[Oneshot] Christmas Special File : Angel of Christmas


angel of christmas

 

Cast : Data File

 

“what do you want for this Christmas?”

“I want to see an Angel of Christmas this year

 

*

 

Leeteuk baru saja keluar dari sebuah toko kado, mengenakan jaket sweater kesayangannya sambil membawa tas hitam sampingnya dan membawa satu kantong berisi kado natal untuk kedua anaknya.

 

Kenyataannya memang Leeteuk belum menikah. Nami dan Nana adalah anak angkatnya. Hanya mereka bertiga yang tau dan juga Minwoo, teman satu regu Nana dan Nami.

 

Leeteuk melirik kearah kantong yang dibawanya. Ia tersenyum kecil saat melihat kearah kado yang ia beli. Namun saat berjalan ia tak sengaja menabrak seseorang yang didepannya, dan membuat barang yang orang itu bawa jatuh.

 

“cheosomianhamnida” ucap Leeteuk sambil menunduk dan membantu orang tersebut, mengambilkan barangnya yang jatuh. Leeteuk melirik kearah orang tersebut sekali. Seorang yeoja yang masih muda memberinya senyuman yang aneh dan tatapan yang menakutkan. Leeteuk yang tidak merasa aneh dengan sikap yeoja itu hanya tersenyum membalasnya. “kamsahamnida” ucap namja itu sambil berdiri dari posisinya dan berjalan pergi.

 

Namun ada yang aneh dari Leeteuk. Matanya berwarna merah menakutkan. Cara berjalannya pun aneh. Kantong yang ia pegang pun jatuh, namun ia tak mengambilnya, malah meninggalkannya.

 

~

 

Nami baru saja memarkirkan mobilnya dekat dengan Namsan Tower. Namun saat itu sudah terlihat banyak orang bergerumbul, garis polisi pun sudah terpasang. Nami berjalan mendekati garis polisi. Yunho yang melihat Nami pun kaget saat melihat Nami menerobos garis polisi. Nami mendongak melihat keatas bagian menara dan tak percaya dengan yang ia lihat saat itu.

 

“APPA!”

 

*

 

Nana mengetuk-ngetuk pensil keatas meja karena bosan. Menumpukkan wajahnya diatas tangan lainnya nya yang sikutnya bertumpu diatas permukaan meja. “aku bosan” ujarnya.

 

Brak!

 

Minwoo tiba-tiba saja masuk sambil mendobrak pintunya. Dari wajahnya, Ia kelihatan panik sekali. “Nana-ssi! Gawat!”

 

*

 

~Namsan Tower at Night~

 

Seorang namja terlihat tangah berdiri di puncak Namsan Tower. Banyak orang yang berkumpul disana dengan panik dan khawatir. Garis polisi sudah terpasang disana. Seluruh anggota divisi satu serta Nana sudah berada disana. Sementara divisi lainnya sedang dalam perjalanan kesana.

 

“lepaskan aku! Biarkan aku bicara dengannya!” Nami yang berada disana ditahan oleh Sooyoung dan Luna untuk menghampiri orang yang berada diatas Namsan Tower itu. “jangan Nami-ssi. Kau bisa menempatkan dirimu dalam bahaya” ujar Luna.

 

Satu mobil polisi datang. Garis polisi dibuka dan mobil tersebut masuk kedalam garis polisi. Yunho dan yang lainnya terkejut melihat Nana datang. “Minwoo-ya kenapa kau ajak kemari!” ujar Yunho. “kau bilang suruh memberitau keluarganya, dan setauku Nana lah keluarganya disini selain Nami” “MWO!!!” semua yang mendengar perkataan Minwoo kecuali Nana kaget mendengarnya.

 

“APPA!” teriak Nana.

 

*

 

“bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Nana. “sepertinya ia terkena hipnotis” jawab Heechul. “aku akan menyadarkannya” Nana langsung beranjak pergi namun ditahan Jungmin. “kau gila! Dia bisa melakukan apa saja terhadapmu!” bentak Jungmin.

 

“kita lakukan penyelidikan, Changmin dan Taeyeon akan pergi menyelidiki ke kediamannya, Jonghyun dan Hara kalian cari tau siapa saja yang dekat dengannya dan juga mengenai musuhnya, Soo Hee dan In Hae kalian periksa barang bawaan yang ia miliki tadi, tasnya ada didalam mobil polisi siapa tau ada bukti disana. “arasseo?” Heechul member perintah. “ne” ujar semua anggota divisi 2. “kalau ada apa-apa, hubungi MinRa atau aku, kami akan mengikuti jejak Leeteuk sebelum kemari. Sekarang berpencar”

 

Seluruh anggota divisi 2 berpencar melaksanakan tugas mereka. Sementara anggota 3 dalam perjalanan, Luna dan Sooyoung masih menenangkan Nami yang dari tadi terlihat tak tenang, Nichkun dan TaeRi menjaga garis polisi, Hyun Joong dan Yunho mengawasi sekitar lokasi. Nana masih menatap kearah bagian atas Namsan Tower dengan tatapan tak percaya. Minwoo menepuk pundaknya pelan, Nana menoleh kearah Minwoo yang tersenyum lemah. “tenang saja, Leeteuk-ssi akan baik-baik saja”

 

Nana menunduk, menutup wajahnya yang mulai berlinang airmata. Minwoo pun mengelus rambutnya pelan. Seiring dengan tangisnya, salju mulai turun dan membuat malam itu semakin dingin.

 

Leeteuk appa

 

*

 

Changmin dan Taeyeon pergi kerumah kediaman Leeteuk dengan mengendarai mobil polisi. Untuk pertama kalinya ia menginjakkan kakinya dirumah atasannya itu.

 

“apa tak apa seperti ini, Changmin-ssi?” Tanya Taeyeon yang sebenarnya tak enak melakukan penyelidikan seperti ini. “Heechul-ssi yang akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu, aku yakin” jawab Changmin yakin. “kajja” Changmin pun turun duluan lalu disusul oleh Taeyeon.

 

Changmin dan Taeyeon berjalan menuju pintu masuk dan mengetuknya. Pintu terbuka dan terlihat seorang namja membukakan pintu. “anneyong haseyo” sapa Changmin dan Taeyeon berbarengan. “oh! Anneyong haseyo, Ryeowook imnida” sapa namja itu sambil memperkenalkan diri.

 

“mian, apa anda…” “ah saya hanya kenalannya saja,. Saya sedang menunggu Leeteuk hyung pulang” sela Ryeowook. Changmin dan Taeyeon mengangguk pelan. “kalian polisikan? Apa terjadi sesuatu dengan hyung?” Tanya Ryeowook curiga.

 

“sebenarnya…”

 

~

 

Ryeowook mempersilakan mereka masuk. Taeyeon menceritakan apa yang terjadi sementara Changmin memeriksa rumah Leeteuk. Ryeowook tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Taeyeon tentunya.

 

Changmin memeriksa ruangan kerja Leeteuk di rumahnya. Changmin melihat beberapa foto yang terpasang di meja Leeteuk. Changmin pun kaget dengan apa yang dilihatnya. Ia pun memanggil Taeyeon dan menunjukkan foto itu.

 

“NAMI DAN NANA ADALAH ANAK LEETEUK!!!” teriak Taeyeon keras saat ia melihat foto tersebut. Changmin menjitak kepala Taeyeon. “Ya! Tak perlu berteriak!” ujar Changmin. “kalian baru tau?” Tanya Ryeowook yang ikut masuk kedalam ruangan itu juga. “apa maksudmu baru tau? Diantara kami, tak ada yang tau mengenai hal ini” jelas Taeyeon.

 

“ah sudahlah jangan mempermasalahkan masalah ini dulu” ujar Changmin. “Ryeowook-ssi, apa ada kejadian aneh belakangan ini?” Tanya Changmin kepada Ryeowook. “aniyo, mereka mempersiapkan pesta kecil untuk merayakan natal tahun ini dan aku pun hanya membantu saja” jawab Ryeowook. “arasseo kalau begitu” ujar Changmin. “Taeyeon-ssi, lebih baik kita pergi sekarang” Taeyeon mengangguk. “kamsahamnida Ryeowook-ssi, kami permisi dulu” ucap Taeyeon. “ne” balas Ryeowook.

 

Ryeowook mengantar Changmin dan Taeyeon hingga sampai pintu masuk rumah. Changmin dan Taeyeon pun pamit pergi. Ryeowook masih berada diluar pekarangan. Duduk di tangga didepan sambil merenung. Salju perlahan turun, Ryeowook mendongak keatas menatap gelapnya langit malam tanpa bintang dilangit sambil bergumam kecil.

 

Leeteuk hyung

 

*

 

Jonghyun dan Hara sibuk mencari file mengenai Leeteuk di kantor cabang. Mereka pergi menemui Youngmin dan para juri karena mereka lah yang menyimpan datanya.

 

Dibantu Hongki, Sulli, Onew dan Delana, mereka mencari tau hubungan antara beberapa orang terdekatnya. Hongki memberikan selembar berkas yang berhasil dia dapatkan mengenai keluarganya. “ini data keluarganya” ucapnya. Jonghyun pun membacanya sekilas dan terkejut dengan apa yang dibacanya.

 

“NANA DAN NAMI ADALAH ANAK LEETEUK!!!” ujarnya kaget. Hara yang penasaran langsung membaca berkas itu. “memang seperti itu yang kudapatkan” ujar Hongki. “bukankah Leeteuk-ssi belum menikah?” ujar Hara. “entahlah” jawab Hongki.

 

Sulli memberi berkas lainnya mengenai kerabat terdekat lainnya. “ini mengenai tetangga dan saudara jauhnya” ujar Sulli. Jonghyun pun membacanya. “baiklah akan kami cari tau lebih lanjut, kamsahamnida” ujar Jonghyun.

 

Onew memberi mereka data tentang teman satu kerja Leeteuk. Hanya terdapat nama Kang Sora dan Bora saja. “hanya 2 orang?” Tanya Jonghyun. “ne, mereka teman satu regu Leeteuk-ssi” jawab Onew. “2-2nya yeoja pula” Hara mengintip berkas yang dipegang Jonghyun. “beruntung sekali, Leeteuk-ssi” gumam Jonghyun. “apa kau bilang?” Tanya Hara disampingnya. “aniyo” tukas Jonghyun cepat. Onew yang mendengarnya pun tertawa geli. “hyung, jangan tertawa!”

 

Delana memberi Jonghyun sebuah berkas yang mengejutkan. Mengenai daftar musuhnya. “bagaimana bisa kau mendapatkan data seperti ini?” Tanya Jonghyun yang tak percaya dengan apa yang dibacanya. “aku memeriksa riwayat kepolisiannya, Jonghyun-ssi” jawab Delana.

 

“Leeteuk-ssi memiliki musuh yang rata-rata sudah masuk penjara” ujar Delana. “tapi masih ada satu yang buronan yang sebenarnya masih berkeliaran” ujar Delana sambil menunjuk sebuah foto. Jonghyun membulatkan matanya ketika melihat foto itu.

 

“dia”

 

*

 

Soo Hee dan In Hae memeriksa barang bawaan Leeteuk dari tas hitam yang ia bawa. Isinya terdapat dompet, handphone, sebuah buku catatan dan sebuah amplop cokelat. Dengan menggunakan sarung tangan khusus, Soo Hee memeriksa dompet dan handphone Leeteuk sementara In Hae memeriksa buku catatan dan amplop cokelat yang dibawa Leeteuk.

 

Bukannya memeriksa, Soo Hee malah keasyikan mengutak-atik handphone Leeteuk. In Hae yang menyadarinya menjitak kepalanya pelan. “ya! Appo” rintih Soo Hee. “seriuslah sedikit! Kita tak boleh lama-lama” ujar In Hae.

 

Di dalam handphone Leeteuk, terdapat banyak fotonya dengan Nami dan juga Nana serta berbagai sms dari mereka, namun ada satu sms yang membuat Soo Hee terkejut. “In Hae-ssi cobe lihat pesan ini” In Hae yang dipanggil langsung menghampiri Soo Hee. Soo Hee menunjukkan sms itu dan membuat In Hae terkejut.

 

Pesan Ancaman

 

*

 

Heechul dan MinRa menngikuti jejak Leeteuk kembali sebelum pergi ke Namsan Tower dengan bantuan kamera cctv. Heechul yang memeriksa video kamera cctv sementara MinRa yang mengikuti petunjuk Heechul dengan menggunakan earphone sebagai penghubung komunikasi mereka.

 

~area pertokoan~

 

Heechul memandu MinRa hingga kesebuah area pertokoan yang disetiap tokonya menjual segala kebutuhan natal.

 

Heechul masih sibuk memperhatikan video rekaman Leeteuk disebuah ruangan pengawas. “MinRa-ya coba kau telusuri jalan itu” ujar Heechul melalui earphone nya. MinRa berjalan menelusuri jalan itu dengan perlahan dan menemukan sebuah kantong plastic belanjaan yang tergelatak di jalanan.

 

“Heechul-ssi aku menemukan sebuah kantong belanjaan berisi kado natal, apa ini punya Leeteuk-ssi?” Tanya MinRa. Heechul langsung memeriksa video rekaman itu lagi. Dan ternyata itu memang benar kepunyaan Leeteuk. Heechul langsung meminta MinRa untuk membawanya dengannya dan mereka bertemu di Namsan Tower dengan yang lainnya.

 

Sementara MinRa dan yang lainnya sedang dalam perjalanan menuju Namsan Tower. Heechul masih berada di ruang pengawas melihat rekaman Leeteuk berkali-kali. Ada yang mengganjal pikirannya sedari tadi. Mengenai apa yang terjadi dengan Leeteuk setelah membantu orang yang tak sengaja ditabraknya.

 

Siapa dia sebenarnya?

 

*

 

Soo Hee dan In Hae menghubungi Bora, HyeRa dan Kwanghee untuk membantunya melacak nomor di handphone Leeteuk. Mereka berhasil melacak nomor tersebut dan ternyata sinyal dari nomor tersebut berada didaerah yang tak jauh dari Namsan Tower. In Hae langsung memberitau Yunho untuk segera mencari dan melacaknya disekitar Namsan Tower.

 

“sepertinya aku mengetahui nomor ini” ujar Bora tiba-tiba. “mengetahui? Apa maksudmu?” Tanya HyeRa bingung. “sepertinya aku juga pernah melacak nomor ini juga” jawabnya. “mana ada pelaku yang tak mengganti nomornya setelah ia tau telah dilacak” ujar Kwanghee sambil tertawa kecil. “ini konyol” tambahnya.

 

“kalau ku tak salah ingat dia…”

 

*

 

Kyuhyun, Min, Narsha, Jungmin, dan Mi Sun dan juga teman satu regu Leeteuk lainnya, Sora, sampai di Namsan Tower.

 

“Nana-ya, Nami-ya” panggil Narsha dan Misun. Mereka mengeluarkan sesuatu dari tas cokelat yang Misun bawa. “minumkan ini pada Leeteuk-ssi, Kyuhyun-ssi yang membuatnya. “Katanya sih bisa menyembuhkan hipnotis” ujar Misun menjelaskan. Nami yang menerima itu pun mengamati tabung berisi sebutir pil yang Misun berikan padanya. “kau yakin ini aman?” Tanya Nami ragu. Nana pun pergi menemui Kyuhyun yang sedang bersama Min dan Jungmin yang sedang berbicara dengan Yunho.

 

Sora menghadap keatas memperhatikan Leeteuk yang sedang duduk dipinggiran sana. Nami menepuk pundak Sora pelan. “onnie” panggil Nami. “ah, ne?” “bagaimana caranya kesana?” Tanya Nami. Sora terlihat berpikir. “memangnya kau mau apa, Nami-ah?” Tanya Sora bingung. “memberikan ini” Nami pun menunjukkan tabung yang diberikan Misun padanya.

 

“Nami-ah!” panggil Narsha tiba-tiba. “kau ikut aku ya, ke lapangan helikopter” tambahnya. “memang kita mau ngapain, onnie?” tanyanya. “mau memberikan itu kan, kau harus keatas dengan helikopter, biar lebih cepat” ujar Narsha.

 

Nana berlari kearah Nami dan merebut pil itu dari tangannya. “Nana-ya” teriak Nami kaget karena Nana sudah terlihat jauh berlari. “biar aku saja” teriak Nana dari kejauhan. “Na…” Jungmin menahannya. “oppa!” ujar Nami protes. “biarkan dia pergi Nami-ya” ujar Jungmin. ‘hajiman…” “tenang saja ia tau apa yang ia lakukan Nami-ya” ujar Min tersenyum kecil.

 

Kyuhyun melihat Nana yang berlari dari kejauhan tersenyum kecil penuh harapan. Karena hanya Nana yang Kyuhyun yang percayai pada saat itu.

 

You can do it, Nana

 

*

 

Yunho, Hyun Joong, Kwanghee, Sooyoung, Bora, dan Hyera pergi memeriksa sekitar Namsan tower dengan alat pelacak nomor yang HyeRa, Bora dan Kwanghee bawa untuk melacak nomor yang telah mengirimkan Leeteuk pesan berupa ancaman kepadanya.

 

From : ***********

 

I’ll make your Christmas wonderful. Be an angel. Spread your wings. Don’t be scared because I’m gonna help you spread your wings. Just wait on the Christmas night, I’ll make a surprise that you never forget. Just wait for it.

 

Every single eye will look at you. Even your children will shed their tears seeing you.

 

“entah kenapa ini aneh” ujar Sooyoung. “kenapa?” Tanya Bora. “tidak kah ini aneh untuk sebuah kasus, mana ada yang mau menghipnotis mengirim seperti ini” jelasnya. “benar juga, kalau dipikir lagi” Yunho pun setuju dengan Sooyoung.

 

“semuanya cepat kejar yeoja itu!” teriak Hyun Joong tiba-tiba. Terlihat seorang yeoja berlari ketika melihat mereka berjalan kearahnya. “kenapa harus dikejar?” Tanya Sooyoung. “alat pendeteksi menunjukkan kalau nomor itu miliknya” jawab Kwanghee. “mwo!!!”

 

Dengan segera, mereka berenam langsung mengejar yeoja misterius itu. Kenapa misterius? Karena ia mengenakan jaket dengan tutup kepala yang membuat wajahnya tak terlihat, dan terlebih lagi karena daerah tersebut yang ternyata agak sedikit gelap membuat mereka kesulitan mengejarnya.

 

“YA!!!”

 

*

 

Luna, Nichkun dan TaeRi masih berjaga di sekitar, dibantu oleh Minwoo, Sora, dan beberapa anggota divisi 3 yang berada disana. Kyuhyun tak melepaskan pandangannya dari puncak menara, melihat Leeteuk yang sedang terduduk disana dengan tenangnya.

 

Kemana dia?

 

~

 

Nana menaikki anak tangga dengan kekuatan maksimal yang ia punya. Masih banyak anak tangga didepannya yang belum ia pijaki. Ia mengatur nafasnya perlahan karena kecapaian. Ia melirik kearah anak tangga didepannya lalu kembali melangkahkan kakinya perlahan.

 

Appa wait for me, ne?

 

~

 

Seketika situasi berubah menjadi panik, setelah terdengar bahwa ada bom yang terdapat disekitar Namsan Tower. “darimana  datangnya isu seperti itu?” ujar Minwoo geram. “Nichkun-ssi, ikut aku” Nichkun yang mendengar perkataan Minwoo langsung mengikutinya dari belakan. Mereka berdua pun langsung menyelidikinya dan membereskan masalah tak jelas itu dengan segera.

 

TaeRi mendapat telpon dari Yunho untuk segera membantunya menangkap orang mencurigakan. Ia pun langsung pergi dengan motornya. Luna berjaga sendirian dibantu oleh anggota divisi 3 lainnya.

 

“aku tak bisa diam saja disini” Nami pun pergi dengan mengambil motor milik salah satu polisi disana entah kemana. “Nami-ah” Narsha dan Min pun langsung mengejarnya dengan mobil polisi.

 

Seluruh anggota divisi 2 pun berkumpul kembali. “Jadi bagaimana?” Tanya Heechul. “Nana dan Nami adalah anggota keluarga Leeteuk-ssi” ujar Hara. “Leeteuk mempunyai buronan musuh seorang yeoja” tambah Jonghyun. “kami hanya tau kalau Leeteuk sedang mempersiapkan natal dengan keluarganya” ujar Changmin dan disertai anggukan oleh Taeyeon. “kami menemukan bungkusan kado yang dibeli Leeteuk sebelum kemari” ujar MinRa. “dimana In Hae-ssi dan Soo Hee-ssi?” Tanya Heechul yang tak melihat mereka berdua. “akan segera kuhubungi mereka, Heechul” Taeyeon pun segera menghubungi mereka.

 

“Ya! Niga eoddiga?” Tanya Taeyeon saat tersambung dengan telepon In Hae. “MWO!!!”

 

“waeyo, Taeyeon–ssi?” Tanya Heechul bingung. Taeyeon menjauhkan telponnya.

 

“Pelakunya sedang dalam pengejaran” jawab Taeyeon. “MWO!!!” merekapun langsung kaget mendengarnya. “kita harus segera membantu mereka, kajja!” Mereka langsung menaikki beberapa mobil polisi dan motor yang mereka bawa dan segera pergi membantu In Hae dan yang lainnnya.

 

*

 

Terdengar suara helikopter mendekat kearah Namsan Tower. Terlihat 2 buah helikopter mendekat. Jungmin melihat keatas dan menyadari kalau Nami berada di helikopter pertama dan dibelakangnya menyusul Min dan Narsha. “apa yang mereka lakukan?” Kyuhyun dan

 

Misun pun melihat kearah helikopter itu. Kyuhyun merebut walki-talkie milik salah seorang polisi dan menghubungkannya dengan sinyal helikopter Min dan Narsha. “Ya! Apa yang kalian lakukan diatas?” ujarnya. Heechul menurunkan MinRa didekat Namsan  Tower untuk menyerahkan kantong belanjaan Leeteuk kepada Sora lalu kembali pergi dengan Heechul.

 

“Kyuhyun-ssi! Nami berniat mendekat kearah Leeteuk-ssi dan menariknya masuk kedalam helikopter!” ujar Min. “MWO!!!”

 

“Nami-ah! Berhentilah! Nana-ya sedang berusaha didalam sana!” ujar Narsha. “aku akan menyelamatkan appa! Jangan halangi aku!” ujar Nami membantah. “Nami-ah! Hentikan!” teriak Nana yang hampir mencapai puncak. “Nana-ya” panggil Nami dengan nada pelan.

 

“kenapa kau tidak membantu berjaga dibawa saja? Kenapa harus sampai seperti ini?” ujar Nana. “pulanglah, siapkan saja busa untuk dibawah” ujar Nana. “busa?” ucap Nami bingung. “siapkan saja!” teriak Nana kesal

 

Nami pun turun dan menaruh helikopternya di lapangan tak jauh dari Namsan Tower diikuti oleh Narsha dan Min. “onnie kita harus menyiapkan busa” kata Nami. “busa? Kenapa tidak pakai itu saja?” ucap Narsha.

 

?_?

 

*

 

Sora ternyata menyusul Nana kedalam untuk memberikan kado yang diberikan MinRa padanya. Menurut Sora, mungkin dengan melihat kado itu dapat menyadarkan Leeteuk.

 

~

 

Sementara itu, Yunho dan yang lainnya berhasil menangkap buronan yeoja yang ternyata telah meneror Leeteuk. Tak hanya anggota divisi 1 sampai divisi 2 pun turun tangan!

“jinjjayo yeoja ini!” ujar Heechul kesal sambil mengacak-acak rambutnya sendiri karena kesal. “sabar oppa” ujar TaeRi menepuk pundak Heechul pelan. “bagaimana aku tidak kesal? Masa menangkap seorang saja sampai seheboh ini!” Heechul meluapkan kekesalannya kepada Nami sementara Nami hanya mendengarkannya saja dan sesekali tertawa tak jelas.

 

“hyung, rumor mengenai bom sudah aku urus disini” ujar Minwoo dalam telepon singkat dengan Yunho. “kamsahamnida Minwoo-ya, bagaimana keadaan disana sekarang?” Tanya Yunho. “Nami-ssi, Narsha-ssi dan Min-ssi baru saja memulangkan helikopter dan sekarang sedang mencari sesuatu entah apa itu, keadaan disini masih sama seperti tadi, Nana terlihat sudah hampir mendekati Leeteuk… YA!!!” Minwoo tiba-tiba saja berteriak.

 

“waeyo, Minwoo-ya? Jangan berteriak di telpon seperti itu!” omel Yunho. “mian Yunho-ssi, ternyata Sora-ssi mengejar Nana mendekati Leeteuk-ssi.” “MWO!!! APA YANG IA LAKUKAN?” teriak Yunho. “entahlah Yunho-ssi” jawab Minwoo. “hajiman, Yunho-ssi, bisakah kau tidak berteriak di telpon seperti itu” protes Minwoo balik. Yunho hanya bisa tertawa sambil mengucapkan ‘mianhe’ kepada Minwoo.

 

*

 

“Sora-ssi apa yang kau lakukan disini?” Tanya Nana saat menyadari Sora dibelakangnya. “aku hanya ingin memberikan ini kepadamu siapa tau bisa membantumu” ujar Sora memberikan kantong belanjaan milik Leeteuk. “ini punya appa” ujar Nana setelah melihat kedalam kantong itu. “aku akan berjaga disini dengan Kwanghee-ssi, dia sedang kesini untuk menemaniku. Fighting!” “Fighting!”

 

~

 

Leeteuk terduduk diatas menara. Menatap ke langit malam itu. “salju” gumamnya melihat salju perlahan turun. “appa” panggil Nana perlahan dari belakang dan perlahan mendekat sementara Leeteuk terlihat diam saja.

 

Nana pun perlahan mendekat dan mencoba untuk memegang pundak Leeteuk namun tiba-tiba saja ia bangkit dari tempatnya dan berbalik menghadap Nana. Nana terlihat shock tak percaya melihat cara Leeteuk memandangnya saat itu.

 

“appa”

 

*

 

“ia sudah sampai diatas” teriak Minwoo senang dari bawah. Seluruh anggota divisi telah berkumpul disana, dibawah Namsan Tower. Dan mereka pastinya membawa tersangka dalam mobil mereka. Mendengar apa yang sedang terjadi di luar, ia tersenyum dengan anehnya dari dalam mobil polisi saat itu.

 

The show has just started

 

Dan anehnya tiba-tiba saja yeoja yang menjadi tersangka itu menghilang secara misterius seperti seorang penyihir.

 

~

 

“appa” panggil Nana pelan. “ayo kita pulang, Nami-ya telah menunggu dibawah, Ryeowook-ssi juga telah menunggu di rumah, appa” tambah Nana. Namun tak ada respon sama sekali dari Leeteuk. “ini punya appa kan? Kajja appa” ucap Nana sambil berjalan mendekati Leeteuk perlahan.

 

Nana berniat membelai rambut Leeteuk namun Leeteuk mencengkram tangannya tiba-tiba dan layaknya judo, Leeteuk membantingnya. Kantong dari tangan Nana pun terlepas dari tangannya dan ia pun terlempar. Nana pun kini tergelantung di Namsan Tower. Terdengar suara teriakan panik dari bawah Namsan Tower.

 

“bagaimana  ini?” ujar Hyera, dan yang lainnya panik. Terdengar suara teriakan Nana memanggil Leeteuk namun Leeteuk hanya diam.

 

~

 

“Leeteuk-ssi” ujar Kwanghee dan Sora menghampiri Leeteuk. Leeteuk berbalik dan menatap kearah mereka dingin. “Leeteuk-ssi…kau…” Kwanghee terkejut dengan tatapan Leeteuk saat itu sementara Sora hampir menangis.

 

“oppa, onnie” teriak Nana. “Nana-ya!” Kwanghee pun langsung menolong Nana. “jangan pedulikan aku dulu sekarang, minumkan saja pil ini kepada Leeteuk” Nana pun melempar pil itu kearah Kwanghee dan Kwanghee dan menangkapnya segera. “tapi kau…” “cepat minumkan itu” teriak Nana.

 

Kwanghee melihat kearah Sora seraya memberi kode. Sora pun mengangguk pelan.

 

“Leeteuk-ssi” panggil Sora. Leeteuk kini melihat kearah Sora. “kemari” ujarnya sambil melambaikan tangan agar mendekat. Leeteuk pun berjalan mendekati Sora. Kwanghee langsung mendekap Leeteuk dari belakang dan memasukkan pil itu dengan paksa “cheosomianhamnida Leeteuk-ssi” ujar Kwanghee. Pil itu berhasil masuk. Namun Kwanghee terlempar dan jatuh terduduk di belakangnya.

 

*

 

“kami datang” teriak Nami, Narsha dan Min berbarengan sambil membawa sebuah busa serta pompanya. “darimana saja kalian!?” teriak Yunho. “apa itu?” tanya Bora bingung. “ini yang biasanya digunakan di film-film action itu loh” ujar Min. “oh~” ujar Bora mengerti. “ayo kita pasang” Jungmin, Heechul, Kyuhyun dan Hyun Joong pun langsung mengambil busa dan pompa nya dari Nami dan Narsha dan mulai mencari posisi dan memasangnya.

 

~

 

Leeteuk seketika terjatuh terduduk pelan sambil memegangi kepalanya. Ia merasakan pusing di kepalanya. Kwanghee langsung mengambil teleponnya dan menghubungi Kyuhyun di bawah tower untuk memberitau apa yang terjadi. Dan ternyata pil itu telah bekerja dengan baik, hanya tinggal menunggu Leeteuk seperti semula saja. Kwanghee pun langsung memberi tau Nana bahwa mereka telah berhasil.

 

Nana pun tersenyum mendengarnya. Kwanghee pun mengulurkan tangannya bermaksud menolong Nana. Namun Nana malah melepaskan pegangannya karena sudah tidak kuat lagi dan ia pun terjatuh dari atas gedung. Semua orang dibawah berteriak ketakutan, suasana pun menjadi panik.

 

“appasaranghae”

 

*

 

Salju malam itu turun semakin banyak secara perlahan, Nana turun bersama dengan salju yang turun pada saat itu. Ia menutup matanya pelan karena ia tau apa yang akan selanjutnya terjadi.

 

Seseorang memeluk Nana dari belakang. Ia pun langsung membuka matanya segera dan menoleh kebelakang dan melihat Leeteuk berada disana memeluknya pada saat itu. ia tersenyum dan menyuruh Nana untuk menutup matanya. Dan mereka menutup matanya secara bersama-sama.

 

~

 

“Appa! Onnie!” teriak Nami dari bawah Namsan Tower. “cepat pompa busa nya! Lebih cepat lagi!” teriak Narsha kepada Jungmin, Heechul, Kyuhyun dan Hyun Joong. “ne!”

 

~

 

Tinggal beberapa meter lagi hingga mereka mencapai balon yang sudah dipersiapkan oleh yang lain. Sebuah keajaiban terjadi.

 

Salju-salju yang turun mengiringi Nana dan Leeteuk menempel pada punggung Leeteuk yang berubah menjadi sayap putih yang besar dan membuat Leeteuk terlihat seperti seorang malaikat. Leeteuk yang menyadari bahwa ia memiliki sayap dari punggungnya langsung merentangkan kedua sayapnya dan membawa Nana yang sedang bersamanya pun terbang.

 

Nami dan semua orang yang berada dibawah merasa tak percaya melihat apa yang terjadi diatas sana. Mereka menatapnya takjub bagaikan baru saja terjadi sebuah magic show dari atas.

 

“appa…” gumam Nami. “Leeteuk-ssi” gumam semua rekannya sama-sama tak percaya. Karena belum pernah sekalipun terjadi keajaiban yang terjadi di malam natal seperti ini. Salju mengiringi Leeteuk yang sedang memeluk Nana turun dengan perlahan keatas tanah. Tepat setelah mereka mendarat, sayap itu pun langsung meleleh seperti balok es dan menjadi sebuah gundukan kecil salju dibelakang Leeteuk. Semua orang yang melihat itu hanya bisa terdiam.

 

Everyone, I’m back

 

~

 

“Nana-ya! Nana-ya!” panggil Nami berusaha membangunkan Nana yang tak kunjung sadar. Ia menggigil kedinginan serta tubuhnya terasa dingin sekali meskipun sudah di selimuti oleh berlapis-lapis selimut yang di bawa oleh MinRa. Leeteuk yang merasa khawatir langsung meminjam hadphon Bora dan langsung menghubungi rumah sakit segera.

 

Jonghyun yang mengecek keadaan pelaku yang di tinggal dalam mobil, tidak menemukan sang pelaku di dalam mobil. Jonghyun yang panik langsung melaporkan hal tersebut kepada Heechul.

 

“MWO!? APA YANG BARU SAJA KAU KATAKAN!!??” teriak Heechul kesal. “pelakunya berhasil kabur, Heechul-ssi” jawab Jonghyun sambil tertunduk. “CEPAT CARI DIA DI SEKITAR SINI! YEOJA ITU HARUS KITA RINGKUS POKOKNYA!” teriak Heechul memberi perintah kepada Jonghyun. Jonghyun yang ketakutan langsung pergi melaksanakan tugasnya sebelum Heechul mengomel lebih parah lagi.

 

“tenang lah, Heechul-ssi” ucap Leeteuk sambil menepuk pundak Heechul beberapa kali. “BAGAIMANA AKU BISA TENANG, LEETEUK-SSI!? GARA-GARA DIA, KAU DAN NANA…” “itu tugasku untuk menangkapnya Heechul-ssi” sela Leeteuk dengan pelan. “HYUNG!!!”

 

“haruskah kau berteriak seperti itu kepada Leeteuk-ssi, Heechul-ssi?” ujar Kyuhyun yang merasa risih dengan teriakan Heechul. “apa mau ku bius kau?” tambah Kyuhyun dan mendapat pukulan dari TaeRi. “seenaknya saja kau menggunakan obat bius, Kyuhyun-ssi. Apa mau ku laporkan Youngmin-nim?” ancam TaeRi. “Dasar kau ini, TaeRi-ah!”

 

*

 

Tak lama kemudian, ambulans datang dan membawa Nana kerumah sakit untuk mengalami perawatan karena kondisinya yang semakin memburuk. Nami, Minwoo dan Leeteuk ikut pergi menemani Nana dengan naik ke mobil ambulans juga. Seluruh anggota divisi ke 3 kembali ke kantor cabang untuk melakukan analisa sementara divisi 1 dan 2 masih berkeliaran mencari informasi mengenai sang pelaku yang lolos dan mencari jejak untuk dapat menangkapnya.

 

Memperhatikan gerak-gerik para polisi itu dari atas menara, sang pelaku terlihat tersenyum dengan liciknya. Ia senang dapat melihat Yunho, Heechul dan anak buah mereka kelihatan kebingungan mencarinya. Tak hanya itu, ia juga senang dapat membuat Leeteuk menderita dengan membuat kondisi Nana memburuk.

 

I’ll make you pay for what you did before, Leeteuk

 

Heechul yang merasa di awasi seseorang langsung melihat ke sekelilingnya dan juga melihat ke atas Namsan Tower. Namun ia tidak menemukan siapapun di atas menara itu, hanya melihat awan gelap yang melepaskan salju di malam yang dingin ini.

 

Siapa sebenarnya yeoja ini?

 

-Fin-

Advertisements

3 thoughts on “[Oneshot] Christmas Special File : Angel of Christmas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s