[Oneshot] You are the Only Angel in my Heart [Angel True Ending] Full Part


 

Anneyong Haseyo ^^

setelah teaser saya telah rilis beberapa hari yang lalu

kali ini full partnya

 

Hope You Like it

 

Happy Reading ^^

 

You’re the Only Angel in My Heart

 

Cast :

  • Lee Sungmin
  • Lee HyunAe

 

Cue!

~Sungmin Pov~

 

Hari-hariku berjalan seperti biasa. Meskipun hanya di dalam kamar. Dikurung lebih tepatnya. Noona dan appa baru akan mengeluarkan aku dari kamar setelah mereka menemukan yeoja yang tepat untukku.

 

Sesekali dalam sehari tuan Choi, pengganti Leeteuk, datang kekamarku mengantarkan makanan dan terkadang ia juga membawakan beberapa map yang isinya data para yeoja yang akan menjadi pendampingku nanti. Meskipun aku disuruh membacanya, aku justru malah membuangnya dengan melepar ke tong sampah. Tak heran noona sering memarahiku karena hal ini.

 

Kenapa ini harus terjadi dalam hidupku? Kenapa ia harus kembali ke sana, ke dunianya?

 

Hyun-nie na bogoshippoyo

 

*

 

~HyunAe Pov~

 

Hari ini aku baru akan menjalani persidangan di dunia para angel. Mungkin aku akan menerima hukuman berat. Karena aku, Donghae appa dan Leeteuk jadi harus menghilang untuk selamanya.

 

Aku berjalan dilorong bercat putih dan diterangi lampu, begitu terang menyilaukan. Dua orang angel bertubuh besar dan sepertinya terlihat kuat berada dikiri kanan ku. Takut aku tiba-tiba aku kabur. Tapi tak mungkin aku kabur, aku akan bertanggung jawab dengan semuanya.

 

Nafasku sesak. Aku merindukannya. Sungmin oppa. Entah sedang apa dia.

 

“Hyun-nie” panggil na chingu, Lee Taemin. Ia berlari dibelakangku. Aku pun berbalik menghadapnya. “aku senang melihatmu lagi” tambahnya. Ia berada tepat dihadapanku sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah karena berlari tadi.

 

“aku juga senang bertemu denganmu, oppa” balasku. “dan mungkin ini terakhir kali juga kita bertemu, oppa”

 

“apa maksudmu? Kau tak akan diapa-apakan oleh hakim” bantahnya. “meskipun tampangnya menyeramkan tapi sebenarnya ia baik. Ia tau yang mana yang benar dan yang salah” katanya lagi menjelaskan.

 

“hajiman…” Ia menepuk pundakku. “tenang saja. Semua akan baik-baik saja”

 

Setelah kami bercakap sebentar, aku melanjutkan langkahku menuju ruang persidangan. Aku mengintip ke belakang, ia memperhatikanku dari kejauhan. Aku hanya tersenyum melihatnya tersenyum kepadaku. Aku harap yang ia katakan benar kalau semuanya akan baik-baik saja.

 

*

 

“baiklah persidangan kasus HyunAe akan saya buka” Tok Tok Tok

 

Suara hakim pada saat ini membuka persidangan ku pada kali ini. Hakim yang sama dengan yang mengadili ku dulu, Heechul.

 

“tak kusangka kita bertemu setelah sekian lama, HyunAe-ya” katanya sambil menatap ku tajam namun ia terlihat santai. Benar-benar menghanyutkan. “senang bertemy denganmu lagi”

 

“begitu juga dengan ku, Heechul-nim. Tak ku sangka kita dapat bertemu lagi, ditempat dan waktu yang sama”

 

“bagaimana kalau kita mulai saja” katanya sambil mengambil sebuah berkas di mejanya, aku hanya mengangguk pelan saja. Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan berakhir dengan baik.

 

*

 

-Author Pov-

 

Semakin hari, Sungmin menjadi semakin pendiam, tak banyak bicara ke Sunny dan Jinki termasuk tuan Choi yang setiap hari datang kekamarnya. Jinki pun mulai pusing memikirkan masalah Sungmin.

 

“sudah berapa lama dengan hari ini?” tanya Jinki pada Sunny. “30 hari atau kurang lebih satu bulan” jawab Sunny disertai helaan nafas.

 

“sepertinya percuma saja kita mencarikan jodoh selain HyunAe, appa” kata Sunny tiba-tiba. “maksudmu kita harus menunggu hingga HyunAe kembali dari alamnya?” tanya Jinki. “bagaimana kalau ia tak kembali?” tambah Jinki. “appa”

 

~

 

“bagaimana kalau ia tak kembali?” tambah Jinki. “appa”

 

Sungmin yang ternyata berada didepan pintu tempat Jinki dan Sunny sedang mengobrol mendengar percakapan mereka didalam. Sungmin melepaskan tangannya pada gagang pintu dengan lemas lalu berjalan pergi dengan tergontai-gontai.

 

Apa benar ia tak akan kembali?

 

*

 

Sungmin berjalan lemas menelusuri lorong menuju kamarnya. Kata-kata appany tadi benar-benar menusuk hatinya begitu dalam. Cinta dengan masa depan yang gelap kini mulai ia rasakan.

 

Apa benar ia tak akan kembali?

 

*

 

Ia masih berjalan lemas di lorong lantai 2 dengan menunduk kebawah. Memperhatikan kaki nya yang melangkah dengan pelan. Dalam benaknya hanya terdapat sedikit harapan kalau HyunAe akan kembali padanya.

 

Cahaya terang masuk melalui jendela-jendela besar yang berada tepat di depan pintu kamarnya. Sungmin melihat ke langit biru pada saat itu, hanya sedikit awan yang terlihat pada saat itu. ia melihat ke arah taman yang berada tepat dibawahnya, ia masih ingat bagaimana HyunAe merangkai bunga disalah satu kursi di taman itu ketika ia kerja di rumahnya.

 

Matanya terasa berat mengingat kenangan itu, perlahan airmatanya mengalir pelan. Ia masih menahan airmatanya agar tak terlalu mengalir lebih banyak. Ia harus percaya kalau HyunAe akan kembali padanya.

 

Oppa

 

“huh?” di tengah tangisnya ia mendengar sebuah suara bisikan. Ia yakin kalau suara itu adalah suara HyunAe. ia berbalik melihat kebelakang serta sekelilingnya namun tak ada siapapun. Ia masih memutar kedua bola matanya mencari sesosok yang ia cari sampai tuan Choi tiba-tiba menyapanya.

 

“tuan muda sedang mencari apa?” tanya tuan Choi. “apa perlu ku ambilkan tissue?” tanyanya lagi. Sungmin melap airmatanya dengan lengan tangan panjangnya yang ia kenakan pada saat itu. “tak perlu, aku mau istirahat saja” ia pun berjalan menuju pintu kamarnya dan masuk kedalamnya.

 

Tuan Choi yang melihat itu merasa kasihan melihat tuan mudanya seperti itu. tentu saja ia tau semua yang terjadi sebelum ia kerja di kediaman keluarga Lee, karena diberitau oleh pekerja lainnya.

 

Akan ku lakukan apapun untuk membuat tuan muda bahagia

 

*

 

Malam hari,

 

~Sungmin Pov~

 

Aku melihat sekelilingku saat ini. Aku berada dipinggir sungai Han saat ini. Suasana sore yang membuat warna sungai terlihat oranye terasa romantis sekali. Angin sepoi berhembus dari timur ke barat begitu menyejukan. Aku menelusuri sungai Hangang dengan berjalan kaki.

 

Langkah ku terhenti ketika melihat sesosok yeoja yang jauh didepanku. Ia tengah berdiri menghadap ke sebuah pohon rindang. Yeoja itu mengenakan gaun putih selutut dengan sandal pantopel putih dikakinya, rambutnya panjang sepinggang. Yeoja itu berbalik menghadapku.

 

Sungmin Oppa

 

~

 

“HyunAe-ya”

 

Aku melihat sekeliling  ku. Aku berada dikamarku. Berarti semua itu hanya mimpi. Tapi entah mengapa terasa begitu nyata.

 

“auch” kepalaku tiba-tiba sakit. ‘oppa’ terdengar suara bisikan memanggilku. Itu suara HyunAe. dimana dia? Kenapa ia memanggilku? Ini pertanda baik atau kah buruk? Atau hanyalah imajinasiku saja yang membuatku dapat mendengar suaranya?

 

Aku bangun terduduk disamping ranjang dan berjalan menuju balkon. Aku melihat kearah langit malam. Tak mungkin aku tidur setelah mimpi seperti itu tentunya. Dalam benakku, aku terus memikirkan mimpi ku barusan.

 

Aku harus membuktikkan mimpi ini. Aku pun berjalan cepat ke arah lemari ku, membuka pintu lemari dan mengeluarkan sebuah kaus putih dan celana jeans biru milikku dan mengganti baju tidurku dengan cepat. Aku berlari pelan ke arah balkon. Ini kan lantai 2 tak mungkin aku loncat dari sini. Aku mengambil gulungan tali yang ku simpan di dalam lemari ku mengikat kan nya ke balkon dan turun dengan perlahan.

 

Aku menginjakan kaki ku tepat diatas tanah. Namun saat aku berbalik ternyata tuan Choi sudah berdiri tepat dibelakangku.

 

“tuan muda mau kemana?” tanyanya. “aku harus pergi membuktikan sesuatu, kau jangan menghalangiku” jawab ku dengan agak kasar. “maaf, tapi…”

 

“aku tak akan menghalangi anda tuan muda” selanya. “benarkah O_O?” tanyaku tak percaya. “tapi appa bisa…” “bila itu membuat tuan muda merasa lebih baik, itu tak menjadi masalah bagiku” selanya lagi.

 

Aku berjalan pelan melewatinya, saat berpapasan dengannya aku menepuk pundaknya. “kamsahamnida tuan Choi” kataku padanya. “aku berhutang padamu” tambahku lalu setelah itu aku pun berlari menelusuri taman menuju pintu gerbang, melompati pagar. Dan berlari sejauh mungkin dari rumah untuk mencari kenyataan yang sebenarnya.

 

HyunAe-ya tunggu lah aku

 

*

 

-Author Pov-

 

Pagi hari tiba. Sungmin yang tertidur dengan bersandar di kursi di taman kota pun terbangun karena silau nya matahari pagi. “sudah pagi ternyata” ucapnya sambil merentangkan tangannya.

 

‘kemana aku harus mencarinya? Dimana ia berada?’ pikirnya. Setelah berpikir sejenak, ia memutuskan untuk pergi ke rumah yang pernah HyunAe tinggali dulu.

 

~Sementara itu di kediaman keluarga Lee~

 

Sunny membawa sarapan berupa segelas susu vanilla dan 2 buah sandwich diatas piring berjalan ke arah kamar Sungmin. Sejak 2 hari yang lalu, Sunny sering berkunjung di pagi hari menggantikan tuan Choi. Ia ingin dekat dengan Sungmin agar ia dapat membantu Sungmin melupakan masa lalunya dan melihat kedepan.

 

Ia sampai dikamar Sungmin. “Sungmin-ah” panggil Sunny dari depan pintu. “apa kau sudah bangun?” teriaknya lagi. “noona masuk ya”

 

Ia menaruh nampan di sebuah podium kecil didekatnya yang harusnya digunakan untuk menaurh vas, tapi karena vasnya sedang di bersihkan jadi tempat itu kosong. Ia membuka pintu kamar Sungmin dan masuk dulu, untuk sekedar mengecek.

 

“Sungmin-ah” panggil Sunny lagi. “kau dimana?” tanyanya sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling penjuru kamar. Ia berjalan menuju balkon dan melihat tali yang terikat dan ujungnya berada di bawah dekat dengan permukaan tanah. Sunny yang dapat menyimpulkan dengan cepat apa yang terjadi langsung berlari keluar dari kamar Sungmin

 

Dasar pabo

 

*

 

Waktu sudah siang, ketika Sungmin sampai di rumah lama milik HyunAe. Tempat ia pertama kali bertemu dengan HyunAe, dimana ia ditolong pada malam berhujan. Masih jelas sekali teringat saat itu dibenaknya.

 

Ia membuka pintu rumah yang ternyata tak dikunci. Ia menuju kamar ia sempat ia tempati, masih teringat jelas bagaimana HyunAe membuat kan makanan yang menghangat kan tubuhnya, menyuapi. Mengingat hal itu, ia hanya bisa tersenyum lirih.

 

Ia berjalan pelan. Ia teringat saat ia akan HyunAe akan keluar bersama, HyunAe sempat mendandaninya menjadi seorang yeoja karena bila jadi namja mungkin Sungmin akan ketauan, begitulah pemikiran HyunAe saat itu.

 

Ia terduduk di sofa, mengingat berbagai kejadian dirinya dengan HyunAe. begitu banyak yang sudah terjadi di rumah yang saat ini ia tengah berada didalamnya. Pada saat ia terduduk di sofa, ia dapat merasa kan bagaimana sakitnya hati HyunAe pada saat ia pergi pulang ke rumah. ‘mianhe’ gumamnya pelan.

 

Ia beranjak dari sofanya dan berjalan menuju pintu masuk. Sebelum ia menutup pintu dan pergi, ia mengedarkan pandangannya sekilas. Mungkin ia tak akan kembali kemari, atau bahkan ia akan mengubur kenangan semua kenangan itu didalam hatinya dan melupakan semua itu. Tak ada yang tau.

 

Annyong

 

*

 

Sunny dalam keadaan panik. Ia melesat menuju kamar appanya dengan cepat dan langsung mendobraknya tanpa mengetuk. Jinki yang sedang menyerput tehnya pun langsung nyembur kedepan.

 

“Ya! Sunny, waeyo? Kenapa mengangetkan seperti itu?” omel Jinki sambil menaruh cangkirnya kembali keatas meja dan menggerakan kursi rodanya berbalik menghadap Sunny.

 

“Sungmin-ah kabur appa!” jawab Sunny. “MWO! Bagaimana mungkin…” ucap Jinki tak percaya. “cepat cari!” “arasseo”

 

*

 

Sungmin berjalan-jalan disekitar Myeongdong-do, ia pernah kemari berjalan-jalan dengan HyunAe. ia menelusuri sebuah jalan kecil. Namun pada saat ia hampir sampai di akhir jalan, beberapa orang berpakaian aneh menjegatnya.

 

“mau apa kalian?” tanya Sungmin dengan galak dan menatap ke arah beberapa namja yang menjegatnya. “oh! berani sekali” ucap salah satu diantara mereka. “Ya! asal kau tau ini daerah kami dan kau tak ada hak untuk kemari” ucap namja lainnya.

 

“memangnya ini kota kalian apa!” tantang Sungmin. “hyung, sepertinya ia berani” ucap namja yang terlihat agak muda kepada namja disebelahnya. “kita hajar saja dia”

 

Terjadi perkelahian kecil disana. Sungmin berhasil kabur, memang. Namun beberapa pukulan tak terhindarkan pun singgah di tubuhnya dan membuatnya luka memar dan mulutnya sedikit berdarah akibatnya.

 

Ia menghentikan acara larinya didepan sebuah restauran. Ia melihat kedalam dari kaca bening yang mengarah ke dalam. Ia ingat kalau itu restauran yang pernah ia kunjungi dengan HyunAe. itu adalah pertama kalinya dimana mereka sama-sama mendapat first kiss. Meskipun memang agak sedikit aneh dan konyol, namun itu merupakan kenangan yang tak terlupakan tentunya.

 

Lamunannya buyar saat ia mendengar suara teriakan orang-orang yang menjegatnya dibelakang mengejarnya. “mau apa sih sebenarnya mereka” gumam Sungmin pelan lalu berlari dengan cepat. Jujur ia tak tau kemana tujuannya berlari, yang penting ia lolos dari kejaran orang-orang aneh itu.

 

*

 

HyunAe berjalan menelusuri lorong. Ia baru saja berbicara beberapa hal dengan Heechul, tentang Kyuhyun dan Micha yang ternyata kalah dan menghilang entah kemana. Heechul membebaskannya dari hukuman. Bukan karena ia tak tega atau apa. Tapi karena surat wasiat dari Donghae yang dibacakan pada saat pengadilan berlangsung.

 

Ia sangat sedih saat mendengar surat wasiat dari appanya itu. ia tak percaya appanya sampai berani melakukan hal seperti itu, demi dirinya.

 

Mungkin saat surat ini dibacakan aku sudah tak ada lagi,

Mungkin aku tak tau bagaimana caranya aku menghilang nanti. Aku bukanlah manusia yang akan meninggalkan harta kekayaannya untuk anaknya. Aku hanya seorang malaikat yang hanya memiliki sayap dan kekuatan seorang malaikat padaku.

 

Aku akan mewariskan semua kekuatan serta kedua sayapku kepada anakku, HyunAe, setelah aku menghilang nanti. Aku tak tau kapan itu akan terjadi. Tapi hanya itu yang bisa ku berikan untuknya. Bukanlah harta, namun kasih sayang ku untuknya. Jagalah ibumu, Harin, untukku.

 

Donghae

 

Heechul memberikannya surat itu tepat setelah pengadilan selesai. Pengadilan sempat terhenti sejenak karena HyunAe tak berhenti menangis saat Heechul membacakan surat itu. ternyata memang benar, Donghae tak hanya mewariskan kekuatannya namun sifatnya yang mudah menangis kepada HyunAe.

 

Sebagai gantinya, kekuatan yang harusny diambil dari HyunAe dibiarkan saja didalam dirinya. Namun sebagai hukumannya, ia tidak bisa kembali lagi kedunia para angel, melainkan hidup dan menjalani kehidupan sebagai manusia kembali. Seluruh perasaan bercampur menjadi satu.

 

Tentunya ia senang dapat kembali ke bumi, bertemu kembali dengan Sungmin. Namun bagaimana dengan eommanya, Harin. Tentunya ia tak mungkin meninggalkan eommanya begitu saja bukan?

 

Pada saat ia memikirkan hal itu sambil berjalan menelusuri lorong. Eommanya berjalan menghampirinya. Mereka sedikit bercakap. Hingga akhirnya Harin berjalan pergi setelah menepuk pundak anaknya itu. tatapannya sedih. HyunAe terlihat sedih, seakan sungai kecil akan kembali mengalir di kedua pipinya.

 

Eomma

 

*

 

Hari sudah sore, Sungmin baru saja menghentikan langkahnya setelah berlari dari Myeongdong tadi. Lumayan jauh, karena kini ia berada di pinggiran sungai Hangang.

 

Ia memegangi tangannya yang terluka akibat berkelahi tadi. Perkelahian kecil lainnya tak dapat terhindarkan. Lagipula mereka tak mungkin mengejar hingga ke sungai Han juga bukan?

 

Sungmin beristirahat dibawah sebuah pohon rindang di pinggiran sungau Hangang. Sembari mengatur nafasnya, karena merasa capai, ia pun jatuh tertidur sambil tetap memegangi tangan kanannya yang terluka.

 

Apa ini akhir dari ku?

 

*

 

“bagaimana?” tanya Sunny kepada tuan Choi saat tuan Choi kembali setelah disuruh mencari Sungmin keseluruh penjuru dan sudut rumah. “tak ada nona” jawab tuan Choi.

 

“aigoo…bagaimana ini?” ujar Sunny panik. “kemana ia pergi?” tambah Sunny lagi.

 

*

 

HyunAe menghela nafasnya panjang saat ia baru menginjakkan kakinya ke permukaan bumi. Pada awalnya, ia ingin melanggar perintah Heechul dan tetap tinggal di dunia angel menjaga eommanya. Tapi karena eommanya merelakannya pergi, dengan berat hati ia pun turun kebumi. Ia tau eommanya pasti sangat sedih karena hal ini, tapi semua tak bisa dihindari.

 

Tempat pertama kali ia pijaki adalah taman Yeouido. Yang terletak tepat didekat sungai Han. “kenapa aku bisa disini?” gumamnya pelan. Karena merasa akan terjadi sesuatu ia memutuskan untuk menelusuri pinggiran sungai Han dengan berjalan kaki.

 

*

~Sungmin Pov~

 

Aku tiba-tiba saja terbangun. Sepertinya matahari hampir terbenam. Aku pun bangkit berdiri perlahan. Bisa ku rasakan seluruh tubuhku terasa sakit. Kalau menurut mimpiku harusnya ia sudah berada disini ketika aku tiba. Tapi dimana dia? Ia tak ada disini. Apa semua itu hanya mimpi belaka? Apakah ini akhir dari semuanya?

 

Aku berbalik menghadap pohon menahan tubuhku dengan tangan kiriku. Aku menunduk. Berpikir, mungkin setelah ini aku harus pulang dan menerima semua yang noona dan appaku rencanakan, melupakannya, dan memulai kembali kisahku.

 

Aku berbalik. Aku membelalakkan mataku tak percaya. Apa ini mimpi?

 

*

 

HyunAe berjalan menelusuri pinggiran sungai Han sambil menikmati keindahan matahari yang akan terbenam pada saat itu.

 

~HyunAe Pov~

 

Meskipun saat ini aku dapat kembali kebumi. Aku tetap tak dapat berhenti memikirkan Sungmin oppa. Apa aku bisa bersama dengan nya lagi?

 

Aku berjalan pelan hingga tiba-tiba saja aku terpaku. Kaki ku tiba-tiba saja berhenti melangkah. Pandangan ku lurus menghadap kearah sebuah pohon rindang yang berada disana. Tak percaya dengan pandangan ku saat ini.

 

Seorang namja tengah berdiri menghadap kearah pohon sambil tertunduk. Tangan kanan nya terlihat terluka. Namja itu pun berbalik menghadap nya. aku pun langsung berlari kearahnya.

 

“Oppa!”

 

*

 

~Author Pov~

 

Pada akhirnya, HyunAe dan Sungmin saling bertatap mata. HyunAe yang melihat Sungmin pertama kali, langsung berlari ke arah Sungmin. Sungmin yang hanya berdiri diam, menatap HyunAe tak percaya, seolah semua itu hanya mimpi.

 

HyunAe memeluk Sungmin erat. “oppa, bogoshippoyo” ucap nya berbisik. Airmatanya pun turun membasahi pipinya. Sungmin yang tadinya hanya diam pun membalas pelukan HyunAe. airmatanya pun ternyata sudah mengalir sejak tadi. Meskipun terasa sakit, tangan kanannya meraih dagu HyunAe dan mengangkat kepala HyunAe yang tertunduk. Wajahnya kini saling berhadapan. Saling bertukar pandang. Keheningan sejenak melanda mereka, sebelum akhirnya Sungmin perlahan mendekatkan wajahnya perlahan mendekat kearah HyunAe. HyunAe yang sepertinya mengerti apa yang akan terjadi menutup matany perlahan. Jarak mereka semakin dekat…

 

Chu~~~

 

*

 

Sungmin dan HyunAe duduk bersantai dibawah pohon rindang sambil menikmati keindahan matahari terbenam. HyunAe menyandarkan kepalanya didada Sungmin. Sungmin memeluk pinggangnya dari belakang.

 

Siang pun berganti menjadi malam. Bintang-bintang bertabur berkilauan dengan indahnya. Mereka masih berada di bawah pohon, menikmati indahnya malam bertabur bintang malam itu.

 

“HyunAe-ya” panggil Sungmin tiba-tiba. HyunAe pun menoleh keatas melihat kearah wajah Sungmin. Sungmin mendekatkan wajahnya dan mencium kening HyunAe pelan.

 

“Saranghae HyunAe-nie”

“no do saranghae Sungmin oppa”

 

-Fin-

Sekian untuk ff angel

tapi mungkin ada sekuelnya ya

Kamsahamnida ^^

Advertisements

3 thoughts on “[Oneshot] You are the Only Angel in my Heart [Angel True Ending] Full Part

  1. Pingback: File One -> Only One, Right? [Part 5] « Read FanFiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s