[OneShoot] Kiss Kiss Kiss [HyunAe Sad Version]


 

FF song :

SHINee – Haru, SHINee – Kiss Kiss Kiss, Rainbow – Sweet Dream, Jonghyun (SHINee) – So Goodbye, Ryeowook ft Donghae Super Junior – Just Like It Now

 

Cast :

  • Choi Minho
  • Lee HyunAe
  • Lee JinKi
  • Choi MinHye

 

Maybe my life is in the end

But I promise

That I won’t leave you alone

 

 

*

 

“cheosomianhamnida tapi hidup anda tinggal 1 bulan lagi”

 

Perkataan terakhir dokter Leeteuk yang terakhir kudengar sebelum meninggalkan rumah sakit hari ini. Aku yakin Onew oppa dan MinHye onnie yang menjemputku hari ini merasa shock mendengar perkataan dokter. Tapi sedari tadi mereka tak terlihat sedih. Mereka tetap tersenyum saat berhadapan denganku. Tapi aku tau perasaan mereka yang sebenarnya mendengar kabar ini.

 

“onnie, oppa jangan beritau Minho oppa ya tentang hal ini” ucapku pada mereka saat kami dalam perjalanan pulang dari rumah sakit dengan mobil. “waeyo, saengi?” Tanya MinHye onnie heran. “kalau ia tak beritau sekarang, bagaimana dengan nanti?” Tanyanya lagi. “tapi aku tak mau ia terluka onnie. Aku menyayanginya dan…”

 

“ara…ara kami tak akan memberitaunya” sergap Onew oppa cepat sebelum kami berdebat. Onnie menyeggol oppa tanda tak senang tapi  entah mengapa tak lama onnie terlihat biasa kembali.

 

“kau mau makan apa, saengie? Kita makan diluar ya” ajak Onew oppa padaku. “Ya! Jangan lupa jemput MinKi dan JinHye di sekolahnya, pabo!” ujar MinHye onnie padanya. “aigoo…aku lupa!!!” teriak Onew oppa kencang. Aku hanya bisa tertawa mendengar percakapan mereka.

 

“kita jemput mereka dulu ya, HyunAe-ya” ujar Onew oppa. Aku hanya mengangguk menjawabnya. “nanti kau mau makan apa?” Tanya MinHye onnie padaku. “aku mau ayam!” sela Onew oppa. “tak ada ayam untukmu!” bentak MinHye onnie. “MWO!!!”

 

*

 

Aku menghabiskan hari ku di rumah semenjak pulang dari rumah sakit. MinHye onnie dan Onew oppa tak mengijinkan ku keluar rumah tanpa mereka temani dan membuatku manyun 5 centi. Apa yang harus kulakukan bila hanya dirumah saja?

 

“Onew oppa sibuk, MinHye onnie juga sibuk, MinKi dan JinHye juga sibuk dengan sekolahnya, huft~” gumamku bosan sambil memandang keluar jendela dari kamarku dengan tangan terlipat di bagian bawah jendela. “aku bosan~”

 

“chagi~” panggil seseorang dari luar rumah. Aku mengarahkan pandangan mataku kearah pintu masuk rumahku. Ternyata nae namjachingu!

 

“chagi~buka pintu dong, biarkan aku melihatmu lebih dekat” goda Minho, nae namjachingu kepadaku. Aku hanya tertawa kecil mendengar perkataannya. “ne nae namja” aku pun bergegas membukakan pintu untuknya.

 

*

 

Aku dan Minho sudah berpacaran kira-kira selama hampir setahun. Bahkan kami pun belum melakukan first kiss sama sekali! Ia tak tau mengenai penyakitku, karena aku tak pernah memberitaunya tentang apapun. Aku mengidap kanker stadium 4 dan waktuku sudah tak lama lagi. Meskipun begitu aku masih belum memberitaunya tentang hal ini, aku tak ingin melihatnya terluka. Tapi kalau seperti ini terus…

 

“chagiya, kau kenapa bengong?” tanyanya membuyarkan lamunanku. “ani gwenchana, oppa” jawabku sambil seraya tersenyum padanya. “kau terlalu merindukanku sih, chagi” godanya. Aku tertawa kecil mendengarnya. Ia pun tiba-tiba saja memelukku dan mencium keningku pelan. “saranghae chagiya” bisiknya pelan. Hatiku sakit mendengar perkataannya. Aku tak ingin melukainya lebih dari ini. Tapi aku tak mampu mengatakan yang sebenarnya kepadanya.

 

“chagi kau bengong lagi” ujarnya. “huh? Mianhaeyo nae prince” jawabku. “saranghae nae prince” “nado saranghae nae princess”

 

*

 

“onnie, oppa Minho mengajakku liburan selama 1 minggu dipulau Nami, apa boleh?” tanyaku beberapa hari berikutnya. Minho mengajakku menghabiskan waktu berdua dengannya di pulau Nami.

 

“hm? Mendadak sekali?” ujar MinHye onnie. “boleh kok, saeng” jawab Onew oppa disela acara kencannya dengan sang ayam. “Ya! Apa kau tak khawatir dengan saengmu, yeobo!” bentak MinHye onnie. “kenapa kau harus cemas yeobo? Minho ada disampingnya. Ia akan baik-baik saja dengan Minho tentunya” jelas Onew oppa.

 

“onnie mau ke Pulau Nami ya?” Tanya MinKi dan JinHye. “ne, kalian mau oleh-oleh apa?” tanyaku pada mereka. MinKi dan JinHye langsung diam seketika, mungkin sibuk memikirkan oleh-oleh yang mereka inginkan. “tak perlu saengie, mereka akan kepulau Jeju dengan kami nanti” ujar MinHye onnie. “jinjja eomma?” Tanya mereka berbarengan dengan senangnya. “aisshh…kalau liburan saja langsung senang” gumam MinHye onnie jengkel. Aku menahan tawaku mendengarnya.

 

“krunch…krunch…nyam…nyam…” suara makan Onew oppa menggema ke seluruh penjuru ruang makan hingga setiap pasang mata menatap kearahnya. MinHye onnie mengambil pengaduk kayu dari meja dapur dan mengetuk kepala Onew oppa pelan. “Ya! Malam ini kau tak dapat jatah!” ujar MinHye onnie disertai penarikan sang ayam dari Onew oppa. “MWO!!!” Onew langsung shock seketika. Aku, MinKi dan JinHye akhirnya tertawa lepas berbarengan. Kasihan Onew oppa hehehehe XD

 

*

 

Sesuai yang sudah direncanakan, aku dan Minho pergi berlibur ke Pulau Nami, kesibukkannya sebagai seorang mahasiswa membuatnya jarang bertemu denganku, oleh karena itu pada liburan kali ini, ia ingin menghabiskan waktunya denganku.

 

Kami berada dibandara, Jinki oppa, MinHye onnie, dan kedua anaknya mengantarku ke bandara. Mereka besok juga akan pergi ke Pulau Jeju untuk berlibur selama beberapa hari dan kemungkinan lebih dari 1 minggu. Onew oppa terlihat bercakap-cakap dengan Minho selama MinHye onnie berbicara denganku, sementara MinKi dan JinHye bermain didekat eommanya.

 

“sebenarnya onnie cemas akan keadaanmu saengie, bagaimana nanti kalau terjadi sesuatu denganmu, apalagi Minho juga tak tau keadaanmu yang sebenarnya. Kalau…” “onnie, onnie tenang saja aku bisa jaga diri kok” sela ku sebelum ia berbicara lebih panjang lagi. “arasseo tapi kau hati-hati ya” ucapnya. Dari nadanya, terdengar ia sangat cemas dan juga khawatir, apalagi kalau menurut perhitunganku tinggal beberapa hari lagi.

 

“sudah bawa baju untuk musim dinginkan?” Tanya MinHye onnie mengingat menjelang Natal dan sudah memasuki musim dingin. “sudah kok onnie” jawab ku.

 

“HyunAe-nie kajja” peluk Minho dari belakang tiba-tiba saja. OMO aku bisa merasakan pipiku panas saat ini. MinHye onnie langsung melirik ke arah Onew oppa yang malah mengobrol dengan ke 2 anaknya dengan tatapan cemburu. Aigooo…

 

*

 

Aku dan Minho pun berangkat menuju pulau Nami. Kalau didepanku mereka berantem mulu, tapi saat akan pulang kerumah mereka malah mesra berpegangan tangan =_= dasar ada-ada saja sih onnie ini.

 

Selama dalam perjalanan, aku lebih banyak diam. Memikirkan bagaimana nantinya bila terjadi sesuatu padaku. Pada akhirnya ia harus tau yang sebenarnya juga kan.

 

“oppa” panggilku. “ne nae princess, waeyo?” tanyanya sambil menatapku lekat-lekat dengan 2 matanya yang besar. Aku jadi dag dig dug sendiri ( >O< ) bagaimana aku mengatakan padanya kalau begini. “bagaimana caranya aku menghilangkan penyakit bengongmu, princess?” tanyanya padaku. Aku pun memukul lengan atasnya pelan. “aku tidak bengong!” “jinjjayo? Kiss me then” ucapnya padaku sambil menaruh jari telunjuknya menunjuk kea rah bibirnya. “andwe! Aku belum siap!” tolakku tegas. Wajahnya pun langsung menggembungkan pipinya. Ku cubit pipinya pelan. “kau mau mengalahkan pipinya Key oppa ya?” tanyaku padanya. Ia hanya tertawa kecil padaku.

 

*

 

Pulau Nami. Tak pernah terbayang oleh ku akan menghabiskan sisa hidupku selama beberapa hari disini. Salah satu pulau teromantis di Korea Selatan yang terkenal dengan suasananya yang romantis.

 

Pandangan ku tak lepas dari pemandangan yang memanjakan mataku, menjelang natal kali ini terlihat salju dimana-mana. Meskipun indah bagi mata, tapi dingin sekali disini ( -__- ).

 

Dalam mobil, tak henti-hentinya aku menggosokkan keduan tanganku karena kedinginan. Minho yang menyadari kelakuanku, menggenggam kedua tanganku dengan keduatangannya yang hangat. Aku melihat kearahnya dan ia tersenyum kearahku. “mendekatlah, aku akan menghangatkan mu, chagi” ucapnya padaku. Aku pun mendekat kearahnya, iapun memelukku dari belakang. Seketika jantungku berdegup cepat (>_<), “hangatkan?” tanyanya padaku. Aku hanya mengangguk pelan menjawab.

 

Akhirnya kami sampai di hotel, ternyata Minho sudah memesan kamar dengan 2 ranjang, jadi tak perlu memesan 2 kamar. Minho membantuku membawakan koperku. “mian chagi, berat ya?” tanyaku saat ia membawa koperku. “ani gwenchana chagi” jawabnya sambil tersenyum padaku. “tapi nanti kau harus membayarku” ujarnya. “membayarmu?” tanyaku bingung. “kiss” jawabnya sambil menunjuk kearah bibirnya. “nanti ya chagi” ujar ku padanya. “jinjja!?” dia shock mendengarku menjawab nanti. “aish…bicarakan nanti saja!” omelku. “ne chagi, jangan marah donk” ujarnya menenangkan ku. “ara…ara”

 

Buk

 

Suara koper saat membentur lantai kamar kami. Aku terpesona dengan pemandangan yang kulihat dari jendela kamarku. Meskipun beberapa tempat telah ditutupi salju tentunya. “kau suka chagi?” tanyanya sambil memelukku dari belakang. “ne, yeppoyo” jawabku. “tapi tak bisa mengalahkanmu, chagi” godanya. Aku berbalik dan memukul dadanya pelan. “kau genit!” ujarku. Ia pun tertawa mendengarku berkata seperti itu.

 

“kita jalan-jalan yuk, chagi” ajaknya pada saat aku menonton tv dikamar. “mau kemana chagi?” tanyaku. “kemana saja asalkan bersamamu” jawabnya. Aku pun tersipu malu mendengarnya. “kajja!” iapun menarik tanganku. Aku pun turun dari ranjang dan mengikutinya dari belakang.

 

“oppa! Aku lupa mematikan tv!”

 

*

 

Ia mengajakku ke Metasequoia path, tempat yang pernah digunakan untuk syuting ‘Winter Sonata’ salah satu drama favoritku. Aku berjalan cepat namun menikmati suasana disana, sementara Minho hanya mengikutiku dari belakang sambil tersenyum dibelakangku. “oppa, kita naik itu yuk” kataku sambil menunjuk kesebuah tempat penyewaan sepeda yang tak jauh dari tempat ku berdiri. “sepeda? Kau mau naik sepeda?” tanyanya padaku. Aku pun mengangguk pelan. “kau tunggu disini ya” iapun pergi ketempat penyewaan sepeda sementara aku menunggunya.

 

Tak lama kemudian ia pun kembali dengan sebuah sepeda dengannya. “kajja” ujarnya padaku. “kajja?” tanyaku bingung. “dengan satu sepeda?” tambahku. “aku akan memboncengmu, chagi” jawabnya. “ah” “silakan duduk nae princess” katanya padaku. Aku pun duduk pada kursi yang terdapat dibelakang. “siap, chagi?” tanyanya padaku. Aku masih membenarkan posisi dudukku pada saat itu. “sudah, oppa” jawabku tak lama kemudian. “pegangan yang kuat ya” ia pun mulai menggoes sepeda dengan perlahan. Aku pun memeluk pinggangnya dari belakang karena takut jatuh. Aku bersandar di punggungnya dan aku bisa mendengar suara nafas serta jantungnya berdetak cepat. Ia terlalu senang, pikirku.

 

Setelah 1 jam kami mengitari pulau dengan sepeda. Kami pun kembali ke Metasequoia path untuk mengembalikan sepeda dan berjalan-jalan sebentar disekitar sana. Hari yang semakin malam membuat hari semakin dingin. Aku lupa membawa jaket ku yang sudah aku persiapkan, dan akhirnya aku merasakan seluruh tubuhku kedinginan. Aku memeluk tubuhku sendiri, bisa ku rasakan tubuhku bergetar hebat saat ini.

 

Tiba-tiba saja kurasakan sesuatu menyelimutiku dan menghangatkan ku sedikit. Ternyata Minho memberi jaketnya padaku dengan memakaikannya di pundakku dan memelukku dari belakang. “oppa” panggilku. “masih dinginkah?” tanyanya padaku. “ani, tapi bagaimana dengan oppa?” tanyaku balik. “kita kembali ke hotel sekarang ya” ia pun mengangguk dan kami pun memutuskan kembali ke hotel.

 

*

 

Aku sedang menonton tv sehabis mandi, aku mengenakan gaun merah yang eonnie persiapkan untukku. Kenapa ia menyuruhku memakai ini sih? =_=’ tapi ada untungnya juga sih karena malam ini Minho akan mengajakku makan malam ^o^ Kamsahamnida onnie ^_^

 

Setelah hampir 15 menit ku menunggu, akhirnya ia selesai mandi juga. Ia mengenakan tuxedo putih. Omo! Bisa ku rasakan jantungku berdetak cepat saat ini. Ia berjalan mendekatiku sambil tersenyum. Aku hanya bisa terpaku ditempatku melihatnya pada saat itu. “kenapa kau melihatku seperti itu, chagi? Apa ada sesuatu yang kurang pantas bagimu?” tanyanya sambil melihat tuxedo yang ia kenakan. “a…ani…gwen…chanayo” jawabku gugup. Aku jadi panik sendiri saat itu. Ia bingung melihatku. “kau tak apa chagi?” tanyanya. “ne, oppa” jawabku sambil berusaha tetap tenang.

 

“maukah kau makan malamku, tuan putri?” tanyanya sambil mengarahkan tangannya padaku. Aku pun menaruh tanganku diatasnya dan mengangguk pelan. “kajja, princess. Hidangan telah menanti” aku hanya tertawa pelan mendengar perkataannya sambil melingkarkan tanganku di tangannya dan kami pun pergi makan malam bersama.

 

*

 

Kami dinner dengan suasana outdoor yang romantis. Ditemani indahnya malam yang bertabur bintanglah, kami menghabiskan waktu makan malam kami. Selama makan kami tak saling berbicara. Sesekali aku melirik kearahnya yang sedang menikmati makanannya. Minho yang menyadariku hanya tersenyum kecil.

 

Tak lama kemudian, kami pun selesai makan. Ia pun beranjak dari tempatnya dan menghampiriku yang masih terduduk ditempatku. “do you want to dance with me, my princess?” tanyanya sambil mengarahkan tangannya kearahku. Aku menerima ajakannya.

 

Dengan alunan biola dan organ yang berada di restaurant outdoor itulah kami berdansa. Meskipun baru pertama kalinya bagi kami, kami berusaha untuk tetap bersikap biasa.

 

Aku berada dalam pelukannya. Aku menyandarkan kepalaku didadanya. Bisa kurasakan tangannya mengelus rambutku. Ia pun menunduk dan berbisik ditelingaku. ‘aku tak tau harus bagaimana bila tanpamu, my princess’ perkataannya saat itu membuat hatiku sakit. Bagaimana bisa aku meninggalkan orang yang sangat kusayangi selain onnie dan oppa ku saat ini? Aku hanya terdiam mendengar perkataannya saat itu. Ku pejamkan mataku sambil tak merubah posisi kami.

 

‘aku belum siap kehilanganmu, HyunAe-ya’

 

Aku langsung membuka mataku saat itu juga dan menatap nya. “oppa, apa kau…” ia mengangguk pelan, seperti nya ia tau apa yang ku maksudkan. Aku mendorongnya kebelakang dan lari meninggalkan restaurant menuju kamar.

 

“HyunAe-ya!”

 

*

 

Bisa kurasakan ia mengejarku dan memanggilku dari belakang, namun tak kuhiraukan. Airmataku terus mengalir dengan deras selama aku terus berlari menuju kamar. Ku buka pintu kamar dan ketika baru saja inginku tutup, Minho menahannya dan langsung mendorong pintu dan memelukku erat. Aku berusaha melepaskan diri ku dari pelukannya, namun ia semakin erat memelukku.

 

“lepaskan aku oppa” ucapku sambil memukul-mukul dadanya pelan. Ia hanya terdiam. “oppa!” teriakku lagi, namun ia masih terdiam. “oppa lepas…” “andwe!” teriaknya tiba-tiba dan membuat ku terdiam seketika.

 

“bagaimana bisa kau tak memberitauku hal sepenting itu, HyunAe-ya? Apa kau tak percaya lagi kepadaku?”

 

Airmata ku semakin deras mendengar perkataannya. “JAWAB AKU!” teriaknya. “mian oppa, aku hanya tak ingin kau terluka” jawabku pelan. Ia melepas pelukannya dan beralih memegang tanganku. “tatap mataku HyunAe-ya” meskipun ia menyuruhku untuk melihatnya, tapi kututup mataku. Mana mungkin ku sanggup melihatnya sekarang ini.

 

“buka matamu HyunAe-nie” kali ini ku usahakan membuka mataku sedikit dan menoleh kearahnya. Terlihat dari tatapan matanya yang polos kalau ia begitu tulus hingga saat ini. Ku buka mataku lebar-lebar menatap wajahnya, airmataku pun makin tak terhindarkan lagi saat itu.

 

“oppa”

 

Yang kuingat berikutnya hanyalah bayangan gelap yang menutup mataku pada saat itu.

 

*

 

Gelap. Itu yang kurasakan saat ini. Hanya kegelapan dimana-mana yang kulihat serta kurasakan. Minho oppa, dimana kau? Minhye onnie! Jinki oppa! Aku takut. Percuma saja… sekeras apapun kucoba berteriak, tak ada yang menjawab.

 

Seketika kurasakan sesuatu membasahi pipiku. Kudengar sebuah suara meskipun samar-samar memanggilku.

 

HyunAe-ya

 

Suara yang tadinya terdengar samar-samar, lama kelamaan menjadi jelas terdengar.

 

HyunAe-ya cepatlah sadar. Aku masih membutuhkanmu. Jangan tinggalkan aku, chagiya.

 

Pipiku kembali basah. Bukan karena aku menangis, tapi karena setetes air jatuh keatas pipiku. Apakah ini air mata Minho oppa? Ia menangis?

 

Minho-ya, jangan seperti ini, saengie juga bisa sedih melihatmu seperti ini

 

Onew oppa! Itu suara Onew oppa! Ia jauh-jauh datang dari Pulau Jeju kemari!?

 

Kau kembalilah kehotel, Minho-ya. Beristirahatlah. Biar aku dan Onew-ssi yang menjaganya. Kau pasti lelah setelah seharian menemaninya.

 

Min Hye onnie! Sepertinya aku merusak liburan mereka karena kondisiku saat ini. Aish…pabo HyunAe! Kau merusak liburan onnie dan oppamu sendiri!

kalian saja yang kembali ke hotel, noona, hyung. Kalian jauh-jau dari Pulau Jeju kemari pasti lelah. Kembalilah lebih dulu. Beristirahatlah lebih awal, biar aku saja yang menemaninya disini.

 

Minho-ya

sudahlah yeobo. Kita kembali saja dulu ke hotel

 

Hajiman

 

Klek

 

Bisa kudengar suara pintu tertutup. Mungkin saja eonnie dan oppa sudah pergi sekarang. Tiba-tiba saja kurasakan hangat ditanganku.

 

Jangan khawatir chagiya, aku akan terus berada disampingmu hingga kau sadar.

 

Kurasakan airmataku mengalir dikedua pipiku. Tak kusangka ia sampai seperti ini, hingga sejauh ini kepadaku. Kuteriakan namanya keras dan kuharap ia dapat mendengarku.

 

*

 

Perlahan ku buka mataku. Bisa kurasakan seluruh badanku terasa sakit. Ku melirik kearah kananku, kulihat ia tertidur saat menemaniku. Tak tega ku melihatnya seperti ini tentunya. Perlahan ku gerakkan tanganku dan kubelai rambutnya perlahan. Ia pun terbangun dari tidurnya.

 

“mianhamnida oppa” ucapku pelan kepadanya. “aniyo, chagiya. Gwenchanayo” ucapnya sambil mengucek matanya. “oppa, aku mau pulang” “tidak boleh keadaanmu masih lemah” omelnya. “aku ingin menghabiskan sisa waktu dengan mu oppa, aku tak mau dirumah sakit terus” ucapku. “jangan berkata seperti itu, chagiya. Kau tak akan kemana-mana”

 

“oppa” panggilku pelan. Ia pun menoleh kearahku. Ku gerakkan tanganku. Ia mendekat kearah wajahku. Ku sentuh pipinya pelan. Ku dekatkan wajahnya ke wajahku. Ku kecup bibirnya pelan.

 

Saranghae oppa

 

Hal yang terakhir ku ingat hanyalah bunyi lonceng yang begitu indah dan semuanya berwarna gelap.

 

-Fin-

 

Leave Your Comment After you read this

 

Kamsahamnida ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s