[Part 4] Girlfriend


girlfriend 4

 

Cast :

  • Kim Ryeowook
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sungmin
  • Ailee Lee
  • Tiffany Hwang
  • Lee HyunAe
  • Choi Sooyoung
  • Many Hidden Cast

 

“nah! Ini dia kamar…” Sungmin membuka pintu kamar Ryeowook dan langsung terkejut melihat Ryeowook sedang memegang bibir Sooyoung dengan tangannya. Tiffany yang penasaran dengan ekspresi Sungmin yang aneh langsung menyela dan menerobos kedepan. “RYEOWOOK OPPA!” teriak Tiffany  yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

 

Sooyoung dan Ryeowook yang mendengar teriakan Tiffany langsung menoleh kearah Sungmin, Kyuhyun dan Tiffany yang berada didekat pintu. Mereka berdua terkejut melihat Sungmin, Kyuhyun dan Tiffany yang datang pada saat itu.

“Ya! Apa yang kalian berdua lakukan?” tanya Kyuhyun dengan berteriak. “Sooyoung-ah, sedang apa kau disini?” tanya Tiffany kearah Sooyoung. “wae? Apa aku tak boleh menjenguk oppa?” tanya Sooyoung balik kearah Tiffany dengan nada yang menyebalkan. “niga..!” Tiffany hendak menyerang Sooyoung namun ditahan oleh Sungmin. “jangan bertindak macam-macam, Fany-ya. Ini di rumah sakit,” ujar Sungmin mengingatkan Tiffany. “kenapa Ryeowook oppa boleh dan aku tidak?” ujar Tiffany protes.

 

“hyung, apa yang kau sedang lakukan sebenarnya?” tanya Kyuhyun kearah Ryeowook. “aku hanya membantu Sooyoung mengelap bibirnya, Kyuhyun-ah,” jawab Ryeowook polos. Mendengar jawaban Ryeowook, Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya.

 

“Ryeowook oppa!” panggil Tiffany. “oh?” respon Ryeowook. “pilih aku, Tiffany Hwang, yeojachingumu, atau Sooyoung, mantan serta orang yang membuatmu menjadi seperti ini!?” “Fany-ah!” ucap Sungmin kesal, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa mendengar pertanyaan yang Tiffany berikan langsung kepada Ryeowook.

 

Semua pasang mata tertuju pada Ryeowook pada saat itu. Ryeowook memandang kearah Sooyoung dan Tiffany secara bergantian. Ia bingung antara 2 pilihan itu. Semakin lama, kepalanya terasa semakin sakit.

 

“hyung? Niga gwenchanayo? Hyung!” Kyuhyun berteriak panik saat Ryeowook memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. “Ryeowook-ah!” “Oppa!”

 

~

 

“aish~ kenapa hal ini harus terjadi lagi? Ish~ jinjja~!” gumam Sungmin kesal sambil mengacak-acak rambutnya tak jelas. Ryeowook saat ini sedang ditangani pihak medis lagi karena sakit kepalanya mulai menyerangnya lagi. Kyuhyun berjalan bolak-balik sambil seraya berpikir sementara Sooyoung dan Tiffany duduk sambil menunduk di dekat ruangan tempat Ryeowook dirawat.

 

“kalian berdua~” ujar Sungmin kemudian, Tiffany dan Sooyoung melihat kearah Sungmin yang menatap mereka kesal. “bisakah kalian tidak datang untuk sementara waktu? Kedatangan kalian hanya memperburuk keadaannya saja. Kalian tau itu.” “hajiman oppa…” “wae?” sela Sungmin sebelum Tiffany menyelesaikan perkataannya. “kedatangan kalian kemari hanya membuat keadaannya semakin parah saja!” sembur Sungmin kesal. Tiffany dan Sooyoung kemudian pergi meninggalkan mereka dengan cepat

 

‘bagaimana bisa Ryeowook menyukai 2 yeoja yang seperti ini?’ ucap Sungmin dalam hatinya sambil seraya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal itu.

 

*

 

-Keesokan Harinya-

 

“Seung-ah onnie, annyeong haseyo” ucap HyunAe memberi salam pada Yoon Seung Ah, pemilik cafe tersebut. “oh annyeong haseyo,” sapa Seung-ah padanya. “Haerin-ah, eoddigaseoyo?” tanyanya kemudian. “Haerin-ah? Na mollaseoyo, onnie.” “Donghae-ssi?” tanyanya lagi. “bukankah dia ada diruangannya?” tanya HyunAe balik.

 

“aku baru saja dari sana, namun tidak ada,” jawab Seung-ah. “kalau kau melihatnya, bilang suruh temui aku, oh?” “arraseo onnie,” jawab HyunAe sambil seraya mengangguk.

 

~

 

Siangnya, Donghae dan Haerin baru saja kembali dari berbelanja. “oh, Donghae oppa,” panggil HyunAe. “ne?” “Seung-ah onnie mencarimu.” “ah jinjja?” tanya Donghae. HyunAe pun mengangguk. “arasseo. Kau bantu Haerin bawa bahan belanjaan kedapur ya, HyunAe-ya,” pintah Donghae. HyunAe mengangguk menjawabnya. Donghae pun berlalu untuk menemui Seung-ah di lantai 2 sementara HyunAe membantu Haerin membawa barang belanjaan kedapur.

 

“aigoo~ berat sekali,” ujar Haerin sambil meletakkan 2 kantong plastik besar berisi barang belanjaan keatas sebuah meja kayu didalam dapur. “kalian belanja banyak sekali, Haerin-ah,” protes HyunAe. “semua ini Donghae oppa yang mengambilnya, bukan aku. Jadi salahkan saja dia,” protes Haerin.

 

“Ya! Kau tau tidak, ada kabar kalau Jin Hyuk oppa dan Seung-ah onnie akan menikah loh,” ucap Haerin sambil perlahan berbisik. “jinjjayo?” tanya HyunAe memastikan. “oh,” Haerin mengangguk. “dan cafe ini akan diserahkan ke Donghae oppa, jadi cafe ini akan jadi milik Donghae oppa,” tambah Haerin lagi.

 

“Ya! Darimana kau dapat gosip seperti ini, Haerin-ah?” tanya HyunAe penasaran. “Seung-ah onnie sendiri yang cerita padaku,” jawab Haerin dengan percaya diri. “kau tau tidak ia bilang apa lagi padaku.” “mwo?”

 

“ia minta aku menjaga Donghae oppa dan cafe ini untuknya, berarti…” “berarti?” HyunAe bertanya pada saat Haerin sedang mengkhayal tak jelas. Haerin memukul lengan atas HyunAe. “aku ada kesempatan untuk menjadi yeojachingunya Donghae oppa. Kya~” ujar Haerin senang.

 

“chukkaeyo,” ucap HyunAe memberi selamat. “Ya! Untuk apa kau memberiku selamat sekarang?” ujar Haerin sambil tertawa.

 

~

 

Bintang-bintang telah bermunculan di langit malam. Haerin pulang lebih awal karena ada urusan keluarga. HyunAe membantu Donghae merapikan cafe setelah waktunya tutup. Setelah selesai merapikan cafe. Mereka berjalan-jalan di sekitar taman dan duduk di ayunan pada akhirnya.

 

“kau pasti sudah tau mengenai pengalihan kepemilikan cafe dari Haerin tadi sore, benarkan?” tanya Donghae tiba-tiba. “hm? Bagaimana oppa..?” “Seung-ah sudah memberitaunya sebelum aku. Dan pastinya kau sudah tau darinya karena kau dekat dengannya,” jelas Donghae.

 

“kau menyukai Seung-ah onnie?” tanya HyunAe pada saat ia melihat Donghae menunduk menatap kearah pasir dibawah ayunan tersebut. “ani,” jawab Donghae langsung. “tapi Haerin,” tambah Donghae. “mwo!? Jinjja?” ujar HyunAe tak percaya. “Ya! Jangan beritau dia, atau kau akan mendapat ganjarannya, arraseo?” ancam Donghae. “arraseo,” jawab HyunAe sambil seraya menunduk.

 

“sebenarnya sejak hari itu, hari dimana ia pertama kali melamar di Panda cafe, aku sudah menyukainya pada pandangan pertama. Ia lebih baik dari Seung-ah. Aku merasa lebih nyaman dengannya daripada dengan Seung-ah,” cerita Donghae.

 

“Ya, HyunAe-ya! Apakah ia sudah mempunyai namjachingu?” tanya Donghae penasaran. “kenapa kau tidak tanyakan sendiri hal itu kepadanya, Donghae oppa?” tanya HyunAe balik. “bagaimana bisa aku menanyakan hal seperti itu kepadanya? Itu kan privasi setiap orang,” suara Donghae semakin mengecil saat ia menyelesaikan ucapannya.

 

“bagaimana dengan kau sendiri?” tanya Donghae tiba-tiba. “oh? Maksud oppa?” tanya HyunAe balik. “apa kau sudah punya namjachingu?” Donghae perjelas. HyunAe menggeleng. “aku belum lama berada di Seoul. Bagaimana bisa secepat itu, Donghae oppa,” jawab HyunAe kemudian sambil perlahan menunduk.

 

“tenang saja, HyunAe-ya. Kalau waktunya sudah tiba, pasti akan datang dengan sendirinya kok,” ucap Donghae sambil tersenyum kearah HyunAe dan mengelus rambutnya perlahan. Donghae pun bangkit dari ayunannya dan berjalan mendekati HyunAe.

 

Kajja, kita makan eskrim

 

*

 

“kau mau mengenalkan seorang yeoja padaku, Haerin-ah?” tanya Kyuhyun kepada temannya, Haerin pada saat mereka bertemu di sebuah kedai eskrim. Haerin pun mengangguk menjawabnya. “ia belum lama sebenarnya di Seoul, tapi aku yakin ia akan cocok denganmu, Kyuhyun oppa,” jawab Haerin dengan percaya diri.

 

“hm? Kenapa kau yakin sekali dengan penjelasanmu itu, oh? Jangan mempermainkanku, arraseo?” ujar Kyuhyun dengan tegas. Haerin mencibir sedikit. “arraseo,” jawabnya. “ya sudah aku mau pesan eskrim dulu” Haerin bangkit dari tempatnya duduk menuju counter untuk membeli eskrim. Namun tanpa sengaja ia menabrak Donghae yang melintas searah dengannya.

 

“Donghae oppa?” panggil Haerin tak percaya. “Haerin-ah!” sapa Donghae dan HyunAe berbarengan. “HyunAe-ya!” ujar Haerin terkejut. “Ya! Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Haerin. “Donghae oppa mau mentraktir ku eskrim,” jawab HyunAe. “kau sendiri sedang apa disini, Haerin-ah?” tanya Donghae balik. “aku sedang jalan-jalan dengan temanku, itu disana,” ucap Haerin sambil menunjuk kearah Kyuhyun yang sedang duduk didekat jendela dan memperhatikan pemandangan di  luar jendela.

 

“Kyuhyun oppa?” gumam HyunAe pelan. “oh? Kau mengenalnya?” tanya Haerin terkejut tak percaya. “hm,” HyunAe mengangguk. “kami bertemu secara tidak sengaja,” jawab HyunAe. “ah~ jinjja?” tanya Donghae.

 

Donghae berpikir cepat. “karena kita ada 4 orang, 2 yeoja dan 2 namja. Bagaimana kalau kita double date?” ujar Donghae memberi saran tiba-tiba. “mwo!? Double date!?!?” ucap Haerin dan HyunAe tak percaya berbarengan. “ne, double date,” ujar Donghae dengan yakin dan percaya diri. “kenapa tiba-tiba..?” “sstt…” Donghae mendiamkan Haerin dengan jari telunjuknya didekat bibir Haerin, menguncinya.

 

Kajja! One, two, three

Go~!

 

*

 

Setelah Donghae, Haerin dan HyunAe membeli eskrim, mereka pun menghampiri Kyuhyun yang sedari tadi telah menunggu Haerin. “aigoo…kenapa lama sekali Haerin-ah?” tanya Kyuhyun sambil mengambil eskrim cokelat pesanannya dari tangan Haerin. “omo! Annyeong haseyo” sapa Kyuhyun ketika melihat Donghae mengambil tempat duduk di sebelah Haerin sementara Haerin duduk di seberangnya.

 

Sret

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya kesebelah kanannya saat mendengar suara kursi yang ditarik. “HyunAe-ssi?” ucap Kyuhyun saat melihat HyunAe duduk disebelahnya. “annyeong haseyo Kyuhyun-ssi” sapa HyunAe.

 

“ternyata kalian sudah saling kenal. Baguslah” ucap Haerin senang. “HyunAe-ya, dia lebih tua dari mu. Panggil saja dengan sebutan ‘oppa’, arraseo?” ujar Donghae memberitau HyunAe. “arraseo, Donghae oppa” jawab HyunAe sambil seraya mengangguk pelan. “ayo kau coba panggil” tambah Donghae lagi. “Kyuhyun oppa” ucap HyunAe sambil berusaha agar terlihat  santai. Sementara Kyuhyun terlihat agak gugup.

 

“woa~” Donghae dan Haerin sama-sama tersenyum sembari menoleh menatap kearah satu sama lain. “bagaimana kalau kita jalan-jalan berempat? Bagaimana? Kalian mau?” tanya Donghae.

 

“mianhae Donghae oppa, bukannya aku tidak mau ikut, tapi aku ada kelas besok pagi. Cheosomianhamnida Donghae oppa” ucap HyunAe sambil menunduk merasa tidak enak karena menolak ajakan Donghae. “ya sayang sekali” ucap Haerin dengan nada yang melemah.

 

“bagaimana kalau Kyuhyun antar kau pulang, HyunAe-ya?” tanya Donghae tiba-tiba saja. “aku?” sahut Kyuhyun yang kebingungan. “kau itu yeoja, HyunAe-ya. Hari juga sudah malam, berbahaya bagimu untuk pulang sendiri. Kalo ada Kyuhyun yang menemanimu, setidaknya oppa dan Haerin juga bisa sedikit tenang” tambah Donghae lagi.

 

“bagaimana menurutmu, Kyuhyun-ah?” tanya Donghae sambil mengalihkan pandangannya kini kearah Kyuhyun. “hm…aku tak masalah, hyung” jawab Kyuhyun.

 

“HyunAe-ya” panggil Haerin. HyunAe terlihat menghela napasnya sejenak. “arasseo” jawab HyunAe tak lama kemudian. Donghae dan Haerin sama-sama terlihat lega, sementara Kyuhyun merasa bingung dengan apa yang terjadi saat itu.

 

*

 

Pada akhirnya, Kyuhyun menemani HyunAe pulang ke rumah sementara Donghae dan Haerin pergi pacaran berdua. Mereka berpisah dengan Donghae dan Haerin di depan kedai eskrim setelah makan eskrim bersama tadi.

 

Kyuhyun dan HyunAe kini sedang berjalan menuju halte bus terdekat. Kesunyian melanda mereka berdua selama mereka berjalan. Tidak ada yang berani berbicara duluan diantara mereka. Hanya suara kendaraan saja yang terdengar pada saat itu.

 

HyunAe duduk di bangku halte sesaat setelah mereka sampai di halte sementara Kyuhyun masih tetap dalam posisi berdiri menyadarkan diri didekat sebuah tiang. HyunAe menunduk memperhatikan kakinya yang sedang ia goyangkan dengan isengnya. Kyuhyun yang secara diam-diam memperhatikan apa yang sedang HyunAe lakukan pun tertawa kecil melihatnya.

 

“HyunAe-ya” panggil Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka sambil masih menoleh kearah HyunAe. “ne, oppa?” ucap HyunAe. “bagaimana bisa kau mengenal yeoja seperti Sooyoung?” tanya Kyuhyun sambil mengalihkan pandangannya kejalan yang berada di depannya.

 

“apa maksudmu, Kyu oppa?” tanya HyunAe balik, masih dalam posisi duduk. “ah ani, gwenchana” ucap Kyuhyun yang tersadar akan ucapannya saat itu. “lupakan saja apa aku tanyakan padamu tadi, arraseo?” “ne oppa” jawab HyunAe. Meskipun ia sebenarnya penasaran, namun ia tidak ingin tau lebih dalam bila itu adalah masalah pribadi Kyuhyun sendiri.

 

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya bis yang mereka tunggu, datang juga. Mereka menaiki bis tersebut dan mengambil tempat duduk dibelakang. Hanya terlihat beberapa penumpang saja didalam bis itu.

 

“Kyuhyun-ah” panggil seseorang secara tiba-tiba dan saat Kyuhyun menoleh kearah orang itu, ternyata orang itu adalah hyungnya, Sungmin. “oh hyung, kau baru selesai dengan jadwalmu ya?” sapa Kyuhyun kepada Sungmin. “ah ne, Kyuhyun-ah” jawab Sungmin. “kau sendiri?” tanya nya. “ani, aku bersama HyunAe, hyung” jawab Kyuhyun sambil melemparkan pandangannya kesebelahnya.

 

“annyeong haseyo Sungmin oppa” sapa HyunAe saat melihat Sungmin. “annyeong HyunAe-ya” sapa Sungmin balik. “ah kebetulan sekali” gumam Sungmin saat ia teringat akan sesuatu yang penting. “HyunAe-ya, boleh aku minta tolong padamu?” tanya Sungmin dengan sopan. “ah ne, oppa. Apakah itu?” tanya HyunAe balik.

 

“maukah kau menjadi yeojachingu untuk dongsaengku Ryeowook, HyunAe-ya?”

“MWO!?”

 

-TBC-

Advertisements

2 thoughts on “[Part 4] Girlfriend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s