[Part 6] Another School Love Story


­Another School Love Story 5

 

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Ryeowook
  • Lee HyunAe
  • Choi Sooyoung
  • Choi Minho
  • Kwon Yuri
  • Seo Joo Hyun -> Seohyun SNSD *mian kalo ada kesalahan pada penulisan nama ._.v
  • Many Hidden Cast

*

 

Seohyun dan Yuri sedang berjalan-jalan di hari yang cerah itu. Nongkrong di cafe, pergi berbelanja dan melihat pemandangan merupakan cara mereka menghilangkan rasa bosan serta stress akibat sekolah.

 

“lebih baik kita tidak melewati jalan itu” ujar Yuri saat mereka berada di pertigaan jalan, Yuri menunjuk kearah sebelah kanan, sebuah jalan kecil menuju daerah sekolah Minho. “memangnya kenapa?’ tanya Seohyun heran. “pokoknya kau…”

 

Buk!

 

Terdengar suara seseorang terjatuh seperti terlempar dari arah jalanan. Saat Yuri dan Seohyun melihat kearah orang itu, Seohyun langsung kaget seketika. Ada sedikit rasa iba bercampur marah dalam dirinya.

 

*

 

“Ya! Pelan sedikit!” “Kau ini namja atau bukan? Masa begini saja sakit!?” teriak Seohyun pada Kyuhyun yang tak kalah kencangnya. “bukankah tonjokan lebih sakit dari ini!” tambah Seohyun dengan berteriak.

 

“Ya! Kenapa kau marah?” tanya Kyuhyun dengan ekspresi bingung. Namun Seohyun tak menjawabnya dan masih sibuk mengobati luka pada tangah dan pipi Kyuhyun. Yuri hayna bisa memperhatikan mereka saja, tak mengeluarkan suara sama sekali.

 

“Ya! Jawab pertanyaanku, Seohyun-ah!” teriak Kyuhyun lagi. “haruskah ia menjawab pertanyaanmu? Mengapa tidak kau tanya pada dirimu sendiri kenapa ia marah?” Yuri menjawab teriakan Kyuhyun. “siapa kau? seenaknya saja kau berteriak padaku” ujar Kyuhyun kesal dengan Yuri yang seenaknya membentaknya dengan teriakan.

 

Brak!

 

Seohyun menutup kotak P3K nya dengan kasar. “YA! KAU INI SUDAH KURUS BEGINI MASIH TAWURAN!? TAK SADARKAH DIRIMU!? BERHENTILAH BERKELAHI DAN CARILAH AKTIVITAS LAIN!” ujar Seohyun kesal. “misalnya?” tanya Kyuhyun. “FOTOGRAFI!” jawab Seohyun. “CEPATLAH KAU PULANG SANA! JANGAN BERKELAHI LAGI!” tambah Seohyun dan dengan segera Kyuhyun segera berlari pergi meninggalkan Yuri dan Seohyun yang berada dipinggir jalan itu.

 

“tenanglah Seohyun-ah, aku yakin ia tak akan membuat ulah lagi” kata Yuri sambil menepuk-nepuk punggung dan pundak Seohyun bermaksud menenangkan Seohyun. Yuri tau, saat ini Seohyun sedang berapi-api karena Kyuhyun. ‘dasar Kyuhyun itu, berani sekali membuat Seohyun marah hingga berteriak seperti itu. kalau ketahuan HyunAe, bisa habis dia’ ucap Yuri dalam hatinya.

 

“ne, Yuri-ah. Tak apa, naega gwenchana, Yuri-ah” ucap Seohyun lemah. “kajja kita pergi” Seohyun dan Yuri pun pergi meninggalkan tempat itu untuk berjalan-jalan. Seohyun pasti sangat membutuhkan refreshing saat ini.

 

*

 

Pletak!

 

Minho memukul kepala Kyuhyun dengan sebuah buku ketika mereka bertemu disekolah. “Ya! Appo! Kenapa kau memukul ku, hyung?” tanya Kyuhyun bingung sambil mengelus bagian kepalanya yang Minho jitak. “HyunAe yang menyuruhku melakukan ini, jangan menyalahkanku” jawab Minho.

 

“mwo!? Apa masalahku dengan yeojachingumu itu? aku tak melakukan apa-apa yang buruk dengan nya!” Kyuhyun protes. “bukan karena HyunAe, melainkan Seohyun. Kau membuat Seohyun marah, sehingga HyunAe menyuruhku untuk memukul kepalamu” Minho menjelaskan.

 

“mwo! Aku!?” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri. Minho mengangguk mengiyakan. “belum pernah ada yang membuat Seohyun marah sebelumnya. Yuri menceritakan itu kepada HyunAe dan aku saat kami keluar jalan bersama kemarin sore. HyunAe shock mendengar bahwa Seohyun dibuat marah oleh mu. Sehingga ia ingin aku memukulmu karena Seohyun” jelas Minho panjang lebar.

 

“aku tidak menyuruhnya marah, ia marah dengan sendirinya. Jangan menyalahkan ku, hyung” ucap Kyuhyun, yang membuatnya mendapatkan sebuah jitakan tambahan dari Minho.

 

“Ya! Kenapa kau menjitakku lagi?” teriak Kyuhyun kesal. “kau harus minta maaf pada Seohyun” ucap Minho. “mwo! Shireo!” Kyuhyun menolak. “no!!!”

 

*

 

“kenapa hal seperti ini harus terjadi padaku?” gumam Kyuhyun di depan Yuri, Seohyun dan HyunAe dalam keadaan tangan terikat akibat ulah Minho. “apakah sampai harus seperti ini, oppa?” tanya HyunAe yang agak bingung dengan cara Minho membawa Kyuhyun menemui mereka bertiga.

 

“itu karena ia menolak, makanya aku pakai cara ini. Caraku berhasil kan, chagi? ^^” ucap Minho senang. “berhasil sih berhasil, oppa. Tapi ini terlalu…” Yuri berpikir mencari kata yang cocok untuk mendeskripsikan nya. “ekstrim?” ucap Yuri setelah berpikir cukup lama. HyunAe dan Seohyun yang melihat kearah Yuri hanya bisa mengangkat kedua bahu mereka tanda tak mengerti.

 

“apa yang akan kau lakukan kepadanya, Seohyun-ah?” tanya HyunAe sambil melihat kearah Kyuhyun yang masih dalam keadaan terikat. “kau masih berhutang maaf ke Seohyun, Kyuhyun-ah” ucap Yuri. “mwo!” Kyuhyun terkejut dengan pernyataan Yuri.

 

“sudahlah Yuri-ah, HyunAe-ya, Minho oppa” ucap Seohyun mendekati Kyuhyun dan perlahan melepaskan ikatan pada tangan Kyuhyun. “Seohyun-ah! Kenapa kau melepaskannya?” tanya Yuri dan HyunAe berbarengan. “percuma saja aku mengikatnya kalau pada akhirnya ia juga akan dilepaskan” ucap Minho menyesal.

 

“pergilah, aku tak ingin menemuimu lagi” ucap Seohyun datar lalu berjalan pergi meninggalkannya. “Seohyun-ah” HyunAe berusaha memanggilnya, namun Seohyun tak mempedulikan panggilannya.

 

Plak!

HyunAe memukul kepala Kyuhyun dengan buku. Padahal Kyuhyun baru saja bangun, namun ia sudah terjatuh lagi. Tak hanya HyunAe, Yuri juga mengikuti jejak HyunAe memukuli Kyuhyun dengan buku. “aih! Hyung, tolong aku” teriak Kyuhyun kepada Minho. “mianhae aku tak bisa membantumu Kyu-ah” jawab Minho sambil berjalan pergi meninggalkannya sendiri. “hyung…” Kyuhyun memanggil Minho namun Minho tak mempedulikannya.

 

~

 

-Beberapa menit kemudian-

 

“bagaimana caraku meminta maaf kepadanya? Sebenarnya salahku ini apa?” Tanya Kyuhyun kepada HyunAe dan Yuri saat mereka duduk di bangku taman. “kenapa kau bertanya kepada kami? Kau harus mencari cara mu sendiri” jawab Yuri. “kami bukan peramal atau pun penasihat mu, Kyuhyun-ah. Seharusnya kamu tau kesalahanmu” ucap HyunAe.

 

“tapi aku tak tau apa kesalahanku padanya. Apa ia pernah menceritakan sesuatu pada kalian berdua mengenai aku?” Tanya Kyuhyun kepada HyunAe dan Yuri. Mereka saling bertatap muka, lalu menaikkan pundak mereka mengatakan kami-tak-tau.

 

“mungkin kau harus berhenti berkelahi, Kyuhyun-ssi” ujar Minho berjalan dari kejauhan mendekati mereka yang sedang mengobrol. “yeoja tidak suka kekerasan. Begitu juga dengan Seohyun yang tak suka melihat mu selalu babak belur akibat berantem” tambahnya lagi.

 

Kyuhyun berpikir sejenak. Berusaha mengingat kejadian waktu itu. Ia ingat kalau Seohyun pernah menyuruhnya berhenti berkelahi dan beralih mengambil fotografi. “akan ku coba untuk berubah, hyung” ujar Kyuhyun. Minho pun tersenyum mendengarnya.

 

*

 

Kyuhyun terlihat dengan pakaian santainya disebuah area pertokoan dan sepertinya sedang menunggu seseorang. Tiba-tiba saja ia melambaikan tangan ke arah seorang yeoja yang terlihat agak jauh darinya. Yeoja itu pun berjalan menghampirinya melihat Kyuhyun melambaikan tangan padanya.

 

“aku senang kau mau datang menemaniku hari ini, Seohyun-ah” ucap Kyuhyun yang terlihat senang melihat Seohyun mau menemuinya hari ini. “HyunAe yang memintaku datang. Bukan karena aku sudah benar-benar memaafkan mu sepenuhnya, Kyu-ssi” ucap Seohyun. “mianhae Seohyun-ah. Akan ku buktikan kalau aku bisa berubah” ucap Kyuhyun penuh dengan percaya diri. “untuk itu lah aku memintamu untuk menemaniku hari ini” tambah Kyuhyun.

 

“hm? Apa maksudmu?” Tanya Seohyun bingung. “aku ingin membeli kamera, tapi aku tidak tau kamera seperti apa yang bagus dan cocok untukku. Makanya aku meminta HyunAe untuk memintamu datang hari ini untuk membantuku” jawab Kyuhyun panjang lebar. “ah jinjjayo?” Tanya Seohyun lagi. Kyuhyun pun mengangguk. Kyuhyun pun langsung menarik tangan Seohyun dan menggenggamnya erat.

 

Kajja

 

*

 

Mereka berjalan-jalan disekitar pertokoan sambil melihat ke dalam etalase toko yang menjual kamera. Ada banyak jenis kamera yang dijual disana. Dan Kyuhyun bingung harus memilih yang mana.

 

“kenapa tiba-tiba kau jadi tertarik dengan kamera seperti ini Kyuhyun-ssi?” tanya Seohyun bingung sekaligus penasaran. “mencari sesuatu yang baru dan memperbaiki yang lama” jawab Kyuhyun. Seohyun menatap kearah Kyuhyun dengan bingungnya. Namun sebenarnya ada rasa senang dihati Seohyun terhadap Kyuhyun karena Kyuhyun mau berubah.

 

Setelah berkeliling selama beberapa menit, mereka akhirnya memutuskan untuk memasuki sebuah toko kamera yang menurut mereka terlihat cukup unik. Meskipun toko tersebut menjual kamera, namun toko tersebut lebih terlihat seperti cafe. Sehingga mereka juga dapat bersantai disana sambil  melihat-lihat kamera yang dijual disana.

 

Selagi Kyuhyun melihat-lihat kamera, Seohyun duduk bersantai sambil menikmati secangkir kopi yang ia pesan. Seohyun mengangkat cangkir nya dan menyeruput kopinya perlahan. Ia pun memperhatikan Kyuhyun yang masih melihat-lihat kamera yang berada didalam etalase. Ia pun mulai berpikir.

 

Apakah semua ini karena diriku?

 

*

 

Ahra sedang memasak makanan didapur untuk makan malam nanti, ketika Kyuhyun baru saja pulang kerumah. Kyuhyun tidak pulang sendiri, ia mengajak Seohyun mampir kerumahnya. Atau lebih tepatnya mengundang Seohyun untuk makan malam.

 

“noona aku pulang!” teriak Kyuhyun dari arah ruang tamu. Kyuhyun mempersilahkan Seohyun duduk menunggu diruang tamu sementara Kyuhyun menghampiri Ahra yang berada didapur.

 

“oh, Kyuhyun-ah. Tumben kau pulang lebih cepat dari biasanya” ujar Ahra yang sedikit heran dengan perubahan dongsaengnya ini. “aku mengundang teman untuk makan malam, malam ini, noona. Boleh?” tanya Kyuhyun. “tentu saja boleh, Kyu-ah” jawab Ahra sambil menumis daging.

 

“kapan temanmu itu datang, Kyuhyun-ah?” tambah Ahra. “ia sudah datang noona, ia ada diruang tamu” jawab Kyuhyun santai. “aku mau ganti baju dulu ya. annyong” ucap Kyuhyun sambil berlalu menuju kamarnya yang berada dilantai 2. “ah jinjjayo?” Ahra pun langsung jadi penasaran. Jarang sekali Kyuhyun mengajak temannya mampir selain Minho.

 

Tak lama kemudian Kyuhyun pun turun setelah mengganti bajunya. “nuguya? Minho-ssi?” tanya Ahra penasaran. “aniyo, nae chingu itu yeoja, noona” jawab Kyuhyun. “mwo! Yeoja!?” Ahra terkejut mengetahui Kyuhyun mengajak seorang wanita bermain kerumah. “yeoja chingu?” tanya Ahra sambil menyenggol tangan Kyuhyun dengan iseng. “aniyo” jawab Kyuhyun dengan tegas.

 

“noona, dagingnya” ucap Kyuhyun sambil menunjuk kearah daging yang sedang dimasak Ahra karena hampir gosong. “oh? Ah! Gawat! Aku lupa” dengan cepat Ahra langsung mematikan api kompor sebelum daging yang ia tumis hangus. Ahra tertawa malu kearah Kyuhyun karena kecerobohannya itu. Kyuhyun yang melihat noonanya seperti itu hanya bisa menggeleng kecil.

 

“Aigoo…noona”

 

*

 

“silahkan di minum, Seohyun-ah” ucap Kyuhyun sambil menyuguhkan secangkir teh manis kepada Seohyun. “ah kamsahamnida, Kyuhyun-ssi” ucap Seohyun sambil seraya membungkuk kecil kearah Kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah, makan malam siap” Ahra masuk kedalam ruang tamu untuk memberitau Kyuhyun sekaligus melihat teman Kyuhyun. “ah, Seohyun-ah, ini noona ku, Cho Ahra” ucap Kyuhyun memperkenalkan Ahra kepada Seohyun. Seohyun pun bangkit dari tempat duduknya dan memberi hormat kepada Ahra. “annyeong haseyo onnie, Seohyun imnida” ucap Seohyun seraya memperkenalkan diri kepada Ahra. “annyeong Seohyun-ah” sapa Ahra balik.

 

“kajja Seohyun-ah, kita makan bersama” ajak Ahra sambil menggandeng Seohyun dan mengajaknya keruang makan, sementara Kyuhyun berjalan dibelakang mereka. Kyuhyun tersenyum dengan senang secara diam-diam karena melihat Ahra menerima Seohyun seperti itu.

 

*

 

Ahra memasak lebih banyak makanan daripada yang biasanya ia masak bila ia hanya berdua dengan Kyuhyun. Ahra duduk diseberang Kyuhyun dan Seohyun duduk disebelah Kyuhyun.

Ahra merasa senang akhirnya Kyuhyun membawa seorang teman wanita untuk berkunjung. Karena yang biasanya datang adalah Minho dan Ryeowook saja. ‘tak kusangka ia bisa seperti ini juga’ ucap Ahra dalam hatinya.

 

Setelah mengambilkan nasi untuk Seohyun dan dirinya ia langsung mengajak Seohyun untuk mulai makan. Kyuhyun yang awalnya protes karena tak diambilkan nasinya oleh Ahra, akhirnya mengambil sendiri nasinya. Seohyun yang memperhatikan tingkah Kyuhyun hanya bisa tertawa. Kyuhyun yang melihat Seohyun menertawakan dirinya, langsung tersipu malu dan membuat Ahra yang melihatnya juga ikut tertawa.

 

“Ya! Kalian jangan menertawai ku!”

 

~

 

Setelah selesai makan malam, Ahra langsung mengajak Seohyun ke kamarnya dan meninggalkan Kyuhyun yang sedang mengoceh kesal di ruang tengah, karena seharusnya ia mengantarkan Seohyun pulang selesai makan malam.

 

“onnie, apakah tidak apa-apa membiarkan Kyuhyun mengomel seperti itu kepadamu?” tanya Seohyun yang khawatir dan merasa tidak enak kepada Ahra yang harus mendengarkan celoteh Kyuhyun itu. “ah sudah diamkan saja, Seohyun-ah. Dia memang suka seperti itu kok. Tak perlu kau dengarkan” jawab Ahra sambil menggoyangkan tangannya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

 

“hajiman…” “sudah kau tenang saja, oh~” ucap Ahra sambil tersenyum kearah Seohyun. Seohyun pun ikut tersenyum membalas senyuman Ahra.

 

~

 

“otte, Kyuhyun-ah?” tanya sebuah sumber suara yang berasal dari seberang telepon. “na molla hyung” jawab Kyuhyun. “hm? Waeyo?” tanya suara itu lagi. “aku belum siap, untuk menghadapi masa depan dengannya, hyung”

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s