpukul dengan ucapan Yoseob yang begitu membuat hatinya terluka semakin dalam.

 

“WAA! SIAPA KAU!?” teriak Yoseob ketika melihat HyunAe menggenggam tangannya begitu erat. “Yoseob oppa…” Yoseob menarik tanggannya dari genggaman HyunAe dan membuat HyunAe kebingungan. “Dokter, tolong bawa orang ini keluar!” “Oppa…ini aku yeojachingu mu…aku…” “Tidak! Aku tidak mengenal mu sama sekali!”

 

“HyunAe, sudah waktunya kau untuk beristirahat” ucap Jaejin sambil menarik kursi roda HyunAe dan mendorongnya jauh dari ranjang Yoseob. “Tunggu dulu Jaejin-ssi, aku masih mau bersama Yoseob oppa…Oppa!” “Keluar kau dari kamar ku! Aku tidak mengenalmu atau mengingat sedikitpun tentangmu!”

 

“Oppa! Yoseob oppa!”

 

Dengan berat hati, Jaejin membawa HyunAe yang menangis dan tak henti-hentinya memanggil nama Yoseob meninggalkan kamar Yoseob ke ruangannya untuk beristirahat.

 

~

 

Jaejin menutup pintu kamar HyunAe dan duduk disebuah kursi tunggu didekat pintu kamar. Ia menghela nafas dan melirik pintu kamar tempat HyunAe dirawat, lalu tersenyum kecil.

 

“Akhirnya ia tertidur juga”

 

*

 

Sunhwa menjenguk HyunAe keesokan harinya. Namun HyunAe terlihat tidak bersemangat hari itu dan lebih memilih untuk lebih banyak tidur daripada berjalan-jalan diluar dengan kursi rodanya. Sunhwa yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi dengan teman nya itupun bertanya kepada suster yang menjaganya. Tapi ternyata suster itu tidak tau apa yang terjadi dengan HyunAe. Sunhwa pun memutuskan untuk menemui dokter Jaejin di ruangannya.

 

Rumah sakit terlihat lebih ramai daripada biasanya. “Sepertinya ada kecelakaan lagi..” gumam Sunhwa sambil melihat sekelilingnya dan masih berjalan ke ruangan Jaejin. Namun tanpa sengaja, ia menabrak seseorang yang terlihat sedang terburu-buru tiba-tiba. “Cheosomianhamnida” ucap orang itu yang sepertinya namja lalu ia langsung berlalu pergi tanpa menatap Sunhwa terlebih dahulu karena terburu-buru.

 

“Jaejin-ssi! Tunggu…” panggil Sunhwa ke namja tersebut yang ternyata adalah Jaejin. “Ne?” respon Jaejin, dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Sunhwa yang berjalan mendekat kearahnya. “Bisa bicara sebentar? Aku ingin menanyakan soal keadaan HyunAe” ucap Sunhwa. “Temui aku di taman 30 menit lagi” ucap Jaejin dengan cepat dan ia pun langsung berlalu pergi mengurus sesuatu dan meninggalkan Sunhwa yang tak lama kemudian berjalan pergi entah kemana.

 

*

 

-Taman Belakang-

 

Jaejin menemui Sunhwa sesuai dengan janjinya. Jaejin menceritakan kejadian HyunAe ketika mengunjungi kamar Yoseob. Sunhwa langsung merasa sedih dan kasihan dengan apa yang HyunAe alami pada saat itu.

 

“Aku tidak tau kapan Yoseob-ssi bisa mendapatkan ingatannya kembali. Karena efek kecelakaan yang lalu, kami tidak bisa memprediksi kapan Yoseob-ssi dapat mengingat HyunAe-ssi lagi” ucap Jaejin menjelaskan. “Kami juga masih mencari pendonor mata untuk HyunAe-ssi sampai sekarang. Namun belum mendapatkan pendonor sampai sekarang.”

 

“Apakah mataku cocok dengan HyunAe?” Tanya Sunhwa tiba-tiba saja. “Harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk itu. Tapi apa kau yakin, Sunhwa-ssi?” ucap Jaejin. Sunhwa langsung terdiam, sebenarnya ia ingin mendonor, tapi apa ia siap menanggung efeknya?

 

“Kau tak perlu memaksakan dirimu, Sunhwa-ssi. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk HyunAe-ssi dan Yoseob-ssi” ucap Jaejin sambil tersenyum.

 

*

 

Yoseob sedang berjalan-jalan ditaman sendirian ketika ia melihat Jaejin dan Sunhwa dari kejauhan. Ia tak sengaja mendengar namanya disebut dalam pembicaraan tersebut, ia langsung melihat kearah punggung mereka yang membelakanginya.

 

“Yoseob dan HyunAe pasti bisa seperti dulu…”

 

Itulah kata terakhir yang Jaejin ucapkan sebelum 2 orang yang serius itu berpisah. Yoseob yang berdiri agak jauh dari mereka yang mendengarnya menjadi penasaran akan sesuatu.

 

“Siapa itu HyunAe? Apakah aku mengenalnya?”

 

*

 

Keeseokan harinya, Yoseob sudah bisa pulang kerumah, sementara HyunAe masih berada di rumah sakit sampai beberapa hari kedepan. Jiyul menjemput Yoseob dirumah sakit dan mengajaknya pulang ke sebuah rumah kecil di pinggiran kota Seoul. Mereka menggunakan taksi dari rumah sakit ke rumah dan memakan waktu kurang lebih satu setengah jam dari pusat kota.

 

Jiyul membuka pintu rumah mereka dan mengajak oppa nya masuk dengan menarik tangannya ke rumah kecil mereka. Kedua orang tua mereka sudah meninggal sejak Jiyul berumur 10 tahun karena kecelakaan dan semenjak saat itulah Yoseob lah yang bertugas mencari nafkah dengan menjadi seorang fotografer. Kemampuan Jiyul untuk melukis diatas kanvas dan digital juga Jiyul gunakan untuk membantu perekonomian mereka sehari-hari.

 

Jiyul meletakkan tas milik Yoseob di atas sofa. Setelah ia mengatakan kepada Yoseob bahwa ia mau menyiapkan makanan, Jiyul langsung berlalu ke dapur dan meninggalkan Yoseob di ruang tamu sendirian.

 

Yoseob hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Jiyul yang berlalu pergi kedapur. Sambil menunggu Jiyul, Yoseob mengelilingi ruang tamu dan ruang-ruang lainnya secara perlahan memperhatikan setiap foto berbingkai di setiap dinding, setiap lukisan yang di pajang Jiyul dan semua foto yang berada diatas batu bata di sebuah perapian di ruang tamu.

 

Saat ia sedang menelusuri setiap ruangan di rumahnya, menyatukan potongan puzzle yang tak pasti mengenai keluarga dan kehidupan masa lalunya bersama dengan adik dan orang tuanya, ia sampailah dikamarnya. Kamar yang selalu menjadi tempat persembunyiannya setiap hari setelah kembali dari aktivitas menjelajahnya di kota. Kamar yang menyimpan semua ingatannya.

 

Yoseob membuka pintu kamarnya secara perlahan. Dengan harapan agar puzzle-puzzle yang telah hilang dapat terhubung dan dapat terpasang kembali seperti dulu sebelum kecelakaan itu.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s