Sakura Goodbye -Part 3- [End]


Yeorobeun!!!!!!!!!!!!
mian baru bisa nyelesain ff ini *bow*

Hope You Like it

Happy Reading ^^

———————————————————————————————-

Pohon yang telah memekarkan bunga sakura dengan indahnya
Pada akhirnya harus menggugurkan keindahan bunganya
Membuat pohon itu harus kehilangan bunga-bunga sakura yang telah menemaninya selama ini
Dan larut dalam kesedihan yang mendalam bagi pohon tersebut

———————————————————————————————–

 

Pada suatu hari, pada waktu istirahat di sekolah, terdengar sebuah kabar yang sangat mengejutkan bagi Heechul.

Ryeowook berlari ke dalam kelas dengan terburu-buru dan membuat satu penghuni kelas menatapnya dengan rasa penasaran.

“wookie waeyo?” tanya Sungmin.
“YA! Wookie waeyo? Kenapa kau datang terburu-buru seperti ini?” tanya Kibum sambil berjalan menghamprinya.

“Nana-ya…Nana-ya…”

“Nana-ya!!!” teriak Heechul dari tempat duduknya. Ia pun berjalan menghampiri Ryeowook didepan kelas. “Nana-ya kenapa Wookie-ya? Apa yang terjadi?” tanya Heechul pada Ryeowook sambil mengguncang tubuh Ryeowook.

“Heechul-ssi tenang dulu” Hankyung menepuk pundak Heechul, berusaha menenangkannya.

“Nana-ya…dia…dia pergi” kata Wookie sambil menundukkan kepalanya.

“Pergi?” apa maksudmu, Wookie?” tanya Sungmin lagi.
“ia mengalami kecelakaan tadi pagi di jalan. Kecelakaan itu…merengut nyawanya seketika” jelas Wookie sambil menitikkan air mata nya perlahan.

Suasana kelas yang tadinya ramai pun tiba-tiba menjadi hening seketika ketika mendengar berita yang dialami Nana pagi tadi. Terutama Heechul yang shock mendengar hal ini tentunya.

“Heechul-ssi” teriak Hankyung dari dalam kelas ketika melihat Heechul pergi meninggalkan kelas pada saat itu. Tapi tidak dipedulikan Heechul. Heechul pergi meninggalkan sekolah sambil berlari menuju pohon sakura, tempat ia pertama kali bertemu dengan Nana.

Heechul tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ryeowook padanya tadi. Ia pergi ke pohon sakura diatas bukit itu. Berharap kalau Nana berada di sana. Menunggunya seperti biasa.

“Nana-ya” panggil Heechul setelah ia sampai di atas bukit itu.

“HAH!” Heechul kaget tak percaya melihat keadaan pohon sakuranya itu. Bunga-bunga sakura yang tadinya mekar dengan indahnya di setiap cabang pohon itu kini sudah berada di atas tanah, berserakan di atas tanah. Heechul melangkahkan kakinya perlahan mendekati pohon yang telah menggugurkan bunganya itu. Iapun menyentuh batang pohon itu perlahan-lahan.

“sepertinya kita mengalami nasib yang sama, bukankah begitu?” gumamnya pelan. Mendekatkan kepalanya kebatang pohon lalu menitikkan airmatanya sembunyi-sembunyi.

“Nana-ya” panggilnya sambil menangis kecil.

“oppa” panggil sebuah suara dengan nada lembut dari arah belakang.

“Nana-ya” Heechul pun berbalik dan melangkahkan kakinya berniat untuk menghampirinya. Tapi saat ia berbalik tak ada seorangpun disana.

“Nana-ya…Nana-ya…” Heechul memanggil Nana sambil melihat sekelilingnya tapi Nana tak ada dimana pun. Airmatanya pun mengalir semakin banyak. Iapun memejamkan matanya sejanak.

*

Bunga sakura yang tadinya berserakan di tanah itu, entah mengapa menjadi tertarik kembali oleh pohon tempat ia seharusnya berada itu. Dan kini menghiasi setiap cabang-cabang pohon itu sambil bermekaran dengan indah nya. Terlihat lah sosok seorang yeoja dengan gaun terusan berwarna putih yang melekat di tubuhnya berada di antara pohon itu dan namja yang telah menunggu kedatangannya sedari tadi.

“Heechul oppa” panggil yeoja itu kepada namja yang membelakanginya itu. Namja itupun membuka matanya perlahan dan menoleh kebelakang menatap yeoja yang memanggilnya itu.

“Nana-ya” panggil Heechul sambil berjalan mendekatinya secara perlahan. Ia menghentikan langkahnya saat berada tepat dihadapan Nana. Saat ia hendak menyentuh pipi yeoja itu, tiba-tiba saja menghilang begitu saja dari hadapannya.

Nana kini berada di belakang Heechul. Menatap punggung namja itu dengan rasa kesedihan yang begitu mendalam di dalam hatinya.

“oppa” panggil Nana dengan nada meninggi.

“Nana-ya” panggil Heechul. Heechul pun berbalik kearah Nana dan ingin memeluknya dengan erat karena tak ingin kehilangan sosoknya dalam hidupnya. Tapi saat ia telah berhasil memeluk Nana, Nana telah berubah menjadi kumpulan kelopak bunga sakura di genggamannya.

“apa maksudnya ini?” tanya Heechul sambil meremas kelopak bunga sakura itu di tangannya dan kemudian menghilang dan tangannya itu..

“mianhe na oppa” kata seseorang dari balik punggungnya itu. Heechulpun menoleh ke arah belakang dan menghadap ke arah Nana yang berada didepan pohon itu.

“Nana-ya, sebenarnya apa yang terjadi? Siapa sebenarnya kau ini?” tanya Heechul kepada Nana sambil menangis.

“oppa…” panggil Nana pelan. “aku adalah sakura mu, oppa”
“na sakura?” tanya Heechul yang kebingungan.
“ne oppa dan kini tugasku sudah selesai”
“tugas apa maksudmu?”

“aku terlahir dari salah satu kelopak bunga sakura dari pohon ini. Dan akupun ada karena engkau, Heechul-ssi” kata Nana menjelaskan. “sejak kau kecil, kau selalu saja bersembunyi di dalam kegelapan yang menyelimutimu. Akupun ada disini hanya untuk membukakan jalan menuju cahaya terang yang telah menunggu mu selama ini, oppa” tambahnya.

“dan kau sekarang kau akan pergi begitu saja dari hadapanku, Nana-ya?” wajah Heechul kini sudah dibanjiri oleh air mata yang berlinang daritadi.

“Heechul-ssi…”

“kau tak hanya membukakan ku sebuah jalan kehidupan, melainkan juga pintu hatiku yang telah tertutup oleh kesepian selama ini, Nana-ya” mendengar hal ini pipi kering Nana kini telah basah oleh air mata yang mengalir. Tangan kanannya pun bergerak berniat untuk menyentuh pipi Heechul.

“Heechul oppa…na…”

“Nana-nie” teriak Heechul, berlari, berusaha memegang tangan Nana dan menariknya dalam pelukan namun usahanya sia-sia. Nana tertarik ke dalam pohon itu dan menghilang dari hadapannya untuk selamanya.

“Chagiya…” teriak Heechul sambil menangis sekencang-kencangnya. Iapun jatuh berlutut dengan kepala menunduk berusaha menutupi wajahnya yang penuh dengan airmatanya itu.

*

Sehelai kelopak bunga sakuraterbang terbawa angin sepoi, melintas di wajah Heechul dan menghapus airmatanya dengan lembut. Heechulpun mengangkat wajahnya menatap langit biru diatasnya, pohon itu sedang menggugurkan beberapa kelopak bunganya kearah Heechul dan setiap kelopaknya jatuh kearah Heechul seperti sedang menghapus airmatanya satu persatu dengan penuh kelembutan.

Heechulpun perlahan bangkit berdiri sambil menatap bunga sakura yang berada disetiap cabang pohon itu. Iapun tertawa kecil saat melihat sebuah kalung liontin yang tak asing baginya. Kalung liontin milik Nana yang pernah ia berikan dulu. Iapun memanjat pohon sakura itu dan duduk disalah satu cabang pohon itu. Melihat liontin yang tergantung itu dan melihat foto didalamnya, di sebelah kiri foto Heechul dan sebelah kanan foto Nana. Heechul tertawa dan tersenyum melihat liontin itu.

*

Pemandangan matahari sore yang begitu indah terlihat dari atas pohon sakura itu. Heechulpun tersenyum bahagia. Sebelum Heechul pulang kembali ke rumahnya, Heechul pun menatap pohon sakura itu sambil tersenyum.

“Gomawo Chagiya”
“Goodbye my Sakura, Saranghae”

———————————————————————————–

Meskipun bunga sakura itu telah jatuh ke tanah dan menghilang
Tapi akan tetap bersemi
Di dalam hati
Untuk selamanya

———————————————————————————–

-Fin-

Selesai

Kamsahamnida ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s