[Part 3] Happy Ending


a happy ending

 

Cast :

  • Yang Yoseob
  • Lee HyunAe
  • Lee Jaejin
  • Park Cho-rong

Other Cast :

  • Kwanghee ZE:A
  • Siwan ZE:A
  • Sunhwa Secret
  • Na Eun A Pink
  • Many Hidden Cast

 

 

Cafe tidak terlalu ramai pada saat itu, sehingga Sunhwa, Kwanghee dan Siwan bisa sedikit lebih santai daripada biasanya. Namun mereka merasakan suasana yang berbeda dari biasanya. Bukan karena suasana cafe yang lebih longgar dari pada biasanya, melainkan  karena tidak ada HyunAe di dekat mereka.

 

Biasanya HyunAe akan secara diam-diam menyemangati mereka dan membantu mereka dalam pekerjaan, meskipun HyunAe adalah yeoja yang pendiam namun ia suka membantu semua orang yang membutuhkan bantuan. Namun setelah mengetahui HyunAe yang sudah tidak bisa melihat adalah sebuah pukulan besar yang harus diterima oleh Sunhwa, Kwanghee dan Siwan. Terlebih lagi Yoseob tidak dapat  mengingat masa lalu nya serta HyunAe sama sekali. Membuat kehidupan terasa semakin berat untuk dijalani.

 

Taemin datang mengunjungi cafe sendirian karena Narsha yang harus menemani HyunAe dirumah sakit. Sunhwa, Siwan dan Kwanghee menyambut kedatangan Taemin pada saat itu, menyuguhkannya secangkir teh serta mengajaknya mengobrol.

 

“bagaimana dengan keadaan HyunAe-ya, Taemin-ah?” tanya Kwanghee. “Ia bangun pagi tadi dan langsung bertanya kepada kami kenapa pandangannya menjadi gelap. Aku berusaha menjelaskan apa yang terjadi padanya dan itu membuatnya menangis. Namun bukan air yang keluar dari matanya, melainkan darah segar. Kami merasa panik dan segera memanggil dokter itu memeriksa hal tersebut” jawab Taemin dengan jelas.

 

“darah!?” Sunhwa shock mendengar kata darah yang keluar dari mata HyunAe. “kenapa tidak dioperasi secepatnya, Taemin-ah?” protes Sunhwa. “sampai saat ini kami masih menunggu donor mata, Sunhwa-ssi. Baru setelah itu mata HyunAe bisa dioperasi, karena mata HyunAe sudah tidak berfungsi seperti dulu lagi” jelas Taemin.

 

Sunhwa tidak percaya dengan apa yang Taemin katakan padanya, ia hanya bisa terkejut dan berharap agar donor mata cepat didapat HyunAe. “bagaimana dengan keadaan Yoseob, Taemin-ah?” tanya Siwan yang penasaran dengan Yoseob yang saat ini tidak dapat mengingat masa lalu serta HyunAe sama sekali.

 

“malam kemarin, Jiyul-ssi mengajak Yoseob bertemu HyunAe yang masih belum sadar. Saat Jiyul bertanya kepada Yoseob apakah ia mengingat HyunAe, Yoseob menggeleng dan mengatakan kalau ia tidak pernah mengenal HyunAe” jawab Taemin lirih. “aku belum menceritakan keadaan Yoseob pada HyunAe hingga saat ini, karena HyunAe belum bertanya kepada ku tentang Yoseob”

 

“jangan ceritakan keadaan Yoseob kepada HyunAe, Taemin-ah!” larang Sunhwa. “pasti akan sangat menyakitkan bagi HyunAe bila mengetahui bahwa Yoseob tidak mengenali dirinya lagi” tambah Sunhwa. “tapi apa yang harus aku katakan pada HyunAe nanti, Sunhwa-ssi?” tanya Taemin. Sunhwa terdiam, bingung harus menjawab apa.

 

“meskipun HyunAe tidak dapat menerimanya, tapi ia harus tau akan hal itu, Sunhwa-ya” ucap Kwanghee. “tapi…” “kehidupan harus tetap berjalan, Sunhwa-ya” sela Siwan. “meskipun berat, tapi kita harus selalu menerima kenyataan yang terjadi dalam kehidupan ini”

 

Siwan menghela napasnya berat setelah mengatakan kata-kata bijak itu. Suasana seketika menjadi hening dan sepi pada saat itu, sampai para pengunjung masuk kedalam cafe dan menghidupkan suasana ramai seperti biasanya.

 

~

 

Narsha memutuskan untuk pulang kerumah untuk beristirahat, dan Taemin menggantikan HyunAe bekerja di cafe untuk sementara. HyunAe yang sudah bangun dari tidurnya, kini duduk bersandar di atas kasur sambil menatap lurus kedepan tanpa bisa melihat apapun yang berada disana.

 

Siang itu, seorang psikolog datang mengunjunginya dan mengajaknya mengobrol. Psikolog yang bernama Lee Hongki tersebut menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi padanya dan juga Yoseob. Mendengar Yoseob mengalami amnesia, HyunAe menjadi sangat sedih dan terpukul dengan kenyataan bahwa Yoseob tidak mengenali dirinya lagi. Apalagi, ia sudah tidak bisa melihat Yoseob dan orang-orang disekitarnya lagi.

 

Setelah mengobrol cukup lama dengan dokter Lee Hongki. Dokter itu pun kembali bertugas di rumah sakit dan meninggalkan HyunAe sendirian di kamarnya yang sunyi dan sepi itu.

 

Atas peritah dokter Jae Jin, seorang suster datang dan mengajaknya berjalan-jalan di taman dengan mendudukannya di kursi roda. Bukannya karena HyunAe tidak bisa berjalan, tapi agar memudahkan sang suster mengajak HyunAe jalan-jalan serta HyunAe untuk berkeliling. Meskipun ia tidak bisa melihat namun ia merasa senang dapat berjalan-jalan santai dan merasakan udara hangat yang berasal dari luar ruangan.

 

Sementara suster yang mengajak HyunAe keluar mengobrol dengan suster lainnya, HyunAe mencoba mengendalikan kursi rodanya sendiri secara perlahan. Sang suster pun tak menyadari apa yang dilakukan HyunAe pada saat itu, sehingga HyunAe pun terus melakukan hal itu. Hingga tiba-tiba saja ia menabrak seseorang didepannya. “cheosomianhamnida” ucap HyunAe sambil seraya mengangkat kepalanya dan lalu tertunduk setelahnya.

 

“gwenchana Lee HyunAe-ssi” jawab orang itu, Lee Jaejin, dokter yang bertugas untuk menangani pada saat itu, adalah orang yang ia tak sengaja tabrak meskipun dengan pelan.

 

“hm? Kau mengenalku?” tanya HyunAe. “niga…” “Lee Jaejin imnida. Bangapseumnida” jawab Jaejin seraya memperkenalkan dirinya. “aku dokter yang menangani mu saat ini, HyunAe-ssi” tambah Jaejin. “ah begitu” ucap HyunAe mengerti.

 

“sedang jalan-jalan?” tanya Jaejin. “apa kau sendirian?” “ani, aku bersama seorang suster. Tapi sepertinya ia sedang mengobrol dengan temannya” jawab HyunAe. Jaejin pun menoleh kearah 2 orang suster yang sedang mengobrol tak jauh dari mereka. Salah satu suster itu adalah suster yang ditugaskan Jaejin untuk menemani HyunAe sebelumnya.

 

Jaejin menghela napasnya dalam lalu kembali melihat kearah HyunAe yang perlahan mencoba memundurkan kursi rodanya sendiri. Jaejin pun berjalan ke belakang kursi roda HyunAe dan memegang pegangan kursi rodanya dan mendorongnya pelan. HyunAe yang merasa kursi rodanya di dorong dari belakang langsung memutar kepalanya ke belakang karena kaget.

 

“aku antar kau kembali ke kamar mu ya, HyunAe-ssi” ucap Jaejin dengan santai sambil mendorong kursi roda HyunAe menuju kamar tempat HyunAe dirawat.

 

~

 

Jaejin dan HyunAe kini berada di dalam sebuah lorong rumah sakit menuju kamar tempat HyunAe dirawat. Mereka berdua tidak saling berbicara satu sama lain dan membuat suasana antara mereka semakin canggung.

 

“Jaejin-ssi, bisakah kita pergi ke kamar pasien lain dahulu sebelum kembali ke kamar?” Tanya HyunAe tiba-tiba dan membuat Jaejin menghentikan laju kursi roda HyunAe sebentar lalu kembali mendorongnya pelan. “memangnya kau ingin menjenguk siapa, HyunAe-ssi?” Tanya Jaejin penasaran sambil melihat kearah depan.

 

“aku ingin menjenguk Yoseob oppa, bolehkah?”

 

-TBC-

Advertisements

2 thoughts on “[Part 3] Happy Ending

  1. Kereeeeennn (y)
    Kapan di lanjut chingu ??? Penasaran ><
    Btw, jaejin disini couple.a chorong kan yaa ? Hehehe I love them al.a 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s