[1st] Time To Love


Cast :

  • Choi Minho
  • Kim Kyu-Ra

 

Genre : Romance

-Author Pov-

 

Cuaca hari itu sangat bagus, matahari yang bersahabat, terlihatnya beberapa awan serta angin sepoi membuat hari itu begitu nyaman dari pada biasanya. Membuat beberapa orang memutuskan untuk berolahraga atau sekedar bersantai saja.

 

Dug dug dug

 

Suara bola basket yang sedang di dribble dengan begitu cepat terdengar dari arah sebuah lapangan basket yang saat ini telah ramai di sekelilingnya. Pertandingan 5 lawan 5 rupanya. Ada yang menonton karena tertarik dengan pertandingannya ada juga yang tertarik karena pemainnya.

 

Salah satunya adalah KyuRa. Ia datang menonton pertandingan hari itu untuk menyaksikan oppanya, Kim Kibum, bertanding basket. Meskipun Kibum tak jago bermani basket, tapi ia tetap saja ikut bertanding hari ini. KyuRa hanya bisa menggeleng mendengar alasan oppanya kalau ia suka dengan basket. Lalu kenapa ia tak mempelajarinya lebih dalam saja?

 

~

 

“KyuRa-ya, sepertinya keahlian oppamu itu sudah berkembang pesat, ne?” ucap seorang namja yang ternyata sejak tadi telah berdiri disebelah kirinya. “ah, ne~” jawab KyuRa singkat. Jujur, KyuRa sama sekali tidak mengenal namja disampingnya itu. KyuRa berpikir kalau namja itu adalah teman oppanya yang ia tidak ketahui.

 

Kibum hampir tak pernah menceritakan siapa saja temannya pada yeodongsaengnya itu. Sehingga KyuRa tidak tau siapa saja teman Kibum, dengan siapa ia pergi setiap atau kemana ia pergi jalan setiap harinya. Benar-benar seorang oppa yang misterius.

 

“mian apa kau teman oppaku?” tanya KyuRa dengan berani. “ah~ ne, naneun Choi Minho imnida” ujar namja yang bernama Minho itu memperkenalkan diri. “naneun KyuRa imnida” ucap KyuRa memperkenalkan dirinya kepada Minho.

 

“KyuRa-ya awas bola!” teriak Kibum sambil berlari kearah bola basket yang melesat dengan cepat kearah KyuRa. “kya~” teriak KyuRa sambil menutup matanya karena ia yakin bola itu akan menghantam wajahnya dengan keras.

 

Plak!

 

“ini!” teriak Minho sambil melempar bola basket kearah Kibum. KyuRa pun membuka matanya perlahan. Bola basket yang tadi melayang kearahnya telah berada ditangan Kibum saat ini di tengah lapangan. ‘apa yang terjadi?’ tanyanya dalam hati. Karena menutup matanya tadi, ia tak tau apa yang baru saja terjadi.

 

“hampir saja” ucap Minho sambil menghela napasnya. “huh?” ucap KyuRa yang malah kebingungan. “apa yang kau lakukan?” tanyanya. “membantumu agar tidak terkena bola itu” ucap Minho. “ah~ kamsahamnida Minho-ssi” ucap KyuRa sambil seraya membungkuk. “panggil aku dengan sebutan oppa saja, KyuRa-ya. Aku ini kan teman oppamu” ujar Minho sambil tak melepaskan pandangannya ke arah lapangan basket itu.

 

Arraseo Minho oppa

 

*

 

Sejak saat itu, hampir setiap minggu, KyuRa selalu memani Kibum ke lapangan itu hanya untuk bertemu dengan Minho. KyuRa menyukai Minho. Tapi meskipun begitu tidak ada yang tau perasaan Minho terhadap KyuRa. Kibum bahkan tidak tau apapun mengenai perasaan Minho terhadap KyuRa meskipun ia tau kalau yeodongsaengnya menyukai Minho.

 

“Minho-ya. Ayo main” ajak Kibum dengan berteriak dari arah lapangan. “o~” teriak Minho balik. “aku kesana dulu ya” ucapnya pada KyuRa lalu berlari ketengah lapangan untuk ikut bermain dengan Kibum dan juga yang lainnya.

 

KyuRa pun mengangguk kearah Minho pada saat Minho tersenyum padanya sambil berlari menuju Kibum dan yang lainnya. Tak lama kemudian, Minho telah menghilang dibalik kumpulan namja di tengah lapangan untuk membagi kelompok.

 

Saat kelompok besar itu terpecah menjadi 2, KyuRa melihat kalau Kibum dan Minho berada didalam kelompok yang sama. Itu membuat KyuRa lega. Karena kalau mereka dalam dua kelompok yang berbeda, bagaimana caranya ia menyemangati Kibum dan Minho sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

 

“Kibum oppa, Minho oppa Fighting!!!” teriak KyuRa dari pinggir lapangan. “ne” sahut Kibum sambil melambaikan tangan sementara Minho hanya tersenyum kearah KyuRa. Serasa tersengat listrik berkekuatan kecil, hatinya terlonjak bahagia. Senyuman yang dapat mengalihkan dunia KyuRa untuk beberapa menit. Membuat ia berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

 

Aigoo…aku harus membawa tabung oksigen lain kali.

 

*

 

Hari menjelang sore, KyuRa pulang lebih dulu daripada Kibum untuk memasak makan malam. Saat ia baru berjalan beberapa langkah saja, tiba-tiba saja Minho sudah memanggilnya dari belakang.

 

“KyuRa-ya!” teriak Minho sambil berlari sekuat tenaga mendekati KyuRa. “ah~ oppa. waeyo?” tanya KyuRa kepada Minho yang sedang mengatur nafasnya perlahan. “kuantar kau pulang ya?” tanya Minho langsung kepada KyuRa dan membuatnya kaget seketika. “bukankah kau sedang bermain disana dengan Kibum oppa? kenapa tiba-tiba..” “aku harus membantu eomma dirumah. Rumah kita searah kok, bagaimana?” Minho menyela dengan cepat dan bertanya kepada KyuRa.

 

‘apa ini adalah sebuah kesempatan yang Tuhan berikan kepadaku agar bisa lebih dekat lagi dengan dia?’

 

“jadi?” tanya Minho mengulang pertanyaan nya kembali kepada KyuRa. “ok” jawab KyuRa disertai dengan anggukan kepala. “kajja” ajak Minho sambil menggandeng tangan KyuRa dan mengajaknya berlari.

 

Apakah ini awal dari semuanya?

 

*

 

Apakah semua ini hanya mimpi?

 

Kata-kata itu terlintas di dalam benak KyuRa dengan cepat ketika Minho mengajak KyuRa ke sebuah cafe yang jaraknya tak jauh dari lapangan. Mereka membeli semangkuk besar eskrim dan memakannya bersama.

 

KyuRa berusaha agar tetap tenang. Meskipun ia yakin saat ini kedua pipinya saat ini telah berwarna merah seiring dengan masuknya eskrim kedalam mulutnya. Ini pertama kalinya ia makan dengan seorang namja selain dengan oppanya sendiri. Bahkan Kibum saja jarang makan dirumah sehingga KyuRa harus makan sendiri pada akhirnya.

 

Dinginnya eskrim serta AC diruangan itu tak dapat membuat KyuRa merasa dingin. Seluruh tubuhnya terasa panas. ‘inikah rasanya jatuh cinta?’

 

*

 

-Minho Pov-

 

Apakah ini awal yang bagus?

 

Aku memakan eskrimnya perlahan sambil memandangi wajah KyuRa yang terlihat semu merah. Sepertinya ia terlihat malu akan sesuatu. Apakah ini awal yang bagus bagi kami?

 

Kami hanya terdiam sambil menikmati eskrim kami. Apa yang harus kukatakan padanya? Aku harus memulai pembicaraan sebelum eskrim ini habis tentunya. Atau semua ini hanya akan menjadi sia-sia saja.

 

Tapi apa yang harus aku katakan padanya?

 

*

 

-Author Pov-

 

“hm? KyuRa-ya dibibirmu” ucap Minho tiba-tiba saja sambil menunjuk ke arah bibir KyuRa yang sedikit belepotan eskrim. KyuRa langsung mengambil selembar tissue disampingnya dan melap bagian yang ditunjuk Minho tadi.

 

“otte?” tanya KyuRa kepada Minho. “hm…sini” Minho pun beranjak dari kursinya dan melap eskrim yang berada didekat bibir KyuRa dengan tangannya sendiri.  Ketika jari Minho menyentuh pipinya, KyuRa langsung merasa panas seketika. Ia merasa kalau pipinya panas saat ini. ‘semoga saja ia tak menyadarinya’ ucap KyuRa dalam hatinya.

 

~

 

-Minho Pov-

 

Aku tertawa dalam hati pada saat melihatnya makan eskrim yang kami pesan itu. Benar-benar lucu seperti layaknya anak kecil. Ia juga terlihat manis dan terlihat polos pada saat ini.

 

“hm? KyuRa-ya dibibirmu” ucapku sambil menunjuk ke arah bibir KyuRa yang sedikit belepotan eskrim. KyuRa langsung mengambil selembar tissue disampingnya dan melap bagian yang kutunjuk tadi. Namun eskrim itu masih menempel disana.

 

“otte?” tanya KyuRa kepada ku. “hm…sini” aku pun beranjak dari kursi dan melap eskrim yang berada didekat bibir KyuRa dengan tanganku sendiri. Dengan jari jempol dari tangan kanan ku, aku menghapus eskrim yang berada didekat bibirnya. Dan secara tak sengaja, jari ku mengenai bibirnya mungil itu. Benar-benar lembut. Telapak tanganku yang bersentuhan dengan pipinya, pipinya terasa halus.

 

Sepertinya detak jantungku berdetak terlalu cepat kali ini.

 

*

 

-Author Pov-

 

Setelah mereka makan eskrim mereka memutuskan untuk berjalan santai menuju kearah rumah mereka. Pada saat KyuRa sedang mengayunkan kedua tangannya dengan santai, tiba-tiba saja Minho meraih tangan kanan KyuRa dan menggandengnya. Hati KyuRa langsung berdetak dengan cepat

 

Pada saat KyuRa melirik kearah Minho. Minho terlihat malah melihat kearah lain. Minho sengaja tidak melihat kearah KyuRa langsung karena saat ini ia tidak dapat berhenti tersenyum saat ini. Ia terlalu senang saat ini. Tapi ia masih memiliki suatu pertanyaan dalam benaknya.

 

Bagaimana caranya aku mengatakan ini kepadanya?

 

*

 

KyuRa sudah sampai didepan rumahnya. Minho mengatakan pada KyuRa kalau ternyata rumah mereka hanya di pisah oleh 4 rumah saja. “karena rumah kita dekat seperti ini, kita dapat bertemu setiap hari bukan?” ucap Minho kepada KyuRa sambil melepaskan genggaman tangannya perlahan.

 

“annyong, KyuRa-nie” ucap Minho sambil melambaikan tangannya kepada KyuRa dan berjalan pergi.

 

Saranghae

 

Angin berhembus sepoi dari timur ke barat. Suasana tiba-tiba saja berubah menjadi hangat seketika. Hangat. Itulah yang KyuRa rasakan saat ini. Namun rasa itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah ketakutan dalam dirinya.

 

Apakah kami masih dapat sering bertemu kelak?

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s