Violin of Heart -Part 2-


Cast :

©      Kim Hyun Joong

©      Kang HyoRim

 

 

*

Hyun Joong memasuki ruang latihan diam-diam dan duduk di salah satu kursi penonton. Menyaksikan Hyorim latihan bermain biola dari jauh. Hyorim sedang memainkan lagu yang memanah hati Hyun Joong saat ini. Mendengar lagu ini, Hyun Joong jadi teringat ketika ia pertama kali bertemu dengan Hyorim.

-Flashback On-

Hari itu musim panas begitu panas. Hari pertamanya liburan akhirnya tiba, tapi entah mengapa terasa membosankan. Jadi ia memutuskan untuk berjalan-jalan keluar.

Ia mengendarai mobilnya menuju ke sebuah music hall yang merupakan tempat ia konser untuk pertama kalinya. Kenangan saat pertama kali memainkan lagu didepan banyak orang itu pun terlintas singkat dalam benaknya. Ia memutuskan untuk masuk kedalam gedung itu untuk sekedar mengenang kenangan lama.

Ia berjalan santai melihat-lihat sekelilingnya. Semuanya masih terlihat sama seperti dulu, tak ada yang berubah sejak 4 tahun lalu, pikirnya.

Pada saat ia berjalan melewati sebuah ruangan, ia mendengar seseorang tengah memainkan sebuah lagu dengan biola. Karena suara biola yang menggoda, Hyun Joong pun jadi tertarik untuk masuk kedalam ruangan itu

Hyun Joong masuk kedalam ruangan itu dan terduduk disalah satu kursi penonton yang berwarna merah itu. Cahaya terang hanya berasal dari atas panggung yang memfokuskan pada seorang yeoja yang sedang bermain biola. Hyun Joong tak hanya hanyut dalam permainan biola yeoja itu, namun juga tertarik pada yeoja itu. Satu-satunya yeoja yang  memainkan lagu itu dalam hidupnya membuatnya terpanah panah cupid yang terbang bersama dengan melodi yang ia dengarkan pada saat itu juga.

Yeoja itu selesai bermain biolanya dan meletakkan biolanya kembali kedalam tas. Terdengar suara tepuk tangan dari arah penonton. Mendengar tepukan tangan itu, ia langsung menoleh ke bagian penonton itu dan melihat Hyun Joong sedang berjalan menuruni tangga.

“permainan yang sangat indah sekali, agashi” puji Hyun Joong sambil tersenyum simpul menghiasi wajahnya. “lagu yang begitu indah dimainkan oleh yeoja yang begitu cantik, merupakan sebuah perpaduan yang begitu dinamis” tambah Hyun Joong.

“benarkah sebagus itu lagu yang kumainkan?” tanya yeoja itu.

“apa kau tak percaya dengan apa yang aku katakan, agashi?” tanya Hyun Joong balik.

“anneyong haseyo Kim Hyun Joong imnida”

“anneyong haseyo Kang Hyorim imnida”

-Flashback off-

*

Hyun Joong mengajak Hyorim makan eskrim dekat music hall.

“kau mau rasa apa Hyorim?” tanya Hyun Joong saat mereka akan memesan eskrim didekat counter. Hyorim melihat menu yang digantung sekilas.

“cokelat saja oppa” jawab Hyorim setelah ia selesai melihat menunya.

“kami pesan, satu eskrim cokelat tingkat” kata Hyun Joong kepada karyawan disana.

“kenapa oppa Cuma pesan satu? Oppa tak mau?” tanya Hyorim bingung.

“kan belinya tingkat jadi bisa berdua” jawab Hyun Joong santai. Hyun Joong pun langsung mengajak Hyorim duduk di salah satu meja di dekat jendela yang mengarah keluar.

Tak lama kemudian, eskrim pesanan mereka pun datang. Satu tingkat eskrim cokelat bercampur vanilla dengan hiasan strawberi dan cerry di atas dan di sekeliling nya, butiran-butiran cokelat warna-warni, 2 buah biskuit panjang *kaya twister gitu* dan 2 buah sendok yang sudah tertancap dieskrim nya. Hyorim yang melihat eskrim itu, langsung berbinar-binar matanya dan melihatnya nafsu seakan ingin menelan seluruh eskrim itu dengan satu sendok yang baru ia pegang.

Ia pun mengambil sesendok eskrim dan memasukkannya kedalam mulut. Hyorim merinding karena eskrim yang berada didalam mulutnya kini melintas di dalam lehernya. Hyun Joong yang melihat Hyorim yang seperti itu pun tertawa geli.

“Ya! Oppa jangan menertawaiku seperti itu donk” ujar Hyorim kesal.

“mian chagi” kata Hyun Joong berusaha menahan tawanya.

Mereka makan eskrim itu tanpa mengeluarkan sepata-kata pun. Hyun Joong menoleh menatap Hyorim dan menyadari ada yang eskrim yang tertinggal dibibirnya.

“waeyo oppa?” tanya Hyorim yang kini menatap Hyun Joong dengan bingungnya.

“dibibir mu chagi” jawab Hyun Joong sambil menunjuk bibirnya. Hyorim pun menjilati bibirnya sendiri dengan lidahnya namun eskrim itu masih tertinggal disana.

“biar aku saja” kata Hyun Joong yang beranjak dari tempatnya duduknya dan mendekatkan wajahnya dengan Hyorim lalu menjilat bibirnya sekilas.

“ihk oppa apa yang kau lakukan” teriak Hyorim kaget dan berdiri dari tempatnya. Beberapa orang yang di dalam café itupun menoleh kearah mereka. Hyorim pun membungkuk ke arah mereka sambil mengucapkan kata maaf lalu kembali duduk.

“apa aku membuat mu terkejut?” tanya Hyun Joong polos.

“Ya! Oppa” Hyorim melempar sebuah sendok ke arah Hyun Joong namun berhasil ditangkapnya kilat. Hyun Joong pun menghampiri Hyorim dan mencium bibirnya.

“kalau yang ini kau baru boleh terkejut, Hyorim-nie” kata Hyun Joong sambil tertawa dan berjalan pergi.

“OPPA!!!” teriak Hyorim malu.

*

Setelah membuat kegaduhan di kedai eskrim, mereka berjalan santai di Yeuido Park. Sore menjelang. Mereka mengobrol disalah satu bangku disana.

“biola adalah segalanya untukku” kata Hyorim sambil melihat pemandangan indah sore itu. “alunannya yang membuat aku dan siapa saja mendengarnya menjadi tenang. Seperti kau dengan piano mu” tambahnya.

“tanpa piano aku bukanlah siapa-siapa” kata Hyun Joong. “benda itu lah yang membuatku menjadi seperti sekarang”

“oppa, kapan-kapan kita duet ya?” ajak Hyorim.

“duet?” tanya Hyun Joong bingung.

“ne” “permainan piano mu dengan biola ku oppa. Pasti indah” Hyorim pun tersenyum simpul.

“baiklah” kata Hyun Joong setuju. “kita adakan dikonserku saja sekalian ku umumkan yeojachinguku” tambahnya.

“ah oppa” Hyorim pun memukul bagian tangan atas Hyun Joong.

“lihat itu Hyorim” kata Hyun Joong sambil menatap matahari yang terbenam.

“indah ya” kata Hyorim.

“matahari itu telah menjadi saksi atas cinta kita, Hyorim-nie” kata Hyun Joong romantis.

“ne oppa”

“Saranghae”

“na do oppa”

*

Hyun Joong berjalan memasuki ruang tempat biasanya ia latihan itu. Ia berhenti didepan pintu ruangan ketika ia mendengar pembicaraan dari dalam ruangan.

“mengapa tiba-tiba bisa terjadi seperti ini, Hyorim-ssi?” terdengar suara yang terdengar agak terkejut dari dalam ruangan.

“cheosomianhamnida” terdengar suara Hyorim yang meminta maaf dari dalam ruangan.

‘apa yang terjadi dengan Hyorim?’ pikir Hyun Joong.

Terdengar percakapan 2 orang yeoja yang melintas melewati ruangan itu.

“hei kau tau tidak, katanya Hyorim mengalami cedera di pergelangannya. Sehingga tak bisa bermain biola lagi”

“benarkah? Kasihan sekali padahal ia kan salah satu musisi terbaik”

-Hyun Joong Pov-

“hei kau tau tidak, katanya Hyorim mengalami cedera di pergelangannya. Sehingga tak bisa bermain biola lagi”

Apa! Hyorim tidak bisa bermain biola lagi! Tapi bagaimana mungkin!? Mengapa ini bisa terjadi?

Sesaat kemudian aku bisa merasakan kepalaku terasa seperti terjeduk sesuatu. Ternyata aku terjeduk pintu yang terbuka secara tiba-tiba. Aku pun sedikit berjalan mundur. Terlihat Hyorim keluar dari pintu dan berjalan dengan lemas sambil membawa tas biolanya.

“Hyorim-ah”

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s