[Oneshoot] Another Sad Story


Cast :

  • Ryeowook SJ
  • Yesung SJ
  • Kyuhyun SJ
  • Sungmin SJ
  • Donghae SJ

Attention : Idea from SJ KRY feat Donghae and Sungmin SS4 VCR with some improvisation


Cue!

Terdengar sebuah suara lantunan musik yang berasal dari piano putih disebuah ruangan besar bercat putih. Ryeowook baru saja memulai permainan pianonya. Sebuah lagu dengan nada penuh dengan kesedihan dan penyesalan terdengar begitu menyakitkan. Demikianlah yang Ryeowook rasakan saat ini, yeoja yang ia cintai selama ini telah pergi dari hidupnya untuk selamanya.

Musik itu dimainkannya semakin cepat dan membuat siapapun yang mendengarnya merasa sangat terluka. Ditengah-tengah permainan pianonya, ia terlihat menitikkan air mata. Tak dapat tertahankan lagi, mengalirlah 2 buah sungai di masing-masing pipinya.

Chagiya,
Dapatkah kau mendengar suara hatiku saat ini?
Dapatkah kau mendengar musik yang sedang ku mainkan saat ini?

Mianhae,
Selama ini aku kurang memperlakukan mu dengan baik
Selama ini aku kurang memperhatikan mu karena kesibukkanku
Selama ini aku selalu membuat mu terluka

Akankah ada kesempatan kedua bagiku dikehidupan mendatang?
Akankah ada kesempatan kedua bagiku untuk mencintaimu lagi?
Akankah takdir akan mempertemukan kita kembali?
Akankah takdir akan menyatukan kita kembali?

*

Didalam sebuah kamar, Yesung terlihat membolak-balikkan badannya diatas ranjangnya. Dengan kemeja putih dan celana panjang hitamnya, ia bangun dan terduduk disamping ranjang. Menoleh kebelakangnya, hanya terlihat 2 buah bantal kepala diatas ranjang pada saat itu. iapun menghela napasnya panjang lalu bangkit dan berjalan menuju sebuah cermin yang tergantung tak jauh dari ranjang. Dengan tatapan hampa, ia melihat dirinya sendiri di cermin sambil menunjukkan bagian tangan kanannya yang diperban saat itu.

Bila diperhatikan lebih baik, ada bagian cermin yang pecah dan beberapa tetes darah masih berada di cermin itu. Bisa ditebak tentunya apa yang terjadi sebenarnya. Masih terbayang dalam benaknya sosok seorang yeoja dengan senyuman hangat di wajahnya. Ia mengepalkan tangannya yang diperban. Entah apa yang ia pikirkan saat itu, tak ada satupun yang mengetahuinya dan mengerti. Ia pun memejamkan matanya dengan berat.

*

Di sebuah padang rumpur yang rerumputannya menjulang tinggi. Kyuhyun yang berada diantara rerumputan menoleh kekiri dan kekanannya. Seperti sedang mencari seseorang disana. Ia berjalan perlahan sambil melihat sekitarnya. “niga eoddiga?” gumam Kyuhyun perlahan sambil tetap mencari dan mencari di padang rumput yang luas itu.

“chagiya…”

Terlihat sesosok yeoja dengan mengenakan mini dress putih berjalan diantara rerumputan itu, perlahan berjalan menjauhi Kyuhyun. Kyuhyun pun berjalan dengan agak cepat dan berusaha mengejar yeoja itu. Namun secepat apapun Kyuhyun, yeoja itu tetap tak bisa ia susul.

Yeoja itu tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. Begitu juga Kyuhyun pada awalnya. Menyadari ada kesempatan untuk menyusulnya, Kyuhyun berjalan perlahan mendekati yeoja itu. Yeoja itu malah melangkahkan kakinya sekali dan tiba-tiba saja menghilang. Kyuhyun pun kaget dan mulai melihat sekitarnya. Tak terlihat lagi sosok dari yeoja itu. Angin sepoi berhembus. Ia pun memejamkan kedua matanya dan menghela napasnya perlahan.

Apakah semua ini hanya ilusi?

*

Di sebuah jalan setapak, Sungmin berdiri dengan tegak melihat pemandangan disekitarnya. Ekspresi Sungmin tiba-tiba saja berubah drastic ketika sekilas gambaran berada dibenaknya.

Oppa…

Terlihat sebuah senyuman yang terlintas begitu cepat serta terdengar sebuah suara panggilan seorang yeoja. ‘suara ini…’

Oppa…appayo…

Suara itu perlahan terdengar makin jelas. Suara yeoja yang tengah kesakitan. Sungmin memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sakit dengan tangan kirinya.

Oppa…tolong aku…

Suara itu kini dapat Sungmin dengar dengan jelas. Suara yeoja yang sangat ia kenal. Ia dapat merasakan kalau yeoja itu sedang kesakitan dan berteriak minta tolong padanya. Ia memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.

Oppa…

Sungmin pun menurunkan kedua tangannya dari kepalanya. Suara yeoja itu tiba-tiiba saja melemah dan makin lama makin kecil dan hampir tak terdengar lagi. Ia pun berpikir cepat dan langsung berlari menelusuri jalan setapak itu. ‘bertahanlah. Oppa akan segera menolongmu’

Sungmin berusaha berlari sekuat tenaga dan secepat yang ia bisa. Sebenarnya ia tak tau harus pergi kemana pada saat itu. Hanya mengikuti kakinya yang terus berlari kedepan berharap dapat bertemu dengan yeoja itu.

Oppa…Saranghae

Sungmin berhenti berlari. Raut wajahnya pucat seketika, setelah mendengar kata-kata terakhir dari yeoja itu. Sungmin pun mengangkat wajahnya menghadap langit biru pada saat itu. Airmatanya turun perlahan dari kedua matanya.

Mianhae

*

“apa kau sudah tak menginginkanku lagi?”
“jangan pernah berkata seperti itu, chagiya”
“kenapa? Kau lebih memilih dirinya dibandingkan denganku. Kau lebih sering menghabiskan waktu dengannya dari pada denganku. Bahkan kau lebih sering menghubunginya daripada menghubungiku”
“kau tau siapa yang selalu berada dihatiku? Siapa yang selalu aku pikirkan setiap hari? Siapa yang ku rindukan setiap hari?”
“jangan membohongiku, oppa”
“untuk apa aku membohongimu, chagi”
“sudahlah aku mau pulang”

Yeoja itu pun berjalan pergi meninggalkan Donghae yang masih berdiri tegak disana. Dari wajah yeoja tersebut, terpancar rasa sedih yang sepertinya cukup mendalam. Sebenarnya ia ingin berbicara banyak dengan Donghae. Namun karena Donghae ketauan lebih sering bersama dengan yang lain, ia merasa cemburu dan terlupakan.

Sebuah mobil hitam tengah melaju dengan cepat dari arah barat. Yeoja itu akan menyebrang jalan sambil tertunduk tanpa memperhatikan sekelilingnya. Donghae berlari cepat kearah yeoja itu bermaksud menyelamatkannya dan menariknya kesisi jalan yang lain.

Namun cerita berkata lain. Donghae dan yeoja itu tertabrak mobil itu dan terpental cukup jauh. Sang pengemudi yang ternyata mabuk langsung keluar dari mobil dan melarikan diri. Dalam hitungan detik, pengemudi itu sudah tak terlihat lagi bayangannya.

Meskipun tengah terluka cukup parah, Perlahan, Donghae menghampiri yeojanya yang terbaring dekat dengan mobil yang menabraknya. Donghae tak menyangka bila yang dialami yeoja itu lebih parah darinya. Ia tak sadarkan diri. Donghae pun menyandarkan dirinya didekat depan mobil dan memeluk yeoja itu.

“chagiya, chagiya, niga gwenchanayo?”

“APA ADA ORANG DISANA? SIAPA SAJA TOLONG KAMI!!!” teriak Donghae keras berusaha mencari pertolongan. Namun tak ada satu orangpun yang berada disana yang akan menolong mereka. Donghae mengenggam tangan yeoja dan mendekatkan ke pipinya lalu melepasnya perlahan. Tangan yeoja itu terasa dingin dan lemas. Bahkan tak terdengar suara nafasnya lagi.

“bangun…ayo bangun, chagiya. CHAGIYA~”

-Fin-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s