Don’t Leave Me -Part 5-


Anneyong Haseyo ^^

sudah lama sekali saya tak menyapa reader disini

ok saya akan melanjutkan misi melanjutkan ff disini

Happy Reading ^^

Cast :

©    Choi Minho

©    Lee Hyun Ae

 

*

HyunAe dibawa Minho dan Taemin ke rumah sakit terdekat. Saat ini HyunAe sedang menjalani operasi mendadak saat itu juga. Meskipun dokter ahli sedang tak ada ditempat, namun dokter lain juga mampu menanganinya.

Minho dan Taemin menunggu didepan ruangan operasi dengan perasaan takut, cemas, sedih, dan sebagainya. Mereka takut kehilangan HyunAe. meskipun sifat mereka masing-masing berbeda didepan HyunAe, apalagi Minho, tapi mereka tetap peduli terhadapnya.

“Minho-ya, Taemin-ah” panggil Onew menghampiri mereka. Nafasnya terengah-engah karena berlari tadi. “hyung” sapa Taemin dan Minho berbarengan.

“bagaimana keadaan HyunAe-ya?” tanya Key. Minho dan Taemin sama-sama tertunduk, tak menjawab pertanyaan Key. “JAWAB AKU!!!” teriak Key. Namun Minho dan Taemin masih tak menjawab pertanyaan Key.

“Kibum-ah, tenang lah sedikit ini rumah sakit” Onew berusaha menenangkan Key. “tapi aku penasaran dengan keadaan HyunAe” kata Key lagi.

“aku harap ia tak apa didalam sana” ujar Jonghyun sambil melihat kearah pintu ruang operasi. Minho dan yang lain pun menatap kearah pintu operasi. “aku berharap juga seprti itu, hyung” tambah Taemin.

*

Key mengajak Minho ke taman di rumah sakit untuk berbicara 4 mata secara leluasa. Karena suasana sedang sepi jadi memungkinkan mereka berbicara dengan tenang.

“apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?” tanya Key penasaran. “aku memegang tangannya saat ia kedinginan tadi, lalu tiba-tiba saja ia menjauhi ku sambil berteriak kalau ia membenciku lalu langsung kabur dari ku. Dan semua ini terjadi” jawab Minho. “aku tak mengerti kenapa ia bisa seperti itu?”

“itu semua salahmu juga” jawab Key.

“mwo? Salahku?”

“kau meninggalkan kenangan buruk baginya pada saat 5 tahun, kau sudah tak bertemu dengannya lagi dan baru bertemu lagi setelah Taemin yang mengajaknya kedorm waktu itu. dan sejak itu kau selalu memasang raut wajah menyeramkan kepadanya seakan ingin menghabisinya saja. Sekarang kau bersikap baik terhadapnya”

“ok ini membingungkan” kata Key yang bingung dengan perkataannya sendiri. “menurutku ia membencimu karena…”

“Minho-ya, Kibun-ah” panggil Jonghyun tiba-tiba menghampiri mereka. “HyunAe-ya kritis”

“mwo!”

*

Minho, Key dan Jonghyun berlari menuju ruang operasi. Hanya terlihat Onew berada diruang tunggu sendirian.

“hyung” panggil Jonghyun.

“bagaimana keadaan HyunAe-ya? Apa ia baik-baik saja?” tanya Minho cemas. “wowowo…tahan” ujar Onew yang bingung harus menjawab yang mana dulu.

“Taemin-ah mana?” tanya Key yang tak melihat Taemin bersama Onew. “Taemin-ah masuk kedalam” jawab Onew. “mengenai HyunAe-ya, ia…”

“kenapa hyung ada apa?” tanya Minho yang mulai panik. “apa terjadi sesuatu dengannya? Ia baik-baik saja kan?” Onew melihat kearah lain, tak mau melihat kearah Minho. Ia terlihat sedih. “jawab aku hyung!”

“Minho-ya” Jonghyun berusaha melepaskan tangan Minho yang mencengkram kerah baju Onew. “jawab aku hyung!” cengkraman Minho pada Onew makin kuat.

“Minho-ya tenanglah” ujar Key. Tiba-tiba pintu ruang operasi pun terbuka, ranjang tempat HyunAe berbaring keluar diikuti seorang suster, seorang dokter dan Taemin keluar mendorong ranjang HyunAe. Minho yang melihatnya langsung berjalan menghampiri ranjang HyunAe dan melihat HyunAe yang terbaring lemas di atas ranjang.

“HyunAe-ya” panggil Minho. “hyung” panggil Taemin dengan nada sedih. “dokter bagaimana keadaan HyunAe?” tanya Key.

“saat ini keadaannya masih kritis, pasien akan kami pindahkan kekamar biasa. Kami akan tetap memantau keadaan nona HyunAe dari waktu ke waktu. Kami harap keadaannya cepat membaik” kata dokter menjelaskan.

“HyunAe-ya” kata Jonghyun dan Onew lemas sambil melihat kearah HyunAe yang terbaring tak sadarkan diri. Dokter dan susterpun mendorong ranjang itu pergi menuju kamar pasien tempat HyunAe akan dirawat sementara Taemin hanya diam tertunduk diposisinya.

“Taemin-ah” Jonghyun menepuk pundak Taemin seolah mengatakan tenang-saja. “aku ingin menemaninya” Taemin pun berjalan pergi menyusul HyunAe yang dibawa kekamarnya. “aku temani” Jonghyun pun menemaninya menuju kamar HyunAe. “kalian mau ikut?”

“aku ikut” jawab Key dan Onew berbarengan. “kajja Minho-ya kita lihat keadaannya” ajak Key.

“aku…akan balik duluan” jawab Minho. “kau tak ingin ikut? Setelah apa yang kau lakukan pada HyunAe-ya, hyung?” ucap Taemin kasar.

“Taemin-ah, jangan berkata seperti itu. Minho-ya mencarinya HyunAe mengelilingi kota tadi, mungkin ia capek” ujar Onew membela  Minho. “istirahatlah yang cukup, kami akan kembali larut. Tidurlah lebih dulu” tambah Onew sambil menepuk pundaknya lalu pergi dengan yang lainnya menuju kamar HyunAe dirawat. Minho pun berjalan meninggalkan rumah sakit menuju hotel tempatnya menginap.

*

Udara malam itu agak dingin. Meskipun dengan penyamaran lengkap yang seharusnya membuatnya hangat malam itu tetap saja membuatnya kedinginan. Namun sebenarnya bukan tubuhnya yang merasa dingin, namun hatinya yang dingin. Meskipun dengan apa yang terjadi dengan HyunAe saat ini, ia masih menutup hatinya.

Ia sampai didalam kamar. Ia membuka seluruh penyamarannya dan melemparnya begitu saja keatas ranjang. Ia melihat pemandangan kota Jepang dari balkon kamarnya malam itu, begitu indah. Ia jadi teringat saat berumur 8 tahun. Ia pernah mengajak HyunAe pergi ke Namsan tower pada malam hari. Meskipun hanya pemandangan kota Seoul, namun cukup membuat HyunAe senang. Meskipun setelah dirumah ia dimarahi orangtuanya, mengingat HyunAe dan ia yang masih kecil pergi berdua saja saat itu.

“HyunAe-ya” Minho menghela napas. Ia menatap langit malam itu. Penuh dengan bintang yang begitu indah dan bersinar terang. Namun ada satu bintang yang membuatnya sedikit tertarik untuk tak berhenti menatapnya, bintang yang paling kecil namun mengeluarkan cahaya yang begitu terang malam itu. Minho tersenyum sendiri melihat bintang itu. ia menutup matanya mengucapkan doa.

“HyunAe-ya cepatlah sembuh”

 

*

Taemin duduk disebelah HyunAe. para member lain merasa khawatir dan cemas akan keadaan HyunAe. Key menoleh kearah jam dinding yang tergantung di dinding. Sudah pagi ternyata.

“sudah pagi, saat nya kita kembali ke hotel” kata Key. Onew pun beranjak dari tempatnya duduk diikuti Jonghyun yang duduk disebelahnya. “manajer hyung bisa memarahi kita kalau kita seperti ini” kata Onew. “kajja Taemin-ah” ajak Onew.

“kalian duluan saja hyung. Aku masih ingin berada disini” jawab Taemin sambil tak melepaskan pandangan nya dari HyunAe. ia tak ingin melepaskan tatapannya dari wajah HyunAe saat ini. bisa saja ia tiba-tiba saja sudah tak ada dihadapannya lagi.

“Taemin-ah, kalau kau seperti ini terus, kau bisa sakit. HyunAe-ya pasti sedih bila kau sakit” ujar Key sambil mendekati Taemin. “Kibum-ah benar, Taemin-ah. Saat ini kau harus cukup istirahat supaya bisa menemani HyunAe lagi setelah ia sadar” tambah Jonghyun.

“hajiman hyung…” Jonghyun langsung menarik Taemin pergi dengannya. Taemin pun pasrah ditarik pergi oleh Jonghyun. “pemberhentian berikutnya kamar Taemin” ujar Jonghyun semangat. Taemin menoleh kearah HyunAe dan berbisik ‘aku akan kembali, tunggulah aku’

*

Taemin satu kamar dengan Minho. Jonghyun mengetuk kamar 2Min ini sembari memanggil Minho. “Minho-ya. Buka pintunya” teriak Jonghyun namun tak ada jawaban dari Minho.

“apa ia sudah tidur?” tanya Onew. “kau sih hyung, menyuruhnya tidur duluan. Taemin jadi tak bisa masuk kamar deh” omel Key sambil menjitak kepala Onew. “Ya! Appo”

“sudah-sudah, Taemin-ah tidur dikamarku saja malam ini. bereskan” kata Jonghyun menyelesaikan masalah kamar. Jonghyun menarik Taemin kekamarnya meninggalkan Onew dan Key yang masih berdebat.

“loh! Mana Jonghyun dan Taemin?” tanya Key yang baru sadar kalau Jonghyun dan Taemin sudah tak ada didekat mereka. “mungkin sudah kembali kekamar” jawab Onew. “kita juga yuk, kajja” Onew langsung menarik Key menuju kamarnya dan Onew.

*

Kamar HyunAe begitu sunyi malam itu. hanya ada HyunAe yang  terbaring diatas ranjang.

Krek

Pintu kamar terbuka. Terlihat Minho masuk kedalam kamar HyunAe. Ia melepaskan penyamarannya itu dan menaruh nya keatas meja disamping ranjang. Ia duduk dikursi dekat dengan HyunAe dan menatap yeoja yang sedang terbaring tak sadarkan diri itu.

Nit nit nit

Suara dari alat didekat ranjang terdengar keras. Keadaannya masih kritis.

-Minho Pov-

Aku memperhatikan wajah HyunAe. ia terlihat begitu lemah. Aku jadi teringat saat aku sakit dulu.

~Flashback On~

Aku masih berumur 8 tahun waku itu. aku mengalami demam tinggi selama hampir seminggu. Orangtua ku dan HyunAe begitu khawatir akan keadaan ku. Begitu juga HyunAe, meskipun umurnya masih 4 tahun tapi ia bersikeras menemaniku setiap malam.

Pada malam kelima, aku merasa sesuatu begitu berat menimpaku, aku tak bisa bernafas. HyunAe tertidur saat menemaniku malam itu. orangtuaku sudah tidur dikamar. Aku berusaha berteriak meminta tolong namun suara ku tak keluar. Kucoba bangkit terduduk, namun tak bisa juga.  Sekeras apa aku mencoba tapi tak bisa.

“ngh”

HyunAe tersadar karena tak sengaja aku menyenggolnya. Ia mengucek matanya dan melihat kearahku.

“oppa! Oppa! No gwenchana?” tanyanya saat melihatku, ia terlihat panik. Aku tak bisa menjawabnya saat itu karena suaraku sama sekali tak keluar.

“bertahanlah oppa!” katanya lagi. Lalu ia keluar dari kamarku dan memanggil appa dan eomma ku. Mereka terkejut saat melihat keadaanku seperti itu.

“OMO! Minho-ya”

appa keluar mengambil obat dari kotak obat dikamarnya. Eomma menenangkan HyunAe yang panik. “oppa!” aku melihatnya menangis. Hatiku terluka melihatnya menangis saat itu. ingin ku memeluknya dan menenangkannya. Namun saat ini aku tak bisa melakukan apa-apa.

Tiba-tiba saja ia memelukku sambil menangis. “oppa! Jangan pergi! Jangan tinggalkan Hyun-nie!”  kata-kata itu yang terakhir aku dengar darinya sebelum aku menutup mata. Saat ia memelukku, badanku terasa ringan kembali. Aku menggerakan tanganku seperti biasa dengan mudahnya lalu membalas pelukannya. Lalu aku jatuh dalam tidur malam itu.

Keesokannya aku sehat kembali. Aku tak tau apa yang terjadi semalam pagi itu. tapi yang aku ingat hanyalah perkataan itu sebelum aku tertidur.

Jangan tinggalkan Hyun-nie!

 

~Flashback Off~

“HyunAe-ya” panggil ku padanya. “pada saat aku bertemu dengan Taemin saat itu, aku sangat tidak suka pada hari itu. bertemu denganmu yang menyebabkan kenangan buruk bagiku. Tapi sepertinya saat itu merupakan kenangan yang lebih buruk untukmu karena kau masih kecil saat itu”

“entah kenapa saat ini aku masih belum bisa menerimamu seutuhnya, HyunAe-ya. Meskipun aku ingin sekali berbicara baik denganmu, mengajakmu jalan, bermain seperti dulu, namun semuanya tak bisa kembali seperti dulu”

“aku harap kita bisa memulai semuanya dari awal, aku berjanji akan menjagamu seperti dulu. Aku menyesal akan apa yang aku lakukan dulu kepadamu”

“cepatlah sadar Hyun-nie. Oppa disini menunggumu” aku memegang tangannya. Terasa dingin saat itu. “kau ini putri salju ya? Tangan mu itu dingin sekali” ucapku sambil menggosokkan tangannya ketangan ku.

Nit nit

Detak jantungnya terlihat makin melemah dari layar monitor. Apa yang terjadi?

“HyunAe-ya! HyunAe-ya no gwenchana?”

Aigoo! bagaimana ini? tangannya semakin dingin. Nafasnya juga melemah. Aku beranjak dari tempat ku dan keluar kamarnya mencari dokter. Aku berteriak memanggil suster, namun tak ada seorang susterpun yang datang. Apa-apaan ini? mana semua orang malam ini? masa tak ada satu suster pun!

Aku kembali melihat keadaan HyunAe. tak ada yang berubah, malah memburuk. Aku memegang tangannya erat. “HyunAe-ya!” “Hyun-nie, Jangan tinggalkan oppa!”

“ngh…o…pp…a”

Hyun-nie? Ia sudah sadar!

“HyunAe-ya bertahanlah oppa akan panggil dokter dulu” aku melepaskan genggamanku darinya dan berjalan menuju pintu. Namun ia memegang pergelangan tanganku kuat. Aku menoleh kearahnya. Matanya menatapku lemah.

“op…pa…mi…an”

Nit…………………………….

Apa yang baru saja terjadi? Apa yang ia katakan tadi? Kenapa dengan gambar dilayar monitor itu? apa alatnya rusak?

“Dokter! Suster! Tolong! Hyun-nie”

*

-Author Pov-

“ngh” Taemin terbangun dari tidurnya. Sepertinya ia mengalami mimpi buruk.

“waeyo, Taemin-ah? Mimpi buruk?” tanya Jonghyun. “aku kepikiran HyunAe. aku mimpi kalau ia pamit padaku lalu pergi meninggalkanku” jawab Taemin sedih. “tenang saja ia tak akan pergi kok”

Tok Tok Tok

“Jonghyun-ssi! Taemin-ah! Cepat bangun!” terdengar suara teriakan Key dan Onew yang keras dari luar kamarnya. “Ya! Ya! Ya! Ribut sekali” teriak Jonghyun kesal. Ia pun beranjak dari ranjang dan membuka pintu kamarnya.

“Jonghyun-ssi, mana Taemin?” Key langsung menerobos kamar Jonghyun dan mencari Taemin kedalam kamar. “Kibum-ah jangan masuk sembarangan!” omel Jonghyun namun tak dipedulikan Key.

“Taemin-ah gawat! HyunAe-ya…HyunAe-ya….”

Taemin bangkit dari ranjang nya lalu berlari keluar kamar Jonghyun menuju lobby. “YA! TUNGGU KAMI!” Key, Jonghyun dan Onew pun berlari menyusulnya ke lobby.

*

-Dirumah sakit-

Minho terduduk disamping ranjang. Dokter dan suster ada didalam kamar memeriksa keadaan HyunAe. Taemin dan yang lainnya pun masuk dengan panik di wajahnya.

“hyung” panggil Taemin. “ya, Minho-ya cepat sekali kau sudah ada disini?” tanya Key. “aku semalam disini Kibum-ah” jawab Minho. “pantas saja kau tak menjawab saat kami memanggilmu” kata Jonghyun sambil manggut-manggut.

“bagaimana keadaannya dokter?” tanya Onew kepada dokter yang memeriksa HyunAe saat itu. dokter itu menghela nafas. “ia tak apakan?”

“maaf kami sudah berusaha semampu kami” kata dokter itu. terlihat suster sedang mencabuti selang ditangan HyunAe. “kenapa kau melepaskannya?” protes Taemin. “bagaimana ia bisa sembuh kalau begitu?”

“Taemin-ah” Jonghyun menahan Taemin. “lepaskan aku hyung, aku harus berbicara dengan suster itu. Ya!” “Taemin-ah” “ini bohongkan. Ini pasti cuma mimpi”

Minho terlihat keluar meninggalkan ruangan, meninggalkan keributan didalam kamar HyunAe saat itu menuju taman diruamah sakit. Ia duduk dikursi taman sambil menghela nafas panjang. Ia menunduk. Perlahan airmatanya keluar, untung keadaan disana sedang sepi. Ia menutup wajahnya, tak ingin ada orang lain yang melihatnya.

“Minho-ya” panggil seseorang yang ternyata Taemin. Yang kini berada disebelahnya. “Taemin-ah” panggil Minho. “saat kita sampai di Seoul nanti, hyung harus ikut dengan ku, ada sesuatu yang harus ku berikan ke hyung”

“kenapa tak sekarang saja?” tanya Minho. “karena aku tak membawanya denganku. Lagipula itu punya HyunAe-ya bukan milik ku” jawab Taemin. “ia ingin kau memiliki itu, aku sendiri tak tau itu apa, tapi katanya aku harus menyerahkan benda itu setelah ia pergi”

“baiklah aku akan ikut dengan mu nanti setelah kita kembali ke Seoul” kata Minho sambil mengangguk.

-TBC-

kira-kira benda seperti apa yang akan diberikan Taemin kepada Minho ya?

tunggu part berikutnya ya

Kamsahamnida ^^

Advertisements

One thought on “Don’t Leave Me -Part 5-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s