[Part 1] Love at War



Cast :

  • Lee Donghae
  • Song HyoHoon


Reruntuhan gedung terlihat dimana-mana. Puing-puing dari beberapa rumah bertebaran disekitar jalan. Api dari sesuatu yang terbakar masih menyalah dan mengeluarkan asap hitam yang membuat langit kota itu menjadi agak gelap.

Beginilah suasana kota tersebut pada saat perang berlangsung. Sudah cukup lama rasanye kedua kota itu berperang satu sama lain. Entah sampai kapan perang tersebut akan berakhir.

~

Seorang yeoja dengan pakaian susternya tengah berjalan  kearah sebuah tenda untuk merawat korban perang. “HyoHoon-ssi cepat kemari” panggil seorang suster kepala disana. HyoHoon adalah salah satu suster relawan yang selalu membantu merawat dan mengobati para korban perang. “waeyo?” Tanya HyoHoon. “kamu tolong rawat tentara ini ya” ujar suster kepala singkat lalu pergi berlalu dengan kesibukannya yang lainnya.

HyoHoon pun merawat tentara itu dengan sepenuh hati, seperti kepada tentara lainnya. Tapi bila diperhatikan lebih, sebenarnya HyoHoon menyukai tentara ini. Seorang prajurit yang belum pernah ia temui atau lihat sebelumnya. Seorang prajurit yang lain dari yang lain yang berhasil menjajah hatinya.

*

HyoHoon merawat tentara itu dirumahnya, dengan bantuan tentara lainnya lah dipindahkan dari tenda.

~Malam Hari~

Hyohoon sedang memasak makanan didapur, ketika tiba-tiba saja terdengar suara benda terjatuh dari arah kamar. Hyohoon langsung meninggalkan dapur dan berlari menuju kamar. Terlihat seorang namja terbaring lemas dilantai. Hyohoon perlahan mengangkat namja itu dan membaringkannya diranjang.

“nghh…” namja itu membuka matanya perlahan. “kau sudah sadar?” Tanya Hyohoon sambil menatap kearah wajah namja itu. “dimana ini?” tanyanya sambil berusaha duduk. “berbaringlah, kau belum boleh banyak bergerak” jawab Hyohoon. Namja itu pun menurut dan kembali berbaring diatas ranjang. “apa kau lapar? Sebentar lagi makanan siap, tunggu sebentar ya” Hyohoon pun berjalan pergi menuju dapur.

~

Namja itu perlahan duduk bersandar kepada tembok dibelakangnya. Hyohoon pun masuk kedalam kamar sambil membawa nampan dengan semangkuk sup dan sebuah sendok diatasnya tentunya. Ia meletakkan nampan itu disebuah meja kecil didekat ranjang. Mengambil sesendok kecil sup dari dalam mangkok dan mengarahkan sendok itu kearah mulut namja itu bermaksud menyuapinya.

“aku tak lapar” ujar namja itu menolak pelan. “tidak bisa kau harus makan, paling tidak sedikit saja” paksa Hyohoon halus. “kumohon” Seperti tersihir oleh perkataan Hyohoon, namja itu membuka mulutnya dan mulai memakan sup yang diberikan Hyohoon. Hyohoon tersenyum melihat nafsu makan namja itu yang sebenarnya besar.

Tanpa disadari semangkuk besar sup pun habis oleh nya sendiri. Hyohoon merapikan alat makan dan berniat membawa nampan itu menuju dapur, namun namja itu malah memegang tangannya. “kamsahamnida” ujar namja itu singkat dengan sebuah senyuman yang terlihat begitu manis bagi Hyohoon. Hyohoon tersenyum membalas namja itu. “cheonmaneyo” namja itu melepaskan tangannya pada Hyohoon dan ia pun pergi berlalu kedapur.

~

Hyohoon mengganti perban pada bagian dada serta bagian dahi namja itu setelah merapikan dapur. “pelan sedikit” komplain namja itu. “tahan sedikit! Kau ini kan namja!” omel Hyohoon. “suster macam apa kau ini! Mana ada yang memarahi pasiennya seperti ini” Hyohoon langsung diam dan melanjutkan pekerjaannya

“siapa namamu?” Tanya Hyohoon. “namaku Lee Donghae, kau?” “aku  Song HyoHoon” jawab Hyohoon. “kau ini rekruitan baru ya? Aku belum pernah melihat tentara sepertimu sebelumnya” ujar Hyohoon. “ah jinjjayo?” Tanya Donghae balik. “ehm…ne~ aku rekruitan baru” jawab Donghae. “kau harus segera pulih, ne? aku yakin mereka telah menunggumu di medan perang sana” ujar Hyohoon. Donghae terlihat mengangguk pelan.

Beberapa lama kemudian, Hyohoon selesai dan ia pun beranjak keluar dari kamar. “apakah ini kamarmu?” Tanya Donghae. “ani, kamar ini memang dikosongkan karena terkadang aku membawa orang pulang untuk dirawat sama seperti mu” jawab Hyohoon. “kamarku ada disebelah. Bila kau membutuhkanku, panggil saja” hanya terdengar suara pintu tertutup setelah itu.

-Hyohoon Pov-

Aku merebahkan diri di ranjangku tentunya dikamarku sendiri. Bisa kurasakan hatiku masih berdebar cukup keras. Baru pertama kalinya aku seperti ini. Dia begitu tampan untuk seorang tentara.

*

Hyohoon sedang sibuk di dapur di pagi berikutnya. Terdengar suara pintu terbuka dan Donghae pun keluar dan menuju ruang makan menghampiri Hyohoon.

“kenapa kau kemari? Apa kau sudah tak apa?” Tanya Hyohoon yang melihat Donghae baru saja akan duduk di salah satu kursi. “tenang saja, aku tak apa” jawab Donghae. “kau mau makan sekarang? Aku sudah memasakkan sup untukmu” “baiklah aku mau” Hyohoon pun mengambil kan semangkuk sup untuk Donghae dan menaruhnya diatas meja. “kamsahamnida” ujar Donghae sambil mengambil sendok dari tempatnya. Hyohoon hanya  membalas nya dengan senyum.

“kau mau kemana dengan pakaian suster seperti itu?” Tanya Donghae saat mereka makan bersama saat itu. “aku mau pergi ke tenda, membantu suster yang lainnya” jawab Hyohoon sambil memakan supnya. “boleh aku ikut kesana?” Tanya Donghae sambil meletakkan sendok dan mangkuknya di wastafel. “tak perlu Donghae-ssi, kau istirahat saja disini” jawab Hyohoon yang masih makan.

*

-Donghae POV-

“aku akan kembali makan siang nanti, kau jangan kemana-mana ya?”

Apa yang harus kulakukan sambil menunggunya pulang siang nanti? Benar-benar membosankan. Ku putuskan saja untuk berjalan-jalan disekitar tempatnya tinggal.

~

-Author Pov-

Hyohoon sibuk ditenda hingga ia lupa pada waktu, begitu juga dengan suster yang lain. Korban perang hari itu bertambah banyak daripada hari-hari sebelumnya sehingga mereka juga pastinya lebih sibuk daripada biasanya.

“Hyohoon-ah, bukankah kau harus pulang untuk makan siang?” Tanya suster kepala. “ah~ aku lupa” ujar Hyohoon yang teringat dengan janjinya dengan Donghae kalau ia akan kembali untuk makan siang. “tapi kan disini masih sibuk…” “kesibukan ini tak akan pernah tuntas, pulanglah sebentar” sela suster kepala. Hyohoon mengangguk mengerti lalu pergi ijin pulang untuk menemui Donghae.

-Hyohoon Pov-

Karena terlalu sibuk, aku sampai lupa waktu. Apa ia sudah makan? Sebenarnya sih masih ada sisa sup sedikit dari tadi pagi. Lebih baik ku lihat saja keadaannya, sekalian memeriksa lukanya.

Aku sudah sampai dirumah, namun tak kulihat sosoknya dimanapun. Kemana dia? Bukankah sudah kubilang untuk kemana-mana? Aku pun berlari keluar rumah dan kulihat disekitar rumahku. Kira-kira ia pergi kemana ya?

Karena khawatir akan keadaannya yang belum pulih sepenuhnya, aku memutuskan untuk mencarinya dilingkungan sekitar. Kulihat Minho dan Taemin yang sedang patrol lewat. “Minho-ssi, Taemin-ssi apa kalian lihat Donghae-ssi?” tanyaku. “Donghae-ssi?” Taemin dan Minho saling bertatap bingung. “ituloh, namja yang lagi kurawat dirumah kemarin” jelasku ulang. “oh…kalau dia ada disana, belok saja kekanan gang itu” ujar Minho menunjuk kesebuah tikungan yang tak jauh dari posisi mereka berdiri saat ini. “ah…kamsahamnida” ujar ku berlalu dan menuju ketikungan itu.

Ia berjalan perlahan dan melewati tikungan itu dan berjalan lurus seperti apa yang dikatakan Minho tadi. Saat melihat sosok Donghae, iapun langsung berteriak dari kejauhan. “Donghae-ssi”

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s