Last Gift -Part 4- [END]


Anneyong HAseyo ^^
mian baru ngepost cerita lagi nih, maklum sibuk *dilempar sendal ama readers*
akan author usahakan untuk sealu ngepost deh *readers ngangguk2*

Happy Reading ^^

Last Gift

Genre : Romance, Sad

Main Cast :
 Onew or Lee Jinki
 Park Micha

 

*

-Author Pov-

Suatu hari,

“kita mau kemana oppa?” tanya Micha. Onew berencana memberikan sebuah kejutan bagi Micha. Entah kejutan apa yang telah ia siapkan hari itu. Onew menutup mata Micha dengan sebuah sapu tangan miliknya sehingga Micha dituntun oleh Onew menuju tempat itu.

“nanti kau juga akan tau dimana” jawab Onew sambil menuntun Micha dengan hati-hati agar tak terpisah satu sama lain.

Onew membawa Micha ke daerah pantai di daerah Gyeongpodae, di Gangneung-si, Gangwon-do. Sebuah pantai yang terkenal dengan pemandangan ketika matahari terbit maupun matahari yang terbenam. Onew berencana untuk membuat Micha ingat masa-masa indah bersamanya ini.

“nah sudah sampai” kata Onew sambil membuka penutup mata Micha dan saat Micha melihat pemandangan pantai pada saat itu.

“woa” Micha takjub dengan keindahan alam serta pemandangan matahari terbenam yang disajikan pada saat itu.

“apa kau suka?” tanya Onew sambil tersenyum manis ke arah Micha. Micha pun menoleh menatap Onew.

“suka, sangat suka” jawab Micha yang kelihatan sangat senang terpanar dari wajahnya itu.

“Micha-ya” panggil Onew yang merubah posisinya menjadi berhadapan dengan Micha. “maukah kau menjadi na yeojachingu?” ucapnya malu-malu.

“hm…” Micha berpikir sambil memainkan pasir dikakinya itu. “tangkap aku dulu, oppa” ujar Micha yang langsung belari di pinggiran pantai itu dan meninggalkan Onew.

“YA! Micha-ya” Onew langsung mengejar Micha secepat yang is bisa. Dalam hitungan menit, Onew berhasil menangkap Micha dengan pelukannya dari belakang. “jadi bagaimana?” tanya Onew.

“saranghae oppa” jawab Micha.
“nado saranghae. Micha-nie” balas Onew. Mereka pun menghabiskan waktu mereka di pantai hingga malam menjelang.

*

Onew mengantar Micha pulang kerumahnya.
“kamsahamnida oppa, sudah mengantar aku” kata Micha.
“kalau begitu aku pulang dulu ya. Annyong” kata Onew dan bergegas pulang.
“annyong oppa” kata Micha lalu masuk kedalam rumah untuk beristirahat.

*

“woa! Chukkake Onew-ssi” teriak Key dikantin pada saat jam istirahat sehingga membuat semua mata yang berada disana tertuju pada Key, Onew dan Micha.
“sssstttt Key apa suaramu tak bisa lebih kecil apa” gerutu Onew.
“hehehehe mianhe Onew-ssi” kata Key pelan. Micha yang melihat tingkah mereka terkekeh kecil.
“Ya! Micha-ya” Onew malu ditertawakan oleh yeoja chingu nya itu.
“aigoo Onew-ssi sudahlah biarkan saja dia” kata Key sambil sembunyi-sembunyi tertawa.
“kalian ini lucu ya” tambah Key lagi. “aku jadi iri”
“makanya oppa cepat cari yeojachingu dong” ledek Micha.
“YA! Kamu!” bentak Key.
“sudahlah Key. Biarkan saja dia” kata Onew menenangkan Key lalu menatap yeojachingu nya yang tertawa. Micha pun membalas tatapan Onew sehingga mereka saling menatap.

*

5 tahun kemudian.

“mau kemana kita oppa?” tanya Micha saat ia di ajak jalan-jalan dengan Onew. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Sebentar lagi, Onew dan Micha akan lulus kuliah.

“nah kita sampai” Onew membawa Micha ketempat Onew menembak Micha dulu. Pantai yang terletak di daerah Gyeongpodae, di Gangneung-si, Gangwon-do. Waktu nya pun juga sama seperti dulu. Pada saat matahari terbenam.

“tempat ini” kata Micha sambil menatap Onew.

“kau ingat?” tanya Onew. Micha pun mengangguk. “aku sengaja membawamu kesini supaya kau tak lupa dengan hari itu” tambah Onew.

“mana mungkin aku melupakan hari itu, oppa” kata Micha. “aku tak akan pernah melupakan hari itu, oppa. Aku janji” tambahnya.

“jinjja?” tanya Onew. Micha pun tersenyum kecil.

“dan aku ingin kau mengingat hari ini juga, Micha-nie” kata Onew sambil mengeluarkan kotak kecil dari kantong jaketnya. “will you marry me, chagiya?” kata Onew sambil membuka kotak itu yang ternyata isinya adalah sebuah cincin emas atau lebih tepatnya cincin pernikahan.

Micha sontak terkejut namun tersenyum kecil.
“I do oppa”

*

Ting ting ting

Suara bel gereja terdengar begitu kencang. Hari ini adalah hari bahagia bagi Onew dan Micha. Beberapa bulan setelah Onew melamar Micha mereka langsung melangsungkan pernikahan. Onew bekerja di perusahaan orang tua nya di bagian keuangan. Dan mendapat kepercayaan dari orangtua nya untuk menjalankan perusahaan dan serta ijin untuk menikah dengan Micha.

“woa hyung chukkae” kata Key yang diundang ke pesta pernikahan Onew dan Micha.
“kamsahamnida oppa” balas Micha.
“Ya! Cepat lah carri sebelum terlambat” ledek Onew.
“aku sudah ada kok. Hyung lihat saja nanti” jawab Key yang tak terima dengan

*

Beberapa bulan kemudian, tak lama setelah mereka menikah, Onew mendapat surat panggilan untuk pergi wajib militer. Meskipun tak ingin, namun ia harus pergi karena ini merupakan kewajiban bagi setiap namja untuk pergi wajib militer.

Micha mengantar kepergian Onew yang akan berangkat wajib militer hari itu. Micha hanya menunduk dan sama sekali tak menatap Onew. Onew pun memeluk Micha dan membelai rambut Micha dengan kelembutan.
“aku pergi dulu ya, yeobo” ujar Onew sambil memeluk Micha lalu menatap wajah Micha. Micha pun menatap Onew. Matanya mulai basah. Onew menghapus airmata Micha yang keluar.
“hati-hati ya oppa” kata Micha.
“oh iya” Onew mengambil sebuah bungkusan yang ia bawa sejak tadi. “ini untukmu” kata nya sambil memberikan bungkusan itu kepada Micha.
“apa ini, oppa?” tanya Micha sambil menerima bungkusan itu dari Onew.
“bukalah” Micha pun membuka bungkusan itu. Isi dari bungkusan itu adalah sebuah boneka beruang yang ia ingin dulu. “inikan” kata Micha sambil menatap Onew.
“setiap kali kau melihat boneka itu, ingat lah aku Micha-nie. Aku akan selalu berada disisi mu seperti boneka ini” kata Onew sambil tersenyum.
“ne oppa” kata Micha sambil tersenyum.
“aku harus pergi sekarang, tunggu lah aku beberapa tahun lagi” kata Onew sambil memeluk Micha kembali.
“ne oppa” Micha pun membalas memeluk Onew lalu melepaskan pelukannya. Onew pun pergi sambil melambaikan tangan ke pada Micha.

“annyong oppa” teriak Micha sambil memeluk boneka beruang pemberian Onew.

*

Micha sedang membersihkan rumah yang ia dan Onew tinggali saat ini. Tentu saja karena mereka telah menikah. Micha melihat boneka beruang yang di berikan Onew sebelum ia pergi wajib militer. Micha menghentikan acara bersih-bersih nya dan mengambil boneka itu lalu memeluknya. “na bogoshippoyo” kata Micha sambil memeluk boneka itu.

Kring…

Telepon rumah tiba-tiba saja berdering. Micha pun menaruh boneka itu di sofa lalu beranjak berdiri untuk mengangkat telepon itu.

“yeoboseyo?”

“yeoboseyo, apa anda nyonya Lee?”

“ne, saya sendiri”

“maaf nyonya kami ingin memberitaukan kabar mengenai suami anda, Lee Jinki”

“ah, Jinki-ssi! Apa yang terjadi?”

“maaf, ia…sudah pergi”

“pergi? Maksudmu?”

Trak

Micha tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan di telepon. Ia pun langsung berlari meninggalkan rumah nya itu menuju kesuatu tempat.

*

“Onew oppa” teriak Micha saat memasuki ruangan yang ramai itu. Ia berada di suatu ruangan dengan desain tradisional. Terlihat karangan bunga putiih dimana-mana beberapa orang telihat menangis dalam pakaian serba hitam dan putih. Key sedang duduk bersimpu sambil menerima tamu yang datang. Terlihat foto Onew di atas sebuah meja dengan karangan bunga putih di sekelilingnya. Sebuah kotak peti mati terlihat membujur di tengah dekat meja itu terbuka. Terlihat sesosok namja tidur dengan tenang didalamnya. Micha pun berjalan mendekat ke peti yang terbuka itu untuk melihat siapa yang ada didalamnya.

“Micha-ya” Key sontak terkejut melihat Micha datang ke tempat itu. “kau tak boleh kesini, Micha” kata Key sambil berjalan ke arah Micha dan mendorongnya keluar dari tempat itu.
“apa yang terjadi, Key oppa? Kenapa bisa terjadi seperti ini?” tanya Micha sambil menitikkan airmatanya yang kini telah membasahi airmatanya.

“Onew di tugaskan di lab penelitian. Para peneliti sedang meneliti sebuah cairan yang menurut data dari lab sangat berbahaya jika dihirup bagi kesehatan yang dapat mengancam nyawa setiap orang yang menghirupnya. Dan katanya Onew tak sengaja menghirup bau cairan itu. Dan…” kata Key menjelaskan.

“Jinki-ssi” teriak Micha sambil mendorong Key kesembarang arah dan berlari menuju peti yang terbuka itu. Micha pun melihat kedalam peti itu dan melihat sosok namja yang ia sayangi itu terbaring tak bernyawa.
“Hah!” Micha tak percaya dengan apa yang lihat saat ini. Onew terbaring di dalam peti itu. Ia tersenyum dan matanya tertutup untuk selamanya.
“Onew oppa…Onew oppa” Micha memeanggil-manggil Onew yang tertidur itu. Berharap Onew membuka matanya dan menatapnya dengan tatapan hangat yang ia selalu lihat itu.
“Micha-ya sudahlah” Key pun memegang tangan Micha dan menariknya pergi.

“Onew oppa”

*

Sekeras apapun aku mencoba untuk memanggilmu
Berharap kau menatap ku
Memberikanku tatapan hangat mu
Kau hanya diam
Tak menjawab panggilan ku
Meninggalkan ku sendirian
Untuk selamanya

*

Micha menatap makam orang yang ia sayangi itu dengan rasa sakit yang cukup mendalam dalam hatinya. Airmatanya masih membasahi pipinya itu. Ia memeluk sebuah boneka dalam dekapannya. Sebuah boneka satu-satunya pemberian dari sang nampyeon.

“oppa” kata Micha sambil memeluk boneka itu. “annyong” Micha pun pamit pulang sambil melambaikan tangannya ke arah makam Onew. Tapi sebelum ia berjalan meninggalkan makam itu, ia pun menunduk dan berbisik.


“I’ll never forget you oppa, Saranghae”

-Fin-

HACIH *author pilek*
mian author lagi sakit jadi pilek disini deh *ngambil tissue lagi*

Sekian untuk cerita ini

Kamsahamnida ^^

Advertisements

4 thoughts on “Last Gift -Part 4- [END]

  1. kyaa! onew~sshi! km selingkuh! untung aja si micha bkn artis, coba klo dia artis pst ak dah jd hatersx (hahaha.. just kid unn) wkt baca endingx ak langsung bilang “hahaha.. sukurin! makax jgn coba2 ambil onew dari ak” tapi ak cuma bercanda kok unn..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s