[Part 1] A Happy Ending


Cast :

  • Yang Yoseob
  • Lee HyunAe
  • Lee Jaejin
  • Park Cho-rong

Other Cast :

  • Kwanghee ZE:A
  • Siwan ZE:A
  • Sunhwa Secret
  • Na Eun A Pink
  • Many Hidden Cast

Lets Make A Happy Ending Together

With Our True Love

 

-Memory Cafe-

HyunAe sedang mengelap salah satu meja di cafe tersebut. Sebentar lagi cafe akan ditutup. HyunAe berusaha mengelap secepat mungkin sebelum waktu nya ditutup. Sudah 5 meja yang ia bersihkan, dan ini adalah meja terakhir yang ia bersihkan. Ia membagi tugas membersihkan meja dengan temannya, Sunhwa, agar pekerjaan mereka dapat cepat selesai. Sementara Siwan dan Kwanghee sedang membereskan dapur.

Beginilah aktivitas setiap hari menjelang tutup di Memory Cafe. Kafe tersebut di beri nama ‘Memory Cafe’ karena kafe tersebut memiliki kenangan persahabatan mereka bersama sejak mereka kecil. Impian mereka berempat untuk memiliki kafe bersama pun akhirnya terwujud setelah bekerja keras selama 12 tahun terakhir dan akhirnya kafe tersebut baru saja dibuka 1 bulan yang lalu.

Tring

Suara bel pintu masuk berbunyi. HyunAe yang mendengar suara bel itu langsung menoleh ke arah pintu masuk. Baru saja ia ingin mengusir dengan sopan tamu tersebut, namun bukan tamu yang datang, melainkan namjachingu nya Yoseob.

Yoseob dan HyunAe belum lama berpacaran. Yoseob pertama kali bertemu HyunAe ketika Memory Cafe pertama kali dibuka. Yoseob adalah salah satu pelanggan yang mengunjugi Memory Cafe pada hari pertama. Yoseob dan HyunAe langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Semenjak hari pertama kafe tersebut dibuka, setiap hari Yoseob selalu mampir ke kafe hanya untuk melihat HyunAe meskipun hanya sebentar saja. Yoseob yang merupakan seorang photographer, tidak segan-segan untuk mengabadikan setiap gerak-gerik HyunAe setiap hari. Kira-kira 2 minggu kemudian, Yoseob dengan tekad dan seluruh keberanian menyatakan cintanya kepada HyunAe di tengah keramaian kafe. HyunAe yang ternyata juga menyukai Yoseob langsung mengatakan ‘saranghae’ dan sejak saat itu mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

“sepertinya aku datang diwaktu yang tepat, ne chagi” ucap Yoseob sambil memasukkan kedua tangannya ke kantong celana yang berada di kiri-kanan celananya. “sebentar lagi, oppa. Kau ini tidak bisa sabaran ya” balas HyunAe sambil mengangkat keranjang peralatannya. “kau duduklah dahulu, Yoseob oppa. Aku akan segera kembali” tambah HyunAe mempersilahkan Yoseob duduk disalah satu kursi di kafe lalu ia pun pergi ke dalam untuk menaruh keranjang peralatannya dan juga mengambil tasnya.

Kwanghee dan Siwan baru saja selesai dengan pekerjaannya. Mereka pun keluar dari dapur tak lama kemudian. Melihat Yoseob sedang duduk sendirian sambil melihat pemandangan di luar kafe, mereka pun menghampirinya lalu mengambil tempat duduk didekat Yoseob.

“tumben melamun, huh? Tidak membawa kameramu, Yoseob-ah?” tanya Siwan yang melihat Yoseob datang tanpa kamera yang biasa menggantung dilehernya. “filmku habis dan aku lupa membeli yang baru, hyung. Jadi tidak ku bawa kameraku” jawab Yoseob. “kau sering memfoto HyunAe sih, jadi cepat habis deh. Kenapa kau tidak foto aku saja” ucap Kwanghee sambil bergaya. “aigoo…hyung” ucap Siwan sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah hyungnya yang tak jelas seperti itu, sementar Yoseob hanya tertawa melihat tingkah hyung-dongsaeng yang berada di depannya pada saat itu.

~

“kau enak ya, HyunAe-ya. Sudah punya namja chingu, yang baik, tampan pula. Aku jadi iri” ucap Sunhwa kepada HyunAe saat mereka berada diruangan yang terdapat loker untuk menyimpan barang mereka. HyunAe tersenyum mendengar perkataan Sunhwa. “ah, kau ini ada-ada saja, Sunhwa onnie” balas HyunAe.

“bukankah kau sudah memiliki Kwanghee oppa?” tanya HyunAe. Pertanyaan HyunAe membuat Sunhwa terkejut mendengarnya. “darimana kau tau mengenai hal itu, huh?” tanya Sunhwa balik. “aku tak sengaja melihat kalian sedang jalan berduan ketika aku pulang kuliah, onnie” jawab HyunAe.

“apa Siwan oppa tau?” tanya Sunhwa lagi. “ani, waeyo?” tanya HyunAe balik. Sunhwa terlihat lega. “ah…kau licik onnie” ujar HyunAe tak lama kemudian. Mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh HyunAe, Sunhwa hanya bisa berpura-pura tertawa mendengarnya. “ini hanya rahasia kita saja, arraseo?” “ne onnie, naega arraseo” jawab HyunAe sambil seraya tertawa.

*

Siwan menggembok pintu masuk dengan rantai dan gembok besi dan menguncinya agar kafe mereka aman pada saat malam hari. Selesai mengunci kafe, ia pun menepuk-nepuk kedua tangannya secara berbarengan sambil berjalan kearah Kwanghee, Sunhwa, HyunAe dan Yoseob yang sedang menunggunya.

Setelah mengucapkan ‘annyong’ kepada satu sama lain, mereka pun berpisah untuk pulang kerumah mereka. Sunhwa pulang dengan Siwan dan Kwanghee karena Kwanghee membawa mobil sehingga mereka pulang bersama-sama dan Yoseob mengantarkan HyunAe pulang dengan motornya.

~

“kau belum membeli film untuk kamera mu, oppa?” tanya HyunAe kepada Yoseob yang sedang menyalahkan motornya. “aku agak sibuk hari ini, HyunAe-nie, mungkin besok baru ku beli” jawab Yoseob. “oh~”

“tumben sekali kau menanyakan kameraku? Apa ada sesuatu yang penting?” tanya Yoseob merasa curiga dengan pertanyaan HyunAe sebelumnya. “waeyo? Apakah salah bila menanyakan kamera kesayanganmu, huh?” tanya HyunAe balik.

“ah~ ya sudah pakai helm mu” ucap Yoseob sambil memberikan HyunAe helm untuk ia pakai. Yoseob menaiki motornya, memakai helm dan langsung menyalahkan motornya, HyunAe pun langsung  naik dan duduk dibelakang Yoseob. “jangan ngebut, oppa” ujar HyunAe mengingat kan sebelum mereka berangkat. “arraseo” jawab Yoseob.

“kajja” ucap Yoseob lalu ia pun langsung menancap gas dengan kencang dan membuat HyunAe memeluknya dari belakang. Motor yang mereka kendaraipun melaju pesat di jalan raya. ‘kalau kita sudah sampai ditujuan, akan ku marahi kau’ gumam HyunAe kesal karena Yoseob melupakan perkataan HyunAe untuk tidak ngebut dijalanan. Sementara Yoseob malah senyam-senyum sendiri karena HyunAe memeluknya dari belakang.

Jalanan dimalam itu tidak ramai, atau bisa dibilang sepi. Tidak ada satu kendaraan yang melintas di jalan yang mereka lalui pada saat itu. Melihat jalanan yang mendekati kosong itu, Yoseob pun langsung menambahkan kecepatan motornya, sehingga melesat lebih kencang lagi. Merasa semakin cepat, HyunAe mulai merasa khawatir. Perasaannya tiba-tiba saja mulai tidak enak.

“oppa” panggil HyunAe berharap Yoseob dapat mendengar panggilannya sehingga HyunAe dapat memberitau Yoseob untuk menurunkan kecepatan motornya. Namun Yoseob tidak mendengar panggilan HyunAe sehingga usahanya sia-sia saja.

Pada saat itu juga, sebuah truk melintas dari arah timur ke barat. Yoseob yang melaju dengan kecepatan tinggi dari utara ke selatan berusaha menginjak remnya secepat mungkin namun Yoseob kurang cepat bertindak sehingga terjadi tabrakan disana. HyunAe terlempar cukup jauh dan kepalanya membentur tanah cukup keras, meskipun sudah memakai helm namun aliran darah yang mengalir cukup banyak masih tak dapat terhindarkan lagi. Yoseob pun juga terlempar dan menghantam tanah cukup keras, malangnya ia tertimpa motor miliknya sehingga luka yang dialami Yoseob lebih parah dari HyunAe.

Supir dari truk yang ditabrak itu pun langsung turun dari truk tanpa menjalankan truk dari posisinya. Ia langsung memindahkan motor yang menimpah Yoseob ke pinggir jalan dan berteriak meminta tolong sekitarnya untuk membantunya membawa Yoseob dan HyunAe ke rumah sakit dengan segera.

*

-HyunAe’s House-

Narsha sedang merapikan perlatan makan didapur setelah dipakai untuk makan malam. Taemin pergi membaca komik di ruang tamu dahulu sehabis makan malam. Narsha menengok ke arah jam dinding berbentuk kue pie yang terpasang didinding, waktu sudah menunjukkan jam 10 malam.

“kemana HyunAe? Kenapa ia masih belum pulang juga?” gumam Narsha bertanya-tanya sambil memasukkan gelas kedalam lemari atas. Pada saat ia akan memasukkan gelas terakhir,tiba-tiba saja terdengar suara telepon berdering dari arah ruang tamu dan membuat Narsha tak sengaja melepaskan gelas tersebut dari tangannya sehingga gelas itu pun jatuh dan pecah seketika.

Narsha pun langsung memunguti pecahan besar gelas tersebut dan menaruhnya diatas counter dan langsung menyapu serpihan gelas tersebut. Suara telepon sudah tak terdengar lagi karena Taemin yang langsnug mengangkat telepon tersebut.

“eomma! Eomma!” teriak Taemin sambil berlari kearah dapur dengan cepat, dari wajahnya ia terlihat panik sekali. “jangan lari-lari didalam rumah, Taemin-ah” ujar Narsha menasehati Taemin. “jangan mendekat dulu, aku sedang membersihkan serpihan gelas” tambah Narsha.

“HyunAe-ah dan Yoseob hyung mengalami kecelakaan, eomma” ucap Taemin memberitau Narsha dengan cepat. “mworago!?” Narsha terkejut mendengar perkataan Taemin mengenai HyunAe dan Yoseob ketika itu juga.

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s