[Part 5] Love at War


Cast :

  • Lee Donghae
  • Song HyoHoon
  • Song Qian -> F(X) Victoria
  • Lee Jinki
  • DBSK Changmin
  • Choi Minho
  • Lee Taemin
  • SJ Member
  • SNSD Member

*

Di tengah dingin dan gelapnya hutan, terlihat sebuah api unggun diantara pepohonan yang tinggi serta rindang. Didekat perapian itu, terlihat seorang namja tengah duduk disebuah gelondongan kayu yang berada didekat sana. Ia sedang menghangatkan dirinya dari udara malam yang dingin pada saat itu.

Ia mengambil sebuah pistol berwarna hitam dari saku celananya dan memainkan nya dengan tangan kanannya.

Tiba-tiba saja ia menatap langit malam pada saat itu. Di antara bintang-bintang yang berada dilangit malam itu, terlihat sebuah bintang yang bersinar lebih terang dari pada bintang lainnya. Melihat bintang itu, tiba-tiba saja ia jadi teringat akan seseorang. Yang mungkin saat ini tengah bersedih karena mengkhawatirkan keadaannya.

Ia menghela napasnya panjang. Sebenarnya ia ingin saja bertemu dengan orang itu. Namun keadaan yang sedang ia alami saat ini tak memungkinkannya untuk menemuinya.

Srek Srek

Menyadari keanehan di sekitarnya, ia lekas berdiri dan buru-buru mematikan api unggun yang menyalah. Ia pun mengambil pistolnya dan berubah menjadi posisi siaga. Matanya pun melirik kesana kemari, memperhatikan sekitarnya secara seksama. Ia berjalan mundur secara perlahan dan berhati-hati sambil memegang pistolnya tepat didepannya.

“Jangan bergerak” teriak seorang tentara yang tiba-tiba saja muncul dari balik semak-semak. Dibelakang tentara itu juga terlihat beberapa anak buah, dengan cepat Donghae berlari cepat kebelakang. Masuk kedalam hutan tanpa membawa senter atau semacamnya. Rombongan tentara mengejarnya masuk kedalam hutan dengan membawa senter sambil berteriak “Berhenti. Jangan lari. Kau sudah kami kepung”

Tapi tetap saja, mereka tak bisa menangkap Donghae yang dengan cepat bersembunyi diatas pepohonan yang lebat bagaikan ninja. Para tentara itu melewati pohon yang dinaikki Donghae begitu saja tanpa melihat keatas pohon. Tapi seorang tentara yang tertinggal dibelakang tiba-tiba saja melihat keatas pepohonan dan melihat Donghae yang bersembunyi disana.

“Ya! Aku menemukan dia. Dia diatas pohon” teriak tentara itu. Segera saja Donghae melompat turun sambil mengeluarkan sebuah pisau kecil dari saku celananya dan langsung menghabisi tentara yang berteriak itu lalu ia menghilang entah kemana meninggalkan tubuh tentara yang tak bernyawa itu.

Rombongan tentara itu berbalik untuk memenuhi panggilan teriakan tadi. Melihat salah satu dari mereka sudah tak bernyawa. Pimpinan mereka, Leeteuk, langsung memerintahkan yang lainnya untuk menyisir hutan itu sampai mereka mendapatkan Donghae hidup-hidup. Sementara Leeteuk dan seorang lagi membawa jasad itu kembali ke markas mereka.

*

“bagaimana perkembangannya Leetuk-ssi?” tanya seorang yeoja kepada Leeteuk dalam sebuah pertemuan 4 mata di sebuah ruang pertemuan. “semalam salah satu tentara kami mendapat serangan dari Donghae saat mengejarnya. Nyawanya tak dapat kami tolong lagi” jelas Leeteuk.

“tak pernah kusangka, ia telah mengkhianati kita. Bahkan ia menolong pihak musuh saat kita menyerang tenda darurat beberapa waktu lalu” ucap yeoja itu lagi. “apa yang harus kita lakukan sekarang, Song Qian-ssi?” tanya Leeteuk pada yeoja yang bernama Song Qian itu. Yeoja keturunan China yang menjadi pimpinan wilayah timur dalam perang kali ini.

“aku harap kalian bisa membawanya pulang kembali, Leeteuk-ssi” jawab Song Qian singkat. “kau boleh pergi sekarang” tambahnya. Setelah memberi hormat singkat, Leeteuk langsung pergi meninggalkan ruangan itu.

Song Qian melihat keluar jendela. Terlihat para tentara sedang latihan berbaris dan sebagainya. “Donghae-ssi, tidakkah kau merasa bersalah sedikitpun?” gumamnya pelan sambil masih memperhatikan para tentara yang sedang menjalani latihan itu.

*

“bagaimana situasi saat ini, Minho-ssi?” tanya seorang namja kepada Minho dalam sebuah pertemuan 4 mata di sebuah ruag pertemuan. “sektor B, C, dan D sudah berhasil diduduki pihak musuh dan hanya tersisa sektor A dan juga markas, Changmin-ssi” jawab Minho.

“MWO!!! CEPAT ADAKAN RAPAT SEKARANG JUGA. BAGAIMANAPUN JUGA MEREKA HARUS KITA USIR, MINHO-SSI” ujar Changmin. “a..araseo” dengan cepat Minho berlari pergi untuk melaksanakan tugas dari Changmin. Changmin menggebrak meja didalam ruangan itu dengan kesalnya.

‘apa sebenarnya yang mereka inginkan? Perluasan wilayahkah? Atau ada sesuatu yang lain? Aish…jinjjayo!!!’

 

~

Beberapa menit kemudian, rapat dadakan langsung diadakan secara rahasia.

“kamsahamnida kalian semua telah hadir ditempat ini” ucap Changmin membuka rapat. “kita semua tau bahwa pihak dari timur telah menyerang wilayah kita, hingga sekarang hanya tersisa sektor A dan juga markas ini. Oleh karena itu kita harus segera menemukan cara untuk mengusir mereka semua dari wilayah kita”

“bagaimana dengan masalah penyusup di wilayah kita ini, Changmin-ssi? Apakah ia sudah ditangkap?” sela seorang pimpinan, Yunho. “sampai saat ini masih dalam tahap pencarian. Kami mendapat laporan, kalau semalam ia membunuh seorang rekannya pada saat pihaknya mencari keberadaannya” jawab Changmin.

“sebenarnya, dia itu ada dipihak siapa sih?” ujar seorang pimpinan lainnya, Taeyeon. “dia membunuh rekannya sendiri. Apa sebenarnya yang ia inginkan? Mengenai masalah penyusup ini juga, apa ia benar-benar menyusup atau hanya sekedar…”

“menurut informasi yang diterima, ia telah jatuh cinta pada seorang suster dari pihak kita, yang dulu pernah merawatnya. Apa ini benar?” sela pimpinan tim medis, Hyoyeon. “aku kenal dengan suster yang merawatnya, ia tinggal di sektor A, mungkin kita bisa mendapat informasi mengenai orang itu dari nya” jawab Minho.

Brak

“masalah penyusup ini lebih baik kita tinggalkan dulu, sekarang kita harus mencari cara untuk merebut kembali sektor B, C, dan D yang telah diambil pihak musuh saat ini” ujar Changmin sambil beranjak dari tempat nya duduk serta menggebrak meja. Suasana rapat pun menjadi sunyi seketika.

“dengan jumlah kita saat ini, rasanya tak mungkin untuk menyerang mereka” ujar Minho sambil melihat data statistik jumlah tentara yang berada ditangannya. “kalau begitu, kita akan merekrut tentara dari kepolisian” Yunho memberi solusi. “Minho-ssi, aku ingin kau yang mengurus tentang perekrutan ini” ujar Changmin. “arasseo Changmin-ssi” Minho mengangguk menerima tugas.

*

“merekrut polisi untuk menjadi tentara?” tanya Taemin kepada Minho pada saat mereka bertemu di depan rumah Jinki. “ne, Taemin-ah. Dan kau masuk dalam list perekruitan itu, Taemin-ah” jawab Minho pelan. Taemin terlihat shock dengan jawaban Minho.

“tidak, aku tak mau pergi menjadi tentara. Kalau aku pergi, siapa yang akan menjaga naega ahjussi? Siapa yang akan menemaninya dirumah!?” teriak Taemin menolak. “tapi Taemin-ah…” “tidak, pokoknya aku tak mau ikut, hyung!!!”

“ada apa kalian ribut-tibut diluar, huh?” ujar Jinki yang keluar dari dalam rumah berjalan menghampiri Minho dan Taemin yang berdiri didepan rumahnya.

“uhm begini ahjussi, kami dari markas sedang mengadakan perekruitan tentara baru dari kepolisian dan Taemin…” “meskipun kau menjelaskannya pada ahjussi, aku tetap tak mau pergi” sela Taemin cepat lalu langsung berbalik masuk kedalam rumah meninggalkan Minho dan Jinki yang akan bercakap-cakap.

“ada apa, Minho-ya? Kenapa Taemin marah-marah seperti itu?” tanya Jinki lagi. “begini, kami dari markas sedang mengadakan perekruitan tentara baru dari kepolisian dan Taemin terpilih sebagai tentara, ahjussi” jawab Minho menjelaskan. “lalu?” tanya Jinki lagi. “sebagai tentara, ia harus pergi ke medan perang tentunya, dan Taemin tak mau pergi” jawab Minho.

“Minho-ya, Taemin masih belum siap untuk berpergian jauh seperti itu. Kau tau kalau Taemin itu jauh lebih muda darimu. Ia tentunya masih ingin bermain-main dahulu. Biarkan ia berpikir dulu, jangan memaksanya. Arraseo?” ujar Jinki panjang lebar. Minho mengangguk mengerti dan tak lama kemudian pun ia pergi kembali ke markas.

*

Hyohoon berjalan pelan menuju kamar mandi dari kamarnya. Ia menatap dirinya sendiri pada sebuah kaca saat ia akan mencuci tangannya di wastafel. Matanya terlihat agak bengkak.

Apa aku menangis dalam mimpiku semalam?

 

Setelah mandi serta sarapan, ia memutuskan untuk berjalan santai. Untung hari masih agak pagi, jadi tak terlalu panas. Udara berhembus sepoi-sepoi. Terdengar suara kicauan burung yang jarang sekali terdengar akibat perang.

Saat Hyohoon berbelok aku melihat sesuatu yang benar-benar membuatnya terdiam karena terkejut sesaat dan langsung berlari pergi meninggalkan tempat itu dengan segera.

They are coming

 

*

“Jinki ahjussi, Jinki ahjussi” ujar Hyohoon dengan berteriak sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah. “waeyo, Hyohoon-ah?” tanya Jinki menghampirinya, keluar dari rumahnya. “sebaiknya kita tinggalkan tempat ini sekarang, ahjussi. Mereka sudah memasuki wilayah ini” ujar Hyohoon panik.

“maksumu, mereka akan mengambil wilayah ini juga?” tanya Jinki. “ne ahjussi” Hyohoon pun mengangguk. “kajja, kita pergi dari sini” ujar Jinki sambil berlari kearah kanan.

Saat mereka berlari terdengar teriakan Taemin dari depan menyuruh mereka untuk segera pergi dari tempat itu. “ahjussi, Hyohoon-ah, cepat kalian pergi dari sini” teriaknya sambil berusaha menghadang pihak musuh dengan beberapa tentara serta polisi disekitarnya. “tapi Taemin-ah bagaimana dengan…”

“ahjussi pergi saja dulu, nanti aku menyusul” teriak Taemin menyela perkataan Jinki yang belum selesai. “kajja Jinki-ssi” Hyohoon menarik tangan Jinki mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu segera. Jinki berusaha menahan tarikan tangan Hyohoon namun ia tak bisa menahan tarikan Hyohoon pada saat itu. Matanya tak lepas dari pandangannya ke arah Taemin yang berada di antara keramaian disana.

Please come back soon, Taemin-ah

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s