[Part 3] Love at War


 

Cast :

  • Lee Donghae
  • Song HyoHoon

*

 

Hyohoon pulang lebih awal malam itu. ia sengaja meminta ijin agar ia bisa merawat Donghae pada malamnya. Ia pun pergi belanja beberapa bahan makanan untuk makan malam nanti. Ia ingin berterimakasih kepada Donghae telah mengantarkan makan siang yang special ia buatkan untuknya.

 

Namun pada saat ia sampai dirumahnya saat itu…

 

Suasana rumah tampak gelap seperti tak berpenghuni pada saat itu. rumah juga terdengar sepi pada saat itu. ‘apa ia masih tidur siang? Tapi ini kan sudah hampir malam?’ pikirnya sambil berjalan kedalam rumahnya.

“Donghae-ssi…Donghae-ssi…” teriak Hyohoon setelah ia membuka pintu rumahnya dan berjalan perlahan karena gelap. Ia pun perlahan menyalahkan lampunya. “nah begini kan terang” gumamnya. “Donghae kemana ya? Donghae-ssi…”

 

Hyohoon mengecek masuk kedalam kamar yang Donghae tempati selama Donghae tinggal ditempatnya, namun Donghae tak ada dikamarnya. Hyohoon pun mulai panik dan cemas karena Donghae. ‘apa terjadi sesuatu dengannya?’ ucapnya dalam hati. Dan berlari keluar rumah untuk mencari Donghae dilingkungan sekitar nya.

 

Buk!

Hyohoon menabrak Donghae yang baru saja pulang tepat dipintu masuk rumah. “aigoo…” ucap Hyohoon yang terjatuh. Donghae pun langsung mengulurkan tangannya ingin membantu Hyohoon bangkit berdiri. “apa kau tak apa Hyohoon-ah?” tanyanya khawatir. Hyohoonpun bangkit berdiri dengan bantuan Donghae.

 

“Ya! Darimana saja kau, Donghae-ssi? Membuatku panik saja” ucap Hyohoon dengan nada agak marah. “aku habis dari rumah Jinki ahjussi, menemaninya pulang setelah mengobrol” jawab Donghae. “ya sudah kalau begitu” Hyohoon pun berbalik menuju dapur. Hyohoon terlihat agak marah karena Donghae telah membuatnya khawatir.

 

Donghae menyadari hal itu pun mengikuti Hyohoon menuju dapur. Hyohoon sedang mengeluarkan bahan makanan dari kantong plastik belanjaannya ketika Donghae tiba-tiba saja berada dibelakangnya dan memeluknya. “mianhae telah membuatmu khawatir, Hyohoon-ah” ucap Donghae namun masih tak ada jawaban dari Hyohoon. Ia masih saja sibuk merapikan belanjaannya.

 

“Hyohoon-ah” panggil Donghae sambil tak melepaskan pelukannya pada Hyohoon. “aku mau masak, tolong lepaskan pelukanmu” ucap Hyohoon dingin. Daripada malah membuat Hyohoon marah, Donghae melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kamarnya. Hyohoon pun menghentikan kesibukkannya dan berbalik melihat kearah pintu kamar yang Donghae tempati. Mata Hyohoon sudah terlihat merah pada saat itu. ia menghela napas nya panjang lalu bersiap memasak makan malam.

 

*

 

“ayam!” ucap Donghae shock saat melihat meja makan penuh dengan menu ayam, ayam goreng, ayam panggang, dan sebagainya. “karena kau telah membuatkan makan siangku dengan menu ayam. Malam ini aku mentraktirmu makan ayam” ucap Hyohoon sambil tersenyum manis. Mau tak mau Donghae harus menghabiskan semua makanan dengan menu ayam pada saat itu. “arasseo” ucapnya sambil menghela napas.

 

~

 

Suasana makan pun sunyi tak ada yang saling berbicara. Hingga Donghae memulai pembicaraan mereka.

 

“apa kau masih marah?” Tanya Donghae sambil menyuap sesendok nasi dan mengambil ayam panggang dari atas piring dan memasukkan kedalam mulutnya. “menurutmu?” Tanya  Hyohoon balik. “jangan bertanya balik. Jawab dulu pertanyaanku” ujar Donghae.

 

“kau menghilang tiba-tiba saja. Kukira kau kembali ke markas tanpa memberi tau ku terlebig dahulu” jelas Hyohoon. “mianhae Hyohoon-ah” ucap Donghae. “ah~” Hyohoon tiba-tiba menyadari sesuatu dari wajah Donghae. “ada nasi didekat bibirmu” Hyohoon pun langsung mengambil nasi yang berada didekat bibir Donghae dan memakan butir nasi itu. Suasana langsung menjadi kaku setelah itu. Hanya terdengar Donghae berdeham sebentar. “kau kan hanya bisa mengatakannya saja padaku, Hyohoon-ah”’ ucap Donghae. “ah mianhae, Donghae-ssi”

 

“panggil aku oppa, kita sudah saling mengenal selama beberapa hari dan kau masih saja berbicara denganku dengang menggunakan bahasa formal. Aku ingin kau memanggil ku dengan sebutan oppa” ujar Donghae tiba-tiba. “berikan alasan kenapa aku harus memanggil mu oppa?” protes Hyohoon. “karena aku lebih tua darimu” “lalu?”

 

“lalu…aish sudahlah pokoknya kau harus memanggilku dengan sebutan oppa” Donghae memaksa “shireo…aku tak mau” ucap Hyohoon membantah. “dan aku sudah kenyang sekarang. Kau harus menghabiskan semua lauk yang kumasak” tambah Hyohoon lagi sambil bangkit dari tempatnya dan pergi menuju dapur. “MWO!!!”

 

~

 

“huft~ aku kenyang” ucap Donghae setelah selesai makan malam sambil mengelus bagian perutnya yang terlihat agak buncit. Hyohoon tertawa secara sembunyi-sembunyi melihat Donghae yang perutnya agak buncit saat itu sambil merapikan piring pada saat itu diatas meja makan. “anggap saja itu tanda terima kasih ku, sekalian hukuman karena telah membuatku khawatir” ujar Hyohoon lalu pergi untuk mencuci piring. “menyeramkan sekali” gumam Donghae pelan.

 

*

 

“sepertinya perbanmu sudah bisa dilepas Donghae-ssi” Hyohoon membuka perban terakhir itu dan membersihkannya sedikit. “jarang sekali ada prajurit yang pulih secepat kamu” tambah Hyohoon. “jinjjayo?” Tanya Donghae dan Hyohoon pun mengangguk pelan.

 

“boleh aku bertanya sesuatu kepadamu, Donghae-ssi?” Tanya Hyohoon tiba-tiba saja. “mwo?” “apa kau benar-benar teman kami atau kah musuh kami?” “Hyohoon-ah~”

 

Tok Tok Tok

Tiba-tiba saja terdengar suara pintu depan terketuk. “permisi” suara dari arah pintu. “ya sebentar” Hyohoon pun bangkit dan menuju kedepan pintu untuk membuka pintu.

 

~

 

“Jinki ahjussi” paggil Hyohoon saat melihat Jinki didepan rumahnya. “ah…Hyohoon-ah, apa Donghae ada?” Tanya Jinki. “dia ada di kamarnya, ahjussi…” Jinki pun tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam rumahnya dan menemui Donghae dikamarnya.

 

“Donghae-ya…Donghae-ya…” panggil Jinki ahjussi dengan nada paniknya. “waeyo ahjussi?” Tanya Donghae bingung. “sebaiknya kau cepat pergi dari sini, Donghae-ya. Taemin mengatakan padaku kalau mereka akan menangkapmu” jawab Jinki panik.

 

“kenapa mereka ingin menangkap Donghae? Apa salah Donghae?” Tanya Hyohoon. “sebenarnya aku…”

 

Tap Tap Tap

 

“semuanya jangan ada yang bergerak” ucap Minho dengan beberapa anak buah dibelakangnya.

 

Prang

 

“Donghae-ya!!!” “oppa!!!”

 

Donghae melompat keluar dari jendela dan kabur entah kemana. “kejar dia” semua polisi itu pun langsung keluar dan mengejar Donghae dari belakang. “Minho-ya, ada apa sebenarnya? Apa yang Donghae lakukan hingga kalian mengejarnya layaknya tersangka?” ujar Hyohoon. “ia sebenarnya bukan berada di pihak kita, tapi pihak musuh. Karena waktu itu ia berada diwilayah kita, tim penyelamat langsung membawanya saja kemari dan tak memperhatikan orangnya dahulu. Selama beberapa hari ini, atasan telah memeriksa dan tak menemukan datanya dalam daftar prajurit. Oleh karena itu, ia akan kami tangkap dan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut” jelas Minho panjang lebar.

 

Hyohoon jatuh terduduk, tak mempercayai apa yang baru saja ia dengar dari Minho. “kalau begitu saya permisi dahulu” Minho pun pamit pergi menyusul rekannya yang lain mengejar Donghae, meninggalkan Jinki dan Hyohoon disana.

 

“Hyohoon-ah” panggil Jinki sambil membantu Hyohoon bangkit. Hyohoon terlihat lemas dan tak berdaya. Tentunya ia shock mengetahui kalau Donghae berada di pihak musuh. Ia hanya bisa diam dan perlahan airmatanya mengalir.

 

Jinki perlahan menuntun Hyohoon menuju meja makan dan mempersilahkan Hyohoon duduk secara perlahan. Jinki pun mengambil segelas air dan memberikannya kepada Hyohoon. Hyohoon meminum air yang diberikan Jinki namun hanya sedikit.

 

“ahjussi” panggil Hyohoon. “ne?” “apa ahjussi sudah mengetahui tentang hal ini sejak lama?” Tanya Hyohoon yang membuat Jinki sedikit kaget. Dengan perasaan yang berat, Jinki pun mengangguk menjawab. “ia sudah menceritakan semuanya padaku tentang dirinya yang sebenarnya. Ia tak ingin membahayakan mu oleh karena itu ia tak memberitau mu, Hyohoon-ah” jelas Jinki.

 

Tiba-tiba saja Hyohoon bangkit dari tempatnya dan berlari keluar dari rumahnya dan pergi entah kemana. Panggilan Jinki tak ia dengarkan sama sekali. Ia terus saja berlari dan berlari tanpa tau arah dan tujuan sama sekali.

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s