[Part 5] Girlfriend


girlfriend 4

Cast :

  • Kim Ryeowook
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sungmin
  • Ailee Lee
  • Tiffany Hwang
  • Lee HyunAe
  • Choi Sooyoung
  • Many Hidden Cast

“maukah kau menjadi yeojachingu untuk dongsaengku Ryeowook, HyunAe-ya?”

“MWO!?”

*

HyunAe duduk di sebuah tempat yang sudah ia pesan sebelumnya di sebuah kafe tempat ia akan menemui Ailee hari ini.

Ia masih teringat dengan pembicaraan dengan Sungmin dan Kyuhyun di bis semalam. Sebuah pertanyaan yang akan menentukan jalan kehidupannya esok hari. Ia meminta waktu 3 hari kepada Sungmin dan Kyuhyun untuk menjawabnya. Oleh karena itu, Ia ingin meminta pendapat Ailee mengenai hal ini, karena ini terlalu berat untuk ia pikirkan sendiri.

“HyunAe-ya” panggil Ailee ketika ia baru saja sampai dan langsung duduk berhadapan dengan HyunAe. Dengan celana jeans pendek dan kaos merah yang simple serta tas samping berwarna keemasan, benar-benar cocok sekali dengannya.

“ada apa mencariku?” tanya Ailee langsung pada pokok pembicaraan. Tanpa perlu basa-basi lagi, HyunAe langsung menceritakan pembicaraan antara dia, Kyuhyun dan Sungmin semalam.

“Ryeowook masih belum bisa mengingat masa lalunya dengan benar. Aku takut bila semuanya kembali seperti dulu, ia malah akan sulit mengingatnya”

“bukankah sebaliknya yang akan terjadi, Sungmin oppa?”

“meskipun aku sudah lama mengenal Tiffany, namun ia lebih sering diperhatikan oleh Ryeowook daripada memperhatikan Ryeowook. Jadi aku takut Tiffany akan memperburuk keadaannya”

“Meskipun aku baru mengenalmu, namun aku yakin kau berbeda dari Tiffany dan Sooyoung”

“kenapa kau bisa terlibat sampai seperti ini…” gumam Ailee merasa kebingungan setelah selesai mendengar cerita HyunAe. “jadi apa kau akan menerimanya?” tanya Ailee penasaran.

“Mungkin tidak, Ailee-ya”

*

Beberapa hari kemudian, Sungmin dan HyunAe pun bertemu di sebuah cafe. HyunAe mengatakan kepada Sungmin kalau ia menolak permintaan Sungmin.

“beri aku satu alasan penting yang membuat mu menolak tawaranku, Lee HyunAe” ucap Sungmin dengan nada seriusnya saat HyunAe mengatakan ia tidak mau menjadi yeojachingu Ryeowook. “satu alasan tidaklah cukup untuk menjelaskan semuanya, Sungmin-ssi” balas HyunAe dengan nada santai. “baiklah beri aku alasanmu” Sungmin

“Pertama, aku belum lama mengenal Ryeowook, kau dan juga Kyuhyun. Meskipun aku sudah pernah mendengar tentang kalian dari Sooyoung, namun itu tidaklah cukup untuk mengenal seseorang. Kedua, untuk berpacaran dengan Ryeowook, aku belum siap untuk berpacaran sama sekali. Aku belum lama berada di Seoul jadi aku belum bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bisa terbilang baru bagiku. Sehingga setiap keputusan yang akan ku ambil tidak bisa hanya tindakan ataupun ucapan saja, namun juga pemikiran terhadap konsekuensi yang ada. Jadi…”

“baiklah, cukup aku mengerti” sela Sungmin tiba-tiba saja dan membuat HyunAe berhenti bicara. “mianhae, aku terlalu memaksamu” ucap Sungmin merasa bersalah. “gwenchana Sungmin oppa. Aku tau kau tak bermaksud buruk, kau menyayangi dongsaengmu dan ingin melindunginya semampumu” ujar HyunAe mengerti sambil tersenyum kearah Sungmin.

“gomawo, aku tau kau berbeda dari Tiffany dan Sooyoung” ucap Sungmin. “aniyo, semuanya pada dasarnya baik, Tiifany dan Sooyoung bukanlah orang yang jahat kok” ucap HyunAe membela Sooyoung dan Tiffany. “entahlah aku tidak mengerti yeoja” Sungmin pun  tertawa kecil sambil mengatakannya.

“aku mau melihat Ryeowook, kau mau ikut denganku?” tanya Sungmin sambil berdiri dari tempatnya duduk. “Hanya sekedar menemani saja, tidak lebih. Setelah itu aku akan mengantarkanmu pulang” tambahnya lagi. “aku harus pergi kerja sekarang, mianhae oppa” jawab HyunAe.

“gwenchana, HyunAe-ya” Sungmin tersenyum simpul. “apakah searah dengan rumah sakit? Mungkin kita bisa berangkat bersama” tanya Sungmin. “ah gwenchana oppa, aku bisa berangkat sendiri kok” jawab HyunAe.

“arraseo, kalau begitu aku pergi duluan ya. Annyong” ucap Sungmin lalu ia pun meninggalkan tempatnya dan berjalan ke pintu keluar menuju mobilnya. Namun ternyata sebelum ia keluar dari kafe, ia membayarkan minuman yang ia dan HyunAe pesan sebelumnya, membuat HyunAe yang tadi ingin membayar sebelum pergi kerja pun membatalkan niatnya.

‘Kamsahamnida oppa’ ucap HyunAe dalam hatinya ketika ia sedang menunggu bis datang di sebuah halte yang tidak jauh dari kafe tersebut.

*

Pada hari yang bersamaan, Ryeowook sudah boleh pulang kerumahnya. Sungmin menjemputnya sendirian, Kyuhyun sibuk dengan jadwalnya sebagai seorang MC di salah satu acara di stasiun tv sehingga tidak bisa menemani Sungmin.

Pada saat Ryeowook dan Sungmin sedang berjalan di koridor rumah sakit menuju lapangan parkir, mereka melihat Tiffany yang berjalan mendekati mereka. “Ryeo oppa, Sungmin oppa, annyeong” sapa Tiffany dengan lembut. “annyeong Fany-ah” sapa Ryeowook sambil tersenyum ke arah Tiffany. “untuk apa kau datang menemui kami, Fany-ah?” cetus Sungmin dengan nada yang agak kesal.

“Sungmin oppa, kenapa kau marah-marah melihatku? Apakah aku membuat sebuah kesalahan kepadamu?” tanya Tiffany dengan polosnya. “sepertinya aku tak perlu menjawab pertanyaanmu itu, Fany-ah” jawab Sungmin dengan nada agak kesal.

“Ryeowook oppa, kita jalan-jalan yuk” ucap Tiffany mengalihkan pembicaraan serta pandangannya kearah Ryeowook. “Ryeowook baru keluar dari rumah sakit, Fany-ah” ucap Sungmin dengan tegas. “gwenchana hyung, aku ingin jalan-jalan dengan Fany sebentar” ucap Ryeowook membela Tiffany. “hajiman, Ryeowook-ah…”

“kajja oppa” ucap Tiffany menyela perkataan Sungmin. Dan dengan senangnya, ia menggandeng tangan Ryeowook dan berjalan pergi bersamanya meninggalkan Sungmin yang tadi berniat untuk melarang Ryeowook pergi dengan Tiffany, namun gagal.

~

“HyunAe-ya, tolong bantu bawakan kue tart ini ke depan” teriak Donghae dari arah dapur. HyunAe pun segera datang tak lama kemudian dan membawa 2 buah tart dengan topping buah ke depan dan memasukkannya ke etalase, sementara Donghae menyusulnya sambil membawa 2 buah nampan berisi cupcake dengan hiasan lucu diatasnya.

“Haerin-ah kemana oppa?” tanya HyunAe kepada Donghae yang sedari tadi tidak melihat Haerin menemaninya menjaga toko pada hari itu. “aku menyuruhnya pergi membeli sesuatu, HyunAe-ya” jawab Donghae. Ia pun mengalihkan pandangannya pada jam dinding berbentuk panda yang terpasang tak jauh dari mereka. “seharusnya ia sudah kembali, kemana dia?” gumam Donghae sambil mengintip ke pintu depan dari posisi nya berdiri.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang kencang melangkah masuk kedalam kafe. “Seung-ah onnie” ujar HyunAe saat melihat Seung-ah, sang pemilik kafe, masuk sambil membawa 1 kantong besar di tangan kanannya lalu ia pun menaruh kantong itu ke lantai dengan keras seperti membantingnya. “Ya! Lee Donghae! Tega sekali kau meminta Haerin membawa barang sebanyak ini sendirian!” teriak Seung-ah dengan kesalnya.

Tak lama setelah Seung-ah masuk kedalam kafe, Haerin pun menyusulnya dengan membawa sekantung besar lainnya yang ia pegang dengan kedua tangannya. Dari ekspresi wajahnya ia kelihatan kelelahan. HyunAe yang melihat Haerin kelelahan langsung mengambil kantung besar dari tangan Haerin serta Seung-ah dan membawanya ke dapur dengan perlahan.

“aku tidak menyangka kalau ia akan membeli sebanyak itu” ucap Donghae dengan polosnya dan membuat Seung-ah semakin terlihat marah. “Ya! Jangan pura-pura polos kau!” teriak Seung-ah keras. “onnie, sudahlah tak apa” ucap Haerin sambil berusaha mengatur nafasnya pelan. “HyunAe-ya, ambilkan Haerin segelas air mineral” teriak Seung-ah. HyunAe yang baru saja datang dari dapur langsung berjalan kearah Haerin sambil membawakannya segelas air.

Haerin mengambil segelas air yang HyunAe bawakan untuknya dan meneguk airnya dengan cepat. “gomawo HyunAe-ya” ucap Haerin sambil menaruh gelas tersebut di atas sebuah meja didekatnya. “kau istirahat saja di dekat meja kasir hari ini, Haerin-ah” ucap Seung-ah sambil menepuk pundak Haerin. Haerin mengangguk pelan dan menuju ke tempat kasir dan duduk di sebuah kursi didekat mesin kasir.

“Donghae-ssi kita akan bicarakan tentang ini nanti” ucap Seung-ah lalu berlalu pergi keluar dari café. “cerewet sekali dia itu” gumam Donghae kesal. “LEE DONGHAE! AKU MENDENGAR MU!” teriak Seung-ah sambil berlari masuk dengan sapu di tangannya. Donghae yang melihat Seung-ah dengan cepat berlari ke dalam dapur dan bersembunyi disana. Sementara HyunAe dan Haerin hanya bias tertawa melihatnya.

*

Haerin duduk di belakang meja kasir sementara HyunAe berdiri di belakang etalase sambil memperhatikan beberapa orang yang sedang asyik mengobrol didalam café sambil menikmati kue dari toko mereka dan juga pemandangan di luar toko dari jendela yang meskipun jaraknya agak jauh dari posisi mereka setidaknya dapat mengurangi rasa bosan mereka ketika menjaga toko.

Donghae pergi keluar entah kemana dan Seung-ah sedang pergi dengan Jin Hyuk untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Suasana toko agak ramai seperti pada hari-hari biasanya.

HyunAe dan Haerin sedang mengobrol untuk menghilangkan rasa bosan mereka, ketika Ryeowook dan Tiffany datang ke café mereka dan mengambil tempat duduk di dekat jendela. Hae Rin yang menyadari ada orang yang datang langsung menyuruh HyunAe untuk melayani pesanan mereka. Tanpa menyadari siapa yang datang pada saat itu, HyunAe langsung saja berjalan menuju meja tersebut.

“Selamat datang di café Panda” ucap HyunAe, ia mengatakan seperti ia biasa menyapa tamu lainnya. “mau pesan apa?” Tanya HyunAe sambil memberikan 2 buah daftar menu kepada 2 orang yang duduk dihadapannya itu tanpa memperhatikan atau menyadari orang yang sedang ia layani saat itu.

“aku pesan…” Ryeowook menatap wajah sang pelayan saat akan mengatakan pesanannya. Ia pun tak menyelesaikan kalimat saat melihat HyunAe yang mengambil pesanannya saat itu. ‘Kenapa dia ada disini?’ ucap Ryeowook dalam hatinya. HyunAe yang melihat Ryeowook sebenarnya merasa terkejut namun berusaha menutupi ekspresinya itu dengan senyuman.

“aku pesan cupcake dan juga teh” ucap Tiffany sambil melihat kearah HyunAe dan memberikan buku menunya kembali. HyunAe mengambil buku menu dari Tiffany dan mencatat pesanannya. “anda?” Tanya HyunAe ke arah Ryeowook. “saya sama dengannya” jawab Ryeowook singkat.

“mohon tunggu sebentar” ucap HyunAe sambil berlalu setelah mencatat pesanan mereka. Menghampiri Haerin yang berada di meja kasir sambil memberikan secarik kertas kepadanya. Ryeowook memperhatikan gerak-gerik HyunAe secara sembunyi-sembunyi. Tiffany yang menyadari tingkah aneh Ryeowook pun melihat kearah HyunAe yang sedang menyiapkan cupcake pesanan mereka di balik etalase.

Apa yang sebenarnya terjadi diantara Ryeowook oppa dan gadis itu?

 

*

“Hey, HyunAe-ya.” “Hm?” “Kenapa yeoja itu memperhatikanmu sedari tadi? Tidak hanya itu, namja yang bersama dengannya juga melirik kearah mu” Tanya Haerin yang merasa aneh ketika melihat Tiffany dan Ryeowook yang melihat kearah HyunAe yang sedang mengambil pesanan mereka dari etalase. “mungkin mereka melihat kearah kue nya bukan aku, Haerin-ah” jawab HyunAe yang tidak melihat kearah Tiffany dan Ryeowook dan malah sibuk dengan pesanan mereka.

Pada saat Haerin melihat kearah Tiffany dan Ryeowook, Tiffany langsung menengok ke arah lainnya sementara Ryeowook masih sesekali melirik kearah HyunAe. HyunAe pun mengantarkan pesanan mereka ke meja mereka dan kembali ke tempat nya disebelah Haerin.

“HyunAe-ya, apa kau mengenal mereka?” Tanya Haerin saat HyunAe berada disebelahnya dengan berbisik. Yeoja itu, Tiffany Hwang dan yang duduk di depannya itu namja chingu nya, Kim Ryeowook” jawab HyunAe dengan berbisik. “Ryeowook? Bukankah dia temannya, Kyuhyun oppa?” Haerin pu memiringkan kepalanya sedikit sambil menoleh kearah HyunAe yang mengangguk.

“Haerin-ah, ada yang ingin aku ceritakan padamu” ucap HyunAe tiba-tiba saja. “Aku mendengarkan mu” Haerin tersenyum kearahnya. HyunAe dan Haerin pun mengobrol dengan berbisik-bisik.

*

Tiffany dan Ryeowook pergi ke mall setelahnya. Tiffany terihat senang saat berbelanja baju, sedangkan Ryeowook hanya memperhatikan Tiffany dari tempat duduknya di kejauhan. Sesekali ia tersenyum melihat senyuman manis Tiffany dan juga ‘eye-smile’ nya.

Namun ada yang mengganjal di hatinya, saat melihat HyunAe di café tadi. Pikirannya terus melayang memikirkan sosok HyunAe sedari tadi, meskipun Ia sedang bersama Tiffany sedari tadi. Tiba-tiba saja ia teringat akan sesuatu, Ia segera pergi meninggalkan Tiffany begitu saja dan berlari keluar dari salah satu toko di mall menuju suatu tempat.

“Ryeowook oppa!” panggil Tiffany dengan berteriak. Namun sekeras apapun ia berteriak, Ryeowook tetap berlari pergi meninggalkannya. Tiffany menghentakkan sepatu haknya dengan keras ke lantai toko tersebut dengan kesal dan membuat raut wajah tak senang sambil melihat ke arah punggung Ryeowook yang semakin lama semakin mengecil dan menghilang di antara kerumunan orang di dalam mall.

“mau ke mana sih, oppa? Buru-buru sekali” gumam Tiffany sambil cemberut. Tiba-tiba saja Tiffany teringat akan sesuatu. “Jangan-jangan, dia…”

-TBC-

Advertisements

2 thoughts on “[Part 5] Girlfriend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s