Memory of You -Part 4-


anneyong haseyo ^^
author bawa part fullnya nih

Happy Reading ^^

Memory of You

Cast :
Choi Minho
Lee HyunAe

 

Note : all is Minho Pov

Our memory together will be always with us
However we try to forgot it
It can’t be forget easily

*

Pertandingan kedua pun dimulai. Kami berusaha untuk mengejar angka yang tertinggal pada saat pertandingan yang pertama. Di pinggir lapangan para anggota modern dance menyemangati kami yang bermain. Seperti cheerleader bukan?

Skor kami sekarang 5-5 dan waktu tinggal beberapa menit lagi, kami berusaha makin keras agar dapat memenangkan pertandingan kali ini. Waktu tinggal beberapa detik lagi dan…

*

Aku berlari menuju ruang aula tempat di selenggarakannya pesta dansa itu. Aku membuka pintunya dan melihat tempat itu kosong. Key dan beberapa panitia penyelenggara masih berkumpul di tengah ruangan. Key yang melihat ku langsung menghampiriku.

“Minho-ya apa yang kau lakukan? Kenapa baru datang? Acaranya sudaah selesai beberapa menit yang lalu” kata Key kepadaku.
“aku ada pertandingan tadi, Key-ah” jawab ku. “apa tadi HyunAe kesini?” tanya ku.
“HyunAe? ah…anak jurusan seni itu?” tanya Key balik, aku pun mengangguk. “hm…aku melihatnya sekilas tadi. Aku melihatnya pergi keluar aula tadi” jawab Key.

Keluar ruangan? Apa ia mencariku tadi? Pasti ia kecewa sekali karena aku tak datang, padahal aku yang mengajaknya.

“apa kau yang mengajaknya tadi?” tanya Key selidik.
“ah…aniyo” jawab ku. “aku pulang dulu Key-ah. Annyong” kataku sambil meninggalkan ruang aula. Bagaimana aku harus menjelaskan kepada HyunAe nanti bila aku bertemu dengannya?

*

Aku pergi menuju perpustakaan. Hari ini entah mengapa univ agak sepi dari pada biasanya. Apa mungkin karena pesta dansa kemarin?

Aku masuk ke dalam perpustakaan. Hanya terlihat beberapa murid saja didalam, salah satunya Krystal. Ia sepertinya sedang sibuk dengan tugas laporan yang belum selesai.

“masih sibuk, hah?” tanyaku sambil menaruh tas ransel ku diatas meja dan menarik kursi yang ada dan duduk diatasnya.
“begitulah oppa” jawab nya sambil membuka sebuah buku tebal didekatnya.
“sendiri saja?” “HyunAe onnie tidak masuk hari ini. Semalam ia menelponku untuk memberi tau Park songsaengnim. Meminta izin gitu” jawab Krystal.
“apa dia sakit?” tanya ku.
“entahlah sepertinya ia kecapaian” jawab Krystal.

“cemas, eh?” tanya Jonghyun iseng sambil menepuk pundak ku sekilas.
“mau apa kau, Jonghyun-ssi?” tanya ku sambil menatapnya tajam.
“kau tau, HyunAe terlihat seperti menunggu seseorang selama 30 menit lalu pergi. Sepertinya ia kecewa” kata Jonghyun.
“lalu memangnya ada urusannya denganku?” tanya ku balik.
“hm…mungkin saja. Seperti kau menyembunyikan sesuatu dari kami” kata Jino yang muncul dibalik Jonghyun, lalu pergi sambil terkekeh.
“AWAS KALIAN” teriak ku kesal.
“CHOI MINHO, DETENTION ROOM NOW!!!” teriak guru inggris ku, Kibum Songsaengnim. Argh…gara-gara mereka aku jadi dapat hukuman.

*

Malam pun menjelang. Aku dihukum sampai pintu gerbang hampir ditutup. Menyebalkan sekali sih Kibum Songsaengnim itu. Aku harus mendengar ‘Lecture’ panjangnya.

Aku berjalan pulang dan melihat salah satu hyungku, Sungmin, sedang duduk di bangku taman sambil menatap langit.
“sedang apa kau hyung?” tanyaku penasaran. Ia pun bergeser dan mempersilahkan ku duduk disampingnya.
“hanya memandangi langit, seperti apa yang ia lakukan dulu” jawabnya. Sungmin hyung dulu memiliki seorang yeojachingu, Nana namanya. Yeojachingunya meninggal beberapa bulan yang lalu karena tabrakan yang menimpa keluarganya. Dan itu membuat Sungmin hyung hampir yak bisa menerima kenyataan.

“kau merindukannya?” tanya ku.
“tidak juga” jawabnya sambil tersenyum melihatku sekilas lalu memandangi langit malam yang bertabur dengan indahnya. “karena ia menemani ku setiap malam”
“setiap malam?” tanyaku heran.
“kau lihat bintang itu” tunjuknya ke arah langit. Aku pun menengok kearah yang ditunjuknya. Sebuah bintang yang bersinar paling terang. “itu adalah dia”

Akupun terdiam sejenak. Entah mengapa Sungmin hyung bisa jadi seromantis ini. Seeingatku ia salah satu murid terbandel dari 3 orang disekolah ku dulu. Tapi ketika membicarakan Nana, ia bisa jadi seperti ini.

“sudah larut, kau tak pulang?” tanyanya yang membuyarkan ku.
“meskipun aku pulang belum tentu aku akan tenang, hyung” jawab ku.
“memangnya kenapa?” tanyanya.
“begini…”

Aku menceritakan semuanya mulai dari ketika aku bertemu dengan HyunAe dan hingga ku membuat kesalahan terbesarku padanya. Sungmin hyung sesekali terlihat menganggukkan kepalanya selagi aku bercerita.

“kau harus menjelaskan semuanya padanya” kata Sungmin hyung tepat setelah aku selesai bercerita.
“bagaimana aku menjelaskannya hyung?” tanyaku.
“kau ini kan laki-laki! Harusnya kau itu bisa menjelakannya” bentak Sungmin hyung. “sudah sana pulang dan mandi, supaya kau bisa berpikir dengan tenang” tambahnya lagi.
“arasseo hyung, annyong” ucapku sambil berlalu pergi meninggalkannya duduk sendiri. Aku masih bisa mendengar ia menggumamkan sesuatu sambil menatap langit.

“pabo”

*

Aku menatap langit malam itu. Andai saja aku pandai berbicara seperti Key dan berani seperti Jonghyun yang ceplas-ceplos, pasti aku akan mudah menjelaskan semua ini pada HyunAe. Tapi sekarang bagaimana? @_@

*

Aku berjalan menelusuri lorong kampus dengan lemasnya. Aku takut hari ini aku bertemu dengannya. Aku tak dapat menjelaskannya dengan berani mengenai masalah ini. Aku ini kan tak pandai bicara.

Aku melintasi ruangan perpustakaan dan kebetulan ia juga baru keluar dari perpustakaan.
“oppa” panggilnya lalu berjalan kearahku.
“HyunAe-ya” pangil ku seraya tersenyum kecil kearahnya. Bagaimana kalau ia tiba-tiba saja akan membuat perhitungan denganku?

“untung oppa tidak lupa ya” katanya sambil tersenyum simpul.
“hah?” aku sedikit bingung dengan yang ia katakan. Jelas-jelas aku tak datang kemarin.
“HyunAe-ya aku…”
“karena kau kita menang piala kemarin. Benar-benar hebat kau oppa” selanya.
“dengar HyunAe-ya aku…”
“aku kan jadi tak sia-sia belajar modern dance untuk pertandingan kemarin” katanya lagi.
“huh?” aku pun bingung.
“aku jalan dulu ya oppa, ada kelas. Annyong” katanya sambil berlalu pergi. Sementara aku masih diam kaku, bingung dengan apa yang ia katakan barusan. Modern dance? Jangan-jangan yeoja yang waktu itu….

*

“Minho-ya” panggil Donghae dari kejauhan. Dia mengambil jurusan olahraga makanya jangan heran kalau ia itu kapten tim.
“waeyo, Donghae-ya?” tanya ku.
“Ya, kau ingat dengan yeoja yang melihat mu waktu itu?” tanyanya balik.
“memangnya kenapa?” tanya ku balik.
“katanya ia sempat menghadiri pesta dansa sebentar baru pergi lomba. Woa…hebat sekali dia. Harin saja dari siang sudah standby dan gugup setengah mati, tapi kedengarannya ia santai saja” jawab Donghae.
“memang yeoja itu siapa?” tanya ku penasaran.
“kalau tak salah namanya Lee HyunAe, anak jurusan seni” jawab Donghae.
“LEE HYUNAE” kata ku kaget dan tanpa sadar suara ku yang terdengar keras itu didengar Jonghyun dan juga gerombolan nya itu.
“waeyo Minho-ya? Kaget kalau itu HyunAe” kata Donghae pada ku. Aku pun hanya bisa terdiam kaku.

“Ya, Minho-ya, kau akan segera menikah!?” ledek Jonghyun. Jino dan Taemin yang berada didekatnya hanya bisa tertawa.
“DIAM KAU, JONGHYUN”

“auch…” kata Jonghyun sambil mengelus kepalanya itu. Donghae memukul kepala Jonghyun dengan melampar botol air mineral ke kepalanya.
“Ya, Donghae-ssi” kata Jino yang tak terima Jonghyun mendapat perlakuan seperti itu. Jonghyun menepuk pundak Jino.
“tapi, Jonghyun-ssi…”
“sudah biarkan saja” kata Jonghyun. “kajja” Jonghyun dan Jino pun pergi meninggalkan kami kecuali Taemin.
“waeyo, Taemin-ah?” tanya ku bingung.
“ini” Taemin mengeluarkan sebuah surat dari saku jaketnya yang berwarna hitam, terdapat amplop berwarna biru di tangan Taemin.
“apa itu?” tanya ku.
“ambillah. Ini dari HyunAe-ya” katanya. Aku pun mengambil surat itu dari tangannya.
“ini bukan ide usil kalian kan?” tanya Donghae curiga.
“aku dan HyunAe teman sekelas. Kau bisa tanyakan Krystal kalau kau tak percaya” jawabnya. “annyong hyung” ia pun pergi menyusul Jonghyun dan Jino yang sudah tak tampak lagi.

“kau yakin itu dari HyunAe?” tanya Donghae curiga.
“mungkin saja” jawab ku sambil menyimpan surat itu dalam ransel.
“buka sekarang saja Minho-ya. Aku penasaran” desak Donghae.
“tidak, akan ku buka nanti saja” jawab Minho.

Ring Ding Dong
Ring Ding Dong

“gawat sudah masuk” kata Donghae.
“kajja” kami pun berpisah menuju falkutas masing-masing.

-TBC-

otte? otte?

Advertisements

5 thoughts on “Memory of You -Part 4-

  1. kiki baru tau,narumi punya wp…==’

    Ceritanya bagus.
    Tapi kiki agak bingung…
    Mungkin,
    Karna kiki gak baca dr awal,ya?==’
    Nanti kiki baca,deh^^’

    Lanjut^o^d

  2. kiki baru tau,narumi punya wp…==’

    Ceritanya bagus.
    Tapi kiki agak bingung…
    Mungkin,
    Karna kiki gak baca dr awal,ya?==’
    Nanti kiki baca,deh^^’

    Lanjut^o^d

    Maaf,sinyalnya jelek.
    Jadi error…==’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s