File 2 -> Special Investigation


 

Cast : Data 1

Cue!

~

Semenjak kasus Taeyang ditutup, Youngmin dan anak buahnya hanya menerima kasus-kasus biasa saja. Hingga suatu hari…

 

Tap Tap

 

Tae Ri, In Hae, dan Kwanghee berlari menelusuri lorong dengan terburu-buru. Dari raut wajah mereka masing-masing terlihat panik. Yang pertama kali masuk kedalam ruangannya adalah Tae Ri lalu In Hae dan terakhir Kwanghee. Lorong menjadi hening sesaat hingga terdengar suara teriakan dari masing-masing ruangan termasuk laboratorium yang terdengar suara tabung reaksi pecah

 

“APA!!!”

 

*

 

~rapat dadakan langsung diadakan segera setelah sebuah kabar terdengar~

 

“bagaimana ini?” ujar Sulli panik. “kenapa tiba-tiba ia mau datang?” ujar Onew sambil seraya menghela nafas. Jonghyun dan Min Ra baru saja masuk keruang rapat sambil membawa beberapa berkas ditangannya. “jadi bagaimana?” tanya Heechul.

 

“kami berhasil mendapatkan informasi mengenai orang kiriman itu” jawab Jonghyun. “namanya Nana, Ketua dari divisi Master, memiliki peringkat terbaik dalam hal menyelidiki dan menyelesaikan kasus” jelas Min Ra sambil melihat ke salah satu berkas yang ia bawa.

 

“she’s the real master!!!” Kyuhyun shock mendengar mengenai Nana. “dia yang akan inspeksi kemari!” Youngmin teriak tak percaya. “waeyo?” tanya Yunho heran. “ingat pada saat cabang Mokpo kedatangan Nana beberapa bulan yang lalu?” tanya Youngmin pada Yunho. Yunho mengangguk. “sebagian dari polisi ditukar dan diganti” ujar Youngmin. “mengerikan!” Sooyoung merinding mendengarnya.

 

“kalau sampai ada yang diganti atau pun dikeluarkan bagaimana?” tanya Min Ra lemas. “tenang saja tak akan ada yang dikeluarkan atau diganti” “bagaimana kalau kau yang diganti? Bagaimana dengan aku?” “meskipun aku jauh, tapi hatiku tetap didekatmu” rayu Hyun Joong.

 

Brak!

 

“kalian ini masih bisa-bisanya bermesraan disaat seperti ini” ujar Kyuhyun. “kapan ia datang?” tanya Hyera. “tak ada yang tau kapan ia akan datang” jawab Jonghyun. “meskipun ia datang juga tak akan ada yang menyadarinya” timpal Taeyeon. “waeyo?” tanya Luna heran.

“ia itu ahli menyamar, jadi tak akan ada yang mengenalinya kalau ia itu menyamar” jawab Taeyeon.

 

“lalu kita harus bagaimana?” tanya Sulli yang sedari tadi panik. “lebih baik kita awasi saja pintu masuk. Sooyoung besok kau yang jaga kan?” tanya Yunho. “ne” jawab Sooyoung. “kau perhatikan, siapa saja yang datang harus kau periksa” perintah Yunho. “Nana sekalipun?” tanya Kwanghee. “habis mau bagaimana lagi” jawab Yunho. “lakukan saja seperti yang ku katakan tadi, Sooyoung-ah”

 

“ne” ucap Sooyoung.

 

*

 

~keesokan harinya~

 

Sooyoung berjaga sesuai jadwal seperti biasa. Hari ini ternyata ramai akan orang yang melapor. Ada yang kehilangan barang, pencurian dan sebagainya. Tak terlihat tanda-tanda akan adanya kedatangan Nana hari ini.

 

~hari berikutnya~

 

Hari ini Luna yang berjaga. Hari ini tak seramai yang kemarin namun juga tak terlihat tanda-tanda adanya Nana.

 

~hari berikutnya~

 

Hari ini Tae Ri. Hanya terlihat sedikit orang yang datang. Selagi ia berjaga, seorang yeoja dengan kacamata dan terlihat seperti guru sekolahan diikuti 2 orang namja yang mengikuti dari belakang.

 

“anneyong haseyo” sapa yeoja itu. “anneyong haseyo, ada yang bisa saya bantu?” tanya Tae Ri. “aku ingin mengajak kedua muridku berkeliling kantor polisi apakah boleh?” tanya yeoja itu. “bolehku tau nama anda?” tanya Tae Ri.

 

“Nami imnida, dan ini Minwoo dan ini Nichkun” kata yeoja itu memperkenalkan diri. “anneyong haseyo” sapa Minwoo dan Nichkun berbarengan. “anneyong haseyo” sapa Tae Ri.

 

“bisa kita berkeliling sekarang, Tae Ri-ssi?” tanya Nami. “mari silakan lewat sini” Tae Ri pun mengantar Nami, Minwoo dan Nichkun berkeliling kantor polisi tanpa rasa curiga sedikitpun.

 

*

 

Tae Ri pertama kali mengantarkan ketiga tamunya menuju ruang pemeriksaan. Ruang divisi satu, yang ternyata sedang kosong, hanya terlihat Sooyoung sedang merapikan ruangan.

 

“onnie” sapa Tae Ri yang diikuti Nami, Minwoo, dan Nichkun dibelakangnya. “Tae Ri-ah sedang apa kau disini?” tanya Sooyoung yang kaget. “siapa yang berjaga didepan?” tanya Sooyoung panik. “aku sedang mengantar tamu, onnie. Katanya mereka mau melihat-lihat” jawab Tae Ri sambil menunjuk kearah ketiga tamu itu.

 

“anneyong haseyo, Nami imnida” sapa Nami sopan. “dan ini Minwoo dan Nichkun muridku. Kami sedang dalam tahap pembelajaran mengenai kepolisian” jelas Nami sembari memperkenalkan muridnya. “anneyong haseyo Sooyoung imnida” kata Sooyoung seraya memperkenalkan diri.

 

“ini adalah ruang divisi satu, divisi ini yang bertugas langsung ditempat kejadian dan langsung menangkap penjahat” jelas Sooyoung. “kalian boleh melihat-lihat sebentar disini, asal tidak mengutak-atik berkas yang ada diatas meja” tambahnya. “kamsahamnida” ujar Nami. Nami, Nichkun dan Minwoo pun melihat-lihat sekitar ruangan itu.

 

“Tae Ri-ah, kau kembali saja berjaga biar aku yang mengajak mereka berkeliling. Kalau Yunho-ssi tau kau meninggalkan tugasmu, kau bisa dimarahinya” kata Sooyoung memperingati Tae Ri. “arasseo onnie” katanya mengerti. Setelah bercakap sebentar dengan Nami, Tae Ri pun kembali menjalankan tugasnya.

 

Sooyoung mengawasi gerak-gerik mereka, Nami menjelaskan kepada muridnya perlahan. “aku permisi sebentar” Sooyoung pun berjalan keluar ruangan. Meninggalkan Nami dan kedua muridnya di dalam ruangan divisi satu. Nami, Nichkun dan Minwoo saling bertatapan satu sama lain dan tersenyum kecil.

 

Its showdown

 

*

 

Sooyoung yang baru kembali dari toilet pun baru saja akan membuka ruang divisi satu, ketika ternyata sudah didahului Nami yang membuka pintu dari dalam. Sooyoung pun kaget seketika.

 

“mianhe kami baru saja ingin mencarimu” ujar Nichkun. “kami ingin melihat ruangan lainnya, apa boleh?” tanya Minwoo. “mianhe na, muridku ini memiliki rasa ingin tau yang begitu besar” kata Nami. “gwenchanayo, mari aku ajak kalian berkeliling” Sooyoung pun mengajak mereka pergi menuju divisi 2 untuk melihat-lihat.

 

*

 

~ruang divisi 2~

 

“In Hae-ya, panik sekali kau” teriak Heechul yang kesal sedari tadi melihat In Hae mondar-mandir sejak beberapa hari yang lalu. “aku takut, pengawas itu datang tiba-tiba” jawab In Hae. “memang kau saja yang panik, kami juga” ujar Min Ra sambil menarik tangan In Hae untuk duduk disebelahnya. “panik? Tapi kalian tak terlihat seperti itu” tanya In Hae sambil melihat satu persatu wajah yang ada didalam ruangan.

 

“memangnya kalau kami panik, harus mondar-mandir seperti mu!” ujar Jonghyun kesal. “mana Changmin-ssi dan Taeyeon-ssi?” tanya Hara saat melihat Changmin dan Taeyeon tak ada. “Changmin kebanyakan minum jadi ia pergi ke toilet, kalau Taeyeon sedang keluar membeli makan siang untuk kita” jelas Heechul. “Changmin oppa kebanyakan minum karena panik?” tanya In Hae lagi. “aigoo…” Hara hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.

 

~di lorong menuju divisi 2~

 

Changmin dalam perjalanan menuju ruangan divisi 2 dari toilet. Baru saja ia akan membuka pintu ruangan, Sooyoung menghampirinya diikuti oleh ketiga tamunya.

 

“Sooyoung-ah, nugu?” tanya Changmin sambil melihat ke balik Sooyoung. “ini Nami-ssi, Nichkun-ssi dan Minwoo-ssi, mereka datang untuk melihat-lihat kantor polisi” jelas Sooyoung. “anneyong haseyo” sapa Nami, Nichkun dan Minwoo berbarengan. “anneyong haseyo” sapa Changmin balik. “mari silakan masuk” Changmin pun mempersilahkan Sooyoung, Nami, Nichkun dan Minwoo masuk.

 

~ruang divisi 2~

 

Changmin mengajak Sooyoung, Nami, Nichkun dan Minwoo masuk kedalam. Langsung terdengar suara teriakan Heechul yang memekakkan telinga.

 

“Taeyeon-ah aku lapar!!!” teriak nya kencang. “Ya! hyung jangan teriak seperti itu” ujar Jonghyun risih yang mendengar suara Heechul. “oppa itu bukan Taeyeon-ssi” kata Hara sambil melihat kearah Changmin yang baru masuk. “Ya! hyung kau kira aku ini Taeyeon!” protes Changmin. “aku sudah lapar, kukira kau Taeyeon” Heechul membela dirinya.

 

“tamu? Nugu?” tanya In Hae yang menyadari bahwa tak hanya Changmin yang masuk, tapi juga Sooyoung, Nami, Nichkun, dan Minwoo. “mereka mau melihat-lihat kantor polisi itu seperti apa, jadi aku ajak mereka berkeliling” jawab Sooyoung.

 

Tok Tok Tok

 

“Ya! siapa saja bisa bantu bukakan pintu!” teriak Taeyeon dari luar pintu. Dengan sigap Nami yang berada didekat pintu langsung membukakan pintu. “oh gomawoyo” ucap Taeyeon. Ia membawa beberapa bungkus kantong plastik ditangannya yang berisikan makanan.

 

Ia pun menaruhnya diatas meja kerjanya lalu berbalik. “nugu?” tanya Taeyeon saat melihat Nami, Minwoo dan Nichkun. “tamu” jawab Heechul dan langsung mengambil satu nasi beserta sayuran nya yang terpisah dan langsung membukanya dan memakannya. “hyung curang” ujar Changmin dan langsung mengikuti jejak Heechul yang kelaparan.

 

“kajja kita makan” ajak Taeyeon, In Hae dan yang lainnya langsung menyambar makan siang yang dibeli Taeyeon dengan buasnya. Sementara Taeyeon menghampiri Nami, Nichkun, dan Minwoo dan mengajaknya makan siang. Meskipun awalnya mereka menolak, namun karena paksaan Taeyeon akhirnya mereka makan bersama dengan divisi 2.

 

~

 

Ditengah acara makan, ternyata Nami dan Minwoo menyelinap keluar dengan alasan ketoilet. Mereka pergi mengintai ke laboratorium tempat divisi 3 tengah sibuk meneliti. Saat mereka berdua sedang asyik mengamati mereka didalam laboratorium, seseorang menepuk pundak mereka dan mereka dengan sigap langsung berbalik.

 

“ada yang bisa kami bantu?” tanya Narsha dan Hyera yang ternyata baru saja kembali dari luar. “kami hanya melihat-lihat” jawab Minwoo. “sepertinya sedang sibuk. Kami permisi” ujar Nami. “mereka hanya sedang memeriksa hal kecil, kalau mau masuk tak apa” ujar Narsha. “jinjjayo?” “mari kami antar” ucap Hyera sambil mempersilahkan mereka masuk kedalam laboratorium.

 

*

 

~Sore hari~

 

Setelah puas berkeliling, melihat-lihat, dan menjalani tur kecil di kepolisian cabang. Tae Ri dan Sooyoung mengantar 3 tamu itu menuju lobby.

 

“Kamsahamnida sudah mengajak kami keliling dan melihat-lihat seperti apa kantor polisi itu” ujar Nami. “kamsahamnida” kata Minwoo dan Nichkun berbarengan. “sering-seringlah main kemari” ujar Tae Ri. “Tae Ri-ah” senggol Sooyoung. “hahaha arasseo” Nami tertawa kecil. “kalau begitu kami permisi”

 

Nami, Nichkun dan Minwoo berjalan pergi menuju perempatan jalan didekat sana. Tae Ri dan Sooyoungpun kembali masuk kedalam kantor cabang. Tanpa tau yang sebenarnya.

 

Jangan lupa untuk membuat laporan ya!!!

*

 

Youngmin mengumpulkan para ketua dari masing-masing divisi keesokan harinya dan melakukan rapat kecil dengan para juri. Yunho, Heechul dan Kyuhyun shock dengan apa yang dikatakan Youngmin pada saat itu.

 

“kenapa secepat ini laporannya?” ujar Heechul tak percaya. “kami sendiri juga tak tau” jawab Onew. “kami mendapatkan laporan hasil pengawasan malam tadi jam 12 malam tepat, dan yang mengirimnya Nana sendiri via email” kata Sulli sambil sibuk dengan laptopnya. Ia mengutak-atik email dan menunjukkan email yang dikirim Nana kepada semua yang hadir.

 

“tapi seingatku ia belum datang memeriksa loh” ujar Yunho sambil seraya berpikir. “tapi menurut email ini ia datang kemarin” ujar Sulli. “apa ada berkeliling kemarin?” tanya Hongki.

 

“ah aku ingat!” ujar Kyuhyun. “kemarin ada yang masuk kedalam laboratorium dengan Hyera dan Narsha, dan katanya mereka datang untuk melihat-lihat” tambahnya sambil menjelaskan.

 

“melihat-lihat?” tanya Onew bingung. “seorang yeoja dan seorang namja. Mereka tak memperkenalkan diri mereka jadi aku tak tau siapa mereka” jawab Kyuhyun. “mungkin Nami, Nichkun dan Minwoo. Kemarin mereka masuk keruang divisi 2” ujar Heechul sambil mengingat kejadian kemarin.

 

“aigoo jangan-jangan!” teriak Yunho spontan. Youngmin yang baru menyadari sesuatu langsung terlihat panik. “Sulli-ssi, cepat cari mereka!” ujar Youngmin panik.

 

*

 

Nana sedang sibuk mengetik ketika tiba-tiba Youngmin, Yunho, Heechul dan Kyuhyun datang ke tempatnya.

 

“ada apa ramai-ramai begini, oppadeul?” tanya Nana. “oppa?” tanya Kyuhyun bingung. “dia jauh lebih muda tau” jawab Youngmin. “mwo jinjjayo!?” Kyuhyun terkejut mendengarnya.

 

“ah! Aku tak peduli mau ia lebih muda atau tidak!” ujar Heechul kesal. “Ya! bagaimana bisa kau membuat laporan tanpa bukti?” omel Heechul. “maksud oppa apa?” tanya Nana balik. “kau sama sekali tidak melakukan inspeksi! Bagaimana mungkin kau bisa memberikan laporan kepada Youngmin dengan cepat?” omel Heechul.

 

Nana yang mendengarnya hanya bisa tertawa kecil. “kenapa kau tertawa, hah?” ucap Heechul. “aku sudah datang menemui kalian, aku punya bukti nya kalau kalian tak percaya” jawab Nana. “aku akan menemui kalian besok pagi di kantor cabang, kalian tunggulah aku” ujar Nana.

 

“Ya! berani sekali kau!” Heechul makin geram. “Ya! biarkan aku berbicara dulu!” ujar Yunho. Suasana pun jadi hening seketika. “apa kau Nami?” tanya Yunho tiba-tiba. Heechul dan  Kyuhyun langsung berpikir dan bertanya-tanya kepada diri mereka sendiri.

 

“kenapa kau bertanya seperti itu, Yunho-ssi?” tanya Nana balik. “kemarin 3 orang datang ke kantor cabang, ada 1 yeoja dan 2 namja. Kau pasti menyamar” jawab Yunho.

 

“semua akan ku jawab besok dikantor cabang, kalian kembali lah dulu. Kita bicarakan besok saja” ujar Nana. “arasseo kalau begitu” Yunho dan Kwangmin mengerti. Mereka pun pergi meninggalkan ruangan Nana, meskipun Heechul harus dibawa paksa Kyuhyun keluar dari ruangan sebelum menghancur kan seisi ruangan.

 

~

 

“jadi ia akan datang hari ini?” tanya Luna di ruangan rapat pada saat diadakan rapat mendadak pada pagi hari. Yunho hanya mengangguk menjawabnya.

 

“laporan yang kemarin benar-benar mengejutkanku, meskipun tak ada celahan tapi bagaimana ia bisa membuat laporan seperti itu kalau ia sendiri belum datang” ujar Onew. “dia penuh misteri” ucap Heechul dan disetujui oleh anggukan semua orang yang terdapat dalam ruangan itu.

 

“annyong” Tae Ri baru saja masuk keruangan setelah menerima telepon. “nugu?” tanya Kwanghee penasaran. “Nami-ssi, yang waktu itu datang berkunjung dengan 2 muridnya itu, ia akan datang lagi hari ini” jawab Tae Ri.

 

“kenapa bisa kebetulan sekali!?” ujar Youngmin tiba-tiba. “seperti sudah direncanakan” gumam Jonghyun. In Hae yang mendengarnya langsung terlonjak tiba-tiba. “waeyo?” tanya Jonghyun bingung. In Hae membisikkan sesuatu ditelingan Jonghyun. Jonghyun pun kaget seketika.

 

“ada yang mau kalian ceritakan kepada kami, In Hae-ssi, Jonghyun-ssi?” ujar Hongki yang heran melihat mereka. “Nami dan Nana satu orang!” “MWO!”

 

~

 

Mereka menyusun rencana untuk menjebak Nami yang akan datang nanti pada saat jam makan siang. Mereka mengira kalau Nana dan Nami itu satu orang. Jadi terciptalah sebuah rencana yang direncanakan dengan matang.

 

~

 

Nami datang sesuai janjinya pada Tae Ri siang itu. Tae Ri berjanji untuk menunggunya di depan kantor cabang. Setelah menunggu selama 5 menit, Nami dating dengan kaos merah dan celana jeans. Berbeda sekali dengan saat ia berkunjung waktu itu dengan Minwoo dan Nichkun.

 

“mian, kau sudah lama menunggu ya?” Tanya Nami. “ani gwenchana” jawab Tae Ri. “kajja Nami-ah” ajak Tae Ri masuk kedalam kantor cabang.

 

#sekedar info

–>> Nami ama Tae Ri itu sebenarnya seumuran ^^

 

*

 

Didalam kantor cabang. Suasana nya entah mengapa sepi sekali. Seperti nya tidak ada kasus yang harus ditangani hari itu. Tae Ri dan Nami berjalan menelusuri lorong menuju ruang dapur kantor cabang.

 

“kau pasti belum pernah kesini kan?” Tanya Tae Ri. “ne Tae Ri-ah, aku belum pernah kemari” jawab Nami. “kau tunggu disana ya, akan ku buatkan kau teh” ucap Tae Ri sambil menunjuk kearah sebuah kursi kosong yang mengarah ke jendela yang menyajikan pemandangan kota Seoul. “arasseo” Nami pun menuju tempat duduk yang kosong sementara Tae Ri membuatkan teh untuk Nami.

 

Nami melihat pemandangan kota Seoul dari tempat duduknya sembari menunggu Tae Ri dating. “annyeong” sapa Changmin dan In Hae tiba-tiba dating menghampirinya. “annyeong oppa, eonnie” sapa Nami balik.

 

“kau sendirian? Mana Tae Ri?” Tanya In Hae. “sedang mengambil minum, onnie” jawab Nami. “kau sendiri ke sini? Mana kedua muridmu?” Tanya Changmin. “aku mengambil cuti istirahat hari ini” jawab Nami. “ooo”

 

“boleh ku Tanya sesuatu?” Tanya Changmin. “silakan” “apa kau mengenal Nana?” Tanya Changmin lagi. “Nana? Nugu?” Tanya Nami balik. “kau tak mengenalnya?” Tanya In Hae lagi. “ani, memangnya dia siapa onnie, oppa?” Tanya Nami santai. Changmin menganalisa tatapannya dengan cepat dan sepertinya Nami memang tak mengenal Nana sama sekali.  “ani lupakan saja, Nami-ah” ucap Changmin lagi.

 

Tak lama kemudian Tae Ri kembali sambil membawa 2 gelas teh untuk dia dan juga Nami. Tae Ri pun duduk disamping Nami bergabung dengan yang lainnya. “Tae Ri-ah, sepertinya kalian sangat takut dengan Nana, memang dia siapa?” Tanya Nami penasaran.

 

“Nana-nim?” Tanya Tae Ri balik. Nami mengangguk pelan. “oh, dia hanya atasan saja” jawab Tae Ri.

 

“ne atasan yang lebih misterius daripada sebuah kasus” celetuk Sooyoung tiba-tiba yang baru masuk ke dalam dapur dengan Luna di belakangnya. “Tae Ri-ah kau disini!” panggil Heechul tiba-tiba. “aku mencari mu kemana-mana” tambahnya.

 

“mianhe oppa, kan tadi aku sudah bilang aku ada chingu kesini” ujar Tae Ri. “oppa lupa ya?” “aigoo…mian” ujar Heechul. “aigoo… ==” ujar Tae Ri.

 

“kenapa kalian membicarakan Nana?” Tanya Luna. “Nami bertanya tentang Nana, onnie” jawab Tae Ri. “biar ku jelaskan dengan singkat, dengarkan baik-baik” ujar Changmin serius. Nami dan yang lainnya pun langsung berkumpul mendekat kearah Changmin.

 

“she’s demon”

 

“demon?” Tanya Nami bingung. “dia begitu sulit untuk diprediksi lebih parah dari Kyuhyun-ssi”ujar In Hae. “siapa yang demon!” teriak Kyuhyun memasuki ruangan. “hadoh bakal rebut lagi nih” Changmin langsung berdiri dari tempatnya dan menghampiri Kyuhyun yang berjalan masuk dengan Min, namun langsung didorong Changmin untuk keluar kembali.

 

“Ya! Kenapa kau mendorong ku hyung! Ya!” teriakan Kyuhyun perlahan mulai terdengar kecil. Min yang masih berdiri di tempatnya hanya bingung terdiam.

 

“apa yang terjadi sebenarnya disini?” Tanya Min yang kebingungan. “ani gwenchana” jawab In Hae cepat.

 

*

 

“ceritakan aku lagi tentang Nana, sepertinya ia begitu asyik” ujar Nami. “asyik?” ujar Luna yang kaget mendengarnya. “kau belum tau seperti apa dia sebenarnya saja, dia itu mengerikan, kita tak tau apa ia sedang mengamati kita dari kejauhan atau tidak” Sooyounng langsung ngomong panjang lebar.

 

“Ya tak perlu ngebut seperti itu dong ngomongnya” keluh Luna didekatnya. “mian” ujar Sooyoung.

 

“annyeong” sapa seorang yeoja yang tiba-tiba masuk kesana. “ada yang bias kami bantu?” Tanya Heechul. “apa Nana-nim ada disini? Ia memberitauku untuk kemari siang ini pada saat jam makan siang. Namun aku terlambat” ujar yeoja itu.

 

Luna dan Sooyoung tiba-tiba mendekat secara perlahan kearah Nami. Nami yang menyadarinya menjadi agak merinding. “onnie mau apa?” tanyanya ketakutan.

 

“BUKA PENYAMARANNYA SEKARANG!!!”

 

*

 

Nana sedang dalam perjalanan menuju kantor cabang dengan mobil sedannya. Didalam mobil terdapat Nana dan juga Leeteuk (atasannya). Ia pun mendapat telepon dari Mi Sun, seorang yang akan ditugaskan didivisi 3 nantinya.

 

“yeoboseyo”

“Nana-nim? Ini aku Mi Sun”

“Mi Sun-ssi waeyo?”

“anda dimana?”

“sedang dalam perjalanan, waeyo?”

“loh kalau begitu yang disana siapa?”

 

Nana yang mendengarnya sedikit bingung.

 

“ada masalah apa disana?”

“lebih baik anda datang sekarang sebelum yeoja bernama Nami itu luka-luka”

“MWO! Ara aku segera kesana”

 

Nana langsung menaikkan kecepatannya melaju. Dia jadi bingung sendiri. ‘sebenarnya apa yang mereka pikirkan hingga bisa seperti itu?’ piki Nana keheranan. “waeyo?” Tanya Leeteuk penasaran karena Nana berubah cemas. “mereka benar-benar terlalu” ucap Nana. “?_?”

 

*

 

“Ya! Kenapa kalian menarik daguku? Memangnya terbuat dari karet apa!” omel Nami kesal kepada Luna, Sooyoung dan juga yang lainnya, kecuali Min dan Mi Sun yang bingung sendiri dengan suasana disana.

 

“sudah buka saja penyamaranmu itu, Nana!” ujar Changmin. “Nana? Aku bukan Nana! Aku Nami!” teriak Nami keras.

 

Net!

sebuah suara terompet aneh terdengar dan itu ternyata berasal dari Nana. “Ya! Ada apa ini!” teriak Nana kesal. “Nana-nim!” ucap semuanya kaget saat melihat Nana dan Leeteuk datang. “Ya! Ya! Ya! Jadi kelakuan kalian selama ini seperti ini!” teriak Leeteuk.

 

“Leeteuk-nim O_O” semua orang shock ketika melihat Leeteuk atasan mereka datang. “ne” ucap Leeteuk. “Nami-ah, kau datang” ucap Leeteuk. “ne sajangnim” jawab Nami. “Leeteuk-nim, kau mengenal Nami?” Tanya Tae Ri. “Nami adalah atasan kalian, teman satu regu Nana” jelas Leeteuk.

 

“MWO!!!”

“Nana-ah, kau dalam masalah denganku sekarang!” Nami terlihat marah sambil menatap Nana, seakan ingin memakannya. “mian Nami-ah” ujar Nana.

 

“ini menjelaskan semuanya kenapa Nana membuat laporan meskipun belum kemari =_= ” ujar Heechul.

 

“Mi Sun-ah, kau sudah sampai lebih dulu” ujar Nana. “ne” jawab Mi Sun.

 

“pantas saja Nana khawatir dengan cabang yang ini” ungkap Leeteuk. “oleh karena itu Nana, Mi Sun, Nichkun, dan Minwoo akan ditugaskan kesini” jelas Leeteuk. “JINJJAYO!?!?!?” semuanya shock mendengarnya. Leeteuk hanya mengangguk menjawabnya.

 

“ini akan semakin ramai” ujar In Hae. “Nana akan memantau kalian dan memberikan setiap laporan langsung kepadaku, jadi jangan bertingkah aneh” Leeteuk memperingatkan. “apa tak memberitau hakim Youngmin terlebih dahulu?” Tanya Min. “Minwoo dan Nichkun mengantarkan surat untuknya hari ini. Aku harap sudah sampai” jawab Nana.

 

~sementara itu~

“MWO!!!” teriak Youngmin kaget saat membaca surat dari Nana. “ia akan bertugas dikantor cabang mulai hari ini!!!”

 

*

 

~rapat mendadak!~

 

“jadi Nana, Minwoo, Minsun, dan Nichkun akan bergabung dengan kita disini?” Tanya Yunho. “aigoo @_@” Heechul sepertinya pusing. “niga gwenchana oppa?” Tanya Tae Ri. “demon datang” ujar Heechul.

 

“sepertinya akan jadi menarik hehehe” Kyuhyun tertawa senang. “sesama demon tentu saja senang” ledek Min Ra. “apa kau bilang?” Kyuhyun menatap Min Ra seram. “Hyun Joong oppa tolong aku!” Min Ra langsung pindah kesamping Hyun Joong. “aigoo ==’ “ Hyun Joong bingung sendiri.

 

“mereka dimana?” Tanya Sooyoung. “sedang mengurus sesuatu dikantor pusat, akan kemari besok” jawab In Hae. “perlukah pesta penyambutan?” Tanya Luna. “tak perlu” jawab Yunho. “Nana akan melaporkan tingkah kita kepada Leeteuk, kalau sampai ada laporan aneh, bisa jadi masalah nantinya” tambah Yunho. “arasseo” ujar Luna mengerti.

 

“besok akan jadi hari yang baru untuk kita, tetaplah bersikap biasa” ujar Yunho. “ne!!!” teriak semuanya berbarengan.

 

-Fin-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s