[Part 2] A Happy Ending


a happy ending

 

Cast :

  • Yang Yoseob
  • Lee HyunAe
  • Lee Jaejin
  • Park Cho-rong

 

Other Cast :

  • Kwanghee ZE:A
  • Siwan ZE:A
  • Sunhwa Secret
  • Na Eun A Pink
  • Many Hidden Cast

 

“eomma! Eomma!” teriak Taemin sambil berlari kearah dapur dengan cepat, dari wajahnya ia terlihat panik sekali. “jangan lari-lari didalam rumah, Taemin-ah” ujar Narsha menasehati Taemin. “jangan mendekat dulu, aku sedang membersihkan serpihan gelas” tambah Narsha.

 

“HyunAe-ah dan Yoseob hyung mengalami kecelakaan, eomma” ucap Taemin memberitau Narsha dengan cepat. “mworago!?” Narsha terkejut mendengar perkataan Taemin mengenai HyunAe dan Yoseob ketika itu juga.

 

*

 

Narsha dan Taemin kini sudah berada di rumah sakit. Di depan ruang ICU, Jiyul, yeodongsaeng Yoseob, sudah sampai lebih dulu. Ia terlihat sedang mendorong seorang suster dan memaksanya agar ia boleh masuk untuk melihat keadaan Yoseob. Namun suster itu tetap tidak membiarkannya masuk.

 

“Jiyul-ssi” panggil Taemin. Mendengar suara Taemin, Jiyul segera berbalik dan menoleh kearah Taemin dan Narsha. Matanya sudah basah dengan airmata yang mengalir di kedua pipinya. “oppa, ahjumma” panggil Jiyul perlahan. Ia pun langsung berlari kearah Narsha dan memeluknya dengan kencang.

 

“ahjumma…Yoseob oppa..!!!”

 

*

 

“kami telah memeriksa keadaan Yang Yoseob dan Lee HyunAe. Yang Yoseob mengalami  amnesia dan diperkirakan ia akan sulit untuk mengingat memorinya yang lama karena bagian otaknya mengeluarkan darah cukup banyak. Dari lukanya, meskipun parah namun ia tidak mengalami patah tulang sedikitpun. Sedangkan Lee HyunAe mengalami kerusakan pada organ matanya sehingga ia kami nyatakan buta”

 

Narsha dan Jiyul kini hanya bisa duduk terdiam, menatap kearah lantai tanpa minat, keduanya shock setelah mendengar perkataan sang dokter yang begitu tak dapat mereka terima. Taemin pergi entah kemana untuk menjernihkan pikirannya, agar ia dapat menerima keadaan yeodongsaeng itu, meskipun sangat berat.

 

2 buah ranjang pasien keluar dari ruang ICU. Yang pertama kali keluar adalah Yoseob, kepalanya terlihat diperban dan terdapat bercak merah disana, selain itu terlihat juga perban di sekitar tangan dan kakinya akibat luka tabrakan tadi. Ketika ranjang itu melewati mereka, Jiyul dan Narsha segera berdiri. Jiyul mengikuti para suster dan dokter jaga yang kini mendorong ranjangnya untuk dipindahkan kekamar pasien.

 

Jiyul meninggalkan Narsha tanpa sepatah kata pun. Narsha pun juga tidak terlalu peduli mengenai itu saat ini. Yang saat ini ia khawatirkan adalah keadaan HyunAe pada saat keluar nanti.

 

Tak lama setelah Yoseob keluar, ranjang HyunAe pun keluar didorong oleh beberapa suster dan dokter jaga. Mata HyunAe terlihat tertutupi oleh perban, begitu juga dengan sedikit di bagian tangan dan kakinya. Seperti yang Jiyul lakukan, Narsha mengikuti ranjang HyunAe setelah ranjang itu telah lewat didepannya.

 

~

 

Taemin menghela napas dengan berat, ia terduduk di salah satu kursi di taman rumah sakit. Udara terasa dingin, namun ia tidak begitu peduli karena ia tidak dapat merasakan dinginnya udara malam. Karena saat ini hatinya sedang sakit mengingat kejadian yang menimpah yeodongsaengnya saat ini. Air matanya pun tanpa ia sadari mengalir secara perlahan membasahi kedua pipinya yang halus itu.

 

Seorang dokter yang masih muda berjalan mendekatinya karena merasa penasaran dengan apa yang terjadi dengan Taemin dari ekspresi wajahnya dari kejauhan. “annyeong haseyo” sapa dokter itu kepada Taemin dengan ramah saat ia sudah berdiri di dekat Taemin. “annyeong haseyo” sapa Taemin sambil menghapus air matanya dengan satu sekaan yang cepat dengan tangannya.

 

“hari sudah malam dan udara juga semakin dingin, apakah kau tidak merasa kedinginan?” tanya dokter itu sambil memasukkan tangannya kedalam saku jubah dokternya. “aku tidak merasakan itu pada saat ini. Bila aku merasakannya, itu masih lebih baik dari pada luka yang dialami HyunAe” jawab Taemin lalu disertai helaan napas pada akhirnya.

 

“HyunAe-ssi?” tanya dokter itu. “mianhae, HyunAe adalah yeodongsaengku. Ia tidak bisa melihat lagi karena kecelakaan yang menimpahnya” jawab Taemin. Dokter itu kelihatan agak terkejut mendengar jawaban Taemin. “tidak hanya dia, namjachingunya mengalami amnesia dari kecelakaan yang sama dengan HyunAe” tambah Taemin dengan nada lemah.

 

“ah mianhae, aku jadi menceritakan semuanya padamu, dokter” ucap Taemin sambil perlahan bangkit berdiri dari bangku taman. “tapi aku merasa sedikit tenang sekarang” tambahnya sambil tersenyum kearah dokter muda itu. “Kamsahamnida” Taemin pun segera berjalan pergi meninggalkan dokter muda itu yang masih berdiri diam di tempatnya.

 

Dokter itu kini diliputi rasa penasaran kepada seseorang bernama HyunAe ini. Apa yang membuatnya tidak bisa melihat lagi? Apa ia dapat membantu pemuda itu?

 

*

 

“Jae Jin-ssi, aku kira kau sudah pulang” ucap salah satu suster saat melihat Jae Jin, seorang dokter mata, masih berkeliaran di lorong rumah sakit padahal jadwalnya hari ini sudah selesai.“aku masih ingin memeriksa beberapa file kok, Na Eun-ssi” jawab Jae Jin santai. Ia pun berlalu menuju ruangannya, sementara Na Eun masih memperhatikan punggung Jae Jin yang akhirnya menghilang dibalik ruangan kerjanya.

 

‘aigoo…kenapa ada dokter manis seperti dia disini’ ucapnya dalam hati sambil memegang jantungnya yang kini berdetak dengan cepat lalu berbalik dan berjalan menuju ruangan suster dengan wajah berseri-seri.

 

~

 

Hari menjelang pagi. Narsha dan Jiyul masih menemani Yoseob dan HyunAe dikamar mereka masing-masing secara terpisah. Taemin duduk diruang tunggu diluar kamar diantara kamar Yoseob dan HyunAe. Hanyalah tembok yang memisahkan 2 ruangan itu. Narsha dan Jiyul sama-sama terdiam sambil memperhatikan orang yang terbaring diatas ranjang didepan mereka, sementara Taemin bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.

 

“kau yang kemarin kan?” tanya seorang dokter muda yang ternyata bertemu dengannya di taman semalam. Taemin langsung bangkit berdiri dan memberi hormat kepada dokter itu. “annyeong haseyo” sapa Taemin. “annyeong haseyo” sapa dokter itu.

 

“bolehkah saya melihat keadaan Lee HyunAe agassi?” tanya dokter itu. “anda…” “saya dokter mata yang akan menangani Lee HyunAe agassi, Lee Jae Jin imnida” ujar dokter itu sambil seraya memperkenalkan dirinya.

 

~

 

Taemin masuk kedalam kamar HyunAe diikuti oleh Jae Jin dibelakangnya. “eomma” panggil Taemin dan langsung membuyarkan lamunan Narsha seketika. Narsha pun berbalik menoleh kearah Taemin.

 

“Taemin, itu siapa?” tanya Narsha menanyakan mengenai seseorang yang berdiri di belakang Taemin. “ini dokter yang menangani HyunAe, eomma” jawab Taemin. “Lee Jae Jin imnida” ucap Jae Jin seraya memperkenalkan dirinya. Narsha pun bangkit dari tempat duduknya untuk berdiri dan menyalami Jae Jin dengan senyuman yang sedikit dipaksakannya. “Park Hyo Jin imnida, Lee HyunAe eomma” ucap Narsha memperkenalkan dirinya.

 

Jae Jin memeriksa keadaan HyunAe pada saat itu, mulai dari laporan kesehatannya sampai melihat luka fisiknya secara langsung. Luka yang dialami HyunAe sudah membaik dari sebelumnya. Namun untuk masalah matanya masih dicari solusinya, apakah masih bisa melalui jalan operasi atau tidak. Setelah melihat keadaan HyunAe, Jae Jin pun langsung pamit permisi untuk kembali bertugas di ruang kerjanya.

 

*

 

Sunhwa, Kwanghee dan Siwan datang menjenguk Yoseob dan HyunAe. Pertama mereka mendatangi kamar HyunAe terlebih dahulu, karena mereka lebih dekat dengan HyunAe daripada Yoseob.

 

Mata HyunAe sudah tidak di perban lagi, hanya beberapa luka di tangan dan kakinya saja yang masih diperban karena belum terlalu pulih. Sunhwa berusaha menahan sedihnya saat melihat keadaan HyunAe. Siwan menepuk pundak Sunhwa pelan, bermaksud menenangkannya, Kwanghee memperhatikan luka HyunAe dengan seksama.

 

“kapan perbannya dilepas, ahjumma?” tanya Kwanghee tiba-tiba saja sambil berdiri di samping Siwan. Siwan yang merasa risih dengan pertanyaan yang diucapkan Kwanghee pun menyikutnya sedikit. “setelah keadaannya pulih tentunya” ucap Narsha dengan senyuman yang ia paksakan.

 

Narsha memperhatikan HyunAe yang masih terbaring dan belum sadar. Melihat HyunAe yang kini seperti itu, sebenarnya hatinya sudah tidak kuat menahan sakit melihat anaknya terbaring sakit dan buta seperti itu. Andai ia bisa bertukar tempat dengan anaknya itu, mungkin akan ia lakukan.

 

HyunAe-nie…

 

~

 

Pada saat Sunhwa, Kwanghee dan Siwan menjenguk Yoseob di kamarnya. Yoseob sudah sadar dan kini sedang makan dengan bantuan adiknya, Jiyul. “annyeong haseyo” ucap Sunhwa, Kwanghee dan Siwan berbarengan saat mereka baru saja masuk kedalam kamar Yoseob. “annyeong haseyo” sapa Jiyul dan Yoseob dengan penuh semangat.

 

“silahkan duduk, oppa, onnie” ucap Jiyul mempersilahkan mereka bertiga duduk di sebuah sofa di dekat ranjang yang berada di dekat jendela yang mengarah ke taman belakang. Sunhwa memberikan sekeranjang buah kepada Jiyul. Itu adalah keranjang kedua setelah yang pertama sudah ada di kamar HyunAe.

 

“bagaimana keadaan Yoseob, Jiyul-ah?” tanya Sunhwa penasaran. “ Yoseob oppa bangun pagi sekali dan langsung membangunkanku yang tertidur disamping ranjang. Ia mengatakan bahwa ia lapar” jawab Jiyul. “Yoseob oppa bertindak seperti tidak terjadi apa-apa, onnie, oppa” tambah Jiyul lagi.

 

“mwo? Apa ia tidak bertanya tentang HyunAe sedikit pun?” tanya Siwan. “tidak, ia mengalami amnesia, oppa” jawab Jiyul santai. “MWO! AMNESIA!!!” Siwan, Sunhwa dan Kwanghee shock mendengar jawaban Jiyul yang santai seperti itu.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s