File 1 -> Only One, Right?


 

File 1 : Only One, right?

Cast : Data 1

Cue!

 

Jalana kota Seoul ramai seperti biasanya. Terdengar suara baling-baling helikopter dilangit kota Seoul. Semua mata pejalan kaki menoleh keatas. Terlihat 2 buah helikopter tengah mengejar sebuah mobil yang ngebut di jalan kota Seoul.

 

“turun sedikit Sooyoung-ah, helikopternya” ujar Yunho yang saat ini sedang membidik sang pelaku dengan snipernya. “baiklah” Sooyoung pun menurunkan sedikit ketinggian helikopternya dan perlahan mendekat ke arah mobil yang ngebut itu.

 

“kita susul juga Luna-ya” ujar Taeyang yang berada pada helikopter lainnya dengan Luna. “pegangan yang kuat” Luna pun mempercepat laju helikopternya menjadi sejajar dengan helikopter pertama.

 

Helikopter pertama dan kedua pun kini sejajar. Mereka berkontak dengan gelombang yang terdapat di headphone mereka.

 

“hyung, bagaimana cara menjebaknya?” tanya Taeyang kepada Yunho diseberang. “Hyun Joong sedang mengatur lalu lintas. Kita berpencar nanti sesuai aba-abaku” jawab Yunho. “arasseo hyung aku mengerti” ujar Taeyang.

 

“Luna-ya nanti bersiaplah” ujar Taeyang kepada Luna. Luna pun mengangguk mengerti.

 

*

 

Mobil yang dikejar oleh kedua helikopter pun melaju makin cepat. Sehingga kedua helikopter itu sudah tertinggal jauh dibelakang.

 

“hahahaha mereka sudah tak bisa menangkap ku lagi” ujar sang pengendara mobil itu senang. “loh?” terjadi pemeriksaan lalu lintas didepan nya. Terlihat Hyun Joong berada disana memimpin pemeriksaan dengan polisi lainnya.

 

“gawat aku bisa tertangkap” gumam pengemudi itu dan langsung membelokkan mobil itu ke arah sebelah kiri.

 

Hyun Joong melihat sebuah mobil berbalik arah ke kiri menuju jalan besar. Ia pun mengambil walki talki *sorry kalo salah penulisan* milik nya dan menghubungi Yunho. “hyung, mobil itu bergerak ke kiri” ujar Hyun Joong. “kami akan segera kesana” ujar Yunho. “aku akan mengejar mobil itu” tambah Hyun Joong. “berhati-hatilah” ujar Yunho memperingatkan. “ne hyung”

 

*

 

Mobil sedan merah mengurangi kecepatannya melihat situasi sudah aman. “akhirnya…” mobil itu berhenti dipinggir jalan. Jalanan terlihat sepi disekitar sana. “akhirnya aku mendapatkan pedang ini hahaha” katanya sambil memegang bungkusan berbentuk pedang ditangannya dan mengangkatnya.

 

Hup

 

Seseorang mengambil bungkusan itu dari tangan orang itu. “kamsahamnida” ujar namja yang mengendarai motor itu. Hyun Joong mengambil langsung barang curian itu dari tangan sang pencuri. “orang itu!” orang itu langsung menyalahkan mesin mobilnya dan mengejar motor yang di kendarai Hyun Joong dengan kecepatan tinggi.

 

Motor yang dikendarai Hyun Joong dengan mobil sih pencuri sedang main kucing-kucingan dijalanan kota yang entah kenapa sepi didaerah itu. Hyun Joong menambah kecepatan motornya sehingga jauh meninggalkan mobil dibelakangnya.

 

Pada saat mobil itu juga menambahkan kecepatannya bermaksud mengejar Hyun Joong, helikopter yang di kemudikan Sooyoung muncul didepannya. “jangan bergerak! Menyerahlah” terdengar suara Sooyoung menggema dari pengeras suara yang berasal dari helikopter. Yunho pun turun dari helikopter sambil membawa snipernya. Saat mobil itu mudur, terlihat helikopter lainnya yang dikemudikan Luna menghadang dari belakang. Taeyang pun turun dan membidik mobil itu dengan snipernya. “menyerahlah” ujar Taeyang yang saat ini membidik kearah mobil itu.

 

“KALIAN TAK AKAN BISA MENANGKAP KU!” ujar sih pengemudi lalu membelokkan mobilnya ke kiri ke arah jalan kecil. “gawat dia kabur” Yunho pun menembaki mobil itu ingin mengempes kan bannya namun meleset terus. Begitu juga dengan Taeyang yang sedari tadi menembaki badan mobil itu.

 

Mobil itu melesat di jalan kecil itu. Kebebasan menantinya. Namun terlihat sebuah motor menghadangnya dari kejauhan. Orang itu melepas helm putihnya. OMO ternyata seorang yeoja! Helikopter Luna dan Sooyoung pun memantau dari atas pun panik.

 

“itu kan Tae Ri-ah” ujar Sooyoung panik. “Tae Ri-ah jangan nekat!” teriak Luna dengan pengeras suara. Namun sepertinya tak terdengar. Tae Ri tersenyum mantap. Mengeluarkan pistol nya dari saku celana dan membidik kearah mobil yang melaju dengan tinggi.

 

Dor Dor ~~~ Cit~~~~

 

tembakan Tae Ri berhasil membuat ban mobil itu kempes. Tapi kecepatan mobil yang terlalu tinggi membuat mobil itu malah mengarah kearah Tae Ri dengan kecepatan tinggi.

 

“Tae Ri-ah!” Yunho, Taeyang, Luna dan Sooyoung pun jadi panik serta ketakutan. Hyun Joong berlari kearah Tae Ri dan mendorongnya sehingga jatuh dari atas motornya. Mobil itu melaju menabrak motor yang Tae Ri tabrak tadi dan orang yang mengemudikan nya oun terlempar masuk tong sampah. Mobil dan motor itu pun bertabrakan dan meledak dijalanan.

 

“halo tolong panggil pemadam kebakaran kemari” kata Hyun Joong menelpon operator.

 

*

 

“Ya! Apa kau tak apa Tae Ri-ya?” tanya Sooyoung panik. “gwenchana onnie, aku baik-baik saja” ujar Tae Ri santai. “Ya! Kau ini membuat kami cemas saja” ujar Luna. “mian membuat kalian semua khawatir” ucap Tae Ri merasa bersalah. “sudahlah tak apa” ujar Hyun Joong sembari tersenyum.

 

“bagaimana dengan orang yang mencuri pedang itu?” tanya Tae Ri. “saat ini Heechul dan Hara masih memeriksa keaslian itu. Dan untuk orang yang ia bunuh tadi, sedang diteliti oleh Kyuhyun mengenai peluru tadi” ujar Taeyang menjelaskan.

 

Tok Tok Tok

 

“masuk” Jonghyun masuk kedalam ruangan divisi 1. “permisi saya ingin melaporkan hasil pemeriksaan pedang tadi” kata Jonghyun sambil membalikkan kertas yang ia pegang itu.

 

“pedang itu adalah pedang palsu yang ternyata sudah diduplikat dari aslinya. Dan ada laporan dari divisi 3 juga mengenai peluru itu. Peluru itu beracun dan langka ada jenis yang seperti ini” kata Jonghyun.

 

“jadi pedang yang hilang dari museum itu masih belum ketemu?” tanya Luna. Jonghyun pun mengangguk. “Changmin masih menginterogasi orang tadi, guna mencari informasi. Dan Heechul akan melihat kelokasi kejadian guna mencari informaasi lebih lanjut”

 

“aku akan pergi dengan Heechul kalau begitu” ujar Yunho. “baiklah akan ku beritau Heechul-ssi kau akan ikut” Jonghyun pun keluar dan pergi menemui Heechul. “kalian tunggu perintah selanjutnya” ujar Yunho. “baiklah” ujar Luna, Sooyoung dan Taeyang serta Tae Ri berbarengan. Yunho pun keluar dari ruangan dan pergi menemui Heechul.

 

*

 

~Secret Laboratory~

 

Kyuhyun, Narsha dan Kwanghee sedang meneliti peluru tadi dengan hati-hati. “peluru ini begitu langkah dan jarang dibuat” ujar Narsha. “peluru berlapis emas asli dengan racun langka seperti ini memang, tak ada yang seperti ini di Seoul” kata Kwanghee.

 

“aku bingung kenapa ia tak menggunakan pedang itu saja untuk membunuh korban, tapi ia malah mengeluarkan pistol dan menembak korban” kata Kwanghee bingung. “itu karena ia tak mau merusak kualitas pedang. Mungkin ia mau menjualnya keluar negeri” ujar Kyuhyun.

 

Min pun masuk ke dalam lab sambil membawa kertas laporan pemeriksaan korban. “oh! Kau datang” kata Narsha saat melihat Min datang. “ini ada laporan dari rumah sakit mengenai luka korban” Kyuhyun mengambil hasil laporan dari Min dan membaca hasilnya.

 

“sudah kuduga” ujar Kyuhyun. “apa?” tanya Kwanghee. “racun dalam peluru yang ditembakan bukan berasal dari Seoul namun luar negeri” jawab Kyuhyun.

 

“Ya! Apa kalian sudah dengar?” tanya Jungmin yang baru masuk ke lab. “bagaimana kami bisa tau kalau kau sendiri belum memberitau kami” jawab Min. “ada apa?” tanya Kwanghee penasaran.

 

“pedang yang berhasil diambil tadi, bukanlah pedang asli yang dicuri dari museum, namun duplikatnya. Dan sepertinya orang yang berhasil ditangkap divisi 1 bukanlah pencuri sebenarnya” jelas Jungmin.

 

“sepertinya penyelidikan ini akan berjalan sangat panjang” ujar Jungmin. Min pun mengangguk setuju.

 

*

 

~di ruang interogasi~

 

Changmin menginterogasi orang yang berhasil tertangkap tadi, sementara Taeyeon berjaga diluar ruangan.

 

“bagaimana didalam?” tanya Hye Ra yang lewat pada saat akan pergi ke Lab. “sulit diinterogasi karena tak mau buka mulut. Apa kau tak bisa mendengar suara Changmin-ssi yang kencang sedari tadi?” kata Taeyeon yang bersandar didinding dekat pintu. “bukannya kau ada objek yang harus diteliti kenapa disini? Tak takut dimarahi Kyuhyun ya” tanya Taeyeon. “aigoo…aku lupa harus memberi laporan kepada Kyuhyun-ssi! Aku pergi dulu. Annyong onnie!” Hye Ra langsung pergi menuju Lab.

 

“ada-ada saja”

 

*

 

~tkp 21.00~ Day 1~

 

“sudah sepi ternyata disini” kata Heechul saat mereka sampai ditempat penembakan tadi. “semua orang bersembunyi dirumah mereka. Mungkin karena kejadian tadi siang. Apalagi sekarang sudah malam” jawab Yunho.

 

“ya kau benar juga” jawab Heechul setuju. Ia dengan penyamaran lengkap, dengan topi hitam, jaket hitam dan syal serta kacamata hitam. “aku jadi bertanya-tanya kenapa ia menggunakan pistol dan bukannya pedang itu meskipun palsu?” tanya Yunho. “ia melakukan seperti itu dengan maksud menipu kita, seolah-olah ia memegang yang asli dan tak ingin merusak kualitas nya seakan itu benda asli” jelas Heechul. “hm mungkin” kata Yunho.

 

Drrrt

 

hp Yunho berdering. Telepon dari Taeyang.

 

“halo Yunho disini” Yunho pun mendengar perkataan Taeyang dari telepon. Raut wajahnya pun menjadi serius seketika. “aku akan segera kesana” Yunho pun menutup telponnya.

 

“kasus lagi?” tanya Heechul. “sepertinya masih terhubung dengan kasus ini. Ditemukan 2 orang meninggal dengan sabetan pedang disekujur tubuhnya. Menurut laporan, kedua mayat ditemukan oleh seorang anak kecil. Tae Ri dan Luna sedang menuju kesana sementara Taeyang sedang mengamankan lingkungan sekitar” jelas Yunho.

 

“kita harus segera kesana. Mungkin kita akan mendapatkan petunjuk mengenai kasus ini” kata Heechul. Yunho pun mengangguk. Mereka pun pergi menuju lokasi kejadian di daerah Apgujeong.

 

*

 

“hyung kau ada dimana? Selama beberapa hari ini kau tak pulang. Apa yang terjadi?”

“aku sibuk tak bisa pulang untuk sementara”

“memang kau ngapain hyung?”

“mau tau saja kau! Aku tutup teleponnya ya. Aku lagi buru-buru”

“hyung tung…”

 

“…”

 

*

 

~Day 1~ 22.00 KST~

 

“hua T_T” “adik kecil jangan menangis” ujar Luna yang sedang menenangkan anak kecil yang menemukan mayat itu. “hua ToT” bukannya malah diam, anak itu malah menangis makin kencang. “sudah-sudah jangan nangis lagi” Luna pun menggendong anak itu.

 

“saeng bagaimana?” tanya Luna kepada Tae Ri yang lewat. “Min-ssi dalam perjalanan dengan ambulans kemari. Taeyang-ssi sedang mengatur lalu lintas sekitar. Yunho-ssi dan Heechul-ssi sedang dalam perjalanan” jelas Tae Ri. “onnie, anak ini harus kita bawa kemana?” tanya Tae Ri saat melihat anak yang digendong Luna. “kita bawa kekantor saja dulu sampai keluarganya datang mencarinya baru kita pulangkan” jawab Luna.

 

Yunho dan Heechul pun datang dan langsung menemui Luna dan Tae Ri. “Luna-ah, Tae Ri-ah” panggil Yunho. “bagaimana kondisi disini? Siapa anak ini?” tanya Yunho. “ini saksi mata yang menemukan kedua mayat tadi” jawab Luna sambil menggendong anak kecil itu.

 

“hua…ahjussi…ahjumma…T_T” anak itu malah menangis makin kencang. “sini biar ku gendong” Heechul pun menarik anak dalam gendongan Luna berpindah menjadi menggendongnya. “sini…sini sama ahjussi” Heechul pun pergi sambil menggendong anak itu.

 

“kedua mayat tak dapat dikenali karena kondisi yang mengenaskan. Anak itu ditemukan tengah menangis di tangga. Tae Ri langsung saja mengajaknya keluar sementara aku menghubungi Min untuk langsung kemari” jelas Luna panjang lebar.

 

“biar ku lihat mayatnya” Yunho pun pergi dengan Luna untuk melihat mayatnya. Tae Ri sedang mendengarkan laporan dari polisi lainnya.

 

“Tae Ri-ah” panggil Heechul menghampirinya sambil masih menggendong anak kecil tadi. Matanya malah bengkak. “ya ampun sampai bengkak” ujar Tae Ri kaget. “tadi aku tanyai sembari menenangkannya, lumayan dapat informasi, tapi anak ini malah menangis makin kencang hingga bengkak begini” ujar Heechul.

 

Buk

 

Tae Ri menjitak kepala Heechul. “Ya! Appo!” bentak Heechul. “oppa salah sih! Kenapa malah menanyainya sekarang! Tunggu ia tenang baru menanyainya bukan sekarang dan membuat matanya makin bengkak!” bentak Tae Ri kepada Heechul.

 

“habisnya aku kan ingin tau tentang kedua orang itu!” kata Heechul membela diri. “namun sekarang bukan waktu yang tepat, oppa!” bantak Tae Ri. Saat Heechul dan Tae Ri berantem, seorang namja pun menghampiri mereka.

 

“HyunMin-ah” panggil namja itu saat melihat anak yang digendong Heechul. “Kibum ahjussi” anak yang dipanggil HyunMin itu pindah ketangan Key.

 

“kau mengenal anak ini?” tanya Heechul kepada Key. “perkenalkan saya Kim Kibum, panggil saja Key, walinya. Ini anak chingu saya. Chingu saya masih berada dirumah sakit, sementara HyunMin dijaga paman dan bibinya” jalas Key. “kau boleh membawanya pergi. Ini bukan tempat yang baik untuknya” ucap Tae Ri.

 

“kalau begitu kami permisi” Key pun pergi membawa HyunMin pergi.

 

“jadi informasi apa saja yang berhasil dari anak itu, oppa? Ya meskipun malah membuatnya makin parah” tanya Tae Ri kepada Heechul. “pertanyaan macam apa itu?” bentak Heechul. “sudah jawab saja!”

 

“kedua korban bernama Lee Donghae dan Sandara Park. HyunMin menemukannya sudah tak berbentuk seperti itu. Pantas saja ia menangis kejar. Ia tak melihat sih pelaku karena pada saat ia pulang ia hanya melihat korban” jelas Heechul. “hm…kalau ku lihat tadi, korban dibunuh dengan cara yang cukup diluar pikiran manusia sehat” ujar Tae Ri.

 

“aku takut oppa” Tae Ri langsung memeluk Heechul. Heechul kaget dengan perlakuan Tae Ri namun ia membalas perlakuan Tae Ri padanya. “tenang saja ada oppa disini” kata Heechul sambil membalas pelukan Tae Ri.

 

“ehem…malah mesra-mesraan” ujar Luna dan Yunho berbarengan saat melihat Heechul dan Tae Ri saling berpelukan. Mereka pun melepaskan pelukannya dan suasana jadi aneh.

 

“loh! Anak tadi mana?” tanya Luna. “tadi sudah dijemput keluarganya” jawab Heechul. “nama yang menjemput tadi Kim Kibum” tambah Tae Ri. “bagus lah kalau sudah dijemput” ujar Yunho lega.

 

“hyung…hyung…” suara walki talki Yunho yang tadi diberikan Luna pada saat melihat korban tadi. “ada apa Taeyang-ah?” tanya Yunho berbicara melalui walki talki nya.

 

“aku sedang mengejar orang yang mencurigakan dengan motor. Orang itu membawa sesuatu yang aneh dalam tasnya. Dan sepertinya ia membawa pedang curian”

 

“pedang!? Dimana posisimu?” tanya Yunho. “disektor 9” jawab Taeyang. “kami akan segera kirim bantuan” ujar Yunho. “oppa biar aku dan onnie yang pergi. Kau disini saja dengan Heechul oppa” kata Tae Ri. “kami akan menghubungi Sooyoung dan Hyun Joong untuk membantu” tambah Luna. “mereka ada disektor 9 berhati-hatilah”

 

“ne” Luna dan Tae Ri pun pergi membantu Taeyang. “aku akan periksa tkp lagi. Mungkin ada yang bisa ditemukan disana” Heechul pun pergi ke tempat mayat ditemukan tadi. Yunho menunggu mobil ambulans datang.

 

“oppa” Min datang dengan mobil ambulans. Min turun dari mobil ambulans dan menghampiri Yunho yang sedari tadi menunggu. “mian kami lama, tadi ada sedikit gangguan dijalan” kata Min kepada Yunho.

 

“gwenchana, Min-ah” jawab Yunho. “mayatnya ada dilantai 2 mari saya antar” Yunho pun pergi dengan Min menuju lantai 2 untuk membawa mayat ke rumah sakit.

 

*

 

~Divisi 2 room~

 

“sial!” teriak Changmin. Ia kesal karena masih saat ini masih tak dapat mengetahui pelaku sebenarnya dari namja yang waktu itu tertangkap. “ia sama sekali tak tau siapa yang memberikannya pedang palsu itu?” tanya Taeyeon.

 

“ne Taeyeon-ah. Aku rasa ia hanya jebakan untuk kita saja” jawab Changmin. “rasanya…seperti ia sudah tau semua gerak-gerik kita” tambah Changmin sambil meneguk segelas kopinya dari atas meja. “apa ia ada mata-mata diantara salah satu divisi?” tanya Taeyeon. “tidak mungkin. Kalau memang benar seperti itu, kita harus mulai menyelidikinya”

 

Kring…

 

“halo divisi 2 disini” Taeyeon mengangkat telepon. “hakim Youngmin ingin bertemu dengan kalian. Bisa kalian ke ruangannya sekarang?” tanya Sulli dari seberang telepon. “baiklah kami akan segera kesana” jawab Taeyeon lalu menutup teleponnya.

 

“dari siapa?” tanya Changmin. “dari Sulli-ah. Hakim Youngmin ingin bertemu dengan kita. Kita diminta menghadap keruangannya” jawab Taeyeon. “hm? Tumben. Ada masalah apa ya?” tanya Changmin. Taeyeon pun hanya bisa angkat bahu.

 

“kajja kita temui hakim Youngmin” ajak Changmin. Taeyeon dan Changmin pun pergi menemui Youngmin di ruangannya.

 

~Ruangan Hakim~

 

“kalian sudah datang” kata Youngmin saat melihat Changmin dan Taeyeon datang.

 

“ada apa Youngmin-ah?” tanya Changmin. “apa ada masalah? Tak biasanya kau meminta kami datang seperti ini” tambah Taeyeon.

 

“aku punya permintaan untuk kalian. Apa kalian mau?” tanya Youngmin.

 

“permintaan apa?” tanya Changmin dan Taeyeon berbarengan.

 

*

 

~Apgujeong-do 1 A.M.~

 

Changmin dan Taeyeon berada didepan sebuah gedung bercat putih didepannya. Sebuah gedung apartement yang kira-kira memiliki 10 lantai itu, lebih terlihat seperti rumah susun -_-‘

 

Mereka kini berada di lantai 5 didepan sebuah pintu bernomor 5 didekat tangga. Youngmin meminta mereka untuk kemari atas alasan tertentu. Changmin mengetuk pintu itu. Tak lama pintu terbuka dan terlihat seorang namja berdiri didekat pintu yang terbuka.

 

“anneyong hasimnika” sapa Changmin dan Taeyeon. “anneyong hasimnika” sapa namja itu balik. “niga nuguya?” tanya namja itu. “dan ada urusan apa kalian kemari?”

 

“oh…hyung anda yang meminta kami menemui mu. Aku Changmin dan ini Taeyeon” kata Changmin memperkenalkan diri dan menjelaskan singkat. “kau pasti Kwangmin-ssi kan?” tanya Taeyeon. “bangapsimnida”

 

“aishh…dia ini” gumam Kwangmin. “dia terlalu khawatir” tambahnya kesal sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. “tak heran dengan kasus pembunuhan akhir-akhir ini makin sering terjadi, bukan?” kata Changmin. “well, boleh kami masuk?” tanya Taeyeon. “mianhe, mari silakan” Kwangmin pun mempersilakan Changmin dan Taeyeon masuk kedalam apartementnya.

 

~

 

“jadi seperti ini kamar anak laki-laki ternyata” ujar Taeyeon saat melihat tempat Kwangmin yang berantakan bak kapal pecah itu. “kamar ku tak seperti ini” bantah Changmin. “aku terlalu sibuk akhir-akhir ini dengan pekerjaan ku, aku jadi tak bisa pulang, apalagi merapikan tempat ku” Kwangmin memberi alasan. “alasan…” gumam Taeyeon pelan.

 

Changmin mengelilingi sambil memperhatikan sekeliling. Begitu banyak kertas yang berserakan di lantai dan sofa. “apa pekerjaanmu Kwangmin-ah?” tanya Changmin. “stuntman, itu pekerjaan ku” jawab Kwangmin. “stuntman!? Woa…” Taeyeon takjub.

 

Kwangmin pun mempersilakan mereka duduk dan beranjak menuju dapur untuk mengambil minum. Changmin dan Taeyeon pun mulai merencanakan aksi mereka menggeledah rumah itu selagi Kwangmin pergi ke dapur.

 

“Sudah beberapa hari Kwangmin hyung tidak pulang, aku khawatir dengan hyung. Apalagi setelah ada kasus seperti ini beberapa hari kemudian. Tapi aku juga curiga dengan hyung akhir-akhir ini, eomma memberitau ku kalau hyung dipecat dari pekerjaannya. Saat ku tanya, ia mengatakan sibuk dengan pekerjaannya. Apa hyung mendapatkan pekerjaan dalam waktu 1-2 hari? Aku ingin kalian menyelidiki Kwangmin hyung”

 

Taeyeon memeriksa ruang tamu dan ruang belajar sementara Changmin memeriksa kamar tidur dan toilet. Mereka mengerjakannya dengan sembunyi-sembunyi agar sampai tak ketauan Kwangmin.

 

Saat Taeyeon melewati lemari tempat penyimpanan secara perlahan, Taeyeon mencium bau aneh. Bau darah. Taeyeon memanggil Changmin dan membawanya langsung kedepan lemari tersebut. “aku buka”

 

Klek

 

O_O Changmin dan Taeyeon sama-sama membulatkan matanya kaget tak percaya. Melihat tumpukan karung-karung yang berlumuran darah. “APA INI?” tanya Changmin terdengar keras.

 

Prang

 

Changmin dan Taeyeon menoleh kearah pintu dapur. Kwangmin terlihat shock melihat Changmin dan Taeyeon membuka lemari penyimpanan tanpa seijinnya. “YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN?” teriak Kwangmin kesal.

 

“TERNYATA KAU!”

 

KLEK

 

“ITU!”

 

Kwangmin mengambil sesuatu dari dapur. Dan ternyata itu pedang curian dari museum waktu itu. Kwangmin langsung kabur sambil membawa pedang dan sebuah tas kecil ditangannya dengan melompati jendela apartementnya.

“Hah!” “Ya! no!” Taeyeon kaget. Changmin mengejarnya dengan menyusulnya melewati jendela yang sama. Taeyeon langsung mengeluarkan hpnya dan menghubungi divisi 1.

 

~

 

Tae Ri, Sooyoung, Luna, Hyun Joong dan Taeyang mengejar seseorang yang mencurigakan dengan motor dan helikopter mereka.

 

Kring…

 

“aish siapa yang menelpon disaat seperti ini” ujar Hyun Joong kesal sambil mengangkat teleponnya. “yeoboseyo”

 

“Hyun Joong-ssi, pencuri yang asli sudah ketemu! Sekarang sedang dikejar Changmin”

 

“mwo! Apa ia sudah gila? Kalau sampai terjadi sesuatu bagaimana?”

 

“cepatlah kemari! Gawat ia sudah jauh lagi. Aku akan mengejarnya dulu nanti ku hubungi lagi”

 

Trek

 

“nugu?” tanya Tae Ri yang membonceng Hyun Joong pada saat mereka naik motor karena motor Hyun Joong harus masuk bengkel. “Taeyeon-ssi, katanya mereka sedang mengejar pencuri yang asli” jawab Hyun Joong.

 

“jinjjayo?” Tae Ri langsung memutar motornya ke arah sebaliknya dan mengebut sekencang-kenccangnya. Sooyoung dan Luna yang melihatnya dari atas, dalam helikopter pun heran dan menghubungi mereka melalui walki talkie Luna. “Ya! saeng, Hyun Joong-ssi kalian mau kemana?”

 

“Taeyeon dan Changmin membutuhkan bantuan. Kalian bantu Taeyang saja dulu. Kami akan mengurus ini dulu” jawab Hyun Joong. “arasseo kami akan menyusul nanti, kalian berhati-hatilah” helikopter pun terlihat jauh dari arah sebaliknya dibelakang mereka mengejar Taeyang sementara Tae Ri dan Hyun Joong pergi membantu Taeyeon dan Changmin.

 

“Taeyeon-ssi, kalian ada dimana?”

 

*

 

“Ya! jangan kabur kau!” teriak Changmin sambil mengejar Kwangmin yang sudah jauh didepannya. Changmin berhenti berlari karena capek. “Changmin-ssi” panggil Taeyeon yang mengikutinya dari belakang. “dia lolos” ujar Changmin sambil mengatur nafasnya.

 

“akan kami kejar” teriak Tae Ri yang lewat dengan motornya. Tapi hanya sendirian.

 

Tin

 

Suara mobil dipinggir jalan terdengar kencang tepat disebelah mereka. Hyun Joong berada didalam sebuah mobil  hitam. Entah itu miliknya atau bukan *???*

 

“Ya! cepat naik” kata Hyun Joong mengajak mereka masuk kedalam. Taeyeon dan Changmin langsung masuk kedalam mobil yang dikendarai Hyun Joong dan mobil itu pun melesat cepat  menyusul Tae RI dengan motornya yang telah menghilang jauh didepan.

 

*

 

“hosh hosh” Kwangmin mengatur nafasnya yang terengah-engah. “aigoo sampai kapan aku harus berlari” gumamnya pelan.

 

“YA!” terdengar suara teriakan Tae Ri dari belakang. Dengan ala koboi, Tae Ri melemparkan tali dan mengenai salah satu tangan Kwangmin. Kwangmin yang terlambat menyadarinya pun harus pasrah ditarik Tae Ri dengan motornya ditengah-tengah jalan.

 

“Tae Ri-ah hentikan!!!” teriak Changmin dari belakang. Tae Ri pun menghentikan motornya secara mendadak dan membuat Kwangmin terlempar jauh kedepan lalu kembali lagi ke belakang motor bagaikan yoyo. “waeyo oppa?” tanya Tae Ri. Mobil Hyun Joong pun parkir disebelahnya. Jendela pun terbuka.

 

“Ya! kau ingin membunuh tersangka!? Kau bisa dimarahin Yunho-ssi tau” ujar Changmin. “mian aku terlalu keasikan naik motor sampai lupa berhenti” ujar Tae Ri sambil tertawa pelan. “aigoo…” Taeyeon hanya bisa geleng-geleng kepala mengetahuinya. “lebih baik kita kembali ke kantor dan melaporkan hal ini kepada hakim” kata Changmin.

 

“bagaimana cara membawa dia?” tanya Tae Ri sambil menunjuk kearah Kwangmin yang duduk ditengah jalan sambil mengatur nafasnya. Ia terlalu capek berlari gara-gara Tae Ri tadi.

 

“aku akan meminta In Hae datang kemari membawa mobil tahanan. Kau tunggu disini dan jaga ia jangan sampai kabur. Aku, Taeyeon-ssi dan Hyun Joong-ssi akan kembali duluan dan melapor. Laporkan pada Soo Hee setelah kau kembali ke kantor” kata Changmin menjelaskan panjang lebar.

 

“Youngmin akan kecewa sekali karena kau”

 

*

 

Changmin kembali ke kantor dengan Taeyeon dan Hyun Joong. Changmin dan Taeyeon langsung melapor ke Kwangmin dan menjelaskan semua. Mendengar penjelasan Changmin, Youngmin shock mendengarnya. Ia tak percaya kalau Kwangmin adalah dalang dibalik semua kasus yang terjadi akhir-akhir ini.

 

“Youngmin-ah, mian kami harus menceritakan ini semua” ujar Taeyeon merasa bersalah. “tapi kau harus mengetahui semua ini dan siapa yang akan kau sidang nanti” tambahnya.

 

“gwenchanayo, noona aku mengerti” katanya pelan. “kamsahamnida sudah membantuku. Aku akan mengurus berkas-berkas tentang kasus ini”

 

“kami permisi” Changmin dan Taeyeon pun meninggalkan ruangan kerja Youngmin. Setelah pintu tertutup, Youngmin berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju jendela besar. Mengamati keadaan diluar sana.

 

“hyung”

 

*

 

-Divisi 1-

 

“sial pencurinya berhasil lolos” ujar Taeyang kesal. “dia itu spiderman ya?” tanya Luna sambil geleng-geleng kepala. “lainkali pasti tertangkap” tambah Sooyoung sambil menyeruput secangkir teh hangat yang ia buat. Tae Ri dan Hyun Joong pun masuk kedalam ruangan dengan lemas.

 

“kalian kenapa?” tanya Sooyoung heran. “kasihan hakim Youngmin” ujar Tae Ri. “waeyo? Apa yang terjadi?” tanya Luna penasaran. “saudaranya yang mencuri pedang itu, dan Youngmin lah yang akan menyidangnya sendiri” jawab Hyun Joong. “Jinjjayo?” Luna dan Sooyoung kaget tak percaya.

 

“tunggu dulu!” ujar Taeyang tiba-tiba. “kalau pencuri yang asli sudah tertangkap, lalu orang yang kita kejar tadi…” “mungkin kita salah kejar tadi” sela Luna cepat. “kau yakin?” tanya Taeyang yang merasa ragu. “mungkin” jawab Luna.

 

“Yunho-ssi belum kembali?” tanya Hyun Joong saat ia menyadari kalau Yunho tak ada disana dengan mereka. “ia masih menemani Heechul menyelidiki, mencari barang bukti” jawab Taeyang.

 

“aigoo…aku lupa melapor ke Soo Hee-ssi” Tae Ri pun langsung keluar dari ruangan untuk pergi melapor. “dasar Tae Ri-ah” kata Hyun Joong geleng-geleng kepala.

 

*

 

~Day 2~Tkp 13.00 KST~

 

Yunho masih mengawasi proses penyelidikan yang dipimpin oleh Heechul didalam rumah dibantu Kwanghee dan Min didalam memeriksa tkp. Seperti kebanyakan kasus, banyak orang yang lalu lalang penasaran dan mengelilingi tkp dan saling berbisik satu sama lain. Untung ada garis polisi jadi semuanya berjalan dengan tertib. Sampai tiba-tiba seorang namja menerobos garis polisi.

 

“tuan mohon berdiri di luar garis” kata Yunho sambil menahan namja itu sebelum melangkah lebih jauh. “apa yang terjadi, pak?” tanya Taemin. “terjadi pembunuhan semalam. Sepasang suami istri menjadi korban dan sampai saat ini masih belum teridentifikasi” jawab Yunho. “apa ada seorang anak kecil, ya anak perempuan?” tanya namja itu panik. “seorang laki-laki membawanya pergi, kalau tidak salah namanya Kim Kibum” jawab Yunho. “kamsahamnida” namja itu pun berlalu pergi.

 

Heechul pun keluar dari dalam rumah. “bagaimana?” tanya Yunho. “aku lupa memberitaumu mengenai kasus ini, ini aku buatkan laporan” Heechul memberikan Yunho sebuah berkas. “ini laporan sejauh mana kasus ini sudah terpecahkan” ujar Heechul. “tapi agak sedikit aneh”

 

“waeyo?” tanya Yunho penasaran. “mengenai pedang itu. masih belum yakin apa pedang dari museum yang membuat luka seperti ini atau bukan” jawab Heechul. “bukankah kau bilang…” “sebenarnya aku sendiri masih belum yakin” sela Heechul. “Kwanghee dan Min masih meneliti didalam, mungkin akan ketahuan apa benar dengan pedang atau bukan” tambahnya.

 

“Yunho-ssi, Heechul-ssi” panggil Taeyang yang datang sambil mengendarai motornya. “Taeyang-ssi, waeyo?” sapa Heechul.

 

“kalian masih menyelidiki kasus ini?” tanya Taeyang. “hakim Youngmin baru saja menutup kasus ini” tambah Taeyang. “menutup kasus? Tapi kenapa?” tanya Heechul terheran-heran. “pelakunya sudah ketemu tadi jadi hakim memutuskan untuk menutup kasus. Tapi kasihan Youngmin-ah” jawab Taeyang.

 

“Youngmin-ah waeyo?” tanya Yunho. “pelakunya saudara kembarnya sendiri” jawab Taeyang. “omo!” “dan Youngmin sendiri yang akan mengadilinya nanti” tambah Taeyang. “aku harus pergi ke tempat Kwangmin ada beberapa hal yang harus dibereskan disana. Annyong” Taeyang pun pergi dengan motornya.

 

“apa kita sudahi saja penyelidikan ini?” tanya Heechul. “ani, ada yang ganjil disini” jawab Yunho. “huh?” “kita jangan terlalu cepat ambil kesimpulan terlalu cepat. Kita selidiki saja lagi kasus ini diam-diam” saran Yunho.

 

“arasseo kalau begitu aku akan menghubungi Jonghyun dan Hara untuk menyelidiki masalah ini” kata Heechul. “aku akan minta bantuan Kyuhyun untuk memeriksa beberapa hal” tambah Yunho. “jangan sampai teman satu divisi mu ikut campur dalam masalah ini, Yunho-ssi. mereka bisa menghambat kita” kata Heechul berbisik. “aku akan tetap meminta bantuan teman satu divisiku, namun hanya satu orang” jawab Yunho berbisik.

 

“nugu?” tanya Heechul penasaran. “kau akan tau nanti” Yunho pun berlalu pergi sambil tersenyum kecil meninggalkan rasa penasaran kepada Heechul. Heechul pun berbalik masuk kedalam tkp.

 

*

 

“kau yakin akan pilihan mu mengajaknya dalam penyelidikan rahasia ini?” tanya Heechul tak yakin saat melihat partner pilihan Yunho saat ini. “waeyo? Bukannya dia juga hebat, tak kalah hebatnya dengan Luna atau pun Sooyoung kan” ujar Yunho sambil menepuk pundak partnernya itu.

 

“oppa, kau meragukan ku?” ujar Tae Ri, partner pilihan Yunho, menatap Heechul seakan menantang. “tatapan apa itu? kau berani denganku?” ujar Heechul dengan nada agak keras. “bagaimana kalau aku berani” jawab Tae Ri menantang. Mereka saling bertatapan menantang satu sama lain. Yunho yang berada ditengah mereka pun menghela napas.

 

“kalian ini” Yunho pun geleng-geleng kepala. Kyuhyun dan Min pun datang menghampiri mereka, masih berseragam lengkap ala profesor, dengan jas lab mereka.

 

“anneyong haseyo” sapa mereka. “kalian tiba juga” sapa Yunho.

 

“apa kami dipanggil hanya untuk melihat mereka berkelahi?” tanya Min sambil memperhatika Heechul dan Taeri yang masih bertatap menantang satu sama lain.

 

“Ya! apa kalian tak malu!?” omel Yunho. Mereka pun langsung duduk dikursi di belakang mereka. Kyuhyun dan Min duduk disamping kiri sementara Heechul dan Taeri di sebelah kanan.

 

“bagaimana kalau langsung aku beritau saja pokok permasalahannya” “ini sedikit aneh, karena pada saat Hyun Joong dan Tae Ri pergi membantu Changmin dan Taeyeon, Luna, Taeyang dan Sooyoung masih sibuk mengejar orang lain yang menurut Taeyang membawa pedang curian itu”

 

“aku rasa tak ada yang salah dengan kejadian itu” bantah Tae Ri. “bukankah diantara 2 orang yang b erbeda itu membawa sesuatu yang berbeda. Dan yang membawa pedang curian itu bukanlah yang dikejar Luna onnie dan yang lainnya, tapi Kwangmin yang dikejar aku dan Hyun Joong oppa”

 

“apa kau yakin itu benar-benar pedang dari museum?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. “apa maksudmu?” tanya Tae Ri bingung. “kami telah menanyakan mengenai pedang yang dibawa Kwangmin kepada pihak museum dan meskipun pedang itu berharga tapi tak layak masuk kedalam museum” jawab Kyuhyun menjelaskan. “?_?” Tae Ri semakin bingung.

 

“pedang yang dimiliki Kwangmin bukanlah pedang dari museum melainkan pedang yang biasa dijual oleh para kolektor pedang. Dan pedang yang dijual itu kebetulan merupakan tiruan dari yang ada dimuseum” tambah Min.

 

“jadi kita salah tangkap!?” ujar Tae Ri. “hanya salah paham” jawab Heechul. “oleh karena itu, kita akan menyelidiki ulang kasus ini” kata Yunho.

 

“apa hakim tau akan hal ini?” tanya Min. “ani, kita akan menyelidiki kasus ini secara diam-diam” jawab Yunho. “tapi bagaimana kita bisa menyelidiki sebuah kasus tanpa ijin dari hakim?” tanya Kyuhyun.  “serahkan semuanya kepada kami, hakim akan tau nanti bila saat nya tiba” ujar Yunho. “baiklah, naega arasseo”

 

*

 

Jonghyun dan Hara yang ditugaskan Heechul untuk menyelidiki kediaman Kwangmin bertemu dengan Taeyang yang ternyata sedang memeriksa beberapa hal.

 

“hm? Sedang apa kalian disini?” tanya Taeyang saat melihat Jonghyun dan Hara yang baru sampai di apartement Kwangmin. “kami diminta Heechul-ssi untuk membantumu disini” jawab Hara berbohong. “jinjjayo? Ah benar juga ini kan tugas kalian” ujarnya. “aku tak mungkin memeriksa semua ini sembarangan” tambahnya lagi.

 

“bagaimana kalau aku berjaga didepan selagi kalian memeriksa barang-barang yang ada disini?” tanyanya. “baiklah” ucap Jonghyun setuju. Taeyang pun keluar untuk berjaga didepan kamar apartement.

 

Blam

 

Jonghyun dan Hara saling berpandang. Hara pun mengambil hp miliknya dan langsung menghubungi Heechul.

 

“Heechul-ssi, kami sudah berada didalam apartement Kwangmin. Taeyang ternyata berada disini, Heechul-ssi”

 

“jinjjayo? Dimana Taeyang sekarang?”

 

“ia berjaga di depan pintu apartement, didepannya”

 

“kalian lakukan penyelidikan seperti biasa tapi jangan memberikan laporan penting pada Taeyang. Beritau ia sedikit saja informasi dari hasil penyelidikan kalian”

 

“arasseo, tapi darimana kita mulai menyelidikinya?”

 

“kalian ambil sedikit sampel yang ada didalam lemari, ambil sampel darah dari dalam karung, itu nanti akan di teliti oleh Kyuhyun. Dan periksa seluruh ruangan disana”

 

“arasseo”

 

Hara pun menutup teleponnya. “bagaimana?” tanya Jonghyun. “aku akan mengambil sampel darah dari dalam lemari. Kau periksa ruangan ditemnpat ini” ujar Hara. “arasseo” Jonghyun pun langsung berjalan menuju kamar Kwangmin, sementara Hara membuka lemari dan mengambil sampel darah yang dibutuhkan Kyuhyun baru membantu menggeledah.

 

*

 

Hara dan Jonghyun keluar dari apartement Kwangmin dan menemui Taeyang yang menunggu didepan. “bagaimana?” tanya Taeyang saat melihat kearah Jonghyun dan Hara yang baru keluar. “kami akan melaporkan kepada Heechul-ssi dahulu baru nanti akan menyerahkan nya kepada hakim nanti” jawab Jonghyun.

 

“baiklah kalau begitu, kalian kembali saja duluan, aku akan mengawasi tempat ini sebentar baru kembali” kata Taeyang. “kalau begitu kami permisi dulu” ujar Hara. Jonghyun dan Hara pun pergi menuruni tangga dan pergi kembali ke kantor duluan.

 

Taeyang melihat kepergian Jonghyun dan Hara dengan tatapan sedikit aneh. Ia berjalan mendekati pintu. Namun tidak menguncinya, namun malah justru masuk kedalam apartement. Lalu menutup pintu secara perlahan.

 

*

 

~dikantor~

 

Hara dan Jonghyun baru kembali ke kantor divisi 2. Heechul yang masih sibuk mengurus berkas, tak menyadari kedatangan mereka. Hara dan Jonghyun yang menyadari Heechul tak melihat kedatangan mereka, diam-diam berjalan ke arah Heechul dan mengagetkannya. Heechul yang merasa kaget pun langsung mengamuk.

 

“Ya! Jangan mengangetkan ku seperti itu!” teriaknya kesal. Jonghyun dan Hara pun malah tertawa geli melihat Heechul marah. “mianhe, hyung. Habis kau tegang sekali” ucap Jonghyun sambil tertawa. Heechul pun menatap Jonghyun dan Hara tajam. Jonghyun dan Hara yang melihat tatapan mata Heechul langsung berhenti tertawa seketika.

 

“ada apa kalian kemari?” tanya Heechul. “kami ingin memberikan laporan mengenai penyelidikan di apartement Kwangmin” jawab Hara sambil memberikan beberapa lembar kertas laporan. Heechul pun membaca laporan itu dengan seksama.

 

“Hara-ya, tadi kau bilang ada Taeyang disana, apa benar?” tanya Heechul. Hara pun mengangguk. “katanya ia kesana untuk memeriksa beberapa hal” jawab Hara. “memeriksa beberapa hal? Mungkin Yunho yang menyuruhnya atas perintah hakim Youngmin” ucap Heechul. “arasseo, bagaimana dengan sampelnya?” tanya Heechul.

 

“tadi kami sudah berikan sampel yang akan diteliti kepada Jungmin oppa tadi” jawab Jonghyun. “baiklah kalau begitu kalian boleh pergi”  kata Heechul sambil melihat ke arah mereka. “kami permisi” ucap mereka berbarengan lalu berjalan meninggalkan ruangan divisi 2.

 

Heechul yang merasa sedikit penasaran pun menghubungi Yunho. Setelah bercakap beberapa menit, Heechul menutup teleponnya. Ia berpikir sejenak dan diakhiri dengan menghela napas. “aku tak bisa manyimpulkan secepat ini” ucap Heechul sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. “aishh….”

 

*

 

Youngmin berjalan menelusuri gelapnya lorong penjara bawah tanah siang itu. Pada awalnya ia, tak ingin menemui Kwangmin. Namun pada akhirnya ia pun memutuskan untuk mengunjungi Kwangmin.

 

Dengan Hyun Joong dan Yunho berjaga disampingnya, Youngmin berjalan menelusuri jalan menuju sel Kwangmin tempati. Banyak tahanan yang melihat kearah Youngmin dengan aura membunuh. Yunho dan Taeyang yang menyadarinya sudah siap dengan apapun yang terjadi pada saat itu karena mereka tak lupa membawa dua pistol di kanan kiri mereka.

 

Mereka bertiga sampai di tempat Kwangmin berada. Kwangmin terlihat sedang duduk di pinggiran tempat tidurnya. Yunho pun membuka pintu tahanan Kwangmin. Youngmin pun masuk kedalam, dan selagi itu, Yunho dan Taeyang berjaga didepan jeruji.

 

Youngmin berjalan perlahan mendekati Kwangmin. Kwangmin yang menyadari seseorang mendekatinya pun mengangkat kepalanya dan menatap kearah Youngmin yang sedang berjalan mendekat.

 

“hyung” panggil Youngmin dengan nada yang tak dapat diekspresikan, datar. “kenapa kau datang kemari? Dan sudah berapa kali ku bilang kau itu lebih tua dariku!” ujar nya. “kenapa hyung melakukan ini semua? Kenapa hyung?” tanya Youngmin. “mianheyo” jawab nya sambil menunduk tak mau menatap kearah Youngmin. “hyung jawab aku. Kenapa hyung?” tanyanya. Kwangmin hanya terdiam.

 

“hyung”

 

“pergilah”

 

Youngmin jatuh berlutut. Kakinya lemas. Tak mampu menopang tubuhnya yang saat ini sangat sakit karena Kwangmin saat itu. “hyung” “aku bukan hyung mu, kau hyung ku, hyung”

 

“Youngmin-ah” panggil Yunho tiba-tiba. “lebih baik kita kembali sekarang” tambahnya. Youngmin pun bangkit berdiri dan menatap kearah Kwangmin  yang tertunduk.

 

“sampai bertemu dipersidangan, Kwangmin-ssi”

 

Yunho menemani Youngmin pergi menuju keluar dari sana sementara Taeyang masih berada disana untuk mengunci pintu tahanan Kwangmin. Kwangmin beranjak dari tempatnya duduk dan menatap tajam kearah Taeyang.

 

“sampai kapan permainan ini akan selesai, Taeyang-ssi. aku sudah muak dengan semua permainanmu. Karena kau aku sekarang berada disini, membuat hyung ku kecewa dengan ku. Sebenarnya apa maumu?” ujar Kwangmin.

 

“I just want…everyone die…that’s all” ujar Taeyang sambil tertawa sinis. Kwangmin pun membelalakan matanya. Tatapannya menunjukkan marah ketika ia mendengar perkataan Taeyang yang terakhir.

 

“including you”

 

*

 

Heechul sedang duduk bersantai sambil menyeruput secangkir teh hangat di salah satu café hari itu. ia sedang menunggu seseorang yang menurutnya merupakan kunci dari semua permasalahan ini.

 

Kring

 

Suara pintu kafe di daerah Myeongdong itu terdengar bel pintu tanda orang datang. Heechul yang memakai topi bersikap santai layaknya pengunjung biasa. Namun tidak bagi orang yang baru masuk ke dalam kafe itu. orang yang baru memasuki kedalam kafe itupun berjalan menghampiri Heechul yang menyamar lengkap, dengan topi dan jas cokelatnya. Orang itu mengambil tempat duduk menghadap Heechul.

 

Orang yang ternyata seorang yeoja itu pun duduk berhadapan dengan Heechul. Membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah amplop cokelat, menaruh nya keatas meja dan mendorongnya mendekat kearah Heechul.

 

“ini data yang kau minta” kata yeoja itu sambil membenarkan kacamata hitamnya. Heechul pun mengambil amplop itu dari atas meja, melipat menjadi 2 dan memasukkannya kedalam kantong. “kau tak mengeceknya lagi?” tanya yeoja itu. biasanya orang akan melihat kedalam amplop itu baru benar-benar mengambilnya.

 

“aku percaya padamu” jawab Heechul.

 

*

 

Seluruh anggota divisi satu sedang bersantai di di ruangannya. Mengingat hakim Youngmin telah menutup kasus mengenai pencurian pedang itu.

 

Semuanya sudah berpikir santai kecuali Yunho dan Tae Ri yang sebenarnya masih menunggu laporan dari Heechul dan Kyuhyun mengenai penyelidikan mereka. Luna bangkit dari tempatnya dan berjalan menuju pintu.

 

“aku pergi membeli makan malam, ada yang mau ikut?” tanyanya. “aku ikut denganmu” Sooyoung pun bangkit dari tempatnya dan mengambil jaket putih kesayangannya dari atas kursi dan mengikuti Luna pergi membeli makan.

 

Kring Kring

 

Hp Hyun Joong tiba-tiba saja berdering. Hyun Joong mencari hpnya di kantong celana dan kemejanya. “anneyong haseyo” kata Hyun Joong  yang saat ini tengah berbicara di telepon. Ia bercakap selama 10 menit lalu menutup teleponnya.

 

“aku permisi Min Ra-ya menelponku tadi”  Yunho yang mendengarnya hanya mengangguk pelan. Hyun Joong pergi meninggalkan ruangan dan pergi menemui Min Ra.

 

*

 

Suasana ruangan pun kembali sepi, Yunho yang sedari tadi mulai sibuk membaca koran, Taeyang yang melihat keluar jendela entah melihat apa, dan Tae Ri yang sedari tadi memainkan sebatang pensil, sesekali ia melirik ke arah telpon.

 

BRAK!

 

“angkat tangan!” teriak seseorang dari arah pintu yang ternyata Hyun Joong, Luna dan Soo young serta beberapa polisi lainnya. Yunho, Tae Ri dan Taeyang yang berada didalam ruangan pun langsung lompat terkejut.

 

“ada apa ini?” tanya Yunho yang langsung mengangkat kedua tangannya keatas. “bukan anda ataupun Tae Ri-ah, ketua” jawab Luna. “tapi Taeyang-ssi” tambah Sooyoung sambil mengarahkan pistol yang ia pegang kearah Taeyang.

 

“Taeyang-ssi” ucap Yunho dan Tae Ri terkejut tak percaya berbarengan. Mereka pun mengedarkan pandangan ke Taeyang. “apa yang sebenarnya terjadi, Sooyoung-ah?” tanya Yunho berbalik melihat kearah Soo young sambil menurunkan kedua tangannya begitu juga dengan Tae Ri yang tak jauh darinya.

“ceritakan semuanya Taeyang-ssi” ucap Luna kepada Taeyang sambil mengarahkan pistolnya kearahnya. Taeyang hanya terdiam tak menjawab. “Taeyang-ssi” ucap Yunho dengan berteriak. “oppa” panggil Tae Ri.

 

“bagaimana kalau aku yang menjelaskan semuanya, Taeyang-ah?” ucap Heechul yang tiba-tiba muncul dari balik Hyun Joong, Luna dan Soo young bersamaan dengan Kyuhyun. “ggrrr sial. Padahal aku hampir menang” gumam Taeyang pelan.

 

“apa yang kau katakan barusan?” tanya Hyun Joong. “kau!” geram Heechul yang langsung merebut pistol yang dipegang Luna dan mengarahkan nya ke Taeyang dan menembaknya langsung.

 

“Taeyang-ssi” teriak Yunho kaget. “Heechul oppa!” teriak Tae Ri. Taeyang menghindari tembakan Heechul yang brutal itu. “Heechul-ssi hentikan” teriak Luna dan langsung mengambil kembali pistol nya dari tangan Heechul.

 

Prang!

 

Suara kaca pecah terdengar dari dalam ruangan itu. ternyata Taeyang lompat menerobos jendela sehingga membuat kaca pecah. Ia pun mendarat pada permukaan aspal di lantai bawah lalu kabur melarikan diri ke tengah kota.

 

“ia kabur cepat kejar dia” Hyun Joong memberi perintah. “baik” para polisi yang lainnya pun mengejar Taeyang ada beberapa yang melewati tangga dan ada yang melompat melalui jendela. Hyun Joong dan Luna pun memimpin pencarian.

 

“Heechul-ssi, sebenarnya ada apa dengan semua ini? kenapa tiba-tiba…Taeyang-ssi…” Yunho kebingungan. “ceritakan semuanya oppa” ujar Tae Ri yang langsung ke inti pertanyaan.

 

“semuanya begitu rumit bila aku menjelaskan semuanya sendiri” jawab Heechul. “ikutlah denganku, Kyuhyun yang akan menjelaskannya secara rincih” tambah Heechul. Yunho dan Tae Ri pun mengikuti Soo Young dan Heechul menuju tempat Kyuhyun berada.

 

“onnie kenapa tiba-tiba Taeyang oppa mau kalian tangkap?” tanya Tae Ri penasaran. “apa salah Taeyang oppa?” tanya Tae Ri lagi. “meskipun onnie tau, onnie juga tak bisa menjelaskan semuanya, terlalu rumit. Biar nanti Kyuhyun saja yang menjelaskan kepada kau dan Yunho-ssi” jawab Soo young disertai dengan helaan napas di akhirnya.

 

Mereka berjalan menelusuri lorong di lantai 3. Sesampainya diruangan terpojok, Heechul pun membuka pintu itu dan masuk kedalamnya, diikuti oleh Sooyoung, Yunho dan Tae Ri dibelakangnya.

Didalam ruangan itu ternyata telah berkumpul semua orang. Semua anggota divisi 2 dan 3, juri Onew, Hongki dan Sulli serta Youngmin disana. Hakim Youngmin terlihat lemas. Mungkin Kyuhyun telah menjelaskan semuanya kepada Youngmin hingga membuatnya lemas seperti itu.

 

“kalian sudah datang” sapa Hongki yang melihat mereka masuk kedalam ruangan. “duduklah, Kyuhyun akan menjelaskan kepada kalian semuanya secara terperinci” tambahnya. “sampai membuat Youngmin-ssi sampai lemas” tambah Onew yang mengedarkan pandangannya ke arah Youngmin yang sedang di tenangi oleh Sulli.

 

“apa serumit itu?” tanya Yunho. “kau akan mendengarnya nanti, hyung” jawab Onew. “Kyuhyun-ah” panggil Yunho. “bisa kau jelaskan semuanya kepadaku?” tanyanya. Kyuhyun terlihat mengangguk.

 

“baiklah dengarkan aku baik-baik hyung”

 

*

 

Hari menjelang malam, Taeyang sedang duduk termenung diatas sebuah gedung. Di tangan kanannya ia memegang kantong yang berlumuran darah dan ditangan kirinya ia memegang sebuah pedang.

 

Pandangan mengarah kebawah. Sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian ia bangkit berdiri dari tempatnya duduk dan menatapa langit malam pada saat itu hanya terlihat beberapa bintang malam itu. ia menatap lekat pada bintang paling terang malam itu.

 

I’ll kill everyone in my way

 

*

 

“Biar aku jelaskan awalnya terlebih dahulu” Heechul bangkit dari tempatnya duduk. berjalan menuju tempat Kyuhyun berdiri.

 

Taeyang bisa berada hingga saat ini atas rekomendasi sendiri dari Kwangmin. Kwangmin adalah teman Taeyang. Kwangmin juga yang meminta Youngmin untuk memasukkan Taeyang kedalam divisi 1. Kebetulan Taeyang lulus dari sekolaj kepolisian dan memiliki prestasi cukup baik selama menjalani pelatihan di sekolah kepolisian.

 

“kalau Taeyang-ssi adalah teman dari Kwangmin dan Youngmin, kenapa ia melakukan semua ini?” tanya Yunho bingung. Jonghyun pun bangkit dari tempatnya.

 

Menurut hasil penyelidikan lebih lanjut, mengenai latar belakang keluarganya. Keluarganya meninggal akibat pembunuhan berantai orang oleh yang tak dikenal. Pada saat itu,Taeyang berumur 12 tahun, jadi tak heran ia menyimpan kenangan buruk itu dalam ingatannya.

 

“apa hubungan kejadian itu dengan Youngmin dan Kwangmin?” tanya Tae Ri bingung. “dengarkan aku sampai selesai donk, Tae Ri-ah” ucap Jonghyun kesal karena disela. “mian” ucap Tae Ri. “sudah jangan memarahinya seperti itu, Jonghyun-ah” ucap Heechul suaranya terdengar serius dan menakutkan. Jonghyun yang mendengarnya pun langsung merinding ketakutan. “akan ku lanjutkan”

 

Pada saat pembunuh tersebut menjalani persidangan yang ternyata adalah Youngmin, yang pada saat itu mendapatkan penghargaan karena menjadi hakim termuda di kalangan para hakim. Memutuskan untuk hanya memenjarakan sang pembunuhselama 3 tahun. Taeyang yang mengetahui hal itu pun tak terima dengan hasil persidangan, namun tak bisa berbuat apa-apa.

 

I’ll kill everyone

“semuanya gara-gara aku” ucap Youngmin. “sebenarnya setelah persidangan itu, semua hakim memarahiku karena aku ternyata salah menghukum orang. Ketua hakim memindahkan ku kemari karena itu” cerita Youngmin. “tapi pada saat itu aku tak mengenal Taeyang”

 

“Kwangmin pertama kali bertemu dengannya pada malam hari, pada saat Kwangmin sedang dikejar segerombol orang tak dikenal. Taeyang yang menolongnya” kata Hara. “aku yang menanyai Kwangmin sendiri” tambahnya.

 

“apa ada maksud dibalik perkenalan itu?” tanya Sooyoung. “pada awalnya Taeyang tak tau kalau Kwangmin dan Youngmin bersaudara, jadi tak ada maksud dari perkenalan itu” jawab Min Ra. “tapi setelah mengetahuinya, Taeyang berniat membalaskan dendamnya pada Youngmin dan Kwangmin” tambah In Hae.

 

“tapi bukankah ini aneh” ujar Hongki. “kenapa ia tak membuat perhitungan langsung ke Youngmin, malah memperalat Kwangmin” “mengenai itu, Kwangmin kepergok Taeyang kalau ia sering membeli barang bebas pajak, seharusnya Taeyang dapat menangkap Kwangmin mengingat itu melanggar hukum, namun Taeyang menggunakan alasan itu untuk menarik Kwangmin dalam permainannya” jelas Heechul.

 

“jadi selama ini yang membunuh semua orang itu…” “Kwangmin memang membunuh beberapa orang, tapi ia tak membunuh pasangan yang waktu itu” sela Narsha. “aku telah memeriksa tubuh korban dan kamar Kwangmin dan terbukti kalau bukan ia yang membunuh pasangan Lee, tapi Taeyang”

 

“Dara adalah mantan pacar Taeyang yang sekarang sudah menikah dengan Donghae. Motif di balik pembunuhan hanya karena dendam pribadi” jelas So Hee.

 

“ia tak dapat dimaafkan!” teriak Youngmin tiba-tiba. “Youngmin-ah” Sulli berusaha menenangkan Youngmin. “Ya! tahan emosi mu, Youngmin-ah” kata Onew sambil menahan Younngmin.

 

“CARI DAN TEMUKAN TAEYANG. AKU AKAN SEGERA MENGADILINYA! CARI IA SAMPAI DAPAT!” teriak Youngmin. Yunho, Sooyoung dan Tae Ri pun langsung bangkit dari tempatnya. “segera!” ucap mereka berbarengan. Lalu pergi meninggalkan ruangan segera untuk mencari Taeyang.

 

“sebaiknya anda pulang dan istirahatlah, besok anda harus memimpin pengadilan” ucap Sulli. “Sulli-ssi benar Youngmin-ah” kata Hongki. “biar aku yang mengantar nya pulang” ujar Onew. “kami ikut” Sulli dan Hongki pun mengikuti Onew dan Youngmin dari belakang.

 

Kyuhyun menepuk pundak Heechul. “Ya! hyung kenapa jadi yang kau cerita itu kan bagian ku?” ucap Kyuhyun kesal. “jangan salahkan aku” ucapnya.

 

~~

 

Kyuhyun : he, thor kok jadi Heechul yang cerita sih harusnya kan aku?

Author : ya suka-suka saya donk yang bikin cerita

Kyuhyun : *bawa formalin* aku awetin loh!

Author : jangan!!! *kabur*

 

~~

 

Yunho dan Tae Ri masing-masing membawa motor kecuali Sooyoung yang mengamati bagian atas gedung dengan helikopternya. Yunho berhenti dipinggir jalan yang sepi menghubungi Luna dan Hyun Joong namun tak ada jawaban.

 

“aish…dimana mereka” ucap Yunho. “bagaimana oppa?” tanya Tae Ri yang baru parkir disebelahnya. “tak diangkat. Entah ada dimana mereka saat ini” jawab Yunho.

 

Kring

 

Hp Tae Ri berdering. Ternyata dari Sooyoung.

 

“onnie waeyo?” tanyanya. “onnie berhasil menemukan Taeyang. Luna dan Hyun Joong sedang berjalan menuju kemari. Kalian cepatlah kemari” ujar Sooyoung.

 

“onnie ada dimana?” “aduh dimana ya?” Sooyoung malah bingung posisinya ada dimana. “aduh onnie ini”

 

Jreng

 

Sebuah motor melintas cepat melewati mereka. Yunho dan Tae Ri pun kaget melihat motor berlalu cepat seperti itu. tak lama terlihat 2 motor pun mengejarnya dari belakang dan beberapa mobil polisi.

 

“kalian ternyata ada disini” ujar Sooyoung dari helikopternya. “onnie” panggil Tae Ri. “tunggu kalau begitu tadi yang lewat pertama kali itu…” “TAEYANG” Tae Ri dan Yunho pun langsung menyusul rombongan pengejar Taeyang itu dengan motornya.

 

*

 

Taeyang melompati gedung yang satu ke gedung yang lainnya. Ia memakai masker warna hitam sehingga tak dapat dikenali oleh Sooyoung yang terbang dengan helikopternya. Setelah beberapa lama kemudian, ia pun berhenti dan bersembunyi di sebuah ruang penyimpanan sebuah gedung. Membuka penyamarannya dan mengatur nafasnya perlahan.

 

“aigoo sampai kapan aku harus berlari”

 

*

 

“kemana ia pergi? Apa ia ninja?” tanya Tae Ri. “ia bukan ninja Tae Ri-ah, hanya terlalu cepat” jawab Yunho. “apa sudah ada kabar dari Sooyoung, Luna-ah?” tanya Hyun Joong. Luna yang dari tadi memperhatikan walki talki nya pun menoleh ke arah Hyun Joong dan menggeleng pelan.

 

Mereka dan polisi lainnya beristirahat di sebuah café mereka telah berkeliling Seoul untuk mencari Taeyang selama 2 jam lebih namun karena tak ada petunjuk, Sooyoung dan beberapa helikopternya pergi mencari nya melalui pengintaian di udara.

 

Drrrt

 

Hp Hyun Joong tiba-tiba bergetar. Hyun Joong mengecek hpnya. Ternyata telpon dari Hara.

“Hara-ah” “…” “APA!”

 

>_> beberapa pasang mata di café itu melirik ke arah Hyun Joong yang tiba-tiba saja berteriak ketika menjawab telepon dari Hara. Yunho, TaeRi, dan Luna pun sebenarnya kaget tapi terlihat santai dengan hanya melirik kearahnya.

 

“bagaimana?” tanya Yunho sambil menyeruput cappucino nya. “Taeyang sudah pergi”

 

Byur!

 

Yunho yang kaget langsung menyemburkan cappucinonya kearah Luna yang berada di hadapannya. Luna pun basah karena semburan itu. Luna menatap Yunho tajam, Yunho hanya tersenyum “mian”

 

“Jungmin sedang menuju kesana untuk mengambil Taeyang dan juga seseorang yang terluka karena bertarung dengan Taeyang” jelas Hyun Joong.

 

“sebaiknya kita kembali kembali untuk melapor” kata Yunho sambil bangkit dari tempatnya duduk sambil menaruh gelas cappucinonya di atas meja. “kau harus memberikanku baju baru” ujar Luna yang masih kesal karena membuat bajunya basah. “arasseo akan ku urus nanti” jawab Yunho sambil berjalan pergi duluan.

 

“dasar ada-ada saja”

 

*

 

Kyuhyun dan anggota divisi 3 sedang memeriksa mayat Taeyang, divisi 2 memeriksa barang bawaan Taeyang sementara divisi 1 mengajak Youngmin pergi menjemput Kwangmin dan membawanya pulang.

 

“aku tak percaya ia berani melakukan hal itu”

“begitu juga denganku oppa”

“aku harap ia bahagia disana”

 

Setelah semua masalah telah selesai, semua kembali normal. Kwangmin kembali kerumah, masing-masing divisi bekerja seperti biasa, pedang telah kembali ke museum.

 

Namun apakah semua nya akan terus seperti ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s