[2nd] Time To Love


Cast :

  • Choi Minho
  • Kim Kyu-Ra
  • Many Hidden Cast

*

Ini tak seperti yang aku harapkan sebelumnya

 

Rumah itu kosong. Sudah tak berpenghuni lagi saat ini. Keluarga Kim sudah pindah beberapa hari yang lalu. Minho berusaha bertanya kepada tetangga sekitar kemana keluarga itu pergi namun tak ada yang tau kemana mereka pergi.

Ia sudah menekan nomor Kibum di handphone nya berkali-kali namun masih tak ada jawaban dari Kibum. Tadi nya ia ingin menelpon langsung ke KyuRa, namun ternyata tidak ada nomor KyuRa dalam kontaknya.

Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja seperti ini?

 

~

Kita akan pindah ke Jepang, KyuRa-ya

 

Perkataan Kibum oppa padaku itu langsung membuat dadaku sesak. “kenapa kita harus pindah kesana oppa? Bukankah kita sudah merasa nyaman disini? Kenapa kita harus pindah?” tanya KyuRa. “eomma dan appa menyuruh kita pindah kesana, KyuRa-ya. Ia telah mengirimkan tiket pesawat” jawab Kibum sambil menunjukkan 2 buah lembar tiket pesawat menuju Tokyo, Jepang.

“dan kita akan berangkat besok siang” tambahnya lagi. “aku tidak mau. Kau pergi saja sendiri, oppa” sahut KyuRa menolak dengan keras. “Ya! Mana bisa aku pergi sendiri dan meninggalkan mu sendirian disini. Lagipula, eomma dan appa bisa memarahiku habis-habisan kalau aku melakukan itu!”  ucap Kibum. “pokoknya kau harus ikut denganku!”

Tidak! Aku tidak mau!

 

~

Sepertinya percuma saja melawannya

 

KyuRa berdebat semalaman dengan Kibum tapi tetap saja KyuRa kalah berdebat dengan Kibum. “ia sama dengan eomma. Susah untuk dibantah” ucap KyuRa sambil melemparkan seluruh bajunya keatas ranjang secara asal. Ia malas untuk merapikan bajunya.

“padahal aku baru saja bisa lebih dekat dengan Minho oppa…” ucap KyuRa sambil menghela napasnya. “kenapa! Kenapa! Kenapa!” teriak KyuRa sebal sambil melempar baju lainnya dari dalam lemari keatas ranjang. Tiba-tiba saja Kibum masuk kedalam kamarnya dan shock dengan kamar KyuRa yang berantakan dengan bajunya saat itu.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” teriak Kibum. “beginikah caramu merapikan baju? Kau ini yeoja! Masa merapikan baju seperti ini!” tambah Kibum lagi dengan berteriak. “nanti akan ku rapikan setelah aku mengeluarkan semuanya” jawab KyuRa dengan berteriak.

Blam!

Kibum menutup pintu kamar KyuRa dengan membantingnya. “kasar sekali” gumam KyuRa pelan agar Kibum tidak bisa memarahinya karena membicarakannya dibelakang.

~

KyuRa merebahkan dirinya keatas ranjang, diatas tumpukan baju yang masih berserakan diatas ranjangnya itu. Memikirkan hubungannya dengan Minho nantinya.

Kenapa tiba-tiba harus terjadi seperti ini? Aku tak bisa meninggalkan nya saat ini. Kami baru saja mulai. Aku belum siap dengan hal seperti ini. Aku belum siap.

 

Why my first love is like this? I’m hurt~

 

*

Mungkin hanya beberapa hari

 

Minho selalu melewati rumah KyuRa setiap hari. Duduk di depan pintu rumah KyuRa berharap KyuRa akan membuka pintu dan mengajaknya masuk kedalam. Namun semua itu hanya khayalan saja. Rumah itu masih saja kosong tak berpenghuni.

Waktu berlalu dengan cepat seiring dengan hembusan angin sepoi yang bertiup dengan pelan. Sudah satu bulan lamanya Minho menunggu KyuRa. Entah itu di rumahnya ataupun dilapangan basket tempat biasanya mereka bertemu. Minho juga sudah lama tak melihat Kibum bermain basket di lapangan itu lagi.

Minho bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Mengapa tiba-tiba bisa menjadi seperti ini? Bukankah cinta pertama itu seharusnya adalah sesuatu yang indah.

 

Sambil memutar lagu favorit nya dan juga KyuRa. Ia bermain sendirian dilapangan basket itu. Meskipun mendengar lagu ini membuat lukanya semakin dalam, namun ia tak bisa melupakan KyuRa. Yeoja yang membuatnya merasakan indah dan manis nya cinta kini telah membuatnya juga merasakan luka pada saat yang bersamaan.

Argh

Minho membanting bola basket yang ia pegang dan membuat bola itu melambung cukup tinggi.

Semoga ia cepat kembali

 

*

“nomorku tak bisa kugunakan disini, bagaimana aku memberitaunya?” ucap Kibum sambil memperhatikan handphone nya sejenak lalu melemparnya keatas sofa. “nugu?” tanya KyuRa penasaran. “Minho. Seharusnya sesampainya kita sampai disini aku langsung menelponnya. Aish…” ucap Kibum kesal pada dirinya sendiri.

“ah!” Kibum tiba-tiba teringat akan sesuatu. “KyuRa-ya~ boleh aku pinjam handphone mu sebentar?” ucap Kibum kepada KyuRa. Kibum ingat kalau KyuRa baru saja membeli nomor baru untuk ia gunakan di Jepang sedangkan Kibum belum. “hm…baiklah” ucap KyuRa setelah berpikir sejenak lalu memberikan handphonenya kepada Kibum.

Dengan cepat, Kibum mengetik nomor Minho dan langsung menelponnya. Namun tak ada jawaban dari Minho. “apa ia mengganti nomornya?” gumam Kibum sambil melihat kearah layar handphone KyuRa. “hm? Waeyo, oppa?” tanya KyuRa heran melihat Kibum yang saat ini kebingungan.

“aku tak bisa menghubungi Minho. Apa ia mengganti nomornya ya?” tanya Kibum kepada KyuRa. KyuRa hanya bisa mengangkat pundaknya, tanda tak tau. “apa ia sengaja mengganti nomornya? Ah tidak mungkin. Itu tidak seperti dirinya” ucap Kibum. “mungkin handphone nya sedang tak aktif saat ini, oppa” ujar KyuRa. “hm…mungkin saja” Kibum mengangguk pelan. “baiklah akan kutelpon lainkali saja” ucap Kibum sambil beranjak dari sofa.

Pasti dia akan lupa lagi -.-“

 

*

-Minho POV-

Aku malas mengaktifkan nomor ku selama beberapa minggu ini dan menyibukkan diriku dengan berbagai aktifitas di universitas serta klub agar aku dapat melupakan tentangnya secara perlahan.

Setelah beberapa minggu berakhir, aku pun kembali mengaktifkan kembali nomorku. Baru saja menyalah namun sudah terdapat banyak sekali pesan yang masuk. Mulai dari Lee Taemin, teman sekelasku, sampai hyung ku Choi Siwon. Aku pun membalas semua pesan mereka sambil menambahkan kata ‘mianhamnida’ pada awal pesan di setiap pesan yang aku balas ke mereka.

Namun aku terdiam saat membaca sebuah pesan dengan bahasa jepang lalu ada nama Kibum di akhir pesannya.

Maaf aku tidak memberitaumu kalau kami pindah ke Jepang, Minho-ya. Aku dan KyuRa berangkat secara mendadak sehingga tidak sempat memberitaumu hari itu. Orang tua kami mengirimkan tiket untuk ke Jepang dan menyuruh kami pulang secara mendadak. Benar-benar konyol rasanya.

 

Aku harap kau tidak marah pada aku apalagi kepada KyuRa. Karena ini semua bukanlah kesalahannya, Minho-ya

 

Kibum

 

~

-Author POV-

Minho pun melempar handphone nya keatas ranjang lalu merebahkan dirinya keatas ranjang. Pikirannya kacau setelah mendapatkan pesan dari Kibum tersebut. Apa yang harus ia lakukan? Menunggu KyuRa hingga ia kembali atau mengakhiri perasaannya kepada KyuRa?

“argh” Minho memegangi kepalanya yang terasa pusing.

Menunggu ataukah mengakhirinya saja?

 

*

3 bulan kemudian, KyuRa kembali ke Korea tanpa sepengetahuan Kibum atau pun kedua orang taunya. Bisa dibilang kalau KyuRa kabur dari rumahnya. Selama 3 bulan terakhir ia tidak bisa melupakan Minho. Hampir setiap hari pikirannya kacau, ia tidak bisa berhenti memikirkan Minho. Rasa bersalah akan meninggalkan Minho begitu saja terasa begitu berat dari dalam lubuk KyuRa yang paling dalam.

KyuRa pergi mengunjungi temannya, HyunAe, untuk sementara menginap di tempatnya sampai ia menemukan tempat tinggal atau sampai kembali ke Jepang. KyuRa tidak mengatakan alasan sebenarnya kenapa ia menghilang dan kembali secara diam-diam kepada HyunAe Meskipun begitu, HyunAe juga tidak menanyakan lebih lanjut tentang hal itu.

“kau ingat dengan namja yang bernama Minho itu? Apa kau suka melihatnya masih bermain di lapangan basket, HyunAe-ya?” tanya KyuRa penasaran. “Minho? Ah maksudmu yang sering bermain dengan oppa mu itu ya” ucap HyunAe berusaha mengingat siapa Minho. KyuRa mengangguk mengiyakan. “sudah 2 minggu yang lalu, ia tidak terlihat lagi di lapangan itu, mungkin sibuk dengan kuliahnya” jawab HyunAe.

“oh…” ucap KyuRa sambil seraya mengangguk. “waeyo?”tanya HyunAe penasaran. “hm ani, gwenchanayo” jawab KyuRa sambil berusaha tersenyum kepada HyunAe.

*

KyuRa berjalan-jalan disekitar area perumahan. Ia mengunjungi lapangan basket yang biasanya KyuRa kunjungi ketika menemani Kibum dan melihat Minho bermain basket secara bersama-sama. Lapangan yang menjadi saksi pertemuan antara dirinya dengan Minho.

Ia berjalan melewati kedai eskrim, tempat dimana Minho mengajaknya untuk mengobrol secara dekat dan juga untuk pertama kalinya ia dapat dekat dengan Minho. Mengingat hal itu membuat hati KyuRa merasa sedikit sakit. Bagaimana bisa ia meninggalkan kisah cinta pertamanya begitu saja?

Ia melewati jalan yang sering ia lewati ketika akan pulang kerumah. Ia melewati rumahnya yang saat ini kosong tak berpenghuni, bermaksud untuk mengunjungi Minho yang letak rumahnya tak jauh dari rumahnya.

Namun ketika ia sudah berada didepan rumah Minho, suasana rumah tersebut sepi dan sunyi. Sudah tak ada orang lagi yang tinggal di rumah itu. Pikiran KyuRa langsung tak menentu saat ini. Kemanakah Minho pindah? Kenapa hal seperti ini harus terjadi?

Perlahan KyuRa menitikkan air matanya karena sudah tak terbendung lagi. Dua buah sungai kecil mengalir membasahi pipinya. Ia melihat sekelilingnya pada saat itu. Untung pada saat itu tidak ada orang yang lewat, sehingga tidak ada yang memperhatikannya saat itu.

 

Oppa…niga eoddigaseoyo?

 

Oppa…

 

-TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s