[Part 4] Love at War


 

Cast :

  • Lee Donghae
  • Song HyoHoon

*

 

Hyohoon sedang duduk-duduk disebuah batu besar didekat sebuah air terjun yang begitu deras disebuah hutan kecil yang jaraknya tak jauh dari wilayahnya. Ia sengaja pergi kesana untuk menyendiri. Ia terlihat menangis sendirian disana. Tentunya ia masih shock dengan berita mengenai Donghae yang tak ia ketahui.

‘i’ve never thought that this thing will happen to me before, i just think that everything will be okay like usual. But now…everything is different’

ia membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya yang ia tekuk dan peluk saat itu untuk menutupi wajahnya yang saat ini tengah dibasahi air matanya dikedua pipinya.

Tiba-tiba saja terasa sesuatu membelai rambutnya lembut. Iapun mendongak keatas dan melihat wajah Donghae tepat diatasnya. Hyohoon yang kaget langsung bangkit berdiri dan berjalan mundur menjauhi Donghae.

 

“Hyohoon-ah…” panggil Donghae pelan. “jangan mendekat” teriak Hyohoon namun suaranya masih tak lebih besar dari suara air terjun didekat mereka. “waeyo?” tanya Donghae bingung sambil melangkahkan kakinya sekali.. “ani…jangan mendekat!!!” teriak Hyohoon makin kencang lagi dan berbalik ingin pergi dari tempat itu. Namun Donghae menarik tangannya dan mendekapnya dalam pelukannya.

 

“lepaskan aku, Donghae-ssi” ujar Hyohoon sambil berusaha melepaskan diri dari Donghae, namun Donghae malah mempererat pelukannya ke Hyohoon. “Donghae-ssi, Jebal” ujar Hyohoon lagi namun tak mendapat dari Donghae.

 

Menyadari ada sesuatu yang aneh dari Donghae, Hyohoon perlahan mendorong Donghae. Dengan mudahnya Donghae terdorong ke belakang, Hyohoon menarik pelan tubuh Donghae mendekat agar Donghae tak terjungkal ke belakang dan menghantam batu dibelakangnya. Ia memapah Donghae menuju tanah kering dan mulai memeriksa keadaan Donghae. Dan ternyata Donghae mengalami demam tinggi.

 

Ia pun mengambil daun kering dan dibasahinya dengan air terjun yang dingin lalu menaruhnya diatas kening Donghae. Ia pun memeriksa kantung baju dan celananya dan menemukan sebuah saputangan biru miliknya. Segera ia mengganti daun itu dengan saputangan miliknya.

 

Dengan penuh perhatian, Hyohoon merawat Donghae malam itu. Ia menidurkan Donghae diatas kumpulan daun yang ia kumpulkan serta membuat api unggun didekat mereka untuk menghangatkan mereka.

 

Selama Hyohoon berada didekat perapian, pandangannya tak bisa lepas dari Donghae. ‘apa ia hanya datang padaku, untuk memintaku merawatnya saja? Apa sebenarnya maumu, Donghae oppa?’

 

*

 

Keesokan harinya, keadaan Donghea telah membaik. Saat Donghae bangun pada saat itu, ia tak melihat Hyohoon didekatnya. Ia pun bangkit dengan segera dan melihat kesekelilingnya namun tak menemukan Hyohoon dimanapun.

 

‘mungkin ia telah kembali kesana’ pikir Donghae dan segera berlari kembali ke tempat Hyohoon berada.

 

~

 

Hyohoon sedang berada ditenda untuk merawat korban perang seperti biasa. Pada awalnya semua baik baik saja, hingga tiba-tiba saja…

 

“semuanya kami harap segera meninggalkan tenda ini dengan segera” teriak Jonghyun salah satu tentara yang harusnya berada dimedan perang namun ia malah pergi ke tenda. “memang apa yang terjadi?” tanya salah satu suster disana, Sooyoung. “musuh berhasil menyerang pertahanan didaerah utara dan sedang mengarah kemari, kami harap anda semua segera meninggalkan tempat ini” jawab Jonghyun.

 

“tapi bagaimana dengan seluruh pasien yang dikirim kesini?” tanya Hyohoon. “2 buah pasukan tentara akan segera sampai sebentar lagi untuk memindahkan mereka. Untuk para dokter dan suster diharapkan untuk mengungsi terlebih dahulu” ujar Jonghyun lagi.

 

“aku tak akan pergi hingga seluruh pasien ini dipindahkan” teriak Hyohoon menolak untuk meninggalkan tenda sebelum pasien. “tapi kalian semua harus segera pergi dari sini. Hyohoon-ssi kau harus segera pergi dari sini, kau membahayakan keselamatan mu sendiri bila berada disini” Jonghyun berusaha memberi Hyohoon pengertian. “tidak, aku tidak mau” jawab Hyohoon yang masih menolak dengan tegas.

 

“tapi Hyohoon-ssi…” ucap Sooyoung. “tidak…aku tidak mau Sooyoung-ssi” sela Hyohoon cepat.

 

~

 

Ditengah perdebatan mereka ditenda, terdengar suara pesawat yang melintas diatas mereka. Jonghyun yang menyadari bahwa musuh sudah dekatpun menjadi panik. “semuanya tolong segera pergi sekarang, mereka sudah dekat” ujar Jonghyun lagi. “dan meninggalkan semua pasien disini? Aku tidak mau” ujar Hyohoon yang masih keras kepala.

 

Tak lama tentara untuk membantu memindahakan pasien pun datang. Dengan segera,  Hyohoon serta para dokter dan suster segera pergi meninggalkan tenda. Namun semua sudah terlambat, karena ternyata musuh mereka sudah memasuki wilayah tenda.

 

Suasana pun menjadi tegang dan penuh dengan kekacauan. Para dokter dan suster berlarian kesana-kemari, terjadi pula baku tembak diantara 2 pihak, beberapa tentara pun ada yang secara sembunyi-sembunyi dan cepat mengeluarkan pasien dan memindahkannya kedaerah yang aman. Beberapa dokter dan suster pun tertangkap pihak musuh sebagai akibatnya.

 

~

 

Donghae ternyata berada didekat area tenda. Namun ia bersembunyi, melihat keadaan tenda yang saat ini sedang kacau. Matanya bergerak kesana-kemari, mencari sosok Hyohoon diantara keributan itu.

 

“itu dia” gumam Donghae saat ia sudah melihat Hyohoon diantara beberapa suster dan dokter disana. Ia pun keluar dari tempat persembunyiannya untuk menyelamatkan Hyohoon.

 

~

 

Hyohoon dengan para dokter dan suster yang tersisa hampir keluar dari area tenda namun tiba-tiba saja 3 orang tentara dari pihak musuh yang menghadang mereka.

 

“jangan bergerak” ujar salah satu dari mereka. Semua suster dan dokter langsung berhenti berlari. Sebagian dari mereka langsung mengangkat tangannya dan menyerah. Sebagian lagi masih diam dan memperhatikan ketiga tentara itu dengan seksama. Salah satu dari dokter berlari berlawanan arah. Akibat dari usahanya adalah tembakan tepat dijantungnya.

 

“kya~~~~” beberapa suster yang ada disana berteriak melihat kejadian didepan matanya itu. Sebagian langsung merinding ketakutan.

 

“kalau kalian mencoba melarikan diri, kalian akan…urgh” seseorang memukul tentara itu dari belakang sebelum ia menyelesaikan perkataannya. Dan ternyata itu adalah Donghae.

“Donghae-ssi” panggil Hyohoon ketika ia melihat Donghae saat itu juga. “Donghae-ssi, kau…” “tangkap dia!” kedua tentara lainnya pun langsung mengejar Donghae yang kabur setelah menghajar tentara tadi.

 

“semua nya cepat kita lari” ujar Hyohoon yang mengajak para dokter dan suster dibelakangnya untuk segera keluar dari area itu. Sementara Donghae menghilang entah kemana dengan 2 tentara yang mengejarnya tadi.

 

*

 

Hyohoon langsung pulang kewilayah tempat ia tinggal. Di jalan ia bertemu dengan Minho, segera ia memberitau apa yang terjadi di tenda. Mengetahui hal tersebut, ia langsung pergi menuju markas untuk mengurus masalah ini dan mencari solusinya.

 

~

 

Sudah 2 hari sejak peristiwa di tenda itu. Kegiatan Hyohoon hanya tinggal didalam rumah dan terkadang ia pergi keluar untuk berjalan-jalan sebentar. Ia juga tak mendengar kabar tentang Donghae setelah peristiwa di tenda itu.

 

Perasaan cemas dan khawatir pun bercampur menjadi satu. Bagaimana tidak, terakhir kali melihatnya, ia dalam pengejaran militer. ‘apa ia baik-baik saja saat ini? Aku harap tak terjadi sesuatu yang buruk kepadanya’ ucapnya dalam hati selama beberapa hari. Berharap Donghae dalam keadaan baik-baik saja.

 

Ketika Hyohoon sedang duduk-duduk di teras rumahnya, Jinki tiba-tiba saja lewat didepan rumah nya dan menyapa Hyohoon. “sedang termenung, Hyohoon-ah?” sapanya ramah. “Jinki ahjussi, annyeong haseyo” sapa Hyohoon balik. Ia pun bangkit dari tempatnya dan mengajak Jinki ahjussi duduk di terasnya rumahnya.

 

“sedang banyak pikiran? Atau kurang kerjaan?” tanya Jinki iseng. “aniyo ahjussi, hanya bosan saja” jawab Hyohoon asal. ‘dasar ahjussi aneh’ ucapnya dalam hati.

 

“apa karena Donghae?” ucap Jinki memancing reaksi Hyohoon. “mwo! Untuk apa aku mengkhawatirkannya” jawab Hyohoon menepis. Jinki pun mengeluarkan sebuah amplop surat dari kantung celananya.

 

“tadinya aku ingin memberikan surat dari Donghae ini untuk mu. Tapi karena kau…” “dari Donghae oppa!? Mana ahjussi? Berikan padaku” sela Hyohoon cepat. “bukankah kau tak mengkhawatirkannya? Untuk apa aku memberikan surat darinya untukmu” ucapnya memojokkan Hyohoon oleh perkataannya sendiri. “ah ahjussi, berikan padaku ya. Jebal~ ahjussi~” ucap Hyohoon memohon sambil menggoda Jinki agar ia mau memberikan surat dari Donghae kepadanya.

 

“arasseo. Ini” Jinki pun memberikan amplop dari Donghae kepada Hyohoon. Dengan segera Hyohoon mengambil surat itu, lalu langsung bangkit berdiri dan berlari masuk kedalam rumahnya dengan cepat.

 

“kamsahamnida Jinki ahjussi” teriak Hyohoon dari dalam rumahnya dengan nada senang. “cheonmaneyo Hyohoon-ah” teriak Jinki ahjussi balik. “dasar yeoja itu ada-ada saja” gumam Jinki pelan sambil bangkit dari tempatnya lalu berjalan pergi.

 

*

 

Ia memperhatikan amplop itu sambil berdiri bersandar dibelakang pintu masuk rumahnya.ia terlihat senang mendapatkan surat dari Donghae. Dengan surat itu, ia bisa mengetahui kabar dari Donghae dan mengenai keadaannya sekarang.

 

Ia pun merobek bagian pinggir dari amplop itu dan mengambil secarik kertas yang berada di dalamnya. Segera saja ia membaca surat itu dengan rasa penasaran yang meliputinya.

 

Untuk Song Hyohoon,

 

Bagaimana kabarmu saat ini, Hyohoon-ah? Ku harap kau baik-baik saja. Kabarku baik. Sebenarnya aku ingin menemuimu di tempatmu, namun saat ini aku sedang menjadi buronan sehingga mempersulitku untuk bertemu dengan mu. Aku janji akan menemuimu setelah situasi membaik. Meskipun aku tak tau kapan ini semua akan berakhir. Aku tak bisa memberitaumu dimana aku berada sekarang. Tapi ingat selalu kalau aku akan selalu memperhatikanmu dari jauh.

 

Lee Donghae

 

Hyohoon terdiam setelah membaca surat itu. Perlahan air matanya turun perlahan. Selama beberapa hari ini, Donghae berusaha menghindar dari kejaran tentara yang akan menangkapnya. Membayangkan Donghae pada saat ini, menerka apa yang sedang Donghae lakukan saat ini, benar-benar membuat hatinya terasa sakit dan terluka. Tak pernah terpikir olehnya sebelumnya kalau hal seperti ini akan terjadi dalam hidupnya.

 

Oppa, niga eodiga?

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s