Special List [Listen to You]


Anneyong Haseyo ^^

 

Saengil Chukkahamnida Harin-ah -> Margaretha

 Mian ya post telat banget *diomelin Kyuhyun*

 

Hope You Like It

 

Happy Reading ^^

 

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Margaretha -> Kwon Harin
  • Many other cast

 

Cue!

 

Tinggal beberapa hari lagi…

 

-Kyuhyun Pov-

 

“oppa…oppa nanti aku mau…” menjelang hari ulang tahunnya ia menjadi agak sedikit cerewet. “mana mungkin aku mengingat semua yang kau inginkan bila kau mengatakannya secepat itu” ujar ku menyela perkataannya. Ia pun mengeluarkan sebuah gulungan kertas yang cukup tebal dan memberikannya kepadaku. “apa ini?” kataku sambil menerima gulungan itu. “karena takut oppa lupa, aku sudah mencatatnya semua jadi oppa kalau lupa lihat saja disini” jelasnya. Aigoo bener-benar…

 

~Dorm SJ~

 

Aku sibuk membaca gulungan yang ia berikan padaku tadi siang. Sepertinya sudah 4 jam aku membaca gulungan ini dan masih belum selesai.

 

“masih sibuk membaca?” tanya Sungmin yang baru selesai mandi. Ia mengeringkan rambutnya yang basah sehabis keramas dan duduk di pinggiran ranjangnya. “mau nya banyak sekali” jawabku sambil memijat bagian keningku yang pegal karena mataku tak berhenti melihat kearah gulungan yang Harin.

 

“sini ku lihat” ia menarik gulungan itu dari tanganku dan mulai membacanya perlahan. Setelah beberapa menit kemudian ia mengembalikan gulungan itu kepadaku. “lebih baik aku menghafal naskah Jack the Ripper saja” lalu pergi keluar kamar. “selamat menghafal” ucapnya sambil menutup pintu. Aku hanya bisa lemas saja. Aigoo masa harus aku penuhi semuanya.

 

~

 

“Kyuhyun-ah, ayo makan”

 

Teriak Ryeowook dari luar. Aku pun keluar dari kamarku. Masih memegang gulungan itu ditanganku. Aku berjalan lemas dan duduk di sebelah Ryeowook yang sedang mengambilkan nasi untuk para member lainnya dan juga aku.

 

“kenapa kau lemas sekali, Kyuhyun-ah?” tanya Leeteuk. “ia sedang menghafal naskah hyung” jawab Sungmin sambil tertawa dan mengambil tempat disebelahku. Aku menatapnya tajam dan ia langsung berhenti tertawa. “naskah? Kau main didrama musikal apa?” tanya Eunhyuk. “bukan naskah apa Hyuk-ah, naskah permintaan Harin untuk ulangtahunnya” jawab Sungmin sambil tertawa kecil sebentar.

 

“tinggal beberapa hari lagi ya? sepertinya kau mulai cari kado Kyuhyun-ah” ujar Yesung kepadaku. “aku bertanya kepadanya apa yang ia inginkan di hari ulang tahunnya nanti dan ia malah memberikanku gulungan kertas dan juga sedikit ceramah” jawabku.

 

“Ya! jangan berkata seperti itu kepadanya, ia itu yeoja” ujar Leeteuk. “tau deh hyung yang sudah punya anae” celetuk Shindong. Leeteuk pun memukul kepala Shindong dengan sendok miliknya. “auch hyung appo!” ujar Shindong. “Wookie-ya aku ganti sendok ya” Leeteuk pun langsung kabur menuju dapur untuk mengganti sendoknya. Hyung yang lain pun tertawa melihat tingkah mereka yang seperti itu. ‘sudah hampir kepala 3 tapi kelakuannya seperti itu’ pikirku sambil menggeleng pelan.

 

~

 

Aku masih membaca gulungan dari Harin yang belum selesai, sepertinya sebentar lagi selesai. Ada-ada saja maunya ini. Punya pesawat sendiri, keliling dunia… mana mungkin bisa tercapai kalau seperti ini.

 

Aku membaca permintaan terakhirnya. Dan permintaan itu membuat ku berpikir sejenak.

 

Listen to me

 

Mendengarkannya? Aku selalu mendengarkannya. Apa maksudnya ia meminta aku mendengarkannya? Bukannya aku selalu ada setiap ia membutuhkanku. Ya meskipun tak selalu ada, tapi aku sering menghabiskan waktu dengannya bila jadwalku sedang kosong. Jadi apa maksudnya dengan ini?

 

“hei” sapa Sungmin yang baru saja masuk kedalam kamar dan langsung merebahkan dirinya di ranjangnya. “jadi bagaimana?” tanya Sungmin padaku. Aku menghela nafasnya. “hyung bila seorang yeoja meminta agar kita mendengarkannya itu, sebenarnya apa yang ia inginkan dari kita?” tanyaku pada Sungmin. Sungmin terlihat berpikir sebentar dengan menutup matanya sejenak.

 

“entahlah aku juga tak mengerti Kyuhyun-ah” jawabnya beberapa menit kemudian. “bukankah hyung dengannya…” “ia bukan milikku seutuhnya” selanya. “ia masih memiliki Minho disisinya” tambahnya. “sudahlah aku mau tidur” beberapa menit kemudian ia benar-benar tidur dengan selimut yang menyelimutinya.

 

Aku masih terjaga. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 KST. Aku masih berpikir keras. Sebenarnya apa yang ia inginkan dariku?

 

*

 

-Author Pov-

 

“saengil chukkahamnida Harin-ah”

“gomawoyo chingu ^^”

 

“jadi apa yang Kyuhyun berikan padamu?” tanya salah seorang chingu, Yunmi. “ia masih belum menghubungi ku sejak pagi tadi, Yunmi-ya” jawab Harin. “ia tak lupa kan?” tanya Haerin. “aku sudah memberi gulungan ku padanya, seharusnya sih tidak” jawab Harin. “gulungan? Maksudmu gulungan yang kita buat bersama waktu itu?” tanya HyunAe. Harin mengangguk. “aku kasihan pada Kyuhyun oppa harus membaca gulungan yang panjang dan terpanjang diantara kita”kata SunYe.

 

Mereka tertawa bersama ditengah suasana kelas yang ramai dan berisik seperti biasanya hingga terdengar suara kaca jendela pecah dan langsung berubah jadi keheningan.

 

Prang

 

“suara apa itu?” tanya SunYe. Mereka melihat kearah sumber suara. Dan memang benar ada kaca yang pecah. Sebuah batu terlihat berada tepat di lantai ditengah-tengah kaca yang berserakan. HyunAe segera berlari kearah kaca yang berserakan dan mengambil batu itu. “Hyun-ah hati-hati kaca pecah” kata SunYe memperingatkan. “ne onnie” kata HyunAe. iapun mengamati batu itu dengan serius.

 

“ngapain kamu pandangin batu?” tanya Harin dan langsung merebut batu itu dari tangan HyunAe dan melemparnya kembali keluar jendela. “siapa sih yang melempar batu?” gerutu Harin.

 

“Ya!” teriak seseorang. Sepertinya dari luar. Harin dan yang lainnya pun langsung melihat kearah luar jendela dan melihat seseorang tengah berdiri sambil mengusap kepalanya yang tertutup topi.

 

“Harin-ah dia…” kata Yunmi terbata-bata. “Ya! kenapa batu nya malah dilempar balik?” omel namja itu kesal. Dari suaranya bisa dikenali.

 

“mianhamnida oppa” teriak Harin dari jendela. “ppali! Kita mau pergi”

 

“Harin-ah pergilah” kata Haerin menyuruh Harin pergi dengan namja itu. “tapi bagaimana dengan…” “masalah pelajaran akan kami bilang kau ijin” sela SunYe cepat. “tapi…” sudah sana cepat!” HyunAe langsung mendorongnya pergi. “sudah hari ini kan ulangtahunmu, habiskan saja hari ini dengannya” ujar Yunmi.

 

“arasseo aku pergi” Harin pun merapikan tas nya dan keluar meninggalkan kelas. Pergi menemui namja yang telah menunggunya itu. “annyong” “jangan lupa ceritakan besok ya” teriak mereka berbarengan. “ne” kata Harin sambil tertawa kecil lalu pergi menemui namja dibawah.

 

“kajja!”

 

*

 

-Kyuhyun Pov-

 

Aku menjemputnya disekolah. Dan langsung mengajaknya pergi menuju bandara International Incheon. Aku mengenakan pernyamaran lengkap dan berjalan didalam bandara sambil memegangi tangannya.

 

“kita mau kemana oppa?” tanyanya penasaran. “Pulau Nami” jawabku singkat. “pulau Nami!?” dari perkataannya sepertinya ia kaget mendengarnya. “bukannya itu ada di dalam list mu no. 45?” tanyaku. “oppa membaca semua list ku hingga selesai?” tanyanya tak percaya. “tentu saja” jawabku.

 

Aku menariknya menuju ruang check-in dan kami pun langsung naik pesawat setelahnya. “apa kita tepat waktu?” tanyanya. “aku meminta ijin SM untuk meminjam pesawat sebentar, khusus untuk hari ini” jawabku. Kami pun masuk kedalam pesawat dan langsung terbang menuju pulau Nami.

 

~

 

Tak lama kemudian, kami sampai di pulau Nami. Sesampainya disana, aku langsung mengajak pergi menuju Metasequoia path, tempat yang pernah menjadi syuting drama ‘Winter Sonata’ itu.  Sesuai dari gulungannya kemarin aku mengajaknya kemari.

 

“wow!” teriaknya pada saat kita sampai disana. Kami berjalan menelusuri Metasequoia path. Aku hanya memakai topi dan kacamata hitamku saja saat berjalan bersamanya. Aku tak peduli bila mereka memperhatikan kami.

 

“oppa kita naik itu yuk” katanya tiba-tiba. Aku melihat kearah depan. Ternyata ada tempat penyewaan sepeda didepan. “kau tunggu disini sebentar” kataku padanya dan pergi menuju tempat penyewaan sepeda.

 

Aku menyewa sebuah sepeda, yang tentu saja ada tempat duduk untuk boncengan dibelakang. Aku menghampirinya sambil membawa sepeda itu kearahnya. Ia terlihat agak bingung saat aku hanya membawa satu sepeda.

 

“kenapa hanya satu sepeda oppa?” tanyanya. “aku kan bisa memboncengmu” jawabku padanya. “kau bisa mengendarai sepeda?” tanyanya. “mau ku buktikan?” tanyaku balik padanya. Aku menarik tangannya mendekat kearahku. Lalu aku punn naik ke sepeda tersebut. “ayo duduk” ucapku padanya.

 

Dari raut wajahnya terlihat tak yakin kalau aku dapat membawanya dengan naik sepeda. “kau mau aku tinggal?” tanyaku. “ah jangan dong oppa” ia pun langsung duduk dibelakangku. “pegangan”

 

Aku pun segera mulai menggoes sepeda. Meskipun pada awalnya tidak stabil, namun itu karena kesengajaan. Karena tak stabil, membuat Harin memeluk pinggangku erat. Baru aku menggoesnya dengan benar.

 

*author : dasar Kyu usil >_<*

 

*

 

Setelah bersepeda di Metasequoia path, kami pergi makan karena waktu ternyata sudah sore. kami makan di salah satu restaurant yang menjual makanan tradisional korea tentunya.

 

~~skip~~

Waktu sudah malam saat kami baru selesai makan. Kami berjalan melewati Metasequoia path. Karena sudah malam jadi suasana agak sepi disana. Aku memakai jaket sedangkan ia hanya menggenakan seragam sekolahnya saja. Ku lihat ia kedinginan. Aku pun melepaskan jaketku dan memakaikannya ditubuhnya. “gomawo oppa” katanya padaku. Aku hanya membalasnya dengan senyumanku saja.

 

Kami berjalan terus tanpa saling berbicara. Aigoo aku lupa mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

 

“Harin-ah” panggilku kepadanya. Aku berhenti melangkah dan ia berhenti tepat disampingku. “hm…waeyo oppa?” tanyanya padaku. Aku membelokkan tubuhku menghadap kearahnya, ia melihatku menghadapnya pun, menatap wajahku. Kami bertukar pandang sejenak.

 

Aku meraih pinggangnya dan menariknya dalam pelukan. Dapat kurasakan kalau ia terkaget ketika aku menariknya kedalam pelukanku. Kudekatkan wajahku kearahnya. ‘saranghae’ bisikku pelan dan langsung mencium bibirnya lembut.

 

JGER!!!

 

Suara kembang api yang ternyata ada sebuah perayaan kembang api mulai bersamaan ketika aku baru menciumnya. Suasana berubah menjadi romantis seketika.

 

*author : 5 jam~ eh salah 5 menit kemudian #kelamaan*

 

Kami duduk masih dalam posisi saling menghadap satu sama lain. Ia menatap mataku lekat. “apa ini juga berada didalam list mu?” tanyaku. “ani” ia menggeleng. “tapi aku hanya ingin kau mengingat permintaan terakhirku pada list yang kubuat oppa”

 

Listen to me

 

“so?” tanyaku. “katakan apa yang mau kau katakan padaku, aku akan mendengarnya”

 

“saranghae oppa”

“nado saranghae Harin-nie”

 

-Fin-

 

mian kalo biasa saja soalnya saya tidak pintar membuat ff romance *bow*

Wish u like it

and Happy Birthday Margaretha, nae chingu-ya ^^

 

Kamsahamnida ^^

Advertisements

2 thoughts on “Special List [Listen to You]

  1. EHEHEHEHEHEHEHEHHEHEHEHEHEEHEEHEEHEEEEE
    *Ktawa kyk fangirl gila*
    Co cwiiittt
    wkwkwk
    DAEBAK~!!
    Jdi pengen ngerequest fic nih onnie~
    boleh gak? *Puppy eyes*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s