[Oneshoot] To Be With You


 

Cast :

  • Lee Taemin
  • Kim Heechul
  • Choi Hye Rim
  • Many other cast

 

Cue!

Suara sound system yang menggebu-gebu membahana di dalam sebuah ruangan latihan dance yang hanya terdapat sedikit orang didalamnya. Taemin sedang berlatih dance untuk sebuah kompetisi dance yang akan diadakan 2 bulan lagi. Meskipun waktu kompetisinya masih terbilang cukup lama, namun latihan dapat membuat perform lebih baik tentunya.

 

“Taemin-ah, istirahatlah dulu” ucap Key sambil berniat mematikan sound system agar mereka dapat beristirahat. “nanti saja hyung” jawab Taemin. “kalian istirahat saja dulu, biar nanti sound system nya aku yang matikan” tambah Taemin.

 

“arraseo. Kalau begitu kami jalan-jalan dulu ya” ucap Minho sambil berjalan keluar dari ruangan itu. “annyong” ucap Jonghyun, Onew dan Key sambil mengikuti Minho yang sudah berjalan lebih dulu dari pada mereka. Setelah pintu tertutup, Taemin pun melanjutkan latihan dancenya sendirian.

 

*

 

Minho, Key, Onew dan Jonghyun sedang bercanda satu sama lain di lorong sambil berjalan keluar dari sebuah gedung tempat mereka berlatih dance. Pada saat itu juga, secara tidak sengaja Minho menabrak seorang yeoja saat berjalan mundur.

 

“cheosomianhamnida” ucap Minho sambil berbalik menghadap yeoja yang tidak sengaja ia tabrak itu. “gwenchana” jawab yeoja itu sambil berlalu dari mereka. Wajah yeoja itu tertutupi oleh bagian depan topi sehingga tak ada satupun dari mereka yang mengetahui siapa yeoja itu. Yeoja itu mengenakan jaket berwarna hitam dengan hoodie yang tidak ia pakai dengan celana olahraga panjang dan sepatu dance berwarna putih di kakinya.

 

“nuguya?” tanya Jonghyun penasaran kearah Minho. “na molla” ucap Minho sambil memperhatikan punggung yeoja itu yang perlahan semakin jauh.

 

~

 

“kau terlambat Hye Rim-ah” teriak Heechul saat Hye Rim memasuki ruang latihan mereka. “mianhae oppa, tadi aku harus menunggu appa ku datang menjemputku dulu” ucap Hye Rim memberi alasan. “arraseo, gwenchanaseumnida” ujar Heechul sambil mengangguk yang artinya ia mengerti.

 

“lombanya 2 bulan lagi, aku harap kau bisa serius latihan, Hye Rim-ah” ucap Heechul. “ne oppa” ujar Hye Rim mengerti.

 

“bisa kita mulai latihannnya?”

 

*

 

Taemin merebahkan dirinya diatas lantai setekah berlatih selama kurang lebih 3 jam. Minho, Onew, Jonghyun dan Key masuk kedalam ruangan sambil membawa satu plastik berisi air mineral dan satu plastik lagi berisi makanan yang mereka belikan untuk Taemin.

 

“bagaimana Taemin-ah?” tanya Minho sambil duduk didekat wajahnya. “aku lelah, hyung” jawab Taemin sambil bangun untuk duduk dan memutar badannya menghadap Minho. “kau terlalu memaksakan diri, Taemin-ah” ucap Jonghyun sambil memberi sebotol air mineral kepada Taemin. Taemin pun mengambil botol air itu dari tangan Jonghyun. “gomawo hyung” tambahnya kemudian.

 

“ini ku belikan kau makanan, istirahat lah selama setengah jam, Taemin-ah” ucap Key sambil menaruh plastik berisi makanan tepat didepan Taemin yang sedang meneguk air mineral yang diberikan Jonghyun padanya. “arraseo Key hyung” ucap Taemin sambil mengangguk mengerti.

 

“tadi kami melihat poster baru dari lomba yang akan kita ikuti, ternyata itu bukan untuk grup, melainkan solo dance” cerita Onew saat melihat poster lomba dance di sebuah supermarket tempat mereka membeli makanan dan juga air mineral pada saat istirahat. “ah jinjja? Jadi bagaimana dengan latihan kita, hyung?” tanya Minho. “entahlah, sepertinya kita harus mulai latihan sendiri-sendiri mulai dari besok” jawab Onew menegaskan.

 

lets play fair, ok” ucap Key sambil mengeluarkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Minho, Jonghyun, Onew dan Taemin. “ok” ucap Minho, Jonghyun, Onew dan Taemin secara berbarengan lalu mereka pun berjabat tangan satu sama lain.

 

~

 

“hosh…hosh…hosh…” Hye Rim berusaha mengatur nafasnya setelah ia berlatih selama 2 jam. Heechul mematikan musiknya dan menghampiri Hye Rim sambil mengambil sebotol air mineral untuk Hye Rim. Heechul berjalan mendekati Hye Rim dan duduk disebelahnya, lalu memberikannya sebotol air mineral yang ia ambil sebelumnya. “gomawo, oppa” ucap Hye Rim sambil menerima botol air itu.

 

“mulai besok aku tidak bisa mengajari mu dance lagi, Hye Rim-ah” ucap Heechul kepada Hye Rim pada saat Hye Rim sedang meminum air yang ia berikan. “waeyo?” tanya Hye Rim setelah ia selesai meneguk airnya. “lomba dance itu untuk solo dance dan kemungkinan besar kita akan bertemu sebagai lawan disana” jawab Heechul.

 

lets do our best then, Heechul oppa” ucap Hye Rim bersemangat. Heechul pun terlihat tersenyum. “masih bisakah kau bersemangat ketika sedang kelelahan seperti itu?” canda Heechul. “aku kan selalu bersemangat, oppa” jawab Hye Rim dengan sedikit tertawa. “kenapa kau tidak melanjutkan latihanmu saja kalau begitu?” sindir Heechul. “Ya! Kau pikir aku ini mesin apa” teriak Hye Rim keras. “Ya! Jangan meneriaki ku! Aku kan Cuma bercanda” protes Heechul. Lalu mereka pun tertawa bersama-sama karena merasa konyol.

 

*

 

Malam hari menjelang, Taemin, Minho, Jonghyun, Key dan Onew pun berpencar di halte bis, hari ini adalah hari terakhir mereka latihan bersama dalam sebuah grup. Karena mulai bseok mereka akan latihan secara terpisah dalam jam yang berbeda.

 

Key, Minho, Jonghyun dan Onew sudah pulang terlebih dahulu karena ternyata bis yang akan dinaiki Taemin di jadwalkan paling terakhir. Ia tidak menunggu sendirian, di sebelahnya terlihat seorang namja dan yeoja yang sedang menunggu bis mereka.

 

“Ya! Heechul-ah” sapa seorang namja dengan mengendarai mobilnya melintas di jalan tersebut dan menyapa namja yang berada disebelahnya Heechul. Mereka terlihat bercakap-cakap sekilas, lalu Heechul pulang dengan namja tersebut. Namun sebelum ia pulang, ia sempat mengucapkan salam perpisahan kepada yeoja yang berdiri di dekatnya.

 

“Hye Rim-ah, sampai jumpa di kompetisi, ne” ucap Heechul sambil mengangkat topi yang yeoja itu gunakan lalu mencium keningnya. “ne, annyong oppa” sapa yeoja tersebut, Hye Rim.

 

Heechul pun pulang dengan temannya, sehingga tersisa yeoja yang bernama Hye Rim dengan Taemin di halte bis itu. Taemin menoleh memperhatikan yeoja itu sekilas. ‘yeoja ini mengikuti lomba solo dance juga?’ ucap Taemin dalam hatinya. ‘apa ia bisa mengalahkanku?’ ucap nya lagi dalam hati.

 

“ada apa?” tanya Hye Rim tiba-tiba saja. Ia menyadari kalau Taemin memperhatikannya dari tadi. “kau mengikuti lomba solo dance?” tanya Taemin. “ne, kau?” “aku juga” jawab Taemin sambil sedikit tersenyum kearah Hye Rim.

 

Hye Rim memperhatikan Taemin dengan seksama, seperti sedang menganalisanya. ‘ia ikut lomba itu juga? Apa ia bisa mengalahkan ku?’ ucap Hye Rim dalam hati.

 

“kenapa kau memperhatikan ku seperti itu?” tanya Taemin saat ia menyadari kalau ia sedang diperhatikan oleh Hye Rim. “kita belum berkenalan” jawab Hye Rim. “Choi Hye Rim imnida” ucap Hye Rim memperkenalkan diri terlebih dahulu. “Lee Taemin imnida” ucap Taemin kemudian lalu mereka pun berjabat tangan satu sama lain.

 

Bis yang mereka tunggu akhirnya datang juga. Di dalam bis, Taemin mengambil tempat di belakang sementara Hye Rim didepan. Selama didalam bis, Taemin memperhatikan punggung Hye Rim, dan selama ia itu juga Taemin merasakan jantungnya berdegup cukup keras.

 

Is this love?

 

*

 

Sejak hari dimana mereka pertama kali bertemu, Taemin berusaha untuk mencari tau segala informasi tentang Hye Rim. Mulai dari keahlian dance Hye Rim sampai dengan kepribadian Hye Rim itu sendiri. Taemin benar-benar telah mabuk cinta saat ini.

 

Suatu hari, Minho menemani Taemin latihan dan menyadari kalau dance Taemin sedikit kurang powerful dari biasanya. Minho pun menjadi penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan Taemin.

 

“Taemin-ah, apakah terjadi sesuatu?” tanya Minho penasaran. “hm? Maksud hyung?” tanya Taemin balik karena merasa bingung dengan pertanyaan Minho. “dance mu tidak seperti biasanya, kali ini kurang powerful, Taemin-ah” jelas Minho. “apakah terjadi sesuatu?” tanya Minho lagi. “tidak serius kok, hyung. Gwenchana” jawab Taemin sambil tersenyum kearah Minho.

 

~

 

Hye Rim sedang berlatih dancenya sendirian ketika tiba-tiba saja Heechul masuk kedalam ruang latihan dan memeluknya dari belakang sehingga membuat Hye Rim agak terkejut. “oppa” ucap Hye Rim kaget. “annyeong Hye Rim-ah” sapa Heechul dengan sedikit tertawa.

 

Hye Rim melepaskan dirinya dari pelukan Heechul lalu langsung mematikan lagunya dan berbalik menatap Heechul dengan tatapan kesal. “tidak bisakah kau melihat aku sedang latihan, oppa?”ucapnya dengan kesal. “kau sudah latihan selama satu setengah jam, Hye Rim-ah” ucap Heechul dengan santai. “lalu? Aku harus beristirahat? Baru satu setengah jam?” ucap Hye Rim lagi dengan kesalnya. Ia pun mengambil tasnya di atas lantai lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan.

 

“kau mau kemana?” tanya Heechul sambil menahan Hye Rim pergi dengan mencengkram tangannya. “aku mau pulang, istirahat. Aku capek” jawab Hye Rim ketus. Ia menarik tangannya dari cengkraman Heechul dan berjalan pergi meninggalkan Heechul dari ruangan tersebut.

 

Hye Rim-ah!

 

*

 

Taemin dan Minho baru saja keluar dari ruangan latihan mereka ketika Hye Rim tiba-tiba saja melintas didepan mereka. Heechul masih mengejar Hye Rim dari belakang. Saat melihat Taemin, Hye Rim langsung memiliki ide untuk menghindari Heechul.

 

“Taemin-ssi” sapa Hye Rim tiba-tiba saja. “oh! Hye Rim-ssi” sapa Taemin dengan sedikit terkejut. “nugu Taemin-ah?” tanya Minho penasaran. “nae chingu” jawab Taemin sambil melihat kearah Hye Rim. “annyeong haseyo Choi Hye Rim imnida” “Choi Minho imnida” ucap mereka berdua sama-sama memperkenalkan diri.

 

Hye Rim tiba-tiba saja merangkul tangan Taemin dan menatap Taemin dengan tatapan manja. “oppa” panggil Hye Rim kearah Taemin. “kita makan sama-sama ya, Minho oppa juga” ucap  Hye Rim dengan manisnya seperti anak kecil. Minho dan Taemin sama-sama terkejut mendengarnya. Namun mereka tidak tau harus menjawab apa selain kata ‘kajja’

 

Heechul memperhatikan Hye Rim dari kejauhan. Hye Rim terlihat dekat dan akrab dengan 2 orang namja yang ia tidak kenal siapa. Ada rasa cemburu yang menggelora dalam dirinya yang membara. Ia menyukai Hye Rim, partner dancenya, sejak lama. Namun Hye Rim sama sekali tidak menyukai Heechul dan hanya menganggapnya sebagai partner dance saja.

 

I’ll make you mine, Hye Rim-ah

 

*

 

Taemin sedang menunggu sendirian di halte bis menunggu bis datang. Tiba-tiba saja Heechul datang menghampirinya dengan beberapa orang namja mengikutinya dari belakang.

 

“apa kau yang bernama Lee Taemin?” tanya Heechul kepada Taemin. Taemin sama sekali belum mengenal Heechul pada saat itu. Terlebih lagi karena Heechul dan kawanannya mengenakan penyamaran sehingga ia tidak bisa dikenali siapapun kecuali kawanannya sendiri. “siapa kau?” tanya Taemin penasaran.

 

“jawab saja pertanyaan ku!” teriak Heechul keras. Taemin yang menyadari bahwa dirinya sedang dalam bahaya langsung melarikan diri dari Heechul.

 

Tangkap dia!

 

~

 

Hye Rim baru saja pulang berbelanja pakaian bertemu dengan Taemin yang sedang berlari. Hye Rim yang merasa penasaran memanggil Taemin dari kejauhan. Taemin pun berlari menghampiri Hye Rim dan menceritakan apa yang terjadi. Hye Rim yang mendengar cerita Taemin, ingin membantu Taemin agar ia bisa terhindar dari bahaya.

 

Heechul dan kawanannya melintas melewati Hye Rim yang sedang berjalan dengan seorang temannya.

 

“Hye Rim-ah!” panggil Heechul. “apa kau melihat Taemin lewat sini?” tanya Heechul. “ani oppa” Hye Rim menggeleng dengan cepat. “jinjja?” tanya Heechul sambil memperhatikan teman Hye Rim yang cantik sekali berdiri di samping Hye Rim. “ne oppa” jawab Hye Rim dengan yakinnya. “arraseo”

 

Heechul pun berlalu dengan kawanannya mengikuti di belakang. Perlahan mereka menghilang di perempatan jalan yang ramai. Hye Rim menghembuskan napasnya merasa lega dapat membantu Taemin.

 

Ya meskipun harus dengan menjadi yeoja sekalipun ^^

 

*

 

Sejak Hye Rim menolong Taemin, hubungan mereka berdua menjadi semakin dekat. Hye Rim jadi mulai menyukai Taemin secara perlahan. Sifat Taemin yang menyenangkan juga manis membuat Hye Rim merasa nyaman berada di dekat Taemin. Berbeda saat bersama Heechul yang sering bertindak semaunya sendiri.

 

Heechul yang menyadari bahwa Taemin telah merebut Hye Rim darinya pun menemui Taemin dan mengajaknya untuk mengobrol secara 4 mata dengan sembunyi-sembunyi.

 

“kau telah merebut Hye Rim dari ku, Taemin-ah” ucap Heechul sambil memandang Taemin kesal. “dan aku tak bisa membiarkan hal itu terus terjadi” tambah Heechul. “tidak kah kau menyadari kalau ia sama sekali tidak menyukai mu, Heechul hyung?” tanya Taemin. “cinta mu hanya bertepuk sebelah tangan, hyung. Menyerahlah” tambah Taemin.

 

Mendengar perkataan Taemin yang berani seperti itu membuat amarah Heechul semakin naik dan hampir mencapai batasnya. Sebenarnya ia ingin sekali menghajar Taemin, tapi ia masih menahan niatnya.

 

“aku dengar kau mengikuti lomba dance solo itu juga ya?” ucap Heechul sambil mengingat informasi yang ia dapatkan dari seorang temannya. “bagaimana kalau kita bersaing secara sehat? Siapa yang menang diantara kita, dia bisa mendekati Hye Rim” ucap Heechul menantang Taemin.

 

“mwo! Jangan menantangku seenaknya, hyung!” protes Taemin yang merasa tidak suka ditantang oleh Heechul. “kenapa? Apa kau takut, Taemin-ah?” ucap Heechul serius menantang Taemin. “siapa bilang aku takut? Aku terima tantanganmu, Kim Heechul!”

 

I don’t care what the consequences are
As long as I can try my best
I will never let you go

 

-Fin-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s