Angel [Oneshot]


Anneyong haseyo

kali ini saya post ff buatan saya

sebelumnya sudah pernah dipost di readfanfiction

Happy Reading ^^

Cast :

©    Lee Sungmin

©    Lee Hyun Ae

we don’t know when love will come

even in the unpredictable time

love will always be there

Hujan turun begitu deras di kawasan Apgujeong-do. Terlihat seorang namja berlari, berusaha kabur dari kejaran beberapa orang yang mengejarnya. Namja itu bersembunyi di balik tembok sehingga tak ketauan oleh para pengejar.

Hosh hosh

Namja itu terengah-engah. Dia bersandar pada tembok itu dan terduduk.

“auch” setiap tetesan hujan mengenai bagian tangannya yang terluka karena tak sengaja tertusuk tadi sehingga membuat rasa sakit yang tak tertahankan.

Namja itu tertidur karena kedinginan serta menahan sakit yang ada di tangannya. Beharap hujan segera berhenti.

*

HyunAe baru saja pulang kerja part time job. HyunAe yang masih kuliah tentu saja membutuhkan uang saku tambahan.

“kenapa hujan hari ini deras sekali?” kata nya kesal. Sambil berjalan ke pintu gerbang rumahnya. Ia melihat seseorang duduk disamping tembok rumahnya tertidur pulas.

“nuguya?” tanya HyunAe sambil memperhatikan namja yang tertidur itu. Ia pun memayungi namja itu dan berusaha membangunkannya.

“Ya! Jangan tidur disini!” katanya sambil mengguncangkan lengan namja itu namun tak kunjung bangun. “ottoke?” tanya HyunAe bingung. HyunAe pun menaruh payungnya di sampingnya, lalu memapah namja itu dan membawa masuk kedalam rumahnya.

*

-Sungmin Pov-

Argh kepalaku terasa pusing sekali dan mataku juga silau saat ini. tunggu! Dimana aku? Rasanya tadi aku ada di pinggir jalan tadi. Apa aku tertangkap? Ah bahaya ini!

Aku melihat sekelilingku. Aku berada di sebuah kamar dengan cat berwarna oranye muda dengan furniture yang sebagian warnanya berwarna pink mulai dari lemari, dan juga meja didekat ranjang. Entah mengapa aku merasa aman disini.

Pintu kamar tiba-tiba saja terbuka, aku pun memejamkan mataku pura-pura tertidur. Aku mengintip sedikit dan melihat seorang yeoja tengah menaruh semangkuk sup di meja didekat ranjang itu dengan perlahan. Aku mengintip seraya menganalisa yeoja itu.

“kau sudah sadar, oppa” kata yeoja itu. Sepertinya Ia menyadari ku yang sudah bangun daritadi.

“ne” jawab ku sambi berusaha terduduk. namun aku merasakan sakit dibagian tangan kananku saat aku berusaha duduk. Iapun membantuku duduk bersandar.

“apa masih sakit oppa?” tanya yeoja itu.

“sedikit” jawab ku sambil menahan sakit ditangan ku.

“gomawo sudah menolong ku” kata ku sambil tersenyum kepadanya. “boleh ku tau siapa namamu?” tanya ku penasaran.

“Lee HyunAe imnida” kata memperkenalkan diri.

“Lee Sungmin imnida” kata ku memperkenalkan diri kepadanya.

“oppa makan sup dulu ya” katanya sambil mengambil sebuah mangkuk kecil dan menyendok beberapa sendok sup dari mangkuk berukuran sedang. Aku pun berniat mengambil mangkuk itu dari tangannya setelah ia selesai, namun ia malah menjauhkan mangkuk itu dari ku.

“tanganmu masih belum pulih sepenuhnya oppa, biar aku suapi ya” katanya seraya tersenyum kepada ku.

“ayo buka mulutnya oppa. Aaaa” ia pun menyuapi ku makan sup perlahan. Aku merasakan pipiku panas. Bukan karena demam atau sakit, tapi karena malu. Belum pernah aku disuapi seperti ini sejak ku kecil, termasuk ibuku sendiri. Kedua orang tuaku terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya. Kalau aku sakit, hanya pak Lee saja yang mengurusku.

*

-Author Pov-

“cheosomianhamnida tuan, ia berhasil lolos” kata seorang namja dengan jas tuxedo hitamnya yang berantakan kepada orang didepannya yang duduk dan mengenakan tuxedo putih.

“kalian ini bagaimana!?” bentak orang dengan tuxedo putih. “masa menangkap bocah seperti itu saja tak bisa!?”

“ahjussi bagaimana ini?” tanya seorang yeoja, memakai gaun merah darah selutut, bagian atasnya tertutup.

“tenang saja ia tak akan jauh dari sini, Micha-ya” jawab namja itu sambil menepuk pundak yeoja yang bernama Micha.

“aku akan membawamu kembali, Lee Sungmin”

 

*

“oppa kenapa bisa sampai kesini?” tanya HyunAe yang terduduk di dekat ranjang. Mengenakan kaus pink dan celana pendek putih selutut.

“aku kabur dari rumah, Hyun-ah. Sebelum mereka memaksaku berjalan di pelaminan dengan sih penyihir itu” jawab Sungmin.

“penyihir? Tak ada penyihir didunia ini, oppa” kata HyunAe nenjelaskan. “semua itu hanya ada di dongeng”

“tentu saja ada, HyunAe-ya. Ia telah memberikan mantra kepada seluruh anggota keluarga ku, agar aku bias menikah dengannya” jelas Sungmin yang tidak setuju dengan pendapat HyunAe.

“oppa, ini ada-ada saja” kata HyunAe sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mengangkat nampan yang berisi 2 mangkuk tadi lalu membawanya keluar kamar.

“Hyun-ah boleh aku tinggal ditempat mu sementara?” tanya Sungmin. HyunAe pun menghentikan langkahnya menuju pintu dan berbalik menoleh ke belakang melihat Sungmin.

“tentu saja oppa. Tinggallah selama kau mau, lagipula tanganmu juga masih harus kuobati” jawab HyunAe.

“Gomawo, HyunAe-ya” kata Sungmin sambil tersenyum manis dan mengedipkan mata kanannya kearah HyunAe.

“cheonmaneyo oppa” balas HyunAe sambil tersenyum simpul.

*

-disisi lain-

Disebuah kamar berbalut warna emas disetiap dindingnya, furnitur yang hampir semuanya terbuat dari perak, seorang yeoja tengah duduk merias dimeja riasnya. Ia menyisir rambut panjangnya didepan cermin. Ia pun tersenyum licik ketika sedang menyisir rambutnya itu. ia meletakkan sisir itu lalu duduk tegak sambil menatap cermin didepannya.

“bagaimana putriku, Micha, hari ini?” tanya seseorang yang terlihat dari kaca tersebut. Seorang namja menggunakan jubah hitam dengan pakaian didalamnya berwarna hitam.

“baik appa” jawab yeoja yang bernama Micha itu. “appa sendiri?”

“tentu saja appa baik-baik saja” jawab namja yang ternyata adalah appanya Micha. “bagaimana rencanamu, Micha-nie?”

“namja itu kabur appa. Saat ini orang-orang suruhan Lee ahjussi masih sibuk mencarinya” jawab Micha.

“ia satu-satunya yang berhasil tau identitas kita Micha-nie. Jangan sampai ia membocorkannya. Kau ingat apa yang appa bilang waktu itukan?”

“tentu saja appa”

“shut their mouth with death”

 

*

Sungmin keluar dari kamarnya menuju ke dapur. Keadaannya kini sudah lebih baik. Saat ia sampai didapur, ia melihat HyunAe sedang mencuci beberapa peralatan makan.

“pagi” sapa Sungmin. Ia menarik kursi didekat meja makan lalu duduk.

“oh! pagi” balas HyunAe. “bagaimana kondisi mu hari ini, oppa?” tanya HyunAe sambil mengeringkan tangannya dengan sebuah kain.

“lebih baik dari kemarin tentunya” jawab Sungmin sambil tersenyum manis. HyunAe yang melihatnya langsung memalingkan wajahnya yang agak merah.

“aku pergi kuliah dulu ya, oppa. Annyong” ujar HyunAe sambil menarik tas selempang warna biru dan berjalan menuju pintu utama. Sungmin berjalan kearah panci diatas kompor dan membuka tutupnya. Didalamnya terdapat sop jagung yang siap dimakan.

“aku sudah masakan sop jagung untuk oppa. Dipanaskan dulu ya oppa sebelum dimakan, kalau mau makan sekarang masih hangat kok” ujar HyunAe yang sedang memakai sepatu adidas putih kesayangannya.

“kapan kau pulang?” ujar Sungmin.

“mungkin akan larut oppa. Hari ini aku kerja malam lagi soalnya” jawab HyunAe. “aku berangkat” HyunAe pun menutup pintu utama dan pergi menuju kampusnya.

“sibuk sekali dia” gumam Sungmin. “aku makan saja” Sungmin memegang perutnya dan mulai mencari mangkuk untuk wadah sop jagungnya itu.

*

HyunAe berlari menuju kelasnya. Ia ketinggalan bis tadi.

“aduh bagaimana ini?” gumam HyunAe. “mana pelajaran Cho Songsaengnim lagi” tambahnya.

HyunAe memasuki kelasnya. Seorang namja yang tengah mengajar pun kaget mendengar pintu terbuka.

“HyunAe-ssi Welcome” sapa namja itu. Namja dengan name tag yang bertuliskan nama Cho Kyuhyun itu mengetuk-etuk kan jarinya keatas podium didepan kelas sambil menatap tajam kearahnya.

“I’m sorry sir” ucap HyunAe sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.

“no excuse for you HyunAe-ssi. Detention room now” ucap Cho songsaengnim santai tapi masih menatap nya tajam.

“allright” HyunAe pun berjalan keluar meninggalkan kelas.

“argh kenapa hari ini sepertinya aku sial sekali” ujarnya sambil berjalan menunduk dengan beberapa buku didekapnya.

Buk!

Tiba-tiba ia terjatuh karena menabrak seseorang didepannya. Begitu pula dengan orang yang ditabraknya yang juga ikut terjatuh.

“aduh” ucap HyunAe sambil berusaha bangkit dan mengambil bukunya yang berserakan dilantai. Ia melihat sebuah uluran tangan kearahnya.

“mianhamnida” kata yeoja yang tak sengaja ditabraknya itu.

“aniyo, harusnya aku yang bilang seperti itu” Hyunae pun bangkit berdiri sambil merapikan bajunya. “cheosomianhamnida” katanya kepada yeoja itu sambil membungkuk.

“gwenchanayo” jawab yeoja itu. “anneyong Micha imnida” sapa yeoja itu.

“anneyong HyunAe imnida”

“kau mau ikut kekantin dengan ku?” tanya Micha.

“ok” HyunAe menerima ajakan Micha dan mengikuti Micha kekantin.

-Di Kantin-

Micha dan HyunAe makan bersama dikantin. HyunAe makan sangyetang dan Micha bibimbap.

“kali ini aku yang traktir karena tak sengaja menabrakmu, HyunAe-ya” kata Micha.

“aku yang tak sengaja menabrakmu, jadi…”

“sudahlah tak apa” sela Micha. “kajja kita makan”

“kenapa kau terburu-buru sekali tadi?” tanya Micha penasaran.

“aku terlambat untuk bergi kerja part time hari ini. aku yakin lain kali aku masuk pasti langsung dipecat” kata HyunAe lemas sambil mengaduk-aduk makanannya dengan sendok.

“kau bekerja part time?”

“ne, sejak orang tua ku tak mengirim uang saku setahun yang lalu, aku jadi mulai mengambil kerja part time disebuah restauran” jawab HyunAe.

“kau mau tidak bekerja ditempatku?” tanya Micha menawarkan pekerjaan.

“di tempatmu? Maksudmu?” tanya HyunAe bingung.

“aku akan bicara dengan appaku supaya kau bisa kerja ditempatku jadi kita bisa berangkat bareng deh” ujar Micha senang. “bagaimana menurutmu, kau mau?”

“hm… baiklah akan ku terima tawaranmu itu” jawab HyunAe. “tapi apa pekerjaannya?” tanya HyunAe penasaran.

“akan ku tanya appaku dulu ya” kata Micha. “ayo makan”

*

“aku pulang” teriak HyunAe saat baru sampai dirumah.

“HyunAe-ya kau pulang cepat?” tanya Sungmin yang sedang menonton tv.

“ne, oppa” jawab HyunAe. “kau sudah makan? Aku masak dulu ya”

“perlu ku bantu?” tanya Sungmin mematikan tv dengan remote dan beranjak berjalan menghampiri HyunAe didapur.

“tak perlu oppa. Lagipula tanganmu juga belum pulih benar” jawab HyunAe sambil mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas dan menaruhnya diatas counter.

“siapa bilang belum sembuh” Sungmin mengangkat tangannya yang tadinya diperban dan kini sudah tak terlihat perban lagi disana. “lihat sudah sembuhkan” ujar Sungmin sambil tersenyum.

“oppa! Kenapa kau lepas duluan!” ujar HyunAe kaget.

“habis aku tak nyaman bila diperban terus” pinta Sungmin. Ia menarik kursi dan duduk didekat meja makan didekat dapur.

“tapi kalau apa-apa bagaimana?” bentak HyunAe.

“tenang saja HyunAe-ya tak akan apa-apa kok” jawab Sungmin. “oiya boleh aku tinggal lebih lama lagi disin?” tanya Sungmin dengan nada serius.

“hm? Waeyo? Apa tak apa kalau kau disini terus oppa? Apa keluarga oppa tak mencarimu?” tanya HyunAe heran. Mana ada anak yang ga suka dirumah?

“tenang saja mereka tak akan khawatir kok. Lagipula aku ingin menemanimu disini” goda Sungmin.

“ai… oppa genit” pukul HyunAe pelan dengan menggunakan spatula.

“HyunAe-ya appo” ujar Sungmin sambil mengelus bagian kepala yang dipukul HyunAe tadi.

“hahaha mian oppa” HyunAe mengelus bagian yang ia pukul tadi secara perlahan.

*

-disisi lain-

“ahjussi boleh ya temanku kerja disini? Ia sedang butuh kerja sampingan” ujar Micha kepada Mr. Lee yang tak lain adalah ayah nya Sungmin. Meskipun ia dan Sungmin belum resmi bertunangan, namun ia sudah tinggal dengan keluarga Lee sejak beberapa bulan yang lalu.

“tentu saja, Micha-nie. Ia akan jadi pengurusmu. Katakan padanya ya” jawab Mr. Lee tanpa perlu berpikir panjang.

“arasseo, ahjussi. Kamsahamnida”

Micha berias diri dikamarnya seperti biasa. Ia menaruh bedaknya pada saat sesosok wajah nampak didalam cermin yang bukan dirinya.

“bagaimana kabar putri appa hari ini?” tanya Mr. Park

“baik sekali appa” jawab Micha. “hari ini aku dapat teman untuk pertama kalinya setelah Sungmin, appa” cerita Micha.

“jinjjayo? Yeoja?” tanya appanya selidik.

“ne appa namanya HyunAe”

“HyunAe!!!” appanya shock mendengar nama HyunAe saat Micha mengatakan nama itu.

“waeyo appa?” tanya Micha penasaran.

“aniyo gwenchana” jawab appanya. “appa pergi dulu ya, annyong” sosok itu menghilang dari cermin.

“kenapa ya?” pikir Micha bingung.

*

Di sebuah dunia, bisa dibilang dunia para angel dan demon tinggal. Seorang penyihir kegelapan berjalan menuju sebuah gedung. Perbatasan antara 2 dunia itu. ia pun berjalan menuju sebuah ruang pertemuan disana. Terlihat seorang penyihir dengan sayap putih dipunggungnya tengah merapikan beberapa berkas ditangannya.

“apa maksudmu mengirimkan anakmu ke bumi, Donghae?” tanya namja dengan jubah demon itu dengan nada marahnya.

“hm? Apa maksudmu, Kyuhyun?” tanya Donghae balik.

“kau mengirim anakmu HyunAe ke bumi? Apa tujuanmu?”

“maksudmu HyunAe? Itu keinginannya untuk tinggal dibumi, Kyuhyun. Lagipula ia juga sudah bukan anakku lagi setelah ia merobek sayapnya sendiri” jawab Donghae. “seperti anak angkat mu itu kan, Micha”

“meskipun ia tak lagi tinggal denganku tapi ia tetap penyihir kegelapan dan aku masih berhubungan dengannya. Tak seperti para angel yang membuangnya dan melupakan salah satu diantara mereka”

“DIAM KAU!” bentak Donghae. “kau tak mengerti perasaanku saat HyunAe memutuskan untuk hidup sebagai manusia dibumi! Kau tak mengerti bagaimana perasaan ku saat ia merobek sayapnya itu!”

“aku pergi” Kyuhyun pun pergi meninggalkan Donghae sendirian saat Donghae mulai menitikkan air mata. Ia benci melihat airmata, apalagi dari seorang angel seperti Donghae. Kyuhyun pun kembali kealamnya.

Donghae duduk disalah satu kursi diruangan itu dan menaruh berkas yang ia pegang itu keatas meja. Ia termenung. Mengingat saat-saat ia kehilangan anaknya HyunAe saat itu. anaknya lebih memutuskan menjadi manusia ketimbang seorang angel. Hatinya begitu sakit. Meskipun semua angel telah melupakan nya, namun tidak bagi Donghae yang merindukan sosok anaknya itu. mungkin HyunAe tak ingat lagi dengan Donghae saat ini, tentunya. Karena ingatannya tentang angel telah hilang dari otaknya.

“aku ingin menjenguknya” ucap Donghae pelan. Berjalan keluar dari ruang itu dan meninggalkan berkas yang ia pegang di atas meja. Dan turun ke bumi untuk menemui anaknya itu.

*

Ia kini telah berada di bumi. Menyamar menjadi salah satu manusia yang lalu-lalang Seoul itu. Kota tempat anaknya HyunAe berada. Ketika ia berjalan banyak yeoja yang melirik kearahnya. Bukan karena tingkah atau rupanya yang aneh, namun ketampanan yang tak pernah ada sebelumnya di kota itu. ada yang senyam-senyum sendiri hingga hilang kendali, ada yang diam-diam mengikutinya dari belakang. Donghae hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah para yeoja itu.

Ia berjalan mengelilingi seluruh kota Seoul mencari keberadaan anaknya itu. ia agak kesulitan mengingat mencari diantara manusia yang hawa nya semua hampir sama itu. ia berjalan cukup lama namun tak juga merasa capek sekalipun. Ia berhenti melangkah menoleh kearah sebuah pintu gerbang nan mewah dan menoleh ke rumah mewah didalam gerbang itu. ia merasakan sesuatu yang aneh namun tak asing baginya. Terlihat sebuah mobil limousine keluar dari gerbang itu. Donghae mundur saat mobil itu keluar. Saat mobil itu keluar, ia melihat ke arah kaca mobil bagian belakang. Terlihat sesosok yeoja dengan aura demon didalamnya. ‘kenapa ada aura demon disini?’ pikirnya. Ia pun berjalan melintasi rumah itu dengan santai.

Kini ia berada di daerah Apgujeong-do, disebuah perumahan dengan ukuran rumah normal. Tak terlalu besar ataupun besar didalam komplek itu. ia berhenti melangkah saat merasakan sesuatu yang aneh setelah melintasi sebuah rumah. Rumah biasa saja bercat putih tanpa pintu gerbang berhasil menarik perhatian Donghae untuk menoleh sekilas. Disaat yang bersamaan, sesosok namja keluar dari rumah itu dan melempar sebuah bungkusan itu kedalam tong sampah dihalaman rumah itu. Donghae menghampiri namja itu, namja itu pun menoleh kearahnya.

“permisi apa kau mengenal seseorang bernama HyunAe?”

*

-Sungmin Pov-

Awalnya ia marah saat ia melihat tangan ku sudah tak diperban lagi. Sebenarnya sih tak apa jika suka dilepas. Namun ia marah karena aku melepasnya sendiri. Memang apa masalahnya kalau aku lepas sendiri.

Aku membantunya memasak makan malam kali ini, ia memasak sup jagung lagi, sup rumput laut, ikan gurame goreng dan 2 side dish. Ia sepertinya sudah ahli dalam memasak. Mungkin karena ia tinggal sendiri makanya ia harus bisa memasak apa yang ia suka makan saja.

Kini semua makanan yang kami masak tadi telah tertata rapi diatas meja. HyunAe masih sibuk mencuci peralatan masak yang menumpuk sembari menunggu nasi matang. Aku memutuskan untuk membuang sampah malam itu. aku mengambil plastik sampah dan membawanya keluar untuk dibuang.

Aku memasukkan plastik sampah itu kedalam tong sampah didalam rumah. Aku merasa seseorang berada didekat ku, akupun menoleh kearah orang itu. terlihat seorang namja dengan jaket putih dengan celana jeans dan kaus putih menatap kearahku. Terpancar dari matanya kalau ia terlihat sangat penasaran.

“permisi apa kau mengenal seseorang bernama HyunAe?”

Entah mengapa aku kaget mendengar pertanyaan itu dari namja itu. siapa namja ini? kenapa tiba-tiba bertanya tentang HyunAe.

“ne, dia tinggal disini” jawab ku.

“bisa aku bertemu dengannya?” tanya namja itu lagi. Aku melihat penampilannya sekilas, ia tak terlihat jahat, jadi ku ajak saja namja itu masuk. “mari masuk, ia ada didalam”

Aku masuk kedalam kembali diikuti namja itu dibelakang ku. Aku berjalan menuju ruang makan menemui HyunAe yang sedang membawa beberapa piring di tangannya. “HyunAe-ya ada tamu” kata ku padanya.

“nugu?” tanyanya penasaran.

“Hyun-nie” panggil namja itu dari belakangku ke HyunAe.

PRANG!!!

HyunAe menatap namja dibelakang ku dengan ekspresi terkejut di wajahnya. Satu piring yang tersisa ditangannya pun terlepas dan terjatuh dan pecah berserakan diatas lantai.

“HyunAe-ya” panggil ku. Aku menghampirinya dan memunguti beberapa pecahan piring dan meletakkannya diatas meja. Aku menatap HyunAe yang masih shock menatap namja itu.

“Hyun-nie” panggil namja itu lagi dan berjalan perlahan menghampiri HyunAe.

“ANI!” teriak HyunAe tiba-tiba saat namja itu berjalan menghampirinya. HyunAe berjalan mundur pelan setiap kali namja itu selangkah mendekat kearahnya. “JANGAN MENDEKAT!!!”

“Hyun-nie” panggil namja itu lagi.

“ANI!”

“HyunAe-ya” panggilku dan langsung menariknya kearahku saat aku menyadari ada sebuah pisau dibelakang HyunAe. Kini ia berada di dalam pelukanku. “no gwenchana?” tanya ku. Ku lihat bagian punggungnya. Untung keburu kalau tidak mungkin sudah banyak darah yang keluar.

“Hyun-nie” namja itu berada tepat disebelah kami. HyunAe menoleh ke arah namja itu dan langsung berpindah memeluknya.

“appa” panggilnya. ‘appa!’ ujarku dalam hati kaget. Aku berjalan meninggalkan mereka berdua diruang tamu menuju kamarku.

*

-Author Pov-

“ku pikir kau sudah tak mengingat ku sejak mereka menghapus ingatanmu, Hyun-nie” kata Donghae saat mereka duduk diruang tamu.

“meskipun mereka bisa menghapus ingatanku, tapi mereka tak bisa menghapus perasaan didalam hatiku, appa” jawab HyunAe sambil tersenyum manis. Donghae mengacak-acak rambutnya pelan.

“bagaimana kabarmu?” “baik appa”

“siapa namja itu? temanmu?” tanya Donghae selidik.

“aku menolongnya pada saat hujan besar beberapa hari yang lalu. Ia terluka jadi kurawat saja. Dan kini ia sudah sembuh” jelas HyunAe.

“oh arasseo” Donghae mengangguk pelan. “Hyun-nie, appa harus mengingatkanmu akan satu hal”

“apa itu?” tanya HyunAe penasaran.

“kau ingat penyihir kegelapan itu, Kyuhyun, musuh sekaligus teman appa? Ia memiliki anak angkat yang juga tinggal dibumi” jelas Donghae.

“ne aku ingat. Lalu?”

“sepertinya mereka berniat macam-macam pada mu berhati-hatilah” kata Donghae memperingatkan HyunAe.

“hm HyunAe-ya” panggil Donghae.

“ne appa?”

“kau ada susu tidak?” tanya Donghae.

“appa mau? Nanti aku buatkan”

“ummamu bilang appa kurang tinggi. Mumpung masih dibumi, appa ingin minum susu biar tambah tinggi” jelas Donghae.

‘memang bisa ya angel tambah tinggi habis minum susu?’ pikir HyunAe dalam benaknya.

*

Hari ini HyunAe mulai bekerja dikediaman Micha sebagai salah satu pengurus kebutuhan Micha. HyunAe mengerjakan setiap tugas yang ia terima dengan baik dan teliti. Mr. Lee menyukai caranya bekerja meskipun baru hari pertama ia bekerja.

HyunAe sedang duduk beristirahat di taman kediaman yang begitu luas. Ia duduk bersantai sambi menikmati cemilan yang ia bawa dari rumah tadi.

“anneyong” sapa Micha dari belakang sehingga membuatnya loncat kaget.

“anneyong. Aigooo…kau mau membuatku terkena serangan jantung apa” ujar HyunAe sambil mengelus dadanya.

“mian chingu” kata Micha sambil tertawa pelan lalu duduk disampingnya. “kau disini sembunyi dari ku ya?”

“ani hanya suka tempat sepi saja untuk makan, Micha-ya” jawab HyunAe. Micha pun mengangguk pelan.

“bagaimana kerja disini kau suka?” tanya Micha.

“ya begitulah Micha-ya. Tapi aku merasa tak nyaman saja” jawab HyunAe.

“mungkin masih baru jadi belum terbiasa, HyunAe-ya”

“mungkin kau benar” ujar HyunAe sambil menunduk lalu menutup kotak makannya itu.

“kau tak lanjut makan?” tanya Micha heran.

“waktu istirahat sudah selesai, harus segera kembali” jawab HyunAe sambil beranjak dari tempatnya. “aku pergi dulu ya, annyong” HyunAe pun berjalan pergi meninggalkan Micha sendiri di bangku taman itu dan kembali bekerja. Micha manyun dengan situasi seperti ini.

*

“bagaimana harimu, Hyun-nie?” tanya Donghae saat menjemput HyunAe di halte bis yang jaraknya lumayan jauh dari rumah tempat HyunAe bekerja.

“ya begitulah appa” jawab HyunAe pelan.

“kau kenapa, Hyun-nie? Sakit?” tanya Donghae yang sedang menyetir dengan mobil yang baru ia beli tadi.

“ani appa hanya lelah saja” jawab HyunAe lemas.

“jinjjayo?” tanya Donghae cemas. HyunAe mengangguk pelan. “appa harus pulang malam ini, kau tak ingin mereka curiga kan karena menghilang hanya untuk menemui kau. Bisa-bisa kau dikejar mereka lagi” tambah Donghae.

“naega arasseo appa” jawab HyunAe. Donghae tersenyum kecil. “jagalah kesehatanmu Hyun-nie. Jangan terlalu lelah” “ne appa” jawab HyunAe.

Mereka sampai didepan rumah HyunAe, HyunAe turun dari mobil itu. Setelah menurunkan HyunAe, Donghae langsung pergi membawa mobilnya itu ikut bersamanya kembali ke dunia para angel. HyunAe masuk kedalam rumah berjalan perlahan. Ia membuka pintu utama dan masuk kedalam dengan perlahan.

Buk!

Terdengar suara terjatuh dari ruang tamu yang cukup keras.

*

-Sungmin Pov-

Aku sedang menjelajahi internet malam itu. Membuka account cyworld ku dan bermain beberapa game. Untung HyunAe masak banyak tadi jadi aku tak perlu masak lagi untuk makan malam.

Hari semakin larut, namun HyunAe masih belum pulang. Kemana dia? Apa ia kerja sampai larut ya? Tapi kenapa ia tak menelpon?

Buk!

Terdengar suara terjatuh dari ruang tamu yang cukup keras. Aku menoleh kearah pintu kamar ku dan segera beranjak dari tempat dudukku dan melihat situasi di ruang tamu. Aku membawa tongkat pemukul bersama ku, takutnya ada pencuri yang masuk kedalam rumah. Aku berjalan pelan dan mengintip perlahan.

Saat ku intip, tak ada orang yang terlihat dii ruang tamu. Aku menggaruk kepalaku karena bingung. Awalnya aku berniat berbalik dan melanjutkan permainan ku, namun aku kaget saat melihat seseorang pingsan di lantai. Aku menghampiri orang itu dan mengangkat tubuhnya untuk melihat wajah orang itu.

“HyunAe-ya!!!”

Kenapa ia bisa tertidur dilantai seperti ini? Aku memegang dahi nya. Aigoo panas sekali. Ia demam tinggi. Aku langsung mengangkat tubuhnya dan membawanya kekamarnya dan membaringkan nya diranjang. Mana ahjussi? Bukannya ia pergi menjemput HyunAe? Kenapa ia tak masuk?

*

-HyunAe Pov-

Dimana ini? bukannya tadi aku baru saja diantar Donghae appa pulang. Tapi ini dimana. Aku tak dapat melihat sekeliling ku karena begitu gelap. Sebenarnya apa yang terjadi denganku? Aku berjalan lurus sembari melihat sekelilingku yang gelap. Sama sekali tak ada cahaya yang terlihat.

“kau tak akan lolos dari tempat ini, HyunAe”

“siapa itu?” teriakku diantara kegelapan. Apa maksudnya kalau aku tak bisa keluar dari tempat ini?

“serahkan dia padaku”

“huh?” aku bingung mendengar suara itu. menyerahkan siapa?

“Sungmin oppa, Donghae appa”

*

-Author Pov-

Sungmin mundar-mandir disamping ranjang HyunAe. Ia bingung harus berbuat apa. Kalau ia membawanya ke rumah sakit, bisa-bisa ia terlihat dan tertangkap. Tapi kalau dibiarkan begini saja juga tak boleh, pikirnya.

“aigoo…eottoke?” kata Sungmin sambil menatap langit dan berjalan mundar-mandir.

“oh iya!” Sungmin segera keluar dari kamar HyunAe menuju kamarnya. Mengambil obat yang ada didalam kotak obat yang tertempel didinding kamar yang ia gunakan, lalu menuju dapur mangambil sebuah baskom besar dan mengisinya dengan air serta saputangan dari laci kamar HyunAe.

“semoga panas nya cepat turun” kata Sungmin sambil menaruh sebuah saputangan basah yang telah dilipat dikening HyunAe. Berharap panasnya segera turun.

“Cepat sembuh, HyunAe-ya” gumam Sungmin pelan sambil menggenggam tangan HyunAe.

*

Sungmin mengucek matanya, ia baru bangunn setelah semalaman ia menjaga HyunAe yang sakit panas itu. ia menoleh melihat HyunAe yang tertidur.

“loh!” Sungmin kaget saat HyunAe tak ada diatas ranjangnya. “mana HyunAe-ya?” gumamnya pelan. “HyunAe-ya!”

“ne!” teriak HyunAe dari luar kamar. Seperti nya dari arah dapur. Sungmin segera bergegas menuju dapur untuk menemui HyunAe.

“pagi oppa” sapa HyunAe hangat sambil sibuk memasak sarapan pagi itu. ia kelihatan sehat, tak seperti orang yang baru saja sembuh dari sakitnya.

“no gwenchana?” tanya Sungmin cemas.

“hm? Maksud oppa?” tanya HyunAe balik.

“semalam kau kan demam. Kau tak ingat?” tanya Sungmin heran.

“ani, rasanya semalam aku baik-baik saja” jawab HyunAe. Sungmin kaget mendengar jawaban HyunAe. Padahal ia jelas-jelas pingsan saat masuk kedalam rumah semalam setelah pulang kerja, tapi HyunAe bilang ia sehat-sehat saja. Sungmin hanya bisa geleng-geleng kepala pelan.

“kau tak pergi ke kampus?” tanya Sungmin setelah melihat jam didapur yang menunjukkan jam 11 siang.

“hari ini hari sabtu oppa, aku tak pergi kuliah, aku juga libur kerja” jawab HyunAe sambil menaruh sebuah piring dihadapan Sungmin dengan 2 telur mata sapi dan 4 buah roti panggang diatasnya. Lalu mengambil kursi tepat berhadapan langsung dengan Sungmin dan menaruh piring dengan isi yang sama keatas meja.

“ayo makan oppa” kata HyunAe. “selamat makan”

HyunAe mulai makan. Sungmin menatap HyunAe jengkel. Ia masih heran dengan apa yang terjadi. HyunAe melirik ke arah Sungmin karena menyadari kalau ia sedang diperhatikan.

“waeyo oppa?” tanya HyunAe bingung.

“ani gwencahanayo” jawab Sungmin dan mengambil sebuah roti diatas piring dan memakannya perlahan.

“oppa”

“hm?”

“temani aku jalan ya, bagaimana? Kau mau?” tanya HyunAe. Sungmin berpikir sejenak.

“kalau aku sampai tertangkap bagaimana?” tanya Sungmin balik.

“kau tak akan tertangkap oppa” jawab HyunAe. “karena aku akan mendandani mu supaya tak mereka kenali oppa”

“dandani?”

*

“bagaimana oppa? Dengan ini mereka tak akan bisa mengenalimu kan?” tanya HyunAe setelah selesai mendandani Sungmin. Sungmin mengenakan topi hitam milik HyunAe dengan kaos hitam dengan gambar kelinci putih dan celana jeans panjang.

“hm mungkin” jawab Sungmin yang sedikit tak nyaman dengan pakaian yang ia gunakan saat ini. “kau ingin ku dandani seperti yang sebelum ini?” tanya HyunAe.

~Flashback On~

“hm” HyunAe melihat kearah Sungmin dengan bingungnya. Mereka berada dikamar Sungmin untuk membuat penyamaran untuk Sungmin. HyunAe kabur menuju kamarnya untuk mengambil beberapa barang yang ia butuhkan lalu kembali lagi kekamar Sungmin.

“baiklah ayo kita mulai”

“Tunggu sebentar!” teriak Sungmin.

“waeyo oppa?” tanya HyunAe heran.

“kenapa kau bawa gaun, make up, dan apa ini? WIG!”

“kalau kau pikir baik-baik, mereka tak akan mengenalimu kalau kau menyamar sebagai wanita”

“aku tak akan ikut jalan dengan mu jika kau memakaikan ku semua itu” kata Sungmin protes.

“ayolah oppa tenang saja ini tak akan berlangsung lama” kata HyunAe tersenyum licik.

“MWO! YA! APA YANG KAU LAKUKAN? MENJAUH DARIKU”

“OPPA DIAM SEDIKIT!!!”

Beberapa lama kemudian,

“akhirnya” kata HyunAe sambil menghela napas.

“YA! LEPASKAN AKU HYUNAE-YA!” bentak Sungmin ya diikat kekursi karena berontak saat didandani

“asalkan kau berjanji akan memakai nya” kata HyunAe tersenyum jahil.

“hm baiklah” Sungmin mulai tenang. HyunAe pun melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki Sungmin.

BUK!

Pada hitungan ketiga, Sungmin langsung kabur keluar dari kamar. HyunAe langsung jatuh terduduk saat Sungmin mendorongnya.

“Ya! Oppa kau mau kemana” HyunAe berusaha bangkit dan mengejar Sungmin yang entah kemana didalam rumah.

HyunAe mencari kesetiap sudut rumah namun tak melihat tanda-tanda keberadaan Sungmin.

“kemana Sungmin oppa?” gumamnya pelan. Ia berjalan kearah sebuah pintu yang tak jauh darinya dan membukanya.

“ia tak ada disini” kata HyunAe. “hm?”

“Sungmin oppa, dimana kau?” panggil HyunAe keras sambil membawa sebuah kaos dan celana jeans di tangannya. “aku akan mendandani mu dengan benar kali ini” HyunAe memanggilnya dengan nada menggoda.

Buk!

Terdengar suara aneh dari arah dapur. HyunAe segera berlari menuju kabur. Namun sesampainya ia disana ia tak melihat Sungmin. “kemana dia?”

Ia berjalan pelan karena takut Sungmin akan mengejutkannya. Jeans yang HyunAe bawa terlalu panjang dan terseret diatas lantai. Tanpa sengaja ia menginjak bagian bawah jeans itu.

Hup

“no gwenchana?” tanya Sungmin yang menangkapnya dan menariknya dalam pelukan sebelum HyunAe jatuh membentur lantai. Jeans dan kaus yang ia pegang jatuh keatas lantai. HyunAe menatap Sungmin. Ia jadi agak malu.

“gwen…gwen…gwenchana” kata HyunAe terbata-bata. Sungmin melepaskan pelukannya pada HyunAe lalu melayangkan pandangannya pada jeans dan kaus yang ada diatas lantai dan mengambilnya.

“kenapa kau tak bilang kalau ada baju laki-laki disini?” tanya Sungmin kesal.

“aku kan penasaran kalau kau jadi wanita bagaimana” jawab HyunAe jahil.

“aishh…no jinjja”

~Flashback Off~

*

Sungmin dan HyunAe jalan-jalan ke Myeongdong. Jalan begitu ramai seperti biasa karena banyak turis yang lalu lalang. Myeongdong adalah salah satu koyta tujuan turis untuk jalan-jalan. Jadi jangan heran kalau banyak bule disini.

“kita mau kemana, HyunAe-ya?” tanya Sungmin penasaran.

“entahlah aku sedang ingin kemari” jawab HyunAe. “baiklah kajja” Sungmin langsung mengambil tangan HyunAe yang bergelantung bebas dan menggenggamnya erat dan mengajaknya jalan diantara kerumunan orang yang ramai itu.

Mereka melihat-lihat setiap toko dari kaca depan. HyunAe terlihat menikmati setiap barang yang dijual ditoko. Meskipun tak dibelinya namun ia cukup puas melihat-lihat.

“oppa kita makan siang yuk” ajak HyunAe sambil menarik tangan Sungmin menuju ke sebuah restauran yang tak jauh dari posisi mereka saat ini.

Mereka makan disebuah restauran yang menjual makanan barat, seperti spagetti, steak, dan sebagainya. Mereka memesan spagetti. Namun ada yang aneh saat spagetti mereka datang. Hanya terdapat satu piring pesanan mereka, tapi ukuran porsi untuk 2 orang.

“bukannya kita pesan 2?” tanya HyunAe bingung.

“sudah makan saja” Sungmin langsung mengambil sendok dan melahap spagetti dihadapannya itu tanpa ragu-ragu.

“hm ok” HyunAe mengambil sendoknya dan mulai makan perlahan.

Mereka makan dalam keadaan tenang. Sebenarnya mereka merasa sedikit aneh karena makan satu piring berdua. Tapi dihiraukan mereka begitu saja.

‘hm? Kenapa spagetti ini panjang sekali?’ pikir Sungmin yang sedari tadi berusaha memakan spagetti yang panjang dan tak ada habisnya itu. karena semakin pendek Sungmin memajukan kepalanya perlahan. Ternyata HyunAe juga mengalami dan melakukan hal yang sama dengan Sungmin. Hingga…

Chu~

Tanpa mereka sadari mereka berciuman karena makan spagetti itu. HyunAe kaget saat ia menyadari hal ini, ia menggigit spagettinya dan kembali duduk dikursinya.

-HyunAe Pov-

Panjang sekali spagetti ini. Aku pun beranjak dari tempat ku duduk dan perlahan mengisap perlahan spagetti itu kedalam mulutku. Sepertinya sebentar lagi sampai di ujungnya. Aku makin memajukan wajahku, aku melihat kebawah.

Tiba-tiba aku rasakan sesuatu dibibirku, lebih enak dari spagetti dan juga saosnya aku menoleh kedepan dan terkejut saat wajah Sungmin oppa berada tepat didepanku. Aku menggigit spagetti dimulutku dan kembali duduk. Masih dengan ekspresi terkejut diwajahku. Sungmin oppa yang melihat wajahku menertawakanku karena merah seperti tomat.

“YA! OPPA BERHENTI MENERTAWAKANKU!” bentak ku.

“habis kau lucu sekali HyunAe-ya” katanya sambil memegang perutnya yang masih tertawa kencang.

“OPPA!”

“hahaha mian chagi”

Mwo! Dia memanggilku chagi. Kenapa ia tiba-tiba memanggil ku chagi? Apa ia salah makan? Aku merasa pipiku panas, apa merah lagi? Pasti Sungmin oppa akan menertawakanku lebih lagi.

*

-Sungmin Pov-

“OPPA!”

“hahaha mian chagi”

Chagi? Kata-kata itu langsung keluar spontan dari mulutku. Aku memang menyukainya sejak malam itu. Tapi aku tak pernah terpikir untuk mengatakan chagi padanya secepat ini. aku melihat wajahnya merah kembali. Aku pun makin gemas menertawakannya.

“Oppa!” mukanya masih saja merah. Hahaha dasar ada-ada saja.

*

-Author Pov-

HyunAe dan Sungmin pun baru sampai dirumah setelah selesai berjalan-jalan hari itu. Meskipun masih malu-malu kucing *ala bahasanya thor* mereka diam-diam pegangan tangan loh *prekitiew… #author dirajam Sungmin gara-gara ngerusuh*

HyunAe membuka pintu rumahnya perlahan. Ia terkejut saat pintunya sudah terbuka terlebih dahulu padahal pintunya belum dibuka dengan kunci.

“HyunAe-ya apa kau lupa mengunci pintu?” tanya Sungmin terheran-heran. “rasanya sudah oppa. Sudah 2 kali kok” jawab HyunAe yakin. Mereka pun masuk ke dalam rumah meskipun masih bingung dengan apa yang terjadi dengan pintu utama.

“MWO! KENAPA BISA BEGINI?” HyunAe terkejut saat melihat seisi rumah berantak dari sudut ke sudut. “apa ada pencuri yang masuk?”

“coba kau periksa kamarmu Hyun-nie. Aku akan memeriksa sekitar” kata Sungmin. HyunAe pun bergegas menuju kamarnya, memastikan kalau barangnya tak ada yang hilang satu pun sementara Sungmin memeriksa seisi rumah.

“kenapa bisa berantakan seperti ini?” gumam Sungmin heran. Saat ia berjalan mundur, tak sengaja ia menginjak sebuah rekaman video. Sungmin mengambil rekaman itu sambil mengamatinya sekilas. “apa ini milik HyunAe-ya?”

“tak ada yang hilang oppa” HyunAe menghampiri Sungmin diruang tamu. “hm? Video apa itu oppa?” tanya HyunAe penasaran.

“bukannya ini milikmu, HyunAe-ya?” tanya Sungmin balik. “ani, aku pikir punya oppa” jawab HyunAe. HyunAe pun mengambil rekaman itu dan menyetelnya dengan dvd player.

Sungmin-ah

 

Terlihat seorang ahjussi berpakaian rapi mucul saat video itu diputar. HyunAe bingung melihat video itu.

“nugu?”

“appa” gumam Sungmin saat melihat namja itu sambil mengepalkan kedua tangannya di kiri-kanannya.

“APPA NYA OPPA!”

Sungmin-ah

Appa tau kau bersembunyi disana, dengan seorang yeoja. Jangan tanya darimana appa bisa tau darimana tempatmu berada, Sungmin-ah.

 

Sudah berapa lama kau menghilang, huh? Kembalilah Sungmin-ah. Appa mencemaskanmu. Bukan hanya appa, tapi juga Micha, tunanganmu.

 

Klek

HyunAe terkejut saat mendengar nama Micha, teman kuliahnya yang membantunya mencarikan pekerjaan padanya itu. apa sebenarnya hubungan Sungmin dengan temannya itu?

Sungmin mengeluarkan video itu dan melemparnya ketong sampah. HyunAe kaget dan bingung dengan perlakuan Sungmin.

“kenapa kau buang videonya oppa?” tanya HyunAe terheran.

“kita harus pergi dari sini HyunAe-ya” kata Sungmin tiba-tiba meraih tangan HyunAe dan langsung berlari menuju pintu.

“kenapa oppa? Apa yang terjadi sebenarnya?” tanya HyunAe yang pasrah ditarik Sungmin menuju pintu utama. Sungmin pun membuka pintu utama. Terlihat 2 orang namja bertubuh besar dan tinggi menghadang mereka mengenakan jas rapi. Sungmin pun berbalik arah namun seseorang memanggilnya dari belakang.

“Sungmin-ah”

Sungmin berbalik melihat kebelakang. Terlihat appanya datang dengan kursi roda yang didorong dengan pengawalnya.

“appa” panggil Sungmin. “sedang apa kau disini?” tanyanya dengan nada datar.

“menjemputmu pulang tentu saja, Sungmin-ah” jawab appanya Sungmin. “ayo kita pulang Sungmin-ah” ajak appanya.

“ani, aku tak mau pulang” jawab Sungmin menolak. “kalau aku pulang, kau pasti akan langsung mengatur rencana pernikahanku dengan sih penyihir itu”

“dia bukan penyihir, Sungmin-ah” bantah appanya Sungmin. “ia anak teman appa yang sejak kecil kalian itu sudah dijodohkan”

“aku tak mau dengannya, aku hanya mau dengan….” Sungmin diam lalu melirik kearah HyunAe. “aku hanya mau dengan HyunAe”

“MWO!” HyunAe langsung terkejut. Sungmin pun mendekatkan jarak diantara mereka dan langsung meraih pinggang dan memegang pinggang HyunAe. HyunAe tak percaya dengan perlakuan Sungmin saat itu. Ia tau Sungmin melakukan itu hanya agar bisa lolos dari appanya, jadi HyunAe berusaha bersikap senormal mungkin dengan Sungmin.

“oppa!” panggil seorang yeoja yang ternyata Micha masuk kedalam rumah HyunAe memanggil Sungmin. Dan langsung berlari dan memeluk Sungmin. Pelukan pada HyunAe pun terlepas. Sungmin terdorong kebelakang.

“oppa kau kemana saja? Kau tau aku merindukan mu. JEONGMAL BOGOSHIPPOYO!” teriak Micha kencang. Micha melirik ke sebelah kirinya dan melihat HyunAe berdiri disana memperhatikannya.

“HyunAe-ya? Aigoo senang bertemu dengan mu” kata Micha sambil tersenyum kecil. “gomawo sudah menemukan tunangan ku ya” ucap Micha lalu beralih memeluk HyunAe. HyunAe sedikit shock mendengar Sungmin adalah tunangan Micha. Micha pun melepaskan pelukannya pada HyunAe. “HyunAe-ya besok kau masuk kan?” tanya Micha. HyunAe mengangguk pelan. “baiklah sampai jumpa besok annyong” Micha menarik Sungmin pergi bersamanya menuju keluar rumah. Sungmin menatap HyunAe sedih namun ia terpaksa pergi karena tak ingin HyunAe terlibat lebih dari ini. Hatinya sedih, hancur berkeping-keping *alah author lebay*

Sungmin pun pergi dengan pasrah ditarik Micha dengan beberapa bodyguard mengikutinya dari belakang. Tuan Lee melihat kearah HyunAe. “mian selama ini telah menyusahkanmu” ucapnya. “aku akan mengirim beberapa orang untuk merapikan rumah mu malam ini” tambahnya. “kami permisi”

Kursi roda yang diduduki tuan Lee pun didorong pergi oleh bodyguardnya. HyunAe hanya terpaku melihat rombongan keluarga Lee. Seharusnya ia senang karena Sungmin akhirnya kembali kerumah, namun ia juga merasa sedih melihat Sungmin seperti itu. ia kelihatan tak senang pulang dengan Micha dan appanya tadi. Apa karena seseorang yang dianggapnya penyihir?

Beberapa orang berseragam maid masuk kedalam rumah. “kami diminta merapikan rumah anda nona” kata salah satu dari mereka. “silakan” kata HyunAe mempersilakan mereka masuk. Mereka pun langsung mengerjakan tugas mereka sementara HyunAe duduk termenung sofa nya. Memikirkan tentang apa yang baru saja terjadi.

*

Orang suruhan tuan Lee sudah pulang. HyunAe baru saja selesai mandi. Ia menuju ruang tamu dan terduduk sendiri disofa. Ia membuka hpnya dan mengecek gallery, ia melihat sebuah foto, ada HyunAe dan Sungmin sedang makan eskrim berdua didalam foto. Ekspresi Sungmin begitu menggemaskan disitu. HyunAe tersenyum miris melihatnya. Ia merindukan sosok Sungmin saat ini.

Tok Tok Tok

Terdengar suara pintu terketuk. HyunAe segera menuju pintu dan membukanya. “Hyun-nie” panggil Donghae sambil tersenyum. “anneyong appa” sapa HyunAe lemas lalu mempersilakan Donghae masuk.

“kau kenapa? Ada masalah? Sungmin-ah mana?” tanya Donghae bingung dengan sikap HyunAe dan Sungmin yang tak terlihat disana.

“Sungmin oppa sudah pulang kerumahnya tadi, keluarganya yang datang menjemputnya tadi” jawab HyunAe sambil menyuguhkan appanya itu segelas susu hangat. Donghae pun meminum susu buatan HyunAe lalu menaruh gelas tersebut keatas meja.

“apa yang terjadi denganmu, Hyun-nie?” tanya Donghae cemas. Donghae menyadari perbedaan anaknya itu. mulai dari sikapnya dan tingkahnya yang tak seperti biasanya yang periang, kini ia malah diam saja.

“ani appa” jawab HyunAe. “malam ini kau menginap kan, appa? Akan ku siapkan kamar untukmu” HyunAe pun pergi menyiapkan kamar untuk Donghae. Donghae mengecek hp HyunAe yang terbuka berada diatas sofa. Ia melihat foto anaknya dengan Sungmin di hp itu. “apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Donghae pelan.

“appa kamarnya siap” teriak HyunAe dari kamar. “ne” Donghae segera mengahampiri HyunAe didalam kamar dan meletakkan hp HyunAe kembali ke atas sofa seperti sebelum ia ambil supaya tak membuat HyunAe curiga.

*

-Disisi lain-

Sungmin baru saja sampai dirumahnya, Micha tak melepaskan tangan nya dari Sungmin. Sungmin terlihat tak senang, rasa marah, benci, kesal dan hal lain termasuk sedih bercampur menjadi satu.

“oppa” panggil Micha manja. Dengan satu hentakan ditangannya, Micha melepaskan tangannya dari Sungmin. “Jangan Sentuh aku, penyihir!” bentak Sungmin.

“Sungmin-ah! Kau tak perlu seperti itu kepada calon istrimu!” bentak appanya dari belakang sambil duduk dikursi roda yang didorong bodyguardnya.

“tidakkah kau sadar kalau kau ini selama ini di peralat oleh penyihir ini, appa! Dia bukan manusia, dia penyihir!”

“diam kau! Berani sekali kau berbicara dengan appa seperi itu!” bentak tuan Lee. Sungmin menatap appanya tajam lalu berlalu menuju kamarnya. “oppa” panggil Micha pelan. “diam kau, aku bukan oppamu!” kata Sungmin mengancam. “Sungmin-ah!”

Bayangan Sungmin menghilang dari ruang utama rumah. “Micha-nie tenang saja rencana pernikahan kalian tetap akan berlangsung” ucap tuan Lee. “katakan pada appamu, ahjussi ingin bertemu”

“ne ahjussi” ucap Micha. Ia pun beranjak kekamarnya menghubungi appanya namun terdengar suara seseorang dari luar.

“tuan, tuan Cho, appanya Micha datang menemui anda”

“hm jinjjayo? Baru saja aku akan menghubunginya” ucap tuan Lee. Tak lama kemudian, Kyuhyun masuk kedalam ruangan.

“tuan Cho senang bertemu dengan anda” tuan Lee dan Kyuhyun saling berjabat tangan. “bagaimana kabar anda, tuan Lee? Bagaimana kesehatan anda?” tanya Kyuhyun. “ya seperti yang anda lihat tak ada perubahan” jawab tuan Lee. “aku berharap Sungmin segera menikah dengan Micha supaya aku bisa tenang nantinya” tambah tuan Lee.

“sama dengan saya, tuan Lee” ucap Kyuhyun sambil tersenyum. Senyumannya begitu licik namun tuan Lee tak menyadarinya. Micha terlihat tersenyum licik juga sama seperti appanya itu.

*

“jadi saat ini ia ada dikamarnya?” ucap Kyuhyun yang baru diberitau Micha kalau Sungmin baru saja kembali ke rumah. Micha mengangguk pelan.

“apa ia mengumbar rahasia kita?” tanya Kyuhyun. “apapun yang ia katakan tak akan ada yang percaya, appa tenang saja. Sihir appa masih bekerja kok” ucap Micha senang sambil duduk di atas ranjangnya. Kyuhyun yang bersender di tembok sambil melipat kedua tangannya pun ternyum senang.

“appa ingin bertemu dengannya, Micha-nie”

*

-Sungmin Pov-

Aku merebahkan diriku diranjang, aku baru saja mandi namun rasanya bosan. Meskipun aku punya tv pribadi, playstation sendiri di dalam kamar, aku sama sekali tak berminat memainkannya atau pun menonton channel tv manapun. Apa yang sedang ia lakukan ya saat ini? sendirian saja dirumah apa ia tak merasa takut?

Tok Tok Tok

Terdengar suara orang mengetuk pintu kamarku dengan keras. “nuguya?” teriak ku. Namun tak ada jawaban. “masuklah” teriakku lagi, mungkin tuan Park, pengurus rumah kami.

“sudah lama tak bertemu denganmu, Sungmin-ah” sapa seorang namja yang ternyata Kyuhyun masuk kedalam kamarku diikuti Micha dibelakangnya. Aku melangkah mundur saat ia melangkah mendekat kearahku. “untuk apa kau menemui ku, penyihir?” tanya ku.

“kau masih tak berubah, Sungmin-ah” ucap Kyuhyun tersenyum kecil. “kau masih menganggap kami penyihir? Meskipun tak ada seorang pun yang percaya padamu” ledek Kyuhyun. “menyerahlah Lee Sungmin kau tak akan pernah lepas dari pengawasan kami hingga kau berada ditanganku” tambah Kyuhyun.

“aku tak akan menyerah hingga kau menghilang dari dunia ini, penyihir. Aku sudah tau mau apa kalian terhadap keluargaku. Dan aku tak akan membiarkan rencanamu itu berhasil!” ancamku. Mereka menginginkan sebuah benda pusaka yang dijaga oleh keluarga ku sejak lama, yang menurut kabar dapat mengabulkan segala permintaan yang kita inginkan. Aku tak tau seperti apa benda itu, tapi aku tak akan mereka mengambil nya.

“kalau kau mau bekerja sama dengan kami, kau akan kami biarkan hidup” ancam Kyuhyun sambil menatap ku tajam. Bisa kurasakan dari tatapannya itu ia serius dan seolah ingin membunuhku. Ia berjalan mendekati ku lalu tangan kanannya mencekik leherku. “jangan pernah main-main denganku Sungmin-ah. Kau tak akan menang melawan kami”

“Sungmin-nim” panggil tuan Park, sang pengurus rumah memanggil ku dari arah pintu. Kyuhyun melepaskan cekikannya pada leherku. Untuk tuan Park datang disaat yang tepat.

“tuan Cho, nona Micha kalian ada disini. Makan malam sudah siap” kata tuan Park. Kyuhyun dan Micha pun keluar dari kamar ku lebih dulu. Aku mengatur nafasku, tuan Park berjalan menghampiriku. “apa tuan tak apa-apa?” tanya nya.

“na gwenchana” jawab ku. “aku ingin makan dikamar, aku tak enak badan”

“baiklah makan malam anda akan saya antar kekamar” kata tuan Park lalu permisi mengambil makan malam ku dari dapur. Aku berjalan menuju balkon kamarku. Begitu banyak bintang dilangit malam itu. oh bintang dilangit sampaikan salam rinduku untuknya.

*

-Author Pov-

HyunAe masuk kuliah seperti biasa. Ia terlihat berbeda dari biasanya. Ia lebih pendiam dari biasanya.

“HyunAe-ya kau kenapa?” tanya Micha mengangetkannya saat ia sedang duduk melamun.

“ani, aku hanya sedang punya banyak pikiran saja kok, Micha-ya” jawab HyunAe.

“jinjjayo? Hm…hari ini kau masuk kerjakan?” tanya Micha. “tentu sampai jumpa nanti sore ya” jawab HyunAe tersenyum kecil.

-Di depan kediaman keluarga Lee-

Donghae mengantar HyunAe ketempat kerja, tak seperti biasanya yang menurunkannya di halte bis ia langsung mengantarnya tepat didepan kediaman keluarga Lee.

“tumben appa menurunkanku disini, ada apa?” tanya HyunAe penasaran. “memangnya kenapa apa tak boleh mengantar mu tepat didepan kediaman keluarga Lee?” tanya Donghae balik. “aniyo hanya saja…” HyunAe bingung harus menjawab apa. “kalau begitu aku turun dulu ya. Annyong” HyunAe mencium pipi appanya pelan lalu turun dari mobil dan langsung masuk kedalam kediaman keluarga Lee.

Baru saja Donghae akan melaju kembali kejalan seseorang berjalan menghampiri mobilnya. Donghae kaget saat melihat Kyuhyun menghampirinya seperti itu.

“kau tak perlu melihatku seperti itu Donghae” kata Kyuhyun saat melihat raut wajah Donghae yang kaget.

“sedang apa kau disini? Mengunjungi anakmu?” tanya Donghae sambil keluar dari dalam mobil,  menghampiri Kyuhyun didekat mobilnya. Kyuhyun menoleh kearah pintu kecil yang dilewati HyunAe tadi. “sepertinya kau berhasil menemukan anakmu itu, meskipun ia lupa padamu”

“ia tak lupa padaku, ia ingat padaku” jawab Donghae. Kyuhyun terlihat tersenyum namun sebenarnya ia tak senang. “aku sudah mencari tau banyak hal tentang ‘mantan’ anakmu itu. ia lebih mengerikan dari pada yang ku bayangkan” ucap Kyuhyun sambil membelakangi Donghae.

“mencari tau banyak tentang nya? Maksudmu kau menyelidiki tentang nya?” tanya Donghae penasaran. “apa yang kau inginkan darinya? Kalau kau memiliki dendam padaku, urus saja dengan ku”

“aku tak punya urusan apapun denganmu, tapi dengan anakmu dan kau tak perlu tau tentang hal itu” ucap Kyuhyun sambil berbalik menatap Donghae tajam.

“tak akan ku biarkan kau mengganggu, HyunAe” ucap Donghae. “aku bisa saja langsung membuat mu menghilang dari dua dunia” ancam Donghae.

“benarkah? Kurasa kau tak akan pernah bisa melakukan hal itu karena kau itu lemah”

“APA!” Donghae berniat menghajar Kyuhyun namun sesuatu menahannya. Kekuatan sihir kegelapan milik Micha menahan Donghae sehingga Donghae tak bisa bergerak. Kyuhyun tertawa kecil. “kau ingin melenyapkan ku dari dua dunia? Melepaskan diri dari sihir kegelapan tingkat satu saja tak bisa, apalagi melenyapkan ku” ledek Kyuhyun.

“kajja Mcha, kau tak perlu berurusan dengan orang ini” ucap Kyuhyun sambil berlalu pergi masuk kedalam kediaman keluarga Lee. Michapun menghilangkan sihir kegelapan miliknya dari Donghae dan mengejar appanya masuk.

Donghae jatuh terduduk keatas tanah. Ia perlahan bangkit berdiri dan masuk kedalam mobilnya kembali. ‘apa yang ia mau dari HyunAe?’ pikirnya dalam benaknya. Ia pun melajukan mobilnya kembali dan pergi entah kemana.

*

HyunAe sedang membersihkan debu dari beberapa lukisan dilorong lantai 2. “chogiyo? Bisa kau panggilkan anak laki-laki tuan Lee, Lee Sungmin, dikamarnya untuk makan malam” tanya tuan Park kepala pengurus kediaman keluarga Lee kepada HyunAe.

“mian bukankah saya hanya ditugaskan untuk mengurus keperluan nona Micha?” tanya HyunAe yang sedikit bingung dengan tugasnya.

“sebenarnya nona Micha sendiri yang menyuruhmu tadi, Cuma kerena tadi kau ku tugaskan membersihkan lorong, jadi ia menitipkannya padaku” jelas tuan Park.

“oh…arasseo segera saya laksanakan tuan Park” HyunAe hormat permisi lalu bergegas menuju sebuah kamar yang letaknya tak jauh dari posisinya tadi. Ia mengetuk pintu kamar itu pelan. “Sungmin-nim boleh saya masuk” ucap HyunAe.

“nuguya?” teriak seorang namja dari dalam kamar. “saya pelayan baru diminta memanggil anda untuk menghadiri acara makan malam tuan” ucap HyunAe.

“antarkan saja makan malamku kekamar” teriak namja itu lagi. “ne arasseo” HyunAe pun segera pergi kedapur mengambil makan malam milik namja bernama Sungmin itu dan menaruhnya diatas nampan dan membawanya menuju kamar Sungmin.

“tuan saya membawa makan malam anda, boleh saya masuk?” tanya HyunAe. “masuklah” mendengar perintah masuk, HyunAe pun membuka pintu kamar itu dan masuk kedalam kamar itu.

“permisi tuan” HyunAe masuk kedalam kamar dan menaruh nampan dengan makanan diatasnya keatas meja bundar didalam kamar. Dalam pandangan HyunAe tak ada seorang pun didalam kamar pada saat itu.

Blam!

Pintu tertutup. HyunAe berbalik menghadap pintu namun tak ada seorang pun disana. ‘mungkin angin’ pikirnya.

“saya permisi” HyunAe berjalan menuju pintu dan keluar dari kamar. Namun seseorang memeluknya dari belakang. “bogoshippoyo HyunAe-nie” ucap Sungmin sambil mendekatkan dagunya keatas pundak kiri HyunAe.

“oppa” panggil HyunAe sambil memegang tangan Sungmin diperutnya. “na do”

Karena pintu kamar Sungmin terbuka, Micha yang tak sengaja lewat melihat kedalam kamar Sungmin. Ia tentu saja tak senang melihat Sungmin berpelukan dengan HyunAe temannya sendiri. Micha pun langsung pergi menemui appanya dikamarnya.

*

Brak!

“Micha-nie” panggil Kyuhyun sambil menurunkan koran yang sedang ia baca itu dan melipatnya dan menaruhnya keatas meja. “waeyo?” Micha duduk dihadapan Kyuhyun. “Sungmin oppa memeluk HyunAe-ya dari belakang dikamar oppa tadi. Mereka terlihat bahagia bertemu satu sama lain! Aku tak suka akan hal itu”

“appa juga” ucap Kyuhyun sambil menadah dagunya dengan tangan kanannya diatas meja. “kau lihat namja yang berdebat dengan appa tadi?”

“ne, dia angelkan? Untuk apa ia kemari?” ucap Micha. Angel dan Demon bisa mengenali satu sama lain meskipun ditempat ramai sekalipun.

“ia mengantar anak serta temanmu itu, HyunAe” jawab Kyuhyun. Micha terkejut mendengarnya. “HyunAe-ya angel!? Tapi HyunAe itu tak memiliki aura angel” bantah Micha.

“ia merobek sayapnya sendiri demi tinggal dibumi” kata Kyuhyun. “ia menyukai kehidupan dibumi, yang dianggapnya menyenangkan. Makanya ia memilih untuk merobek sayapnya sendiri lalu turun kebumi” jelas Kyuhyun. “tak ada yang tau alasan dibalik itu, tapi aku masih mencari jawabannya hingga saat ini”

“bagaimana appa bisa sampai tau sejauh itu? apa appa mengikutinya selama ini?” tanya Micha penasaran.

“ne, tapi appa tak bisa beritau mu bagaimana caranya” jawab Kyuhyun. “kau tenang saja biar appa yang mengurus semuanya” tambah Kyuhyun lagi.

“ne appa” jawab Micha senang. “Kamsahamnida”

*

-Sungmin Pov-

Aku masih memeluknya dari belakang. Baru pertama kali aku sedekat ini dengan HyunAe sejak pertama kali bertemu dengannya. Sepertinya aku mulai gila karenanya.

“oppa” panggilnya. “aku harus pergi. Bagaimana kalau Micha-ya sampai melihat kita?” tanyanya sambil menunjuk kearah pintu kamar yang terbuka.

“biarkan saja HyunAe-ya, biarkan ia melihatnya, lagipula aku tak mencintainya. Yang aku suka itu…”

“oppa cukup” HyunAe melepaskan tanganku dan berbalik menghadapku.

“wae chagi?” tanya ku. “jangan panggil aku chagi, oppa. Aku bukan chagi mu” jawabnya. “kau akan segera bertunangan lalu menikah dengan Micha-ya. Tak seharusnya kau seperti padaku. Lagipula…”

“lagipula apa HyunAe-ya? Kau takut appa mu tak setuju dan tak menerimaku. Aku akan berusaha supaya…”

“aku tak menyukaimu oppa” sela HyunAe. Aku shock mendengarnya berkata seperti itu. aku memegang tangan kirinya dengan tangan kananku. “jangan bohong, Hyun-nie aku tau seperti apa kau. Jangan bohongi aku seperti ini”

“lepaskan aku” teriak HyunAe. Tuan Park yang lewat pada saat itu pun mendengar teriakan HyunAe dan masuk kedalam kamarku.

“KAU! BERANI SEKALI PADA TUAN MUDA!” bentak tuan Park pada HyunAe. HyunAe pun menoleh melihat kearah tuan Park. Aku kaget saat tuan Park berada didalam kamar.

“tunggu dulu tuan Park, aku…” “biar aku yang menjelaskan semua ini tuan Park, HyunAe-ya…”

“tuan muda jangan membelanya lagi. Aku curiga padanya sejak anda ditemukan dirumahnya dan sekarang ia malah diam-diam membentak dan tak sopan seperti ini terhadap anda. Saya sebagai kepala pengurus rumah, tuan muda” kata tuan Park.

“tunggu dulu tuan Park. Ini tak seperti yang kau pikirkan” kata ku berusaha membantah.

“HyunAe-ssi, kau ikut saya sekarang” kata tuan Park. HyunAe terlihat menunduk. Aku tak bisa melihat wajahnya. Apakah ia menangis atau tidak. “kami permisi tuan muda” tuan Park pun keluar meninggalkan kamarku diikuti HyunAe yang tertunduk dibelakangnya.

“tuan Park tunggu!”

*

HyunAe baru pulang kuliah saat ini. Donghae tak menjemputnya karena ia kembali ke dunia para angel. Kalau sampai angel lain tau Donghae dekat dengan HyunAe bisa jadi masalah. HyunAe menunggu bis datang di halte, seharusnya sebentar lagi bis itu datang. Suasana begitu sepi entah mengapa sore itu, tak terlihat orang yang lalu lalang ataupun kendaraan yang lewat.

Ia terduduk di kursi halte itu, mengingat kejadian semalam dirumah kediaman keluarga Sungmin. Tuan Park memarahinya habis-habisan lalu ia dipecat sebagai pengurus Micha. HyunAe menghela napas. ‘sepertinya aku harus cari kerja lagi’ pikirnya.

Sebuah mobil van hitam tiba-tiba parkir tepat didepan halte bis. Pengemudi mobil itu keluar dan membuka pintu tengah. HyunAe memperhatikan mobil itu, tak ada seorangpun yang keluar dari dalam mobil. Orang itu melihat kearah HyunAe, tangan kirinya seolah-olah mempersilakannya masuk. HyunAe menengok kesekitarnya, tak ada seorang pun selainnya disana.

“silakan masuk nona HyunAe” kata orang itu. HyunAe pun berjalan kearah orang itu dan mobilnya. “apa kau memanggilku?” tanya HyunAe.

“mari silakan masuk nona, tuan Kyuhyun telah menunggu anda” kata orang itu. “Kyuhyun-ssi?” tanya HyunAe. ‘sepertinya aku pernah mendengar dan mengenal orang yang bernama Kyuhyun, tapi siapa?’ pikir HyunAe. Karena rasa penasaran akan orang yang bernama Kyuhyun itu, ia pun masuk kedalam mobil tersebut. Orang itu menutup pintu mobil nya, duduk di belakang kemudi. Mobil itu pun melaju ke jalan yang sepi itu, menuju tempat yang telah ditugaskan kepadanya.

*

HyunAe dibawa ke sebuah rumah yang entah pemilik nya siapa. Suasana rumah tersebut sepi seperti tak ada penghuninya.

-HyunAe Pov-

Dimana ini? rumah ini kelihatan begitu menyeramkan seperti rumah hantu.

Deg

Perasaan ku tiba-tiba saja tidak enak. Aku juga tiba-tiba mulai tak enak badan. Rumah ini seperti menolak kehadiranku. Apa yang sebenarnya terjadi?

“selamat datang nona” terlihat seorang pelayan datang menghampiriku. Aku kaget saat melihat pelayan itu, karena ia tiba-tiba saja ada didekat pintu padahal tak terdengar suara pintu terbuka tadi.

“mari silakan masuk” kata pelayan lagi itu padaku. Iapun membuka pintu utama dan berjalan masuk. Aku mengikuti pelayan itu masuk kedalam rumah. Dalam rumah itu begitu gelap hanya diterangi sedikit cahaya yang berasal dari jendela. Seram sekali.

“silakan masuk nona, tuan Kyuhyun telah menunggu anda” kata pelayan itu sambil mempersilakan ku masuk kedalam sebuah ruangan dengan warna cat merah dan hanya diterangi fireplace saja. Saat aku melangkah masuk kedalam ruangan, sesuatu berusaha mendorong ku, tunggu, justru malah menarikku masuk kedalam ruangan. Ada apa ini?

Pintu tertutup setelah aku masuk kedalam ruangan. “lama sekali kau, angel” kata seseorang dari dekat fireplace itu sambil duduk dibangku sofa merahnya. Aku melihat kearah orang itu. dia memanggilku angel? Sudah lama sejak aku tinggal kebumi, aku tak mendengar orang memanggil aku dengan angel termasuk saat appa bertemu dengan ku waktu itu. siapa sebenarnya orang ini?

“niga nugu?” tanya ku penasaran pada orang itu. aku tak dapat mengenalinya karena begitu gelap disana.

“kau tak mengenali mu, Cho Kyuhyun, gurumu” jawabnya. Kyuhyun songsaengnim? Dia…dia memanggilku angel? Bagaimana bisa ia tau?

“songsaengnim? Kenapa kau memanggilku angel? aku…”

“tak perlu berpura-pura padaku lagi, HyunAe. kau adalah angel yang sekarang menyandang ‘mantan’ angel setelah merobek sayapnya sendiri”

“bagaimana song…tidak kau… Siapa kau sebenarnya?” tanyaku. Mengapa ia bisa tau sampai sejauh itu.

“I’m demon. Kau pasti mengenal Micha, tunangan Sungmin kan? Micha adalah anakku” Aku terkejut saat mengetahui Kyuhyun adalah orang tua Micha, teman ku. “dan aku harap kau jangan menghalangi rencana kami, angel”

“apa maksudmu menghalangi rencanamu?” “Micha sengaja mendekati keluarga Lee, supaya bisa mengambil benda pusaka agar aku bisa hidup abadi”

“benda pusaka?” tanya ku penasaran. Tiba-tiba turun layar putih dan muncul layar projektor disebelahku. “duduklah, akan ku jelaskan”

*

-Author Pov-

HyunAe duduk diseberang tempat duduk Kyuhyun. Film pun mulai. Terlihat sebuah benda, lebih terlihat seperti tongkat penyihir lebih tepatnya.

“benda ini disebut, Miracle Wish, benda ini dapat mengabulkan segala permintaan yang kita inginkan. Bukan hanya manusia, namun mahkluk seperti kita, maksudku aku bisa memilikinya”

“jadi Micha mendekati Sungmin sebagai muslihat supaya Micha bisa mengambil benda ‘pusaka’ itu?” tanya HyunAe. dalam dirinya ia merasa kesal dan marah. Berani-beraninya mempermainkan oppanya seperti itu.

“owh…kau marah, marahlah. Karena aku akan menghancurkanmu lebih dulu manis” Kyuhyun beranjak dari tempatnya mendekati HyunAe. HyunAe pun beranjak dari tempatnya dan berlari menuju pintu berusaha kabur. Karena aura Kyuhyun sekarang adalah aura pembunuh.

-HyunAe Pov-

Bagaimana ini? seperti Kyuhyun serius akan menghabisiku disini. Appa pernah menyuruhku berhati-hati terhadap Kyuhyun, teman sekaligus musuhnya. Karena Kyuhyun itu salah satu demon berbahaya selain raja mereka. Aigoo…aku benar-benar dalam bahaya.

Siapa saja tolong aku >O<

*

-Author Pov-

Kyuhyun semakin dekat dengan HyunAe. Kyuhyun mencengkram tangan HyunAe kencang dan mengajaknya entah kemana.

“mau dibawa kemana aku?” tanya HyunAe. Ia masih beusaha melepaskan diri dari Kyuhyun namun cengkramannya terlalu kuat. “sudah kubilang akan kuhancurkan kau dulu baru oppa dan appamu itu” jawab Kyuhyun.

Kyuhyun menarik HyunAe menuju pintu. Namun tiba-tiba saja pintu itu terbuka dari arah sebaliknya. Terlihat Donghae dengan wujud angelnya datang.

“appa” panggil HyunAe saat melihat Donghae datang. “Hyun-nie, apa kau tak apa?” tanya Donghae cemas. “aku tak apa, appa” jawab HyunAe.

“Kyuhyun mana?” tanya Donghae. “tadi ia…LOH!” HyunAe baru sadar kalau cengkraman Kyuhyun lepas dan Kyuhyun terlihat terbaring dilantai. “kenapa ia tidur?” tanya Donghae polos. “sepertinya ia tidak tidur” HyunAe turun melihat keadaan Kyuhyun. “ sepertinya ia pingsan” kata HyunAe lagi setelah melihat Kyuhyun.

“kenapa ia tiba-tiba pingsan?” tanya Donghae bingung. “entahlah” “tak seru ah harusnya berantem dulu” ujar Donghae kesal. “bangunkan dia aku ingin duel dulu” “sudah bagus ga duel dulu, appa! Malah minta duel!” omel HyunAe yang bingung dengan appanya ini.

“biar kaya di fillm-film yang kemarin appa nonton kemarin ama ummamu kemarin. Judulnya…hm…appa lupa pokoknya appa minta duel dulu!” ujar Donghae yang tak peduli dengan yang HyunAe katakan.

“kajja” HyunAe menarik appanya pergi meninggalkan kediaman Kyuhyun paksa sebelum Kyuhyun tersadar dari pingsan. “HyunAe-ya!” “kajja…kajja aku tak mau dimarahin umma gara-gara ini”

‘dasar anak sama umma sama saja’ gumam Donghae kesal.

*

“appa…appa..no gwencahanayo?” panggil Micha dikamar Kyuhyun. Kyuhyun baru saja sadar.

“aish….kurang ajar kedua orang itu” gumam Kyuhyun kesal sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing akibat tadi.

“apa yang terjadi appa?” tanya Micha penasaran. “kenapa bisa seperti ini?”

“sih Donghae itu datang pada saat appa dibelakang pintu, appa nabrak pintu yang dibuka Donghae. Lalu jadi kaya gini deh” cerita Kyuhyun panjang lebar. Micha diam-diam tertawa ketika mendengar cerita Kyuhyun.

“Ya! Jangan tertawa!” bentak Kyuhyun. Mukanya memerah sebenarnya karena malu menceritakan hal ini kepada Micha. “Micha-ya” bukannya malah berhenti tertawa malah semakin membludak.

“aigoo…” Kyuhyun geleng-geleng kepala.

*

“kenapa kau mau saja ikut dengan orang asing seperti itu?” bentak Donghae. “kalau orang itu sampai membawamu kedunia para demon bisa lebih parah lagi” tambah Donghae. “mian appa lainkali aku akan hati-hati” kata HyunAe merasa bersalah.

“appa bukannya memarahimu sebenarnya, hanya memperingatkan sebelum terjadi yang lebih parah lagi” “aku mengerti”

“appa antar kau pulang ya” ucap Donghae. HyunAe mengangguk pelan lalu mengikuti Donghae menuju rumahnya.

Saat sedang berjalan, sebuah mobil limousine berhenti didekat mereka. Pintu mobil bagian belakang terbuka. “Hyun-nie, ahjussi”

“Sungmin oppa” sapa HyunAe kaget. “oh anneyong haseyo” sapa Donghae.

“kalian darimana? Tadi aku mampir kerumah mencari kalian tapi tak ada orang” ujar Sungmin. “memang ada perlu apa oppa? Kau ingat kan aku sudah keluar” tanya HyunAe bingung.

“bisa kau ikut denganku, HyunAe-ya? Ahjussi juga” ajak Sungmin. “mau kemana dulu, Sungmin-ah?” tanya Donghae penasaran.

“masuk lah dulu kedalam mobil, setelah sampai akan aku jelaskan” kata Sungmin sambil menarik tangan HyunAe dan mengajaknya masuk diikuti Donghae dibelakannya.

*

-kediaman keluarga Sungmin-

Semua anggota keluarga telah berkumpul, meskipun hanya ayahnya Sungmin dan Micha beserta Kyuhyun di ruang keluarga sana. Tapi itu sudah mencakup semuanya.

“tuan Lee, apa yang terjadi? Kenapa Sungmin-ah tiba-tiba meminta kita berkumpul disini?” tanya Kyuhyun yang bingung karena ada pertemuan keluarga mendadak. “saya juga tak tau ada apa tuan Cho, Sungmin hanya meminta agar semua orang berkumpul diruang keluarga lalu berlalu pergi entah kemana” jawab tuan Lee yang sama bingung nya dengan Kyuhyun saat itu. “mungkin Sungmin oppa ingin buat kejutan soal pernikahanku dengannya” tebak Micha asal dan terlihat senang.

“mungkin saja” ucap tuan Lee.

“tuan muda Sungmin datang, tuan” ucap tuan Park dari arah pintu. “jnjjayo? Cepat suruh ia masuk” kata tuan Lee. “ne tuan” tuan Park pun menghilang dibalik pintu ruang tamu dan Sungmin pun masuk kedalam ruangan sendirian.

“Sungmin-ah dari mana saja kau? Ada apa tiba-tiba sampai meminta kami semua berkumpul disini?” tanya tuan Lee appa nya Sungmin. “ada sesuatu yang ingin aku sampai kan kepada appa dan kebetulan sekali ada tuan Cho dan Micha-ya” ucap Sungmin tersenyum licik namun senang.

“memangnya ada apa, oppa?” tanya Micha penasaran.

“Micha-ya” bisik Kyuhyun pelan. “appa merasakan keberadaan mereka disini” “mereka siapa?” tanya Micha berbisik.

“aku ingin tetap melanjutkan pernikahan seperti yang appa mau” kata Sungmin. “tapi dengan satu syarat” tambahnya.

“dan syaratnya?” tanya tuan Lee.

“aku tak ingin menikah dengan Micha-ya, appa” jawab Sungmin sambil menoleh kearah Micha. “APA!” teriaknya appanya kaget. Ia pun mendorong kursi rodanya mendekat dan memukul tangan anaknya itu “APA MAKSUDMU? MICHA ADALAH PILIHAN TERBAIK YANG BISA APPA PILIH DARI YEOJA LAIN, DAN SEKARANG KAMU MENOLAKNYA” omel nya. “MEMANGNYA KAU PUNYA PILIHAN SENDIRI?”

“justru karena aku punya pilihan sendiri aku berani berkata seperti ini” jawab Sungmin. “lalu siapa yeoja pilihanmu itu?” tanya appanya.

“mereka, angel” jawab Kyuhyun yang baru menjawab pertanyaan Micha tadi.

Terlihat HyunAe dan Donghae masuk kedalam ruangan itu. Kyuhyun dan Micha yang melihat Donghae dan HyunAe masuk pun terkejut tak percaya.

“appa kenalkan ini HyunAe dan Donghae-nim, appanya” kata Sungmin seraya memperkenalkan diri. HyunAe dan Donghae pun memberi hormat kepada tuan Lee. “senang berkenalan dengan anda, HyunAe-ya, Donghae-nim” sapa tuan Lee.

“maksudku membawa mereka kesini dan memperkenalkan mereka karena aku ingin appa merestui hubungan ku dengan HyunAe” ucap Sungmin.

“maksudmu!?”

“aku ingin menikah dengan HyunAe, appa. Bukan Micha”

“MWO!!!”

*

“kau tak bisa seenaknya mengambil keputusan seperti ini, Sungmin-ah” kata Kyuhyun yang tak suka dengan keputusan yang Sungmin buat. “appamu sudah membuat keputusan agar kau menikah dengan Micha bukan dengan…yeoja ini”

“aku yang akan menjalani hidupku kelak, bukan appaku, atau juga kau, tuan Cho. Lagipula kenapa aku harus menikah dengan putrimu? Aku juga tak mencintainya seperti aku mencintai HyunAe” balas Sungmin.

“kenapa kau ingin sekali Micha menikah dengan Sungmin, Kyuhyun-ssi? Apa kau bisa jelaskan maksud dibalik ini semua?” ucap Donghae. Tuan Lee dan HyunAe memperhatikan pembicaraan dari tadi dan mulai penasaran. Micha yang sedari tadi melihat appanya jadi mulai khawatir.

“hm…itu…” Kyuhyun kehabisan kata-kata.

“appa, jadi bagaimana?” tanya Sungmin lagi. Appanya berpikir keras. “tuan Kyuhyun adalah teman appa sejak dulu. Appa tak mungkin mengkhianati persahabatan dengan nya” jawab tuan Lee. “tapi appa aku…”

Pintu terbuka, terlihat tuan Park masuk dengan seorang yeoja yang membawa tas kopernya. “Jinki appa, aku kembali!!!” teriak yeoja itu dengan kerasnya. Hingga semua pasang mata dalam ruangan pun menoleh ke arahnya.

“ah…kau sudah pulang Sunny-ah” sapa appanya Sungmin yang bernama Lee Jinki itu. Sunny pun memeluk appanya itu.

“kenapa ramai sekali? Apa ini pesta penyambutan?” tanya Sunny yang bingung namun sepertinya senang karena ramai. “sebenarnya begini Sunny-ah…”

*

“jadi gara-gara pendamping untuk sih bocah ini sampai panjang seperti ini” ujar Sunny setelah Jinki selesai bercerita. “siapa bocah!?” ujar Sungmin kesal.

Sunny pun berdiri dari tempatnya dan mendekati Micha dan HyunAe sambil memperhatikan mereka dengan sesaat lalu berpikir. “sampai ada 2 yeoja. Woa…pantas appa bingung”

“appa menjodohkan Sungmin-ah dengan Micha namun ia tak mau. Karena ternyata ia sudah punya yeoja chingu, HyunAe. Appa tak mungkin mengkhianati persahabatan yang sudah lama dengan tuan Cho. Kan kau tau sendiri appa pernah berjanji menjodohkan Sungmin dengan Micha” jelas Jinki panjang lebar.

“buat kompetisi saja kalau begitu. Siapa yang menang menikah dengan Sungmin” ujar Sunny. Appanya berpikir pelan.

“aku tak setuju” ujar Micha tiba-tiba sambil bangkit dari tempatnya. “tanggal sudah ditentukan, semua persiapan hampir selesai. Kalau harus seperti ini, rasanya sudah tak mungkin lagi” tambahnya.

“apa kau takut?” kata HyunAe menantang Micha yang ikut bediri dari tempatnya dan menatap Micha menantang. “apa kau takut kalah dari ku, hingga kau membuat alasan seperti itu, Micha-ya?”

“apa kau menantangku, HyunAe-ya? Aku tak takut dengan tantanganmu. Tentu saja aku akan menang darimu” ucap Micha santai.

“Ya! Tunggu dulu!” ujar Sungmin tiba-tiba. “noona jangan seenaknya dong mencampuri urusan ku!” “memangnya aku tak boleh ikutan juga? Aku ini kan noona mu! Aku juga ingin dongsaengku hidup bahagia!” ujar Sunny.

“sudah kau tenang saja, biar noona yang mengatur semuanya” ujar Sunny. “oh iya noona belikan tiket ke Paris untukmu tadi sesuai keinginanmu. 2 hari lagi kau sudah harus berangkat”

“MWO! Noona!” “sudah-sudah kau diam saja!” Sunny pun menjitak kepala dongsaengnya itu. “Ya! Appo!”

“kalian ini” Jinki geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya. “kau kembali saja kekamarmu, Sungmin-ah. Biar appa dan noona mu yang ambil alih dari sini” ujar Jinki.

“tapi appa…” “sudah cepat” Sungmin pun kembali kekamarnya sambil kesal sendiri.

*

“kalian berdua dengar” ujar Sunny. “kalian bisa seperti ini mungkin karena memiliki jalan tersendiri. Aku memperingatkan kalian, bagi siapa yang menang akan menikah dengan Sungmin, dan yang kalah…”

“kalian harus meninggalkan Seoul”

Glek

Micha dan HyunAe sama-sama menelan ludahnya berat. Ini bukan kompetisi biasa. Melainkan bagaimana hidup mereka nantinya. Mereka bertukar pandang, saling menantang. Donghaae yang berdiri di sebelah HyunAe dan Kyuhyun yang berdiri disamping Micha pun bertukar pandang saling menantang sama seperti anaknya.

“ini menarik” gumam Sunny sambil berbisik kepada appanya. “sepertinya mereka sudah saling kenal” tambahnya. “apa rencana mu, Sunny-ah?” tanya Jinki.

“aku yang akan memilih sendiri adik iparku, bukan Sungmin” jawab Sunny.

*

-Sungmin Pov-

aku merasa seperti setrikaan panas saja, dari tadi mundar-mandir seperti ini. Kenapa noona kembali hari ini setauku ia masih harus melanjutkan bisnis appa disana? Ah! Itu tak penting. Bagaimana kalau noona sampai memilih Micha? Noona itu kan orangnya kejam dan tak suka main-main? Aish…kenapa bisa seperti ini?

Tok Tok Tok

“masuk”

“ini saya tuan muda” tuan Park masuk kedalam kamarku. Aku meminta dia supaya memata-matai keadaan didepan. Tak lupa kusuruh ia menutup pintu dulu. Takut ada yang melihat dan menguping.

“jadi apa yang sedang terjadi disana?” tanya ku penasaran. “nona Sunny tak main-main sepertinya, tuan muda. Ia mengatakan kalau salah seorang dari mereka kalah, maka ia haru s meninggalkan Seoul untuk selamanya” tuan Park menjelaskan.

“Mwo! Jadi noona serius dengan hal ini!” ujar ku kaget. Tuan Park pun mengangguk. “sepertinya ia ingin memilih calon adik iparnya sendiri” kata tuan Park.

“kenapa ia harus repot dengan kehidupanku?” tanyaku. “saya juga tidak tau tuan muda” jawab tuan Park. Aish…noona!

*

-Author Pov-

“bagaimana kalau kita langsung mulai saja sekarang?” tanya Sunny bersemangat. “secepat ini!” ujar HyunAe kaget. “memangnya mau kapan lagi? Kata Micha semuanya sudah siap untuk pesta pernikahannya, jadi lebih cepat lebih baik” jawab Sunny.

“aku ke kamarku sebentar. 2 jam lagi kita mulai” Sunny pun pergi menuju kamarnya. Appanya pun pergi juga menuju kamarnya. Hanya tinggal Donghae, HyunAe dan Kyuhyun, Micha di ruang keluarga.

“berani sekali kalian mengganggu rencanaku!” ujar Kyuhyun kesal. “mau kalian apa sih mencampuri urusan kami?” tambah Micha.

“kalian itu licik hanya ingin memperalat Sungmin dan keluarganya lalu menghancurkannya begitu saja” ujar Donghae. “aku tak akan membiarkan Sungmin jatuh kedalam pelukanmu, demon” ujar HyunAe kesal.

“oh ya? Dengarkan aku baik-baik aku akan memenangkan kompetisi ini dan menikah dengan Sungmin oppa dan menjalankan rencanaku. Sedangkan kau akan pergi dari sini dan tak akan pernah menggangguku lagi” ujar Micha.

“kita lihat saja nanti Micha-ya. Aku tak akan membiarkan kau menang begitu saja” balas HyunAe kesal.

Kyuhyun dan Micha pun berlalu pergi. Meninggalkan Donghae dan HyunAe yang masih berada disana.

“appa bagaimana ini?” ujar HyunAe panik. “tenang saja. Appa akan berusaha membantumu” jawab Donghae.

*

-Di taman-

“Sunny onnie pasti memilih HyunAe dari pada aku” ujar Micha yang sedang menumpahkan semua unek-uneknya ke Kyuhyun. “aku bisa lihat dari hatinya dan cara ia memangdang HyunAe tadi. Ia menyukai HyunAe bukan HyunAe. Bagaimana ini?” ujarnya panik sendiri.

“kita tak bisa membiarkan ini terjadi, Micha-ya” ujar Kyuhyun. “kalau mereka sampai menang bisa gagal rencana kita selama ini” tambah Kyuhyun.

“aku ada ide!” ujar Micha tiba-tiba. “tunggu disini ya, appa” “Ya! Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun saat Micha berlari pergi masuk.

“apa rencana Micha-ya?” tanya Kyuhyun sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal itu.

*

“harus bagaimana ya?” ujar Sunny didalam kamarnya saat ia sedang melihat pemandangan dari jendelanya.

Tok tok tok

“masuk” Seorang yeoja dengan seragam maid pun masuk kedalam ruangan sambil membawa segelas minuman diatas nampan. “ini minum anda nona” ujar yeoja itu.

“taruh saja dimeja nantiku minum” ujar Sunny yang sedari tadi fokus kepikirannya dan tak melihat kearah yeoja yang masuk tadi. Yeoja itu tersenyum kecil namun licik.

“saya permisi nona” yeoja itu pun keluar sambil menutup pintu kamar Sunny lalu menghilang dibaliknya. Sunny pun berbalik mengambil gelas berisi minuman itu lalu meneguknya lalu sibuk kembali dengan pikirannya. Ia pun melirik kearah jam.

sebentar lagi…”

*

2 jam telah berlalu. Semua orang kecuali Sungmin telah berkumpul diruang tengah. Sunny yang datang terakhir memasuki ruangan.

“Sungmin oppa tak ada nona, apa perlu dipanggil?” tanya tuan Park. “tak perlu biar aku yang mengurus semuanya disini” jawab Sunny. “baiklah saya mengerti” kata tuan Park kembali ke posisinya.

“bisa kita mulai sekarang?” tanya Sunny. “tanpa Sungmin oppa?” tanya HyunAe. “aku ingin ia mengetahuinya nanti setelah semua ini selesai” jawab Sunny. “anggap saja kejutan untuknya” tambah Sunny.

“baiklah dengarkan penjelasan ku” kata Sunny. “hanya ada 3 babak. Karena tak ingin berlama-lama, hari ini sudah harus selesai”

“hari ini langsung ketiganya? Apa tak terlalu terburu-buru?” ujar Donghae kaget. “ahjussi keberatan?” tanya Sunny. “ahjussi bisa mundur dengan HyunAe-ya kalau keberatan” “aku tak akan mundur dari sini” bantah Donghae.

“baiklah kalau begitu” Sunny menghela napasnya. “tak semudah membalikkan telapak tangan atau pun mengambil permen dari bayi untuk menjadi adik ipar ku tentunya. Kalian harus bisa mempercantik diri serta mengurus rumah. Karena tipe Sungmin itu sedikit aneh. Padahal ia sudah hidup enak seperti ini ckckckck” Sunny geleng-geleng kepala.

“baiklah untuk yang pertama mari kita menuju koridor” ujar Sunny bersemangat dan langsung menuju keluar dari ruangan. HyunAe dan Micha pun mengikutinya dari belakang.

“tuan Park aku ingin kekamar saja” ujar Jinki kepada tuan Park. “baiklah” tuan Park pun mendorong kursi rodanya menuju kamar. Kyuhyun terlihat tersenyum licik melihat Jinki pergi. “Micha-nie, kau pergi dulu ya. Nanti appa susul” bisik Kyuhyun ke Micha. “memang appa mau kemana?” tanya Micha. “membantumu” Kyuhyun pun pergi mengikuti Jinki dan tuan Park menuju kamar Jinki. Donghae yang melihat gerak-gerik aneh Kyuhyun pun mengikuti nya diam-diam.

~koridor lantai satu~

“aku tak mungkin mengajak kalian kelantai atas mengingat kamar Sungmin disana” ujar Sunny. “baiklah berikan peralatannya” beberapa orang berseragam maid pun memberikan Micha dan HyunAe masing-masing sapu, pengki, serta pel-an dan ember.

“onnie kau tak menyuruh kami untuk….” “kalian menyadarinya? Lebih cepat dari dugaan ku rupanya” sela Sunny menyela perkataan Micha.

“tugas pertama kalian harus membersihkan 2 kamar disini” ada 2 pintu di sebelah kiri-kanan Sunny. Ia pun membuka kedua pintu kamar itu. Betapa terkejutnya mereka melihat kedua kamar yang lebih terlihat seperti pasar atau kapal pecah.

“kau menyuruh kami membereskan ini? Kau pasti bercandakan onnie!” ujar Micha yang tak terima. “kau menolak? Kau bisa mundur sekarang” ujar Sunny dengan mudahnya. “grr…” Micha terlihat tak senang dengan perkataan Micha. “apa kau keberatan juga HyunAe-ya?” tanya Sunny kepada HyunAe yang sedari tadi melihat kearah kamar disebelah kirinya. “hm…oh! Aku tak keberatan” jawab HyunAe.

“baiklah kami akan mengunci kamar kalian setelah kalian masuk dan kalian hanya diberi waktu 2 jam untuk merapikan dan membersihkan kamar itu. Kalian mengerti?” Sunny menjelaskan.

“2 jam!? Butuh sehari untuk merapikan seluruh kekacauan itu!” protes Micha. “sudah ku bilang kau bisa mundur kalau kau mau! Tak perlu protes terus menerus!” betak Sunny lalu geleng-geleng kepala dan menghela napas. ‘aku tak percaya appa akan menjodohkan Sungmin dengan yeoja macam ini’ pikir Sunny.

“everyone go inside!” teriak Sunny. Micha sudah tak bisa komplain apalagi dengan emosi Sunny yang sudah tak terkontrol seperti itu. Bisa-bisa ia langsung dikeluarkan. HyunAe dan Micha masuk berbarengan. Pintu ditutup dan dikunci setelah mereka berdua berada didalam masing-masing kamar.

“kami akan buka 2 jam dari sekarang!” teriak Sunny. “happy working” Sunny pun pergi dengan yang lainnya meninggalkan daerah itu.

*

~kamar Jinki~

“Sunny-ah memang suka iseng dan mencampuri urusan orang yeobo” ujar Jinki sambil menatap kearah langit biru. Entah sedang berbicara dengan siapa. Karena tak ada orang lain selain dirinya dikamar.

“sebenarnya aku tak menyukai Micha. Ia terlalu manja, sombong dan terlalu banyak maunya. Namun tak ada pilihan lain, tak mungkin aku merusak tali persaudaraan dengan Kyuhyun semudah itu”

“namun ketika Sungmin bilang ia ingin menikah dengan yeoja lain, sebenarnya aku senang ia sudah menemukan cinta sejatinya, tapi aku tak bisa begitu saja senang dihadapan Kyuhyun”

“ia bisa membunuh ku kapan saja”

“aku melihat yeoja yang dibawa Sungmin tadi. Yeoja yang manis dan sepertinya baik serta bekerja keras. Yeoja yang tegar dan tak mudah rapuh. Beruntung sekali Sungmin menemukan yeoja seperti itu”

“mengingatkan ku akan kau, yeobo”

“oh sedang bernostalgia rupanya” kata Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dibalik tirai. “Kyuhyun-ssi” ujar Jinki kaget saat melihat Kyuhyun muncul secara tiba-tiba. “mau apa kau disini?” Jinki panik dan memundurkan kursi rodanya kebelakang dengan cepat.

“sudah kuduga kau pasti akan memilih HyunAe daripada Micha, Jinki-ssi. Meskipun kau baru pertama kali bertemu dengannya sekali pun” Kyuhyun pun perlahan mendekati Jinki yang mundur menghindar. “oh kenapa kau mundur? Aku hanya ingin mengobrol denganmu saja” Kyuhyun tersenyum licik. Kyuhyun berhasil memegang kursi roda Jinki dan menarik kerah baju Jinki.

“ma…mau apa kau…demon…” ujar Jinki. “mari kita mengobrol ditempatku bagaimana?” Kyuhyun pun menghilang dari kamar itu sambil membawa Jinki pergi dengannya. Meninggalkan tawa yang menyeramkan di kamar Jinki. Donghae dengan wujud angel dengan sayapnya datang telambat.

“sial aku terlambat” Donghae pun menghilang menunyusul Kyuhyun dan Jinki ke dunia mereka.

*

(sembari Donghae mengejar Kyuhyun, kita intip dulu yuk. Micha dan HyunAe ^^)

~kamar 1 = Micha~

Micha dari tadi masih sibuk menyapu dan merapikan barang ke tempatnya semula. Ia terlihat jijik saat mengambil barang-barang yang berserakan di lantai.

“siapa sih yang tinggal dikamar ini! Apa tak pernah buang sampah!” omel Micha sendiri.

~kamar 2 = HyunAe~

HyunAe kini sedang mengepel lantai kamar. Ia sudah selesai menyapu dan merapikan beberapa barang dilantai. Meskipun belum bersih semua.

“akhirnya tinggal sedikit” kata HyunAe sembari menghela napas dan melap keningnya yang berkeringat.

*

~ruang makan~

Sunny sedang menikmati makan siangnya sendirian. Tadi ia menyuruh tuan Park memanggil appanya untuk makan bersamanya namun sampai saat ini tuan Park belum kembali.

“hm…lama sekali” gumamnya.

‘HyunAe dan Micha. Susah untuk diputuskan. Meskipun aku lebih menyukai Micha secara fisik, tapi aku merasa HyunAe lebih cocok untuk Sungmin. Lihat saja tadi sikapnya. Padahal baru babak 1 tapi ia sudah mengoceh bagai mobil yang kehilangan remnya’ pikir Sunny dalam benaknya. ‘aku harap ini akan menyelesaikan dan menjelaskan semuanya’

“nona Sunny! Gawat!” tuan Park masuk ke ruang makan dalam keadaan panik. “ada apa tuan Park?” tanya Sunny bingung. “appa mana?” tanya Sunny, melihat tuan Park hanya datang sendiri.

“tuan Jinki tidak ada dikamarnya” jawab tuan Park. “MWO!!!” Sunny terkejut mendengarnya. “saya telah menyuruh seluruh staf untuk mencari keberadaan tuan Jinki. Hanya tinggal menunggu kabar saja” tuan Park menjelaskan lebih lanjut.

“bagaimana mungkin bisa tidak ada dikamarnya? Bukannya kau yang membawanya kekamarnya?” ujar Sunny. “memang benar nona Sunny, saya yang mengantar tuan Jinki tadi kekamarnya. Tapi…”

“cepat temukan appaku segera!!!” teriak Sunny frustasi. “baiklah nona” tuan Park pun pergi meninggalkan ruang makan pergi mencari Jinki.

“kenapa bisa terjadi seperti ini?” gumam Sunny. Ia pun terduduk lemas di kursinya. Ia melirik ke arah jam di dinding.

sebentar lagi…”

*

“bagaimana acara bersih-bersihnya? Menyenangkan bukan” kata Sunny kepada Micha dan HyunAe yang baru dikeluarkan dari masing-masing kamar yang mereka bereskan itu.

“ah aku capek onnie” ujar Micha. “aku juga” kata HyunAe berbarengan. Mereka pun jatuh terduduk bersamaan di atas karpet.

“setelah ini kalian harus ikut aku kedapur” kata Sunny. “sudah waktunya makan siang ya?” tanya Micha. “aku sudah lapar” tambahnya sambil memegang perutnya sendiri.

“ya memang sudah waktunya makan siang sih. Kajja kita kedapur” Sunny pun berjalan lebih dulu didepan. Micha dan HyunAe pun berdiri dari tempatnya dan berjalan mengikuti Sunny kedapur.

*

~di dapur~

“loh! Kenapa onnie malah ajak kedapur?” tanya Micha. “bukannya kita mau makan siang?” tambahnya.

“kau ini cerewet juga ya” kata Sunny sambil menahan emosinya. ‘pantas saja Sungmin lebih memilih HyunAe daripada Micha’ pikirnya.

“kalian memang akan makan siang. Tapi kalian harus membuatnya sendiri” Sunny menjelaskan. “tapi bukan untuk kalian saja tentunya. Sungmin-ah juga belum makan. Jadi kalian buatkan untuknya dan juga untuk kalian. Niga arasseo?”

“ne onnie” ucap mereka berbarengan. Mereka terlihat bersemangat.

‘asik masak untuk Sungmin oppa. Meskipun aku tak bisa bersih-bersih, tapi akan kubuktikan kalau aku pintar memasak’ kata Micha dalam hati.

‘memasak untuk Sungmin oppa? Kira-kira oppa suka apa ya? Apa yang harus kubuatkan untuknya’ kata HyunAe dalam hatinya sembari berpikir.

“untuk kali ini tak ada batas waktunya karena ini lomba memasak. Kalau sudah selesai, para pelayan yang akan mengantarkannya ke kamar Sungmin” kata Sunny.

“kenapa tidak kita sendiri saja yang mengantarkannya, onnie?” tanya HyunAe bingung. “supaya dia penasaran siapa yang membuatnya. Jadi ia bisa memilih mana makanan yang ia suka tanpa melihat orang yang membuatnya” jawab Sunny menjelaskan.

“kalian sudah lapar, kan? Begitu juga calon suami kalian. Cepat masak!”

*

~sementara itu di dunia angel dan demon~

Kyuhyun membawa Jinki ke dunia perbatasan. Ia menyeret Jinki menuju pintu gerbang dunia demon.

“lepaskan aku, Kyuhyun” ujar Jinki sambil berontak melepaskan diri. Namun kondisi nya yang lemah membuatnya tak mampu untuk melawan Kyuhyun. “mencoba sekeras apapun kau memohon padaku, permohonan mu tak akan pernah ku kabulkan, Jinki” kata Kyuhyun. Sayap hitam gelap pun mucul dari punggungnya. Wujud aslinya terlihat disini.

“seharusnya aku mendengarkan perkataan Sungmin dulu” gumam Jinki pelan. Ia ingat dulu Sungmin pernah berkata kepadanya untuk berhati-hati dengan Kyuhyun dan anaknya Micha karena mereka itu demon bukan manusia. Namun Jinki malah mengacuhkannya dan menganggap itu hanya alasan Sungmin saja untuk tak menikah dengan Micha.

“semuanya akan berakhir untuk mu Jinki. Micha yang akan menikah dengan Sungmin. Lalu merebut Miracle Wish dari keluarga kalian” kata Kyuhyun disusul dengan tawanya yang mengerikan.

Miracle Wish? Jadi itu tujuanmu sebenarnya!” ujar Jinki tak percaya. “harusnya aku sudah menyadarinya sejak awal” (kalo dari awal udah nyadar ga ada nih cerita donk bang -__-)

“semua sudah terlambat Jinki. Jika Sunny sudah tak ada, maka semua akan berjalan sesuai rencana” ujar Kyuhyun.

“Sunny? Apa yang kau lakukan padanya. Biarkan dia bebas!” kata Jinki dengan nada marahnya. “hm…rasanya terlambat sekali Jinki. Mungkin racunnya sudah bekerja saat ini” kata Kyuhyun sambil tersenyum licik.

“racun! Kurang ajar kau Kyuhyun” mendengar perkataan Jinki, Kyuhyun pun tertawa bahagia. “selamat ya Jinki. Dengan ini kau tak akan bisa kembali dengan selamat”

“harusnya kau yang berhati-hati Kyuhyun!” Donghae muncul dihadapan Kyuhyun yang sedang menyeret Jinki menghadang Kyuhyun untuk melangkah maju. Donghae pun menghajar Kyuhyun ke samping. Kyuhyun terlempar ka sebelah kiri. Cengkramannya pada Jinki pun terlepas.

“Jinki kau tak apa?” tanya Donghae menghampiri Jinki. “aku tak apa” jawab Jinki. “ka…kau…” Jinki terkejut dengan wujud Donghae saat ini.

“mian membuat mu terkejut” kata Donghae. “apa kau juga mengincar Miracle Wish?” tanya Jinki. “tidak aku tak menginginkan itu” kata Donghae. “yang kuinginkan hanya kebahagian putriku, HyunAe”

*

Satu jam telah berlalu. Makanan untuk Sungmin dan untuk mereka sendiri juga sudah selesai. Sunny yang duduk diatas kursi yang dekat dengan counter pun mengeluh. “1 jam lama sekali” katanya.

“memasak tak semudah membalikkan telapak tangan, onnie” kata HyunAe sambil mencuci tangannya. Sementara Micha sedang melap tangannya yang basah ke sebuah kain.

“pintar bicara juga kau ternyata” puji Sunny. “baiklah pelayan antarkan makanan ini kekamar Sungmin sekarang juga” perintahnya pada kedua pelayan didekatnya.

“ne” pelayan itu pun mengambil nampan diatas counter dan membawanya menuju kamar Sungmin. “nah selagi menunggu mari kita kembali ke ruang tamu” ujar Sunny yang langsung menuju ruang tamu diikuti HyunAe dan Micha dibelakangnya.

*

~lorong menuju ruang tamu~

-Sunny Pov-

Akhirnya tinggal satu juga. Ternyata pilihan ku sejak awal memang tak salah. HyunAe memang pantas untuk Sungmin. Seharusnya tak perlu ada yang ketiga tentunya, tapi akan ku buat yang ketiga menjadi yang paling menarik daripada yang sebelumnya.

Deg

urghh jantungku. Ada apa dengan jantungku? Kenapa tiba-tiba terasa sakit sekali? Apa yang terjadi? Apa aku salah makan? Aku harap aku bisa bertahan hingga kompetisi ini berakhir,

*

(kembali ke dunia perbatasan)

-Author Pov-

“berani sekali kau melawanku, Donghae. Kau harusnya tau kau tak dapat melawan ku” kata Kyuhyun menantang Donghae. “memang aku tau aku tak mungkin dapat melawan mu. Tapi aku tau bagaimana cara melenyapkan mu” kata Donghae.

“hm…melenyapkan ku? Coba saja kalau kau mampu” Kyuhyun pun mengeluarkan pedang hitamnya dengan sihirnya. Ia pun terbang sambil mengarahkan pedangnya kearah Donghae. Dengan cepat Donghae mengeluarkan pedang cahaya miliknya dan menahan serangan Kyuhyun dan membalikkannya.

(author kebanyakan nonton film action makanya jadi begini deh *harap dimaklumi)

Kyuhyun menyerang Donghae bertubi-tubi. Donghae menahan semua serangan Kyuhyun dengan pedangnya. “sampai kapan kau mau terus bertahan seperti ini, Donghae” kata Kyuhyun. “bagaimana kalau kita percepat saja”

“dengan senang hati”

Kyuhyun menarik pedangnya dan mengarahkan nya tepat di jantung Donghae. Jinki panik melihatnya namun ia tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisinya yang sekarang ini.

Permainan ini akan selesai bahkan sebelum kau menyadarinya

*

“akhirnya hampir selesai” gumam Sunny pelan. Mereka sudah sampai diruang tamu. “tuan Park tolong panggil Sungmin kemari” kata Sunny kepada tuan Park. “ne segera” tuan Park pun pergi memanggil Sungmin di kamarnya.

“apa sudah mau pemilihan?” tanya Micha penasaran. “bukan. Untuk yang ketiga, aku ingin Sungmin ikut menentukan juga. Mengingat ini untuk nya bukan untukku” jawab Sunny. Ia pun duduk ddisofa, lalu Micha dan HyunAe pun duduk disofa.

Tak lama, tuan Park datang dengan Sungmin dibelakangnya. “apa sudah selesai noona? Sehingga kau mengeluarkan ku dari kamar?” tanyanya. “aku ingin kau pergi jalan dengan mereka satu-persatu” kata Sunny kepada Sungmin. “huh? Maksud noona?” tanya Sungmin bingung. “sudah jangan banyak tanya, lakukan saja” kata Sunny sambil memegangi kepalanya. “noona, no gwenchanayo?” tanya Sungmin khawatir akan Sunny. Sunny kelihatan pucat.

“na gwenchana. Cepat lah Sungmin-ah” kata Sunny sambil menggerakkan tangannya supaya cepat bertindak. “baiklah tapi siapa dulu?” tanya Sungmin sambil melihat kearah Micha dan

HyunAe.

“aku dulu” Micha langsung bangkit dari tempatnya dan menggandeng tangan Sungmin. “kajja” Sungmin langsung ditarik pergi jalan dengan Micha. HyunAe melihat nya cemburu bercampur bingung. Sedangkan Sunny hanya geleng-geleng kepala.

“ada-ada saja yeoja itu” gumam Sunny pelan. Setelah Micha dan Sungmin keluar dari ruangan. “urgh…” ia memegangi kepalanya yang pusing tiba-tiba lalu pingsan ditempat.

“onnie…onnie no gwenchanayo?” HyunAe langsung panik. “aigoo…tuan Park” HyunAe memanggil pertolongan. Ia terlihat panik sampai tuan Park datang dan membawa Sunny kekamarnya.

*

~Sunny Pov~

Aku tersadar dikamarku. Apa yang terjadi? Ah aku ingat kalau aku pingsan tadi karena jantungku sakit tiba-tiba. Kenapa bisa jadi suka sakit seperti itu ya? Ini aneh. Badan ku terasa ringan. Seperti sebuah beban telah hilang saja. Tapi apa? Siapa yang membawa ku kesini? Sepertinya ada orang didepan kamarku.

Aku bangkit dari ranjangku dan mengintip keluar. Ada tuan Park dan HyunAe disana. Mereka terlihat serius sepertinya sedang membicarakan sesuatu. HyunAe juga kelihatan tidak sehat. Apa yang terjadi? Rasanya daritadi ia baik-baik saja sejak kompetisinya dimulai.

Aku tak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan. Tuan Park kelihatan aneh dari gerak-geriknya. Ia berputar 2 kali dan huh! Apa itu? tuan Park memiliki sayap putih? Setelah berbicara sebentar dengan HyunAe ia menghilang tak lama kemudian. Siapa sebenarnya mereka? Apa yang terjadi sebenarnya disini?

HyunAe berjalan kemari. Gawat! Aku harus segera kembali keranjang.

Buk

Terdengar suara orang terjatuh dari luar kamar, lorong lebih tepatnya. Saat ku intip lagi, HyunAe sudah terbaring dilantai. “OMO! HyunAe-ya” aku langsung keluar dan menghampirinya. Aku merangkul pundaknya dan membawanya kekamarku lalu menidurkan nya diranjangku.

“sebentar lagi…”

 

*

-Author Pov-

Kyuhyun melaju kecepatan tinggi. Saat sudah dekat dengan Donghae, Kyuhyun mengarahkannya tepat dijantung Donghae. Donghae menghindar sebelum terkena pedang Kyuhyun lalu berniat menusuk Kyuhyun dari belakang. Namun Kyuhyn menyadarinya dan dengan cepat berpindah jadi dibelakang Donghae.

“usaha bagus Donghae” kata Kyuhyun kagum sambil tersenyum licik.

Trak

Pedang yang dipegang Donghae terpental karena berbentur dengan pedang Kyuhyun. Donghae terpental jauh. Kyuhyun terbang dan mendekati Donghae. Ia berdiri dan mengarahkannya ke leher Donghae. Donghae berusaha berdiri namun kakinya terluka akibat tergesek tadi, sehingga ia tak dapat berdiri.

“say goodbye, Donghae” Kyuhyun tertawa seram. Lalu menggerakkan pedangnya kearah Donghae…

Blam!

Seseorang mendorong Kyuhyun hingga terpental jauh. Namun tak membentur lantai seperti Donghae, ia terbang. Ia terlihat marah. “siapa yang berani menggangguku?” geram nya kesal.

“aku” kata sesosok angel lainnya yang datang membantu Donghae. “Jungsoo” panggil Donghae. “sudah ku bilang panggil saja aku Leeteuk” kata angel bernama Jungsoo alias Leeteuk itu. “tuan Park” panggil Jinki dari kejauhan.

“tuan besar!” Leeteuk kaget melihat Jinki berada disana. “kurang ajar kau Kyuhyun membawa tuan besar kesini” geram nya kesal. Ia mengeluarkan pedangnya dan berniat menyerang Kyuhyun.

“Leeteuk, kau bawa saja Jinki kembali. Biar aku yang menghabisinya” ujar Donghae sambil perlahan berdiri dengan pedang sebagai penopangnya. Sayapnya pun terbuka. Ia terbang. “tapi…” “sudah cepat bawa Jinki pergi”

“baiklah” Leeteuk menghampiri Jinki lalu membawa nya pergi dari tempat itu. “hm…membawa Jinki pergi bukanlah cara untuk menyelesaikan persoalan ini” ujar Kyuhyun. “tentu saja” kata Donghae menyetujui. “tapi dengan ini kita dapat menyelesaikan masalah kita”

“Pertarungan hidup dan mati. Pertarungan tentang kehidupan dan tentang keberadaan kita akan kita pertaruhkan semuanya

*

Sunny duduk disebuah kursi dekat ranjangnya. Diatas ranjang terbaring HyunAe yang masih belum sadar. Tak lama kemudian, HyunAe pun sadar dan terduduk diatas ranjang.

“dimana ini?” tanya HyunAe sambil melihat sekelilingnya. “onnie” panggilnya saat melihat Sunny. “kau sudah sadar” ujar Sunny.

“apa yang terjadi? Kau terlihat pucat tadi” tanya Sunny. “dan mengenai tuan Park, siapa sebenarnya dia? Apa ada hubungannya dengan kau?” tanya Sunny curiga.

“sebenarnya aku…tadi…” HyunAe terlihat bingung menjelaskannya. “ada apa?” tanya Sunny lagi. “aku memindahkan racun di jantung onnie kedalam tubuhku. Dan mengenai Leeteuk…”

“racun? Pantas saja daritadi jantungku terasa sakit” ucapnya sambil memegang jantungnya. “tunggu! Kau memindahkannya kedalam tubuhmu? Jangan bercanda! Bagaimana cara kau memindahkannya. Kenapa tak kau buang saja!!!” Sunny terlihat kesal.

“bukannya ia tak ingin membuangnya nona” jawab Leeteuk yang masuk kedalam kamar dengan Jinki dikursi rodanya. “appa” Sunny langsung berlari dan memeluk appanya. “apa yang terjadi? Dimana kau menemukannya?” tanya Sunny kepada Leeteuk. “aku menemukannya di perbatasan dunia angel dan demon. Tuan Cho yang membawanya kesana”

“APA! Bagaimana bisa sampai disana? Apa kalian semua sedang mempermainkanku?” ucapnya kesal, merasa dipermainkan. “Sunny-ah tahan emosimu. Biar appa jelaskan” teriak Jinki tiba-tiba. Sunny terdiam.

“Leeteuk sebenarnya angel. Appa memintanya menjaga benda pusaka peninggalan keluarga kita. Kau ingat kan appa pernah menceritakannya? Dan sepertinya HyunAe yang ada disana juga sama seperti Leeteuk serta appanya. Mereka juga angel” kata Jinki menjelaskan.

“Kyuhyun dan Micha adalah demon. Mereka mengincar ‘Miracle Wish’ benda pusaka keluarga onnie, dan… uhuk” HyunAe terbatuk. “no gwencahanyo?” tanya Sunny cemas. “na gwenchana onnie” jawab HyunAe.

“lalu sekarang harus bagaimana?” tanya Jinki. “Sungmin sedang pergi jalan dengan Micha. Setelah mereka kembali, Sungmin akan pergi dengan HyunAe nanti” jawab Sunny. “masih belum selesai ternyata” kata Jinki sambil menghela napas.

“kau yakin tak apa?” tanya Sunny lagi memastikan. HyunAe mengangguk pelan. “tenang saja onnie aku tak apa” jawabnya.

“lebih baik kita ke ruang tamu sekarang. Jangan sampai tuan muda Sungmin curiga dengan apa yang sedang terjadi” kata Leeteuk. Mereka mengangguk bersamaan. Lalu beranjak menuju ruang tamu untuk menunggu Sungmin dan Micha kembali.

*

Sungmin dan Micha baru saja kembali kerumah Sungmin. “kami kembali” teriak mereka berbarengan saat memasuki ruang tamu. Micha masuk dengan santai, berbeda dengan Sungmin yang justru membawa seluruh belanjaan.

“apa-apaan ini?” tanya Sunny yang bingung melihat Sungmin membawa banyak sekali kantung belanjaan. “punya siapa saja ini, Micha-ya, Sungmin-ah?” tanya Jinki heran. “ini semua punya Micha-ya, appa, noona” jawab Sungmin sambil menaruh semua kantung belanjaan keatas meja kaca. “Mwo! Semuanya!” ujar Sunny dan Jinki kaget berbarengan.

“aku kekamar dulu ya, ahjussi, onnie” Micha pun mengambil seluruh belanjaannya, 5 kantung besar jumlahnya, dan membawanya pergi bersamanya menuju kamar.

“aigoo…benar-benar…” Leeteuk hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kejadian aneh seperti itu.

Sungmin merebahkan dirinya disofa karena kecapaian. “selanjutnya HyunAe-ya, kan?” tanya Sungmin. “ne, Sungmin-ah” jawab Sunny. “sudah cepat sana pergi” kata Sunny menyuruhnya untuk cepat pergi. “Ya! noona mengusirku?” omelnya. “kau ini ingin cepat selesai tidak!” bentak Sunny. “sudah sana cepat” Sunny menarik tangan Sungmin. Sungmin pun beranjak berdiri. HyunAe pun ikut berdiri dan menghampiri Sungmin.

“kami pergi” ucap Sungmin lemas. HyunAe menggandeng tangannya, membungkuk memberi hormat. Lalu mereka pun pergi jalan berdua.

sebentar lagi…

*

HyunAe tidak seperti Micha. Pergi ke mall dan belanja sebanyak mungkin. HyunAe mengajaknya ke pinggiran sungai Hangang. Berteduh dibawah pohon rindang dan duduk dibawahnya. Menikmati keindahan sungai Han di waktu yang menjelang malam. Matahari diufuk barat perlahan terbenam.

Sungmin menghela napasnya pelan. HyunAe pun bingung. “kenapa oppa menghela napas?”  tanyanya. “aniyo…Hyun-nie” jawab Sungmin malu. HyunAe pun jadi malu sesaat lalu kembali melayangkan pandangannya ke arah sungai Han.

“oppa” panggil HyunAe. “hm? Ada apa?” tanya Sungmin. “oppa janji ya akan selalu berada disisiku” kata HyunAe. “tentu saja. Kau kan yang akan jadi anaeku nanti. Mana mungkin seorang nampyeon meninggalkan anaenya begitu saja” jawab Sungmin. HyunAe pun menyenderkan kepalanya dibahu Sungmin. Sungmin pun melingkarkan tangannya ke pinggang HyunAe.

“HyunAe-nie” panggil Sungmin. HyunAe pun mendongak keatas.

Chu~~~

Sungmin mencium bibir HyunAe. ia meraih dagunya sehingga memperdalam ciumannya dengan HyunAe. Setelah beberapa menit, Sungmin pun melepaskan ciumannya.

“oppa” “kau ingat first kiss kita? Begitu konyol. Anggaplah ini yang pertama. Karena ini lebih romantis” katanya. “ah oppa” HyunAe tertawa kecil. Sungmin pun ikut tertawa.

I Promise in front of Han river

Under this tree

Under the night sky

I’ll always by your side

*

Hari sudah malam. Mereka pun kembali ke kediaman keluarga Sungmin. Namun saat mereka baru menginjakan kaki didepan gerbang. Perasaan HyunAe langsung tidak enak. “oppa perasaanku tidak enak” kata HyunAe kepada Sungmin disampingnya.

“kajja. Kita masuk. Perasaanku juga jadi tak enak. Aku cemas akan noona dan appaku didalam” kata Sungmin. Mereka pun masuk kedalam rumah sambil berpegangan tangan.

Sungmin membuka pintu rumahnya. Saat melihat kedalam, mereka kaget tak percaya berbarengan.

“OMO!!!” ucap HyunAe. “NOONA!!! APPA!!!” teriak Sungmin.

*

“OH! KALIAN SUDAH KEMBALI RUPANYA!” kata Micha sambil tersenyum licik dan mematikan. Sunny dan Jinki terlihat tak berdaya. Donghae yang berada disana dengan Leeteuk juga sudah berdarah-darah ditubuhnya. Suasananya tak terlihat seperti rumah. Melainkan dunia lain.

Sungmin berlari kearah appanya. “appa! Appa!” Sungmin memanggil appanya. Tak ada respon sama sekali dari Jinki. Sungmin menunduk mendengarkan bunyi detak jantung dan paru-paru Jinki, terdengar lemah dan samar-samar. “Ya! Kau!” katanya sambil menunjuk keatah Micha. “beginikah cara mu kepada keluargaku? Mana mungkin aku memiliki istri demon sepertimu!”

Micha mengeluarkan sihirnya ke Sungmin dan membuat Sungmin tak bisa bergerak. Ia pun menggerakkan jari telunjuknya ke atas. Sungmin terlihat melayang. HyunAe berlari kearah Sungmin untuk membantunya namun Kyuhyun menabraknya sehingga HyunAe terpental dan menabrak dinding.

“Hyun-nie!” teriak Sungmin. “aku tak akan membiarkan kalian bersama. Sungmin hanya untuk Micha seorang. Dan aku akan mengambil ‘Miracle Wish’ dari keluarga Sungmin, mendapatkan hidup abadi, lalu akan kuhancurkan mereka” ucap Kyuhyun sambil menatap kearah debu-debu tebal yang menutuppi tempat HyunAe berada.

“tak akan ku biarkan!” teriak HyunAe. ia berusaha bangun bangkit berdiri. Meskipun kakinya telah terluka. “akan ku habisi kau, HyunAe” Kyuhyun mengeluarkan pedangnya dan terbang kearah HyunAe. HyunAe tak menyadari Kyuhyun karena ia masih berkonsentrasi untuk berdiri.

“HABISLAH KAU!”

BUK!

Kyuhyun terpental jauh dan menabrak dinding. Donghae terbang dan mendorong Kyuhyun menjauhi HyunAe. “Hyun-nie” panggil Donghae lemah. Ia kehabisan tenaga karena sedari tadi ia melawan Kyuhyun habis-habisan. “appa” panggil HyunAe. “no gwenchanayo?” tanya HyunAe cemas. Ia berhasil berdiri dan berjalan menghampiri Donghae yang terbang.

“tak usah pedulikan appa, kau sendiri bagaimana?” “appa”

Tring

Suara pedang Kyuhyun dan Donghae berbenturan terdengar keras. Kyuhyun hampir saja menusuk jantung Donghae kalau ia telat menyadarinya. “appa!” “cepat kau tolong Sungmin saja dulu” ucap Donghae sambil masih menahan tekanan pedang Kyuhyun.

“tapi appa…” “tak ada waktu lagi, HyunAe-ya. Cepatlah!” sela Donghae cepat. HyunAe mengangguk. Sebenarnya ia ingin membantu appanya, namun karena disuruh pergi makanya ia hanya menuruti saja. Ia berlari sebisa mungkin menuju tempat Micha berada untuk menolong Sungmin.

*

HyunAe berlari sekuat tenaga mencari Sungmin dan Micha ditengah ruangan yang semakin gelap. ‘bagaimana ini? aku tak bisa merasakan keberadaan mereka’ katanya dalam hati. ‘bagaimana bisa aku menyelamatkan Sungmin oppa kalau seperti ini?’

Ia berjalan ditengah kegelapan sambil mengedarkan pandangan kesekelilingnya. Tak terasa satupun hawa keberadaan Micha maupun Sungmin.

Sret

Terasa sesuatu menyayat lengan bajunya. Lengannya sedikit terluka karena terkena sesuatu tadi. “apa itu?” gumamnya sambil memegangi tangan kanannya yang terluka itu. ia melihat kearah datangnya benda tajam itu. tapi tak ada seorangpun atau apapun disana.

Ia kembali berjalan menelusuri kegelapan. Ia tak tau. Kalau semakin dalam, semakin berbahaya bagi dirinya.

*

Micha tertawa licik. Ia tengah menikmati permainan yang ia buat sendiri. Ia dan Sungmin sedang berada dibawah tanah, mencari ‘Miracle Wish’  di antara tumpukan kardus dan lemari tua didalam gudang bawah tanah. Sungmin masih dalam pengaruh sihir Micha. Ia tak dapat bergerak, masih terdiam kaku.

“dimana benda itu, oppa?” tanya Micha menggoda Sungmin. Ia berubah menjadi manja, yeoja bermulut manis, ia mencolek dagu Sungmin dan merayunya. Sungmin membuang muka, tak ingin menatapnya.

“bunuh saja aku” ucap Sungmin dingin. “mana mungkin aku membunuh suamiku sendiri” “SIAPA SUAMIMU, DEMON?” ucap Sungmin kesal. “Ah! Oppa jangan bercanda seperti itu” ucap Micha sambil berbalik memunggungi Sungmin dan kembali sibuk berkutat dengan tumpukan kardus didepannya.

“Jeongmal Micheo (gila)” gumam Sungmin.

*

HyunAe masih terus berjalan tanpa arah. Langkahnya mulai melemah. Perlahan ia kehabisan tenaga untuk berjalan. ‘sampai kapan aku harus berjalan seperti ini?’ pikirnya. ‘Sungmin oppa’ katanya dalam hati. ‘dimana kau?’

“HyunAe-ya”

Terdengar sebuah suara memanggilnya. Itu suara Donghae. “appa” panggil HyunAe membalas panggilan Donghae. Ia mengedarkan pandangannya kesegala arah namun tak menemukan Donghae. “appa” panggil HyunAe lagi. Tak ada jawaban dari Donghae.

“Argh…pung…punggungku…”

Ia mengerang kesakitan. Punggungnya terasa saki tiba-tiba. Padahal tak ada pisau yang menggores atau pun melukai punggungnya. Tak ada seorangpun disana yang dapat melukainya, termasuk Micha. Rasa sakit melandanya tiba-tiba. Ia jatuh berlutut tangan kanannya memegang punggungnya.

“argh…”

Ia merasa sesuatu yang akan keluar dari punggungnya, karena rasa sakit itu makin terasa menyakitkan. Lebih sakit dari tertusuk pedang atau pisau ataupun terkena serangan sihir dari Micha.

“AAAAAAAAAAA”

*

Micha masih sibuk mencari ‘Miracle Wish’ untuk sang appa yang masih bertarung dengan Donghae didepan. Ia tak tau akan apa yang sebenarnya dengan yang terjadi diluar sana. Tapi ia yakin kalau appanya tak akan kalah dari Donghae.

Tik

Dengan satu hentikan jari, sihir yang mempengaruhi Sungmin lenyap. Sungmin terjatuh terduduk dilantai. “aduh” ucap Sungmin sambil mengusap bagian bawah yang membentur lantai.

“oppa” panggil Micha manja dari arah kejauhan. “wae?” sahutnya kesal. “bantu aku mencari ‘Miracle Wish’ ya, maukan?” tanyanya menggoda. “untuk apa aku membantumu?” tanyanya balik. “agar kita bisa hidup bahagia” jawabnya. “appaku juga bisa memberikan hidup abadi kepadamu nanti bila kau membantuku oppa” tambahnya.

“untuk apa aku hidup abadi bila harus hidup bersama yeoja macam kau. Lebih baik aku mencari HyunAe saat ini” iapun bangkit dan berjalan pergi meninggalkan Micha berniat mencari HyunAe, tapi tiba-tiba saja ia tak bisa bergerak. Micha menahannya pergi dengan kekuatan sihirnya.

“Micha-ya” geram Sungmin kesal. “biarkan aku pergi!” bentaknya. “tidak akan pernah, aku tak akan membiarkan nae nampyeon pergi dengan yeoja lain” jawabnya. Micha mulai terlihat agak kesal. Ia mengepalkan tangannya kanannya yang mengeluarkan sihir kepada Sungmin.

“urgh…argh…”

Sungmin merintih kesakitan. Tulangnya serasa diremuk dan tengah dihancurkan. “Mi…Micha-ya…hen…hentikan” kata Sungmin terpatah-patah.

“asal kau berjanji akan membantuku, akan ku hentikan” kata Micha. “aku tak akan pernah membantumu, demon” jawab Sungmin menolak mentah-mentah.

“maafkan aku oppa telah melakukan ini padamu, tapi…” Micha mulai mengepalkan tangannya makin kepal. Terdengar suara Sungmin yang mengerang makin kencang.

“Hyun…HyunAe…HyunAe-ya” Sungmin menutup matanya. Ia tak kuat lagi menahan sakit yang melanda tubuhnya saat ini.

“SUNGMIN OPPA HANYA UNTUKKU!” terdengar suara teriakan HyunAe. BUK! “DAN TAK AKAN KU BIARKAN KAU MENYAKITINYA”

Micha terpental menabrak kardus-kardus dibelakangnya. Kardus-kardus itu menimpanya. Hingga hampir tak terlihat lagi karena tertutup kardus. Sungmin terduduk lemas sambil menarik napas panjang.

“oppa! Sungmin oppa! No gwenchanayo?” tanya HyunAe cemas. HyunAe terbang mendekati Sungmin. Ia duduk menghadap Sungmin dan menutup sayapnya.

“HyunAe-ya, Hyun-nie apa itu kau?” tanya Sungmin. HyunAe memeluk Sungmin “ini aku oppa” katanya sambil memeluk Sungmin. HyunAe pun membantu Sungmin berdiri. “kita harus keluar dari sini oppa”

“tunggu dulu. Aku harus mengambil ‘Miracle Wish’ dulu” kata Sungmin pelan. “dan benda itu berada di…” “akan kutunjukkan. Kajja” HyunAe mengeluarkan kembali sayapnya dan membawa Sungmin terbang bersamanya menuju ketempat yang di tunjukkan Sungmin. Mereka tak menyadari apa yang terjadi dibelakangnya pada saat itu.

*

~Lantai 2~

Sungmin meminta HyunAe membawanya ke lantai 2. Sungmin mengajaknya kesini untuk mengambil ‘Miracle Wish’.

“dimana oppa?” tanya HyunAe. “di kamarku” jawab Sungmin. Meskipun disana sangat gelap, dan hampir tidak dapat dibedakan ruangan pada saat itu, entah mengapa mereka dapat menemukan nya dengan mudah.

HyunAe membuka pintu kamar Sungmin. Didalam kamar, HyunAe menurunkan Sungmin dan berjalan, menutup sayapnya kembali. Sungmin menuju lemari bajunya, membuka pintu lemari dan masuk kedalam nya. Sungmin menghilang dibalik lemari sementara HyunAe menunggu didepan.

Pintu dan jendela tiba-tiba terbuka. Angin kencang masuk. Micha masuk melalui pintu kamar. Ia terlihat marah dan murka. “BERANI SEKALI KAU MENGGANGGUKU HYUNAE!” teriaknya. “DAN BAGAIMANA BISA KAU MENDAPATKAN KEKUATANMU KEMBALI? BUKANKAH KAU SUDAH DIBUANG” tambahnya.

“MEREKA TAK MEMBUANGKU!” HyunAe melepaskan sihirnya dan mengarahkannya ke Micha. Micha terlempar kedinding. “kekuatan ini…ini punya appaku” gumamnya sedih.

“appa ku menang kalau begitu dari appamu, Hyun-nie” ia pun tertawa senang. “dan sebentar lagi kau akan menyusulnya” katanya sambil tersenyum licik. Ia berniat mengeluarkan sihirnya dan membalas HyunAe namun ia melihat Sungmin keluar dari lemari sambil membawa sebuah tongkat yang terlihat seperti tongkat penyihir.

“apa itu ‘Miracle Wish’ oppa?” tanya Micha sambil melihat kearah Sungmin. “celaka” kata HyunAe. “berikan padaku oppa. Kita akan hidup bahagia bersama” kata Micha perlahan terbang mendekati Sungmin. “oppa cepat pergi dari sini!” teriak HyunAe. namun sepertinya tak didengarkan Sungmin.

“setelah kau mencoba untuk membunuhku? Tidak akan pernah Micha-ya” teriak Sungmin sambil menjauhkan ‘Miracle Wish’ dari Micha.

“ayo lah oppa, aku minta maaf atas kejadian itu. kau maukan memaafkan anaemu ini? hm?” rayu Micha. “siapa anaeku? Aku tak pernah menikah apalagi menyukai mu” jawab Sungmin.

“kesabaranku habis oppa!” kata Micha. Terlihat api yang menyalah keluar dari telapak tangan Micha. “mungkin aku akan kehilangan kau dan ‘Miracle Wish’, tapi asalkan aku puas. Tak akan menjadi masalah bagiku” Micha melempar api itu kearah Sungmin. HyunAe yang melihat itu langsung membuka sayapnya dan terbang kearah Sungmin. Mendorongnya kesamping. Sungmin selamat. Namun tidak bagi HyunAe yang harus merasakan panasnya api yang membakar sayapnya.

“pa…panas…” gumamnya pelan sambil menahan rasa sakit serta panas api dipunggungnya.

“Hyun-nie, no gwenchana?” tanya Sungmin panik. “tak usah pedulikan aku, oppa. Cepat pergi dari sini” jawab HyunAe. “tapi kau…” “CEPAT OPPA!” bentak HyunAe. “aku…aku…tak bisa…aku tak bisa meninggalkan mu disini” kata Sungmin. “aku akan menyusulmu oppa tenang saja” jawab HyunAe.

“masih bisa saling memperhatikan, eh?” tanya Micha. “tapi tidak bila aku menghancurkan salah satu dari kalian”

Micha menggunakan sihir yang ia pakai ke Sungmin lagi. Ia mengepalkan tangannya perlahan kearah HyunAe. tulang HyunAe serasa dihancurkan. Sayapnya pun mulai hancur dan patah. Sungmin yang melihatnya pun berpikir cepat supaya dapat menyelamatkan HyunAe.

“Micha-ya kau menyukaiku kan? Aku akan ikut denganmu asal kau melepaskan HyunAe” “OPPA JANGAN!”

“hm? Bagaimana ya?” kata Micha seraya berpikir. “tidak. Aku akan menghabisi mu dulu kalau begitu”

Meskipun seluruh badannya masih sakit. HyunAe terbang mendorong Micha ke dinding memojokkannya supaya tak bisa bergerak. “CEPAT PERGI OPPA!” teriak HyunAe sambil masih menahan Micha. “HyunAe-ya!”

“lepaskan aku dasar kau kurang ajar!” Micha menggeram kesal. Ia mengeluarkan api lagi dari tangannya dan mengarahkannya kearah Sungmin.

“Goodbye Oppa” gumam Micha pelan. Ia melemparkan bola api itu ke Sungmin. Sungmin menutup matanya. Yang ia pikirkan saat ini ‘bila aku meninggal, aku dapat hidup bersama HyunAe tanpa gangguan’

“OPPA!”

Dengan sayapnya yang patah, ia terbang kearah depan Sungmin dan melindungi Sungmin yang hampir terbunuh oleh Micha. ia terlempar jauh menabrak dinding. ‘Miracle Wish’ terlepas dari tangan Sungmin. ia tak dapat menerima kenyataan yang menyakitkan seperti ini.

“HYUNAE-YA”

“ups sepertinya meleset” kata Micha sambil menutup mulutnya dengan tangan kanan. Sungmin mengambil ‘Miracle Wish’ yang terjatuh dan berlari kearah HyunAe yang terlempar jauh.

“HyunAe-ya….HyunAe-ya!” Sungmin menghampiri tubuh yang kini tak berdaya. Terbaring lemas diatas tumpukan reruntuhan dinding akibat tabrakan tadi. Sayapnya patah. Keluar banyak darah dari mulut, punggung serta kepalanya. Ia menghilang untuk selamanya.

“HyunAe-ya” Sungmin merangkul tubuhnya. Memanggil namanya mengharapkan jawaban dari HyunAe. namun semua sudah terlambat. Sungmin menunduk. Menyembunyikan matanya yang kini basah.

“oppa, karena ia sudah tak ada bagaimana kalau kita…”

“DIAM KAU!”

Sungmin mengangkat wajahnya. Dari raut wajahnya terlihat kalau ia tak hanya sedih namun juga marah. ‘Miracle Wish’ melayang dari tangan Sungmin. Mengeluarkan cahaya meyilaukan. Micha menghalangi cahaya itu dengan tangannya.

“a…apa yang terjadi?” tanyanya.

“INI ADALAH AKHIR DARIMU DAN JUGA APPAMU, MICHA” kata Sungmin kencang.

“MY WISH IS…”

“wooo bisa kita ulang semua ini?” tanya Micha ketakutan.

“GO BACK TO YOUR PLACE AND NEVER COMEBACK TO HERE AGAIN, DEMON! AND I WANT MY LIFE BE NORMAL AGAIN!”

Cahaya terlihat makin terang dan makin melebar, mendekati Micha. “tunggu…tuunggu dulu….”

BLAM!

*

Suasana kamar Sungmin terlihat normal. Angin sepoi masuk dari kamar Sungmin. Sungmin duduk lemas Sambil mengelus rambut HyunAe yang tertidur untuk selamanya. “HyunAe-ya” panggil Sungmin pelan.

Tubuh HyunAe bersinar dan perlahan hancur menjadi debu. Debu itu terbang dan membentuk HyunAe menjadi angel kembali, bukan seorang manusia. Namun ia tak bisa berkumpul lagi dengan Sungmin dan hidup dengannya. HyunAe harus kembali kedunia para angel untuk menerima hukuman karena memakai kekuatan appanya dan membuat Donghae dan Leeteuk kehilangan nyawanya.

~Sungmin Pov~

“oppa mian aku harus pergi sekarang”

Itu adalah kata terakhir yang ku dengar darinya sebelum ia pergi menjalani persidangan di dunianya. Mungkin aku tak bisa bertemu dengannya lagi untuk selamanya. Mengetahui hal itu membuat hatiku sakit. Mengapa semua ini harus terjadi kepadaku?

All I want is you

All I need is you

Please comeback to me

And we’ll live together Forever

 

Meskipun Sunny noona dan appa sudah sehat kembali, dan semua berjalan seperti dulu. Tuan Park diganti dengan tuan Choi, asisten Leeeuk. Tapi apa hidup ku akan seperti ini terus?

-FIN-

Sekian

Kamsahamnida ^^

Advertisements

3 thoughts on “Angel [Oneshot]

  1. Pingback: [Oneshoot] You’re the Only Angel in My Heart [Angel True Ending] | Read FanFiction

  2. gak dapet feelnya thor #mian
    tp lumayan kok trus juga bahasanya kurang tinggi(?) maksudnya jadi susah untuk dipahami klo di gabungin
    bagus kok . makasih thor !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s