[Part 2] Love at War


Cast :

  • Lee Donghae
  • Song HyoHoon

*

“Donghae-ssi sedang apa kau disini? Kau kan seharusnya beristirahat dirumah” omelku pada perjalanan pulang. “aku kan bosan menunggumu dirumah, HyoHoon-ah. Lebih baik aku membantu Jinki ahjussi tadi” jawab Donghae. “memang kau ngapain tadi ama Jinki-ssi?” tanyaku bingung. “tadi tuh aku bantuin tuh ahjussi kasih makan ayam, nangkepin ayam, bersihin kandang ayam, trus…” “loh kok ayam semua?” tanyaku bingung karena semuanya berkaitan dengan ayam. “ya gimana ga ayam semua, Jinki ahjussi itu kan peternak ayam” jelas Donghae. ‘pantes aja’ ucap HyoHoon dalam hati.

“aku lapar” rengek Donghae. “ayo kita pulang. Akan ku masakkan ayam untukmu” “nah loh ayam lagi!!! O.O’ ”

~

“katanya mau masak ayam =.=’ dasar penipu” ucap Donghae setelah melihat masakan dimeja yang bukan ayam. “tadinya aku mau masak ayam, tapi ayamnya keburu diambil Jinki ahjussi, jadi aku bikin sup daging deh” kataku sambil menjelaskan kepada Donghae. “arasseo” ucap Donghae disertai dengan anggukan kepala. Iapun mengambil sendok dari balik mangkuk dan memasukkannya kedalam mangkuk berisi sup. “aku makan”

Mungkin karena memang lapar, Donghae makan dengan lahapnya dan juga cepat. HyoHoon yang makan disampingnya hanya bisa melihat Donghae dengan tatapan bingung sambil makan perlahan. HyoHoon menaruh segelas air didekat mangkuk Donghae untuk berjaga-jaga tentunya.

“uhuk…uhuk…” benar saja, Donghae tiba-tiba tersedak dan langsung mengambil gelas yang sudah HyoHoon persiapkan sebelumnya dan meminum air didalamnya. Hyohoon yang melihat tingkah Donghae yang seperti itu langsung tertawa secara sembunyi-sembunyi.

“Ya! Jangan tertawa!” teriak Donghae setelah ia minum. “kenapa kau marah? Memangnya aku menertawakanmu?” ujar Hyohoon sengaja menutupi. “aish…naega!” Donghae pun langsung bangun dari tempatnya dan mendekati Hyohoon yang masih terduduk dikursinya. “mau apa kau?” tantang Hyohoon kepada Donghae yang saat ini berada disampingnya. Donghae pun menepuk-nepuk punggung Hyohoon mulai dari pelan hingga kencang sambil mengucapkan beberapa kata. “jangan pernah macam-macam denganku”

Donghae pun pergi berlalu kekamarnya untuk beristirahat. Sementara Hyohoon masih berada didapur, mencuci piring sehabis makan malam.

Saat ia tengah mencuci piring, tiba tiba saja ia jadi teringat perbincangan antara suster kepala dan pimpinan pasukan tadi pada saat di tenda.

“Hyohoon-ssi sedang merawat salah satu prajurit anda”
“prajurit? Yang mana?”
“prajurit yang terkena luka bakar kemarinan”
“rasanya kemarin tak ada yang terkena luka bakar diantara pasukan kami”
“benarkah? Apa salah satu prajuritmu bernama Lee Donghae”
“Lee Donghae? Aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya atau melihat namanya dalam daftar nama prajurit kami”
“apa? Lalu siapa tentara itu?

Hyohoon pun bingung. Bagaimana bisa kepala pimpinan pasukan tak mengenali prajuritnya meskipun banyaknya jumlah prajurit yang terdaftar saat ini? Yang anehnya juga ia merasa tak pernah melihat namanya dalam daftar nama para prajurit? Hyohoon melirik kearah pintu kamar yang Donghae tempati saat ini. Sambil bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Siapa dia sebenarnya?

*

Pagi-pagi sekali, Hyohoon sudah pergi menuju tenda setelah mendapat panggilan karena jumlah korban yang entah mengapa semakin hari semakin meningkat. Setelah memasakkan sarapan untuk Donghae dan menyiapkan makanan untuk makan siang, Hyohoon pun berangkat menuju tenda.

-Donghae Pov-

Aku terbangun pagi itu dengan rasa sakit yang masih terasa sakit sedikit. Namun tak separah beberapa hari yang lalu. Aku keluar dari kamar, dan tak menemukan sosoknya. Kemana dia? Mungkin sudah berangkat ke tenda. Aku melihat secarik kertas diatas meja makan yang jaraknya tak jauh dari kamarku.

Donghae-ya,
Mungkin siang ini aku tak bisa pulang. Aku telah memasakkan sup jagung untuk makan siang nanti, tinggal kau panaskan saja nanti. Untuk sarapan kau bisa lihat sendiri diatas meja makan.

Hyohoon

Aku pun melihat 2 buah sandwich diatas sebuah piring beserta segelas susu diatas meja makan. Aku pun langsung menarik kursi dan duduk diatasnya untuk menyantap makanan yang telah ia siapkan untukku. Lumayan juga masakannya ^^

~

Huft…aku bosan. Apa yang harus aku lakukan hari ini? Matahari masih berada di ufuk timur. Aku hanya terduduk di bagian depan rumahnya sambil melihat pemandangan didepan rumahnya. Terlihat beberapa bangunan yang sudah hancur akibat perang. Donghae menghela napasnya panjang.

“Donghae-ya” panggil Jinki, si pemilik peternakan ayam. “ahjussi” sapaku. “apa yang ahjussi lakukan disini?” tanyaku. “ah hanya sekedar berjalan-jalan. Kenapa kau bengong?” Tanya Jinki balik padaku. “ah…hanya bosan ahjussi” jawabku.

“ahjussi, apa ahjussi tak takut berjalan santai seperti ini?” tanyaku penasaran. “tidak, mungkin saja dengan berjalan santai seperti ini, aku dapat bertemu kembali dengan mereka” jawabnya. “mereka?” “keluargaku yang telah pergi terlebih dahulu sebelumku” Aku terdiam mendengarnya. “cheosomianhamnida” ucapku. “gwenchana Donghae-ya” ucapnya sambil tersenyum hangat.

“saat ini aku tinggal dengan keponakanku, Taemin, yang bertugas menjaga daerah sini dengan temannya Minho dan beberapa prajurit lainnya. Ia mengatakan padaku untuk jangan berkeliaran seperti ini karena takut terjadi apa-apa. Namun seperti yang kau lihat saat ini, aku masih saja tidak mendengarkan perkataannya” ceritanya panjang lebar saat kami sedang duduk-duduk santai. Aku hanya bisa tertawa sedikit mendengarnya.

“kalau ku perhatikan, kau sepertinya bukan berasal dari daerah sini. Kau ini berasal dari daerah mana?” tanyanya tiba-tiba. “aku? Aku berasal dari suatu daerah yang jauh disana” jawabku. “berhati-hatilah dalam bertindak, karena kau tak hanya membahayakan dirimu sendiri melainkan juga yeoja yang merawatmu itu” ujar Jinki kepadaku. Aku pun mengangguk pelan tanda mengerti. Ia pun tersenyum kearahku.

“ahjussi, boleh ku minta salah satu ayammu untuk ku masak?” Tanya Donghae. “ikutlah denganku pulang, kau bisa memilih ayammu sendiri dari kandangnya” ujar Jinki sambil bangkit dari tempatnya duduk dan berjalan pulang menuju rumahnya. “ah kamsahamnida” ujar ku senang sambil mengikutinya dari belakang.

*

-Author Pov-

Hyohoon masih terlihat sibuk di tenda. Ia berlarian bolak-balik kesana kemari untuk membantu suster yang lain. Hari sudah siang, namun ia masih juga belum istirahat. “onnie apa kau tak lelah? Istirahatlah sebentar” ujar salah seorang suster yang lebih muda darinya. “aniyo, kalau kau lelah istirahatlah duluan. Mungkin aku sebentar lagi” jawab Hyohoon. “arasseo” suster itu pun keluar dari tenda untuk beristirahat.

Beberapa menit kemudian…

“Hyohoon onnie, ada yang mencarimu” teriak suster muda yang tadi kepada Hyohoon yang sedang merapikan ranjang pasien. “nugu, saeng?” tanyanya. “niga namja” jawabnya. “niga namja???”

~

Hyohoon pun keluar dari tenda dan melihat Donghae tengah duduk di atas sebuah kursi kayu sambil membawa sesuatu ditangannya.

“Donghae-ssi” sapa Hyohoon. “anneyong haseyo” sapa Donghae. “sedang apa kau disini? Seharusnya kau itu…” sebelum Hyohoon selesai berbicara, Donghae menutup mulut Hyohoon dengan tangan kirinya dan mengangkat sebuah kotak makan yang terbungkus dengan kain berwarna biru ditangan kanannya. “kau pasti capek. Istirahatlah sebentar. Ini ku bawakan makanan” Donghae pun menyerahkan kotak yang masih terbungkus dengan rapi itu ke Hyohoon, Hyohoon pun menerima dengan kedua tangannya, lalu Donghae pun berjalan pergi pulang kerumah Hyohoon.

Hyohoon hanya bisa diam terpaku melihat Donghae seperti itu kepadanya. Ia pun melihat bungkusan kain yang masih membungkus kotak makan ditangannya. ‘apa ini ia sendiri yang membuatnya?’ pikirnya.

Ia pun mencari tempat berteduh dibawah sebuah pohon rindang lalu duduk dibawahnya. Ia membuka kain yang membungkus kotak makan itu perlahan, lalu membuka penutup dari kotak makan tersebut. Didalam kotak makan tersebut, terdapat 2 buah potong ayam goreng dan nasi yang masih hangat. Ia mengambil sendok didalam kain pembungkus tadi, menyadari terdapat sebuah surat disana.

Hyohoon pun membuka surat tersebut dan membacanya…

Bagaimana masakanku, Hyohoon-ssi? Apakah kau menyukainya? Aku meminta seekor ayam dari Jinki ahjussi untuk kumasak tadi pagi. Memasak tak masalah bagiku tentunya. Kau seharusnya melihat caraku menangkap ayam ini. Benar-benar menyebalkan. Aku harap kau menyukai masakanku, Hyohoon-ssi.

Donghae

Hyohoon seketika membayangkan bagaimana cara Donghae menangkap seekor ayam. Ketika membayangkannya, ia tertawa sendiri. Ia melipat surat itu dan mengantonginya di saku bajunya lalu memakan makan siangnya.

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s