Don’t Leave Me -Part 4-


Anneyong Haseyo

saya kembali bawa cerita lanjutan

Happy Reading ^^

Cast :

©    Choi Minho

©    Lee Hyun Ae

 

 

*

“hyung” bentak Taemin.

“Taemin-ah” bentak Minho.

“oppa, aku ikut Minho oppa sebentar ya” kata HyunAe sambil perlahan menarik tangannya dari genggaman Taemin.

“hajiman HyunAe-nie…”

“tenang saja oppa” kata HyunAe sambil mencium pipi Taemin sekilas. Minho pun menarik tangan HyunAe dan mereka pun pergi meninggalkan Taemin dan juga yang lainnya.

“Hyun-nie” gumam Taemin saat melihat HyunAe di tarik Minho pergi.

“kita ikuti mereka yuk” ajak Yuri.

“jangan Yuri-ssi” tahan Key. “biarkan mereka mengurus masalah mereka sendiri” tambah Key.

“arasseo” kata Yuri mengerti.

“kita kesana dulu ya” kata Jessica sambil menunjuk kearah member SNSD yang lain. “annyong”

“apa yang harus kita lakukan sekarang hyung?” tanya Taemin yang kini berada di antara member lainnya.

“kita tunggu Minho dan HyunAe saja dulu” jawab Onew. “kita tak bisa tampil tanpa dia” tambahnya.

“baiklah” kata Taemin sambil menghela napas.

“tenang saja, Taemin-ah” kata Key sambil menepuk pundak Taemin. “masalah mereka akan segera selesai kok”

*

Minho mengajak HyunAe ke ruang tunggu SHINee.

“oppa appo” kata HyunAe setelah Minho melepaskan cengkeraman tangannya. Minho pun menutup pintu ruangan itu dan menguncinya.

“kata Taemin, pada saat ayahku mengalami kecelakaan, kau yang tiap hari menjenguknya dan memasakan makanan untuknya, dan pada saat ibuku sakit, kau yang menemaninya dirumah ketika aku sibuk mengurus yang lain. Apa itu benar?” tanya Minho sambil menatap HyunAe yang tertunduk. Seperti biasa,  HyunAe tak ingin menatap Minho sejak ia meninggalkan kediaman Choi.

“jawab aku HyunAe-ya” bentak Minho sambil mengguncangkan tubuh HyunAe karena tak sabar menunggu jawaban dari HyunAe.

“Minho-ya, ayo cepat sebentar lagi kita” teriak Jonghyun dari luar ruangan sambil menggedor pintu ruang tunggu SHINee.

“ne hyung” jawab Minho sambil melepaskan cengkeraman nya dari HyunAe lalu keluar ruangan itu meninggalkan HyunAe sendiri yang masih menunduk didalam ruangan. Taemin pun masuk dan menghampiri HyunAe.

“Hyun-nie no gwenchanayo?” tanya Taemin cemas. HyunAe pun mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menatap Taemin.

“gwenchana oppa” jawab HyunAe sambil tersenyum manis.

“sebenarnya apa sih maunya hyung?” kata Taemin sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

“sudahlah oppa,  ini masalah ku dengan Minho oppa. Aku tak ingin oppa terlibat” kata  HyunAe pelan.

“kau kan yeojachingu ku, masa aku tak peduli” Taemin pun mengacak-acak rambut HyunAe sambil tersenyum simpul.

“oppa” HyunAe tak suka Taemin mengacak-acak rambutnya seperti itu.

“hahaha mian, chagi”

Minho  ternyata belum pergi jauh, ia menguping pembicaraan Taemin dan HyunAe sedari tadi. Ia menghela napas lalu berjalan pergi.

“apa selama ini aku salah?”

*

Selesai konser, HyunAe yang menonton konser itu, langsung menemui para member SHINee diruangannya. Saat HyunAe dekat dengan ruang tunggu SHINee, Minho tiba-tiba saja keluar dari ruangan.

“bisa kita bicara sebentar, Hyun-nie” kata Minho lembut. HyunAe yang mendengar nada Minho yang berbeda dari biasanya shock tak percaya. Lalu menjawab dengan senyuman.

“ne oppa”

-Minho Pov-

“ne oppa” jawab HyunAe dengan senyuman. Senyuman hangat yang telah lama hilang dari penglihatanku selama ini. Senyuman hangat yang hilang sejak ia pergi.

-Flashback On-

Kami berkumpul di ruang tunggu setelah selesai tampil.

“hyung, ada yang ingin aku ceritakan kepada kalian” kata Taemin tiba-tiba ditengah suasana ruangan yang sepi.

“waeyo Taemin-ah?” tanya Jonghyun penasaran.

“ini mengenai Hyun-nie” jawab Taemin. “andai aku dirinya, pasti aku sudah memutuskan pergi dari dunia ini” tambah Taemin lagi.

“apa maksudmu Taemin?” tanya Onew yang shock mendengar perkataan Taemin.

“Hyun-nie sudah seperti adikku sendiri sejak ia tinggal dengan ku” jawab Taemin. “kami sangat dekat dan…”

“HyunAe tinggal dirumahmu?” tanya Jonghyun bingung.

“ne hyung. Aku menemukannya pingsan dijalanan pada saat umurnya 5 tahun” jawab Taemin.

“Minho-ya” bisik Key kepada ku.

“bukankah kau mengusir HyunAe pada umur yang sama?” tambah Key. Kalau dipikir-pikir benar juga kata Key. Beberapa bulan sejak orang tuanya meninggal, eomma memutuskan untuk mengajaknya tinggal bersama dengan kami dan beberapa bulan kemudian aku mengusirnya.

“Hyun-nie begitu lemah saat ku bertemu dengannya. Badannya kedinginan, aku bisa mendengar nafas nya yang lemah pada saat itu. Kalau tak kutolong mungkin ia tak ada disampingku saat ini” Taemin melanjutkan curhatannya. Aku pura-pura memasang headset seolah tak mendengar.

“setelah beberapa hari aku baru berbicara dengannya. Ia menceritakan semuanya padaku. Eomma dan appa tak keberatan jika Hyun-nie tinggal bersama kami”

“apa nasibmu sama seperti yang dialami Minho-ya?” tanya Key.

“ani hyung, malah ia banyak membantu kami” jawab Taemin. “ia lebih seperti noona untukku karena ia lebih menjaga ku daripada aku menjaganya” tambahnya.

“aku ingat ia pernah mencoba kabur beberapa hari setelah ia sehat, katanya ia tak ingin nasib ku sama seperti Minho hyung” kata Taemin lagi. “ia sangat menyayangi oppa nya yang dulu”

Entah mengapa mendengar hal itu, aku jadi merasa bersalah kepada HyunAe.

“ia merasa pembawa malapetaka sejak ia diusir dulu, makanya ia tak ingin aku bernasib sama. Namun aku bilang pada nya, semua bukan salahnya, hanya waktunya saja yang tak tepat”

Aku melepas headset ku dan berjalan menghampiri Taemin.

“hyung” panggil Taemin.

“Ya, Minho-ya kau mau apa?” tanya Onew yang duduk disamping Taemin. Ia sudah siap menahan ku sepertinya jika aku menghajarnya.

“bisa kau ceritakan lebih lanjut?” kata ku padanya. Ia terkejut mendengar ku berkata seperti itu, begitu juga dengan yang lainnya. Aku melihat kearah mereka semua, aku bisa melihat senyuman kecil dari Key sedangkan yang lain masih shock dengan ucapanku tadi.

“ne hyung akan ku ceritakan” jawab Taemin yang terlihat senang mendengar perkataan ku.

-Flashback Off-

*

-Author Pov-

Minho dengan penyamaran lengkap mengajak HyunAe jalan keluar. HyunAe terlihat masih menjaga jarak dengan Minho. Mungkin takut Minho akan mendorongnya ketengah jalan tiba-tiba, atau mungkin ia akan meninggalkan HyunAe di tempat sepi. HyunAe masih terlihat takut dengan Minho.

Minho sadar akan hal ini. Meskipun HyunAe mulai merasa lega ketika ia mengajaknya keluar, tapi HyunAe masih jauh dari yang ia harapkan.

“kita makan ramen yuk” ajak Minho sambil meraih tangan HyunAe dan mengajaknya kesebuah warung ramen. HyunAe terkejut dengan perlakuan Minho padanya yang tak biasa itu. Namun ia malah senang akan sikap Minho padanya sekarang.

“2 ramen spesial ya” kata Minho kepada pemilik restaurant.

“baiklah”

Minho pun melepaskan penyamarannya karena kedai ramen itu terlihat sangat sepi. Ia meletakkan topi serta syal yang gunakannya ke kursi yang ada disebelahnya. Lalu sedikit meluruskan tangannya lalu melipatnya di counter. Minho melirik ke arah HyunAe yang terlihat agak tak biasa dengan situasi yang seperti ini.

“kau kenapa? apa kau sakit?” tanya Minho cemas. HyunAe pun langsung kaget dan menoleh kearah Minho.

“ani oppa” jawab HyunAe sambil terlihat kalau ia sedang menggosok kan  kedua tangannya satu sama lain. Sepertinya ia kedinginan. Minho pun memegang tangan HyunAe dan menaruhnya diatas meja.

“kau ini putri salju apa? Tangan mu dingin sekali” pinta Minho sambil menggenggam tangan HyunAe makin erat.

HyunAe menatap Minho tak percaya. Sekilas, ingatan lama pun terlintas dibenak HyunAe.

~Flasback On~

Waktu itu musim dingin pada bulan Desember. Orangtua HyunAe bekerja diluar negeri dan tak bisa pulang ke Korea karena pekerjaan yang belum selesai. HyunAe yang berumur 4 tahun itu terduduk sendiri dikamarnya melihat ke luar jendela. Salju turun malam itu sehingga udara menjadi agak dingin.

Tok Tok Tok

Terdengar jelas suara orang mengetuk pintu rumah nya, sambil memanggil namanya.

“Hyun-nie, buka pintunya” HyunAe pun langsung keluar dari kamar dan membuka pintu utama dan melihat seorang anak laki-laki yang mengenakan jaket tebal didepannya.

“oppa” panggil HyunAe dan mempersilakan anak itu masuk.

“kau sendiri Hyun-nie, ahjumma dan ahjussi kemana?” tanya anak itu.

“mereka masih diluar negeri, Minho oppa” jawab HyunAe kepada oppanya itu, Minho. “akan kembali menjelang tahun baru” tambahnya.

“kalau begitu aku menginap disini sampai ahjussi dan ahjumma pulang ya” usul Minho.

“hajiman kalau ahjumma dan ahjussi mencari oppa bagaimana?” tanya HyunAe.

“akan ku telpon mereka nanti” jawab Minho.

Mereka bedua duduk didekat perapian. Api yang terlihat begitu membara itu menghangatkan sekitarnya. Mereka duduk berdekatan dengan sebuah selimut menyelimuti bagian punggung mereka. Memandangi api didalam tempat perapian yang masih terlihat besar itu. HyunAe terlihat menggosokkan kedua tangannya meskipun terasa hangat disekitarnya. Minho yang melihatnya langsung memegang kedua tangan HyunAe dan menggenggamnya erat. Tangan Minho terasa hangat saat itu, menghilangkan dinginnya tangan HyunAe.

“kau ini putri salju apa? Tanganmu dingin sekali” kata Minho sambil tersenyum simpul. Muka HyunAe pun langsung berubag menjadi tomat seketika dan langsung menarik tangannya dan menutup mukanya.

“hm…gomawo oppa” kata HyunAe malu. Minho pun menahan tawanya dan langsung memeluk HyunAe. “sudah tak dingin lagi kan?” tanya Minho sambil melirik kearah HyunAe. HyunAe pun mengangguk pelan.

Setelah beberapa lam akhirnya mereka jatuh tertidur dengan posisi seperti itu. Minho dan HyunAe sama-sama terlihat bahagia dari senyuman mereka.

“gomawo oppa”

 

~Flashback Off~

HyunAe menarik tangannya dan bangkit berdiri dari kursinya menjauhi Minho lalu menatap Minho sambil terlihat airmata membasahi pipinya. Minho kaget dengan sikap HyunAe dan langsung berjalan kearahnya namun HyunAe berjalan menjauh Minho meskipun Minho berusaha mendekatinya.

“Hyun-nie” panggil Minho pelan.

“aku…aku…” HyunAe terlihat gugup ketika akan mengatakan sesuatu.

“wae Hyun…”

“AKU BENCI OPPA!!!” teriak HyunAe keras sehingga membuat yang ada disana sedikit kaget dengan teriakan HyunAe namun berbalik kembali seolah tak peduli. Minho yang mendengar nya shock tak percaya. Tak percaya kalau HyunAe akan berkata seperti itu kepada nya.

HyunAe pun langsung berbalik dan berlari meninggalkan Minho keluar dari kedai ramen itu.

“Hyun-nie tunggu” Minho mengejar HyunAe yang keluar dari kedai ramen tanpa penyamaran.

“tuan” panggil pemilik kedai itu mengejar Minho sambil membawa syal dan topi milik Minho namun Minho tetap pergi mengejar HyunAe.

*

HyunAe berlari begitu cepat. Minho berusaha mengejarnya namun HyunAe sudah terlihat jauh didepannya.

“Hyun-nie” panggil Minho di tengah keramaian kota. Meskipun terlihat banyak orang yang menoleh kearahnya namun tak dipedulikan. Yang ia ingin tau sekarang adalah kenapa HyunAe bersikap seperti ini. ia masih memikirkan perkataan HyunAe di kedai tadi. Sungguh membingungkan. Mengapa ia berkata seperti itu.

*

Drrrt

Hp Minho bergetar didalam kantong celananya. Minho tak merespon telepon itu dan terus berlari mengejar HyunAe.

-Disisi lain-

“kemana sih Minho?” ujar Key sambil memutuskan sambungan teleponnya.

“telepon HyunAe juga tak diangkat” kata Taemin yang terlihat dari mukanya kalau ia sangat khawatir akan yeongsaeng serta yeojachingunya itu.

“aku yakin Minho bersamanya” kata Onew sambil merangkul pundaknya.

“tapi bagaimana kalau Minho mencoba menyerangnya dengan kata-kata kasar lagi” kata Taemin lalu melepaskan rangkulan Onew dan berlari keluar.

“Ya! Taemin-ah kau mau kemana!” teriak Jonghyun yang langsung mengejar Taemin yang cepat itu.

“ayo kita susul” kata Onew kepada Key.

“ne hyung” jawab Key.

*

Minho berhenti sambil mengatur nafas panjangnya. Ia kehilangan jejak HyunAe ditengah keramaian kota.

“sejak kapan larinya jadi cepat begini?” gumam Minho sambil masih mengatur nafasnya karena berlari tadi. Ia berjalan tanpa arah ditengah kota tanpa arah melihat sekelilingnya mencari keberadaan HyunAe.

“hm” deham Minho saat melihat orang-orang berkumpul didepan. Ia yang penasaran langsung menghampiri kerumunan itu.

“permisi…maaf permisi” kata Minho sambil menerobos orang-orang yang sepertinya mengerumuni sesuatu. Ia kini dapat melihat jelas apa yang ada ditengah kerumunan itu. Ia tak dapat berkata-kata melihat apa yang tak ingin dillihatnya.

“Hyun-nie” teriak Minho sambil memeluk tubuh itu yang terkapar itu. Darah dimana-mana, dari otak, tangan, dan kakinya serta punggungnya.

Drrrt

Hpnya. Bukan hp HyunAe bergetar. Minho yang melihat tulisan ‘Taemin oppa’ terpampang di hpnya langsung mengangkat telepon itu.

“Ya! Taemin-ah”

“Hyun…hyung? Kenapa kau yang mengangkat telepon? Hyun-nie mana?”

 

“ia…terkapar saat ini Taemin-ah. Cepat kemari!”

“Mwo! Hyun-nie! Aku segera kesana, hyung”

 

Minho menutup telepon HyunAe dan memasukkannya kedalam saku celananya. Iapun mengangkat HyunAe dan membawanya menuju rumah sakit terdekat. Ketika akan menyebrang, sebuah taksi berhenti didepannya.

“hyung” panggil Taemin saat jendela taksi bagian depan itu turun.

“Taemin-ah”

“cepat masuk” kata Taemin. Minho pun membuka pintu taksi dan masuk kedalamnya sambil tetap mengangkat HyunAe. Setelah menutup pintu, taksi itu pun langsung melesat menuju rumah sakit terdekat.

-TBC-

bagaimana nasib HyunAe?

kenapa ia tiba-tiba berkata kalau ia benci Minho?

wait the next part

Kamsahamnida ^^

Advertisements

2 thoughts on “Don’t Leave Me -Part 4-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s