[OneShoot] You in My Dream


 

Cast :

  • Kim Bum
  • Kim So Eun


-Kim Bum Pov-

Semua yeoja memandangku hanya karena ketampanan ku dan mendekatiku hanya karena kekayaan orang tua ku. Aku tak suka itu. Aku hanya menyukai yeoja yang memandangku bukan karena ketampanan ku, melainkan karena kerja kerasku selama ku hidup dan aku ingin yeoja mendekatiku bukan karena kekayaan orangtuaku melainkan karena merasakan cinta diantara kami.

Dari sekian banyak yeoja, aku belum pernah mendapatkan seperti yang aku inginkan atau harapkan. Kebanyakan yeoja memandangku dan mendekatiku hanya untuk mempermainkan ku. Aku tak suka itu.

Aku dijuluki oleh orang-orang disekitarku sebagai tukang tidur sejak aku masuk SMA. Karena aku terkadang suka tertidur dikelas. Aku sering belajar hingga pagi dan itu membuatku kecapaian keesokan harinya. Belum bila ada les, ekskul dan sebagainya. Bisa mabok aku @_@

~Suatu malam~

Aku sedang mengerjakan tugas bahasa korea ku. Waktu menunjukkan 12 tengah malam. Kenapa Lee songsaengnim suka sekali memberi pr kepada muridnya setiap hari sih? Apa karena masa lalu nya yang menderita atau memang ia terlalu kejam?

Aku mengerjakan essay dengan mata yang ku paksakan untuk terbuka. Aigoo…kapan tugas ini selesai? Karena terlalu lelah, tanpa sadar pensil ditanganku terlepas dari tanganku, kepalaku pun jatuh keatas meja dan tertidur pada saat itu juga.

*

Dimana aku? Rasanya aku tadi berada dikamarku sedang mengerjakan tugas bahasa korea ku. Tapi ini bukan kamarku. Dimana-mana begitu terang.

Aku berada di tengah-tengah sebuah taman bunga matahari. Perlahan menelusuri jalan berbatu ditengah taman bunga itu. jalan tersebut berakhir pada sebuah pondok kecil. Terlihat seorang yeoja disana sedang bermain dengan beberapa burung biru yang terbang mengelilinginya. Yeoja itu menyadari kedatanganku dan menengok melihatku.

“aku sudah lama menunggumu, oppa”

*

-Author Pov-

Pagi hari, Kim bum memasuki kelasnya. Tak bertenaga seperti biasa. Karena ia tau apa yang akan terjadi.

Yang pertama…
Buk “mianhamnida oppa”

Seorang yeoja akan menabraknya tanpa sengaja. Buku yeoja itu terjatuh dari tangannya sehingga ia dengan sopan menunduk untuk mengambilnya. Yeoja itu pun menunduk. Saat tangannya menyentuh buku, tangan yeoja itu pun menyentuh tangan Kim Bum tanpa sangaja. Yeoja itu jadi malu-malu seketika dan langsung mengambil bukunya terburu-buru dan menghilang begitu saja dari hadapannya.

Yang kedua….
Segerombol yeoja akan mengerubuni

Setiap pagi ia harus menghadapi segerombol yeoja yang akan datang padanya. Ada yang berteriak, saling dorong, memberi makan siang dan sebagainya. Ia menghadapinya dengan biasa saja. Ia sering tersenyum pada saat itu. Dan ia juga sering dipanggil Lee songsaengnim akibat banyaknya yeoja yang pingsan setiap harinya. Rekornya : 10 Orang.

Yang ketiga…
Tatapan sinis iri para namja

Pastinya yang satu ini setiap hari ia rasakan. Aoalagi kalau salah seorang yeoja sudah mempunyai namjachingu. Pasti ribet jadinya.

*

Istirahat tiba, ia memakan makan siang dari salah satu yeoja tadi pagi. Bukan karena ia suka msakan orang lain, tapi karena kalau dibuang sayang. Eommanya yang mengajarkannya untuk tidak membuang-buang makanan, oleh sebab itu ia selalu memakan pemberian para yeoja setiap hari. Ia pernah sampai masuk uks karena kebanyakan makan.

Kim Bum yang sedang makan pada saat itu didatangi oleh para namja bertubuh besar. Sepertinya sunbaenya, anak kelas 12. Mereka menatap Kim Bum tajam dan sinis.

“sunbae-nim” sapanya sopan. “waeyo?” tanyanya. “temui kami pulang sekolah di taman belakang” kata salah seorang sunbae nya. Kim Bum yang mendengarnya hanya bisa mengangguk mengrti. “jangan coba kabur! Arasseo” ancam salah seorang sunbae lainnya. Lalu mereka pergi meninggalkan kelas Kim Bum. Untung suasana kelas sedang tak banyak orang, meskipun ada mungkin tak akan terlalu diperhatikan.

*

Kim Bum berjalan menelusuri lorong lantai 3 pada saat itu. Ia perlahan menuruni tangga menuju  lantai 2 untuk menemui yeoja yang memberinya kotak makan tadi. Untuk memulangkannya tentunya.

Ia melihat ke kiri kanannya. Lorong lantai 2 itu begitu sepi entah mengapa. Tak seperti biasanya. Tak terlihat satu orang pun di lorong itu. Sangat sepi. Kim Bum berjalan menuju kelas yeoja tadi dengan perlahan.

-Kim Bum Pov-

Aku berjalan menuju kelas SMA 1 di lantai 2 pada saat itu. Ada yang aneh disini, kenapa tak terdengar suara ribut sedikit pun. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tap tap tap

Aku mendengar suara langkah kaki dibelakang ku. Aku pun menoleh kebelakangku. Kulihat ia sedang berjalan mendekatiku.

“oppa”
“apa yang kau lakukan disini?”
“tentu saja bertemu denganmu oppa. Boleh ku pegang kotak makan itu?”
“kenapa? Aku harus segera mengembalikan kotak makan ini”
“hanya sebentar oppa”

Aku memberikan kotak makan itu padanya. Ia pun memegang kotak makan itu dengan kedua tangannya. Pada saat ia telah memegang kotak makan itu. Tiba-tiba saja kepalaku terasa sakit. Akupun memegangi kepalaku. Dan tak lama kemudian aku pun tak sadarkan diri.

We’ll meet again oppa

*

Aku membuka mataku. Kepalaku masih agak sakit karena kejadian tadi. Kulihat kesekelilingku. Aku berada di uks.

“kau sudah sadar?” tanya Seohyun, perawat di uks pada siang itu. Aku hanya mengangguk. Ia memberiku segelas air putih. Aku menerima gelas itu dan meneguk habis air putih didalamnya.

“kau tadi pingsan dikoridor lantai 2. Banyak yeoja yang berteriak histeris serta panik karena kau tiba-tiba saja pingsan seperti itu” ceritanya. “kenapa kau tiba-tiba pingsan? Apa kau sedang tak enak badan?” tanyanya.

Aku mengingat-ingat apa yang terjadi padaku tadi. “aku berniat mengembalikan kotak makan dari salah seorang yeoja tadi” jawabku.

“kotak makan?” ia sedikit heran dengan jawabanku. Aku hanya mengangguk. “sepenglihatanku kau tak membawa apa-apa tadi” ucapnya. “seperti apa kotak makan itu?” tanyanya lagi. Aku pun menjelaskan seperti apa kotak makan itu kepadanya. Aku lihat ia hanya menggeleng setelah mendengar penjelasan ku.

“aku rasa kau sedang terlalu banyak pikiran, Kim Bum-ah” katanya. “kalau kau sudah merasa lebih baik, kau boleh kembali kekelas” ucapnya sambil memeriksa catatan kesehatanku ditanganku. Aku mengangguk dan bangkit dari ranjang, bergegas menuju kelas.

Setelah berpamitan dengan Seohyun-nim, aku segera berjalan menuju kekelasku. Sepanjang koridor, aku memikirkan kejadian tadi yang ku alami. Rasanya aneh dengan kejadian itu. kenapa ia bisa ada di sekolah?

*

-Author Pov-

Bel pulang sekolah berdenting. Kim Bum berjalan keluar dari kelasnya, bergegas pulang. Baru saja ia keluar dari kelasnya, beberapa sunbae telah mencegatnya didepan pintu kelasnya.

“mau kabur, eh?” tanya salah seorang sunbae. “ani, aku baru saja akan menemui kalian” jawab Kim Bum asal. “kajja” ajak sunbae lainnya. “kita mau kemana?” tanya Kim Bum yang masih diam ditempatnya berdiri. “sudah ikut saja nanti akan ku jelaskan” jawab nya. Kim Bum yang pada awalnya tak mau ikut, jadi terpaksa mengikuti mereka pergi.

*

Para sunbae ternyata mengajak Kim Bum kesebuah padang rumput kekuningan yang tinggi nya sedang. Mereka duduk diatas bukit sambil menikmati pemandangan pada saat itu. salah seorang sunbae memberinya sebotol air mineral kepadanya.

“kau tau, kata orang padang rumput ini sebenarnya bukanlah padang rumput” kata salah satu sunbaenya selagi ia meneguk air dari dalam botol. “apa maksudmu, sunbae?” tanya Kim Bum.

“katanya dulu ini adalah taman bunga matahari yang bertaburan warna kuning. Tapi karena sebuah badai, padang ini hancur dan kini menjadi padang rumput biasa” jawabnya. Kim Bum pun berpikir cepat. “badai seperti apa?” tanyanya.

“entahlah tak ada yang tau” jawab sunbae lainnya. “menurut cerita orang padang bunga itu dulu milik seorang yeoja dan appanya. Setelah appanya meninggal, yeoja tersebut tak pernah terlihat lagi”

Kim Bum yang mendengarnya terlihat biasa saja. Namun sebenarnya dalam hatinya ia merinding karena ada sedikit ketakutan namun juga rasa penasaran.

“kalau kau mencari kami, kau tau kan tempatnya” kata sunbae tersebut kepada Kim Bum. Kim Bum hanya mengangguk sambil tertawa kecil. “ku dengar kau tipe pendiam, ternyata memang benar ya” kata sunbae itu melanjutkan. Mereka tertawa bersama dan menghabiskan waktu hingga malam menjelang.

*
~
Oppa, I want to meet you
~

-Author Pov-

Hari itu, Kim Bum sedang membaca buku yang ia pinjam dari perpustakaan. Tanpa sengaja ia mendengar perbincangan beberapa orang yeoja dikelasnya.

“Ya! kalian tau tidak? Katanya ada penampakan hantu yeoja di padang rumput itu”
“padang rumput yang mana?”
“itu yang dulunya taman bunga matahari”
“ih serem ya”
“apa yeoja itu sudah meninggal dan bergentayangan?”
“aku tak tau kalau hal itu”

“kau tau dari mana?” tanya Kim Bum tiba-tiba. Ketiga yeoja yang sedang berbincang itu pun langsung melonjak kaget mendengar suara Kim Bum tiba-tiba. “aku yang melihatnya sendiri” ujar teman sekelasnya, Sulli. Sementara kedua yeoja lainnya, Jiyeon dan HyunA kaget mendengarnya.

“kau melihatnya sendiri!!!” ujar mereka kaget. Sulli hanya bisa mengangguk menjawabnya. “kapan kau melihatnya?” tanya Kim Bum. “sore kemarin” jawab Sulli. “oh ok” ujar Kim Bum.

“Ya! kenapa kau sepertinya penasaran sekali tentang penampakan itu?” tanya Jiyeon. “memangnya aku tak boleh tau?” tanya Kim Bum balik. “ani, hanya saja…” “annyong” sela Kim Bum cepat dan langsung ngabur keluar kelas.

“Ya! Kim Bum-ah!”

*

Karena rasa penasaran, Kim Bum pergi ke padang rumput itu pada sore hari, tepat ketika matahari akan terbenam. Ia duduk santai di bukit yang waktu itu tempatnya dan beberapa sunbae mengobrol. Ia melihat sekelilingnya. Namun tak terlihat sediki tanda-tanda adanya penampakan disana.

1 jam berlalu dengan cepat. Tak ada penampakan yang seperti Sulli ceritakan tadi disekolah. ‘apa ia membohongiku?’ pikirnya dalam hati. Ia pun beranjak berdiri dari tempatnya duduk, menarik tas punggungnya ke balik punggungnya dan berjalan pergi meninggalkan tempat itu.

‘oppa’

“huh?” Kim Bum berbalik mendengar sebuah suara dibelakangnya. Namun saat ia melihat kebelakang, tak ada seorang pun disana. Ia pun berbalik kembali dan berjalan lurus.

‘Kim Bum oppa’

Kim Bum berbalik dan melihat bayangan seorang yeoja dengan samar-samar. Yeoja itu perlahan terlihat menjauh dan menjauh dari nya. Kim Bum pun berjalan dengan pelan mendekati yeoja itu. namun semakin Kim Bum mendekat yeoja itu malah semakin jauh darinya. Yeoja itu memanjangkan tangannya kearah Kim Bum seakan memintanya untuk menariknya.

‘oppa’

Saat Kim Bum akan memegang tangan yeoja itu, yeoja itu tiba-tiba menghilang dari hadapannya. Kim Bum terdiam.

Apa yeoja itu….

*

“kita sudah sering bertemu tapi kita masih belum saling kenal”
“aku mengenal oppa”
“tapi aku tidak”
“Kim So Eun imnida”

~

Aku sedang duduk didalam kelas pada waktu istirahat. Aku lupa membawa bekal ku tadi pagi, karena terlambat bangun dan pergi dengan terburu-buru.

Kruyuk~~~

Parahnya ternyata dompet ku juga tertinggal. Terpaksa aku harus menahan lapar hingga pulang nanti T_T Aku harap ada seseorang yang berbaik hati mengajakku makan atau memberikan makan siang untukku.

Your wish is my job to grant it

“oppa” panggil seorang yeoja yang ternyata adik kelasnya datang menghampirinya kearahnya. “ne?” Yeoja itu memberikan sebuah kotak makan berwarna biru dan menaruhnya ke atas meja Kim Bum. “selamat menikmati” katanya seraya membungkuk hormat lalu pergi keluar dari kelas dengan berlari. Meninggalkan kotak makan itu di meja Kim Bum. Kim Bum berusaha memanggil yeoja itu namun yeoja itu tak mengubrisnya dan menghilang dibalik pintu kelasnya.

Kim Bum memandang kearah kotak makan yang ditinggalkan yeoja tadi diatas mejanya. Ia bingung apa harus ia makan atau tidak. ‘tidak aku tak boleh memakannya’ gumamnya dalam hati.

Kruyuk~~~

Ternyata perut tak bisa kompromi melihat makanan lezat didalamnya. Jadi terpaksa Kim Bum membuka bekal itu dan memakan apa yang ada didalamnya.

Selamat Makan

*

“tadi aku beruntung mendapat bekal dari dongsaengku, soalnya aku lupa membawa uang jajan dan bekalku”
“oppa ceroboh sekali”
“tapi aku beruntung kan”
“ne oppa sangat beruntung”

*

Kim Bum merapikan buku pelajarannya dan memasukkannya kedalam tas. Ia berjalan keluar kelas dan berjalan pulang kerumah.

Ia berada di perempatan jalan, lampu penyeberangan sedang merah pada saat itu. hanya terlihat 2 orang lainnya tengah berdiri disampingnya. Daerah itu waktu itu juga tak terlalu ramai.

Tap Tap Tap

Terdengar langkah kaki berlari seseorang. Menabrak Kim Bum yang tengah berdiri tegak dan terus berlari ketengah jalan yang ramai.

“Ya!” teriak Kim Bum memanggil yeoja itu.

Tin Tin Tin

Sebuah truk dengan kecepatan tinggi melintas cepat di jalanan pada saat itu. Kim Bum melempar tasnya dan berlari untuk menyelamatkan yeoja itu.

“awas!!!”

Syung~~~

Mobil itu melesat meninggalkan tempat itu. Kim Bum terlihat memeluk yeoja itu. ia menoleh melihat kearah wajah yeoja itu. “no gwenchana agasshi?” tanya Kim Bum kepada yeoja itu. yeoja itu melirik kearah Kim Bum sekilas lalu tak lama kemudian ia pun jatuh pingsan.

“agasshi…agasshi…”

*

Kim Bum menunggu yeoja itu dirumah sakit hingga sadar. Selama yeoja itu belum sadar, Kim Bum menemaninya disamping ranjangnya. Terlihat rasa selidik dari wajah Kim Bum yang rasanya pernah melihat yeoja ini disuatu tempat, tapi entah dimana.

Sudah 4 jam berlalu, yeoja itu masih belum sadar. Karena waktu sudah malam, ia pun meninggalkan kamar dimana yeoja itu dan pulang kerumah.

~

“oppa aku takut kau akan meninggalkan aku pada akhirnya”
“kenapa kau berpikir seperti itu, So Eun?”
“entahlah perasaanku tak enak akhir-akhir ini oppa”

~

Kim Bum menemui yeoja itu keesokan harinya dirumah sakit. Yeoja itu terlihat duduk diatas ranjang sambil mengamati pemandangan luar jendela.

“kau sudah sadar?” tany Kim Bum pada yeoja itu. yeoja itu berbalik dan melihat ke arah Kim Bum. “siapa kau?” tanya yeoja itu. “Kim Bum imnida” Kim Bum memperkenalkan diri. “niga?” tanya Kim Bum balik.

“aku? Siapa aku?” tanya yeoja itu kepada Kim Bum. Kim Bum langsung sontak kaget mendengar yeoja itu malah bertanya balik. “mian bisa tunggu sebentar” Kim Bum pun meninggalkan ruangan yeoja itu dirawat dan pergi menemui dokter untuk mengetahui kondisi yeoja itu.

~

“kalau dilihat dari hasil pemeriksaan, yeoja itu memang memiliki amnesia” jelas dokter saat ditanyau Kim Bum mengenai penyakit amnesia yeoja itu. “apa bisa disembuhkan?” tanya Kim Bum. “mungkin saja, seiring berjalannya waktu ia dapat mengingat semuanya kembali” jawab dokter. “baiklah kalau begitu”

~

Keesokan harinya, Kim Bum mulai sering mengunjungi yeoja itu. Kim Bum seringkali datang sambil membawakan makanan dan bunga ketika Kim Bum datang mengunjunginya. Yeoja itu melihat Kim Bum heran.

“kenapa kau mengunjungiku setiap hari? Apa kita saling mengenal?” tanya yeoja itu. “meskipun kita tidak saling mengenal tapi aku akan membuat dirimu ingat akan masa lalu mu” kata Kim Bum serius. Yeoja yang mendengar hal itu menjadi makin bingung dengan sikap Kim Bum kepadanya.

“kenapa kau peduli sekali kepadaku? Padahal kau tau kalau kita tak saling mengenal sebelumnya, tapi kenapa kau…” “karena aku telah menyukaimu sejak pertama kali bertemu”

Deg

Yeoja itu diam seketika. Suasana jadi terasa aneh seketika karena mereka sama-sama diam. “niga nomu pabbo” kata yeoja itu kepada Kim Bum. “salahkanlah cinta” ujar Kim Bum. Wajah yeoja itu merah padam seketika. Kim Bum yang melihatnya menjadi merah seketika langsung terlihat menahan tawanya. Yeoja itu menyadari Kim Bum tertawa dan mulai agak kesal.

“Ya! kenapa kau tertawa melihatku?” ujar yeoja itu kesal. “karena kau lucu” ujar Kim Bum sambil seraya tertawa. Yeoja itu hanya bisa cemberut sambil menggembungkan pipinya. Kim Bum yang gemas mencubit pipi yeoja itu. Yeoja itu menjadi agak kesal.

“oppa”

~

“oppa kau yakin kita dapat sering seperti ini?”
“waeyo? Kenapa kau bertanya seperti itu?”
“aku merasa kita akan segera terpisah jauh setelah ini”
“kenapa kau merasa seperti itu?”
“aku juga tak tau, oppa. Tapi kalau memang benar…”
“kau tak akan kemana pun. Kau tetap akan tetap berada disisiku. Meskipun kita hanya dapat bertemu saat aku tidur sekalipun”
“oppa”

~

Beberapa hari kemudian, yeoja tersebut sudah boleh keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumahnya. Namun mengingat ia tak mengingat rumahnya dimana, Kim Bum mengajaknya berkeliling kota Seoul untuk berjalan-jalan dan siapa tau saja ia dapat mendapatkan kembali ingatannya sedikit demi sedikit.

Mereka mengunjungi Korean Folk Village, dimana terlihat rumah tradisional korea dimana-mana dan toko-toko tradisional lainnya. Kim Bum sengaja mengajaknya kesini karena mungkin saja ia tinggal di daerah sini.

Mereka melewati beberapa rumah sambil mengobrol. Kim Bum menanyakan kepada yeoja itu apakah ia pernah kesini atau tidak, apakah ia ingat siapa dirinya, dan sebagainya.

Saat itu, terlihat banyak turis berkunjung. Dan pada saat bersamaan pula, mereka terpencar. Kim Bum panik karena yeoja itu tak ada disampingnya. Ia melihat sekelilingnya dan kembali ke jalan yang ia lalui bersama yeoja tadi. Mungkin saja ia tertinggal dibelakang. “Ya!” teriak Kim Bum saat melihat yeoja itu tengah terpaku didepan sebuah pintu masuk hanok dan kemudian masuk kedalamnya. Kim Bum yang tadi nya ingin menghampirinya, membatalkan niatnya dan malah mengikuti yeoja itu dari belakang.

~

Ia terpaku melihat bangunan hanok yang sepertinya tak asing baginya. Mambuka pintu gerbang dan menutupnya lagi perlahan. Melihat sekelilingnya dengan kedua matanya. Berusaha melihat sekelilingnya dan mengingat semuanya dengan perlahan.

Untuk apa kau tetap tinggal disini jika tak mau menuruti permintaan appa?
tapi appa aku tak mau meninggalkan appa
Aish kau ini

Dug

Kepala nya sakit seketika. Tapi meskipun begitu ia tetap memaksakan diri untuk tetap melihat-lihat sekitar rumah.

appa mianhamnida

tiba-tiba saja ia berlari berbalik dan berlari meninggalkan hanok itu. untung saja Kim Bum bersembunyi dengan baik sehingga yeoja itu tak menyadari kehadirannya.

“apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Kim Bum sambil berlari menyusulnya dari belakang.

*

Yeoja itu ternyata berlari ke padang rumput. Ia berlari masuk ke dalam padang rumput itu sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. Kim Bum yang berlari mengikutinya dari belakang langsung mengejarnya ke antara rerumputan yang tinggi itu.

Kim Bum berusaha mengejarnya karena takut terjadi sesuatu dengan yeoja itu. ia berlari hingga sampai disebuah lapangan yang sangat luas. Ternyata ditengah padang rumput yang luas itu terdapat padang bunga matahari yang begitu indah. Terhampar begitu saja dengan indahnya.

“bunga matahari?” gumam Kim Bum bingung pada saat melihat hamparan bunga matahari yang begitu indah didepan matanya. Beberapa kupu-kupu kuning menghampirinya dan terbang menjauh. Merasakan sesuatu yang aneh, ia menelusuri padang bunga itu dengan perlahan.

Ia berjalan menelusuri itu dengan perlahan sambil tak melepaskan pandangannya dari apa yang terdapat didepannya saat ini. bunga matahari? Seharusnya kan sudah tak ada lagi pikirnya.

Tiba-tiba saja ia melihat sesosok tubuh dari kejauhan. Melihat itu Kim Bum langsung berlari menuju sesosok tubuh itu. seperti yang ia duga, yeoja itu pingsan tiba-tiba. “Ya! bangun!” teriak Kim Bum.

Oppa mianhamnida

Terdengar suara seorang yeoja. Namun sepertinya tak terlihat siapapun selain dirinya dan juga yeoja itu.

Saranghae

Kim Bum langsung membawa yeoja itu pergi dari sana dan menuju rumah sakit segera.

*

Yeoja itu langsung dibawa ke UGD dan beberapa lama kemudian ia langsung dibawa kekamar biasa.

“apa yang terjadi suster?” tanya Kim Bum ketika suster baru keluar dari kamar. “silakan anda tanyakan saja pada dokter diruangannya” jawab suster itu kepada Kim Bum. “mari saya antar” suster itu pun mengantarkan Kim Bum pergi menemui dokter diruangannya.

~

“yeoja itu baru saja mendapatkan ingatannya kembali. Mungkin ia sedikit shock karena kembali secara tiba-tiba, oleh karena itu ia pingsan” ujar dokter menjelaskan. “ingatannya sudah kembali? Baguslah” ujar Kim Bum senang. “ajaklah ia mengobrol, siapa tau anda dapat membantunya” “arasseo”

~

Kim Bum pergi menuju kamar yeoja itu. ia tentu saja senang mendengar yeoja itu sudah mendapatkan ingatannya kembali. Tapi apa ia akan baik-baik saja setelah ini?

Kim Bum baru saja membuka pintu kamar ketika tiba-tiba sebuah bantal melayang kearahnya.

Buk

“Ya! apa yang…”

Seisi kamar terlihat berantakan seorang suster yang ternyata sedang berada di kamar pun langsung kabur meninggalkan kamar begitu Kim Bum masuk. Kamar tersebut terlihat berantakan sementara yang rapi hanya ranjang yang ditiduri nya saja, karena hanya sepreinya yang tidak terbang. Kim Bum bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi disini?

“annyeong” sapa Kim Bum kepada yeoja itu. “nuguseyo?” tanya yeoja itu. “Kim Bum-ssi” jawabnya. Perlahan ia mendekat kearah yeoja itu. “boleh ku tau nama mu?” tanya Kim Bum.

“kenapa kau bertanya lagi namaku, oppa?” tanya yeoja itu balik. Tatapannya ke Kim Bum begitu mengerikan seakan ingin membunuhnya. “apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Kim Bum lagi. “sampai kapan pun aku tak akan pernah ikut denganmu bahkan meskipun appaku sudah tak ada saat ini” jawab yeoja itu.

“huh?” Kim Bum makin bingung dengan apa yang dikatakan yeoja itu. “aku tak ingin melihatmu oppa, bisa kau keluar sekarang? Aku mau istirahat” ujar yeoja itu. “arasseo” ucap Kim Bum dan lalu keluar meninggalkan kamar dan pulang kerumahnya.

~

Mimpi aneh datang menghampiri Kim Bum malam itu.

Kenapa harus denganmu? Aku tak menyukaimu!
Appa mu sudah menjodohkanmu denganku! kau tak bisa mengelak lagi, So Eun-ah
Tidak! Aku tidak mau! Aku tak ingin berpisah dari appa
So Eun-ya

Pergi aku tak ingin bertemu dengan mu lagi, oppa!

“HAH!” Kim Bum terbangun dari mimpinya. Waktu menunjukkan pukul 3 pagi. ‘mimpi apa itu? siapa yeoja itu? entah mengapa terasa dekat?’ pikirnya sembari merebahkan diri kembali keatas ranjangnya.

~

Naneun Kim So Eun imnida

~

Nama papan didepan pintu kamarpun berubah dengan nama Kim So Eun, yang waktu itu menggunakan nama Kim Bum yang dikarenakan tak diketahuinya nama yeoja itu.

Ya, Kim So Eun adalah nama yeoja itu. Kim Bum yang akhirnya mengetahui namanya. Terkejut bukan main! Kenapa? Karena dulu ia hampir dijodohkan dengan Kim So Eun. ‘jadi itu sebabnya Ia berkata seperti itu kemarin’ ucapnya dalam hati.

Ia pun memutuskan untuk meninggalkan kamar itu. ia pun berpapasan dengan suster yang akan masuk kedalam kamar So Eun. Saat suster itu masuk ke dalam kamar So eun, tak lama kemudian, suster itu berteriak meminta tolong. Kim Bum yang masih menunggu lift, mendengar suara suster dan kembali kekamar So Eun. Ternyata So Eun tak ada dikamarnya! Kim Bum panik dan langsung pergi mencari So Eun keluar dari rumah sakit.

*

Kim Bum mencari yeoja yang ternyata So Eun itu kesana-kemari, kekeramaina kota Apgujeong-do dan beberapa daerah lainnya namun tidak ketemu.

Oppa

Seketika terlintas bayangan yeoja itu dalam pandangannya. Yeoja itu terlihat lemas dan tak berdaya.

Annyong

Kim Bum yang semakin cemas mulai tak tenang dan langsung panik mencarinya. Berbagai perasaan buruk muncul seketika dalam benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan So Eun?

Don’t leave me yet, I still need you, chagi

*

Ia memutuskan untuk mencari di taman bunga. Menurutnya ditempat inilah ia dapat bertemu dengan So Eun. Ia menelusuri taman itu secara perlahan. Tak nampak bayangan dari So Eun. Hanya beberapa kupu-kupu berwarna kuning saja yang terlihat beterbangan di taman itu.

Kim Bum terdiam, berdiri di tempatnya, menghela napas panjangnya. “sepertinya ia tidak ada disini” gumamnya pelan. Matanya merah bengkak. Menahan airmatanya yang akan keluar sebentar lagi. ‘kemana lagi aku harus mencarinya?’ pikirnya sambil berbalik arah dan berjalan pelan.

Kring

Oppa

Terdengar sebuah suara pelan. Sebuah suara panggilan yang sepertinya itu suara So Eun.

Saranghae

*

Kim Bum terbangun diruangan kamarnya. ‘kenapa aku bisa disini?’ pikirnya saat terbangun. ‘bukannya aku ada ditaman bunga? Kenapa aku bisa disini?’

“Kim Bum-ah! Ppali, kita harus segera berangkat” ujar eommanya dari luar kamar. “ne” teriak Kim Bum menjawab eommanya. Ia pun bangkit dari ranjangnya dan bersiap-siap untuk pergi.

Kim Bum dan eommanya pergi menuju sebuah reaturant didaerah Apgujeong-do. “kenapa kita kesini eomma?” Tanya Kim Bum penasaran. “eomma ingin mengenalkanmu kepada seseorang, Kim Bum-ah” jawab eommanya.

Suasana restaurant masih sepi pagi itu. Hanya terlihat beberapa orang saja sedang makan saat itu. Kim Bum dan eommanya berjalan menghampiri kesebuah meja dimana terlihat seorang appa dan anak perempuannya sedang duduk.

“cheosomianhamnida, kami terlambat” ujar eommanya kepada ahjussi disana. “tak perlu seperti itu nyonya, kami juga baru sampai” ujar ahjussi disana. Kim Bum melayangkan pandangannya kepada bapak itu dan juga anak perempuan. Betapa terkejutnya Kim Bum saat melihat yeoja itu.

“KIM SO EUN!” ujar Kim Bum shock. Yeoja itu hanya tersenyum kecil kepada Kim Bum. “anneyong haseyo Kim So Eun imnida” ucapnya seraya memperkenalkan diri. Kim Bum hanya bisa memandang yeoja bernama So Eun itu dengan tatapan tak percaya.

“kalian sudah saling mengenal? Baguslah kalau begitu, kalian akan segera menikah!”
“MWO!!!”

-FIN-

 

Kamsahamnida

Advertisements

16 thoughts on “[OneShoot] You in My Dream

  1. uwaaa aku baru nemu ff bumsso kayak disini.. annyeong author saya new reader ^-^ awalnya agak bingung sama ceritanya.. tapi semakin dibaca semakin agak mengerti.. bener deh.. harus konsen bacanya.. kelewat satu kata aja bisa nggak ngerti sama sekali 😀 kirain tuh awalnya sso udh meninggal,trus kim bum dihantui terus sama sso.. eh ternyata setelah dibaca terus itu semua dari awal sampe’ seperempat akhir mimpinya kim bum.. uwaaa bner” nggak ketebak.. kim bum bisa mimpi in kejadian yg akan dialaminya.. kereenn yh kalau nyata 😀 sampai akhir cerita sso tetep sosok yg misterius.. aaaa bolehkah minta special part? itu kok sso kayaknya jga udh kenal sama bum yh.. apa mungkin sso punya kekuatan buat mampir ke mimpi orang 😀 over all ini ff bner” daebak.. author jjang!! terus buat ff bumsso dan ff sso yg lebiihhh keren yh.. FIGHTING!! kayaknya disini banyak ff yh.. aku coba baca yg lain ah yg aku suka.. ijin baca yh thor ^^

  2. Aku masih rada bingung sama ceritanya.. Kim bum kan lagi ngerjain PR, trus dia tiba tiba di taman? Si kim bum itu mimpi bukan? Mungkin inti ceritanya itu mimpi kim bum yg jadi kenyataan, kim bum bermimpi bertemu seseorang yg bernama so eun dan so eun adalah yeoja yg ingin dijodohkan dengan kim bum… Mungkin kalo OS ini dilanjutin, so eun bakalan bingung , soalnya so eun gak kenal kim bum tapi kim bum kenal sama so eun gara gara mimpi itu… Agak gantung sih yaa:| terus berkarya ya, ditunggu karya selanjutnya=)

  3. Woahhh~~ jadi itu semua mimpi kimbum? Tapi.. kenapa? Apa itu kejadian yg akan datang, atw apa? Sedikit bingung sih di awal, tpi setelah tw itu mimpi baru deh ngerti, XD
    kimbum bisa tw langsung sso, XD jdi sso sosok nyata disini msh sma appanya? Dan kenapa kimbum bilang dia hampir dijodohkan sma sso,,
    dan sekarang di nyata dia emng dijodohkan sma sso? Apa apa yg ada dimimpi kimbum akan kejadian di masa depan? Dan juga penasaran siapa sso sebenarnya..
    apa ga ada special part?? Sangat berharap ada special partnya, 😀 hhehehe
    Disini ada ff bumsso lain ga ya? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s