Sakura Goodbye -Part 1-


Author : Shining Princess Nana ^^

Cast :

  • Kim Heechul
  • Nana (it can be you)
  • All Super Junior Member

Genre : Romance, mystery(?)

Rating : 15+

anneyong haseyo ^^

ini ff pertama jadi maaf kalo agak jelek atau gimana gitu*mohon dimaklumi*

terinspirasi pas dengerin lagu J-pop ‘Scandal’ yang ‘Sakura Goodbye’ itu loh *ga tau apa nyambung ato ga sih hehehe*

Happy Reading ^^

Hanya dari pertemuan yang tak disengaja
telah membuat sebuah pohon sakura tumbuh diantara kami

———————————————————————————————————————

-Heechul Pov-

namaku Heechul, anak penyendiri yang tak dekat dengan siapapun. termasuk orangtua ku sendiri. bisa di bilang aku ini selalu saja murung.

pohon sakura yang terletak di atas bukit adalah tempat ku bermain. meskipun aku hanya bermain sendiri saja, aku senang berada disana. aku tak pernah merasa sendiri bila didekat pohon sakura itu. pohon sakura itu adalah teman bagiku. disaat suka maupun duka, aku akan selalu pergi ke sana hanya untuk menemui pohon itu.

suatu hari saat aku sedang duduk termenung di bawah pohon itu, memperhatikan sekelompok anak yang sedang bermain. seseorang memanggilku dari atas pohon itu. dan saat ku tengok ke atas, aku melihat seorang yeoja duduk di salah satu cabang pohon itu. ia tersenyum saat melihatku menatapnya dari bawah pohon. aku pun membalas senyumannya.

“sedang apa kau diatas sana?” tanya ku pada yeoja itu.

“hanya melihat pemandangan saja” jawab yeoja itu. “kau sendiri sedang apa dibawah sana?” tanyanya.
“aku? aku hanya sedang bersantai kok” jawabku santai.

yeoja itu pun turun dari atas pohon lalu iapun duduk di samping ku. aku pun duduk menjauhinya, berusaha menjaga jarak dengannya.

“kenapa kau Heechul? kau malu ya duduk bersebelahan dengan yeoja seperti ku?” tanya nya sembari menggoda.
“ani…aniyo” jawab ku sambil terkejut. bagaimana ia bisa tau namaku? padahal kami kan belum saling kenal satu sama lain.

“na Nana imnida, bangapsimnida oppa” ia pun mengenalkan dirinya

“bangapsimnida Nana-ya” balas ku. oppa? berarti ia lebih muda dari ku. aku pun menatapnya yeoja itu. ia mengenakan kaus putih dan rok putih selutut lebih dikit. Nana yeppoyo.

“oppa waeyo?” tanyanya tiba-tiba dan membuatku kaget setengah mati.
“aniyo Nana-ya” jawabku.

haripun menjelang malam, akupun bangun dari tempat duduk ku dan beranjak berdiri. saat aku berniat mengucapkan annyong padanya, yeoja itu sudah tak ada disamping ku saat ku lihat lagi. “pergi kemana dia?” gumamku pelan.

aku pun tak mempeduulikan hal ini. aku hanya menatap pohon sakura di belakang ku sambil tersenyum. “annyong sakura” kata ku pada pohon sakura itu.

setelah itu akupun pulang ke rumah dengan rasa penasaran. siapa yeoja itu sebenarnya? bagaimana ia bisa tau namaku?

———————————————————————————————————————

sejak hari dimana aku bertemu dengan Nana, aku tak pernah bertemu dengannya lagi di dekat pohon itu. meskipun sudah 6 tahun sejak hari itu, akupun masih bertanya-tanya dalam hati. siapa Nana sebenarnya?

saat ini aku sudah kelas 10 atau lebih tepat nya kelas 1 SMA tahun ini. aku menjalani hari-hari ku seperti biasa tanpa ada seseorang atau satu orangpun yang dekat dengan ku. hanya pohon sakura di atas bukit dekat rumahku sajalah tempatku untuk bersantai dan menceritakan hariku ke pohon itu.

suatu hari di sekolah, ada murid baru dikelas ku. seorang yeoja yang terlihat tak asing bagiku. ya, murid baru itu adalah Nana, yeoja yang pernah bertemu denganku didekat pohon sakura 6 tahun yang lalu. aku tak menyangka dapat bertemu dengannya lagi, disekolah lagi.

selama pelajaran, ia duduk di dekat jendela yang mengarah ke luar sekolah dan aku berada di dekat bagian depan kelas. sekali-kali aku suka menengok ke belakang hanya untuk melihatnya. dan setiap kali aku melakukan itu, iapun selalu saja menatapku sambil tersenyum.

pada waktu istirahat, aku selalu menyendiri, mencari tempat sepi agar aku bisa makan denga tenang. tapi meskipun begitu, Nana selalu saja muncul dan mengajak makan bersama. dalam hati akupun bertanya-tanya, bagaimana ia bisa tau semua kebiasaanku? padahal aku dan dia tak saling mengenal satu sama lain.

*

Nana termasuk salah satu murid terfavorit di sekolah semenjak ia pindah ke sekolah ku. ia populer karena keramahannya dan juga akrab dengan siapa saja. selain itu ia juga pintar dan juga cantik dimata ku. aku selalu menceritakan tentang Nana ketika aku sedang berada didekat pohon sakura. mengenai penampilannya, sikapnya, dan juga hal lainnya tentangnya. setiap kali aku bercerita tentang Nana, hatiku selalu saja berdegup dengan sangat cepat dan kencang sekali. aku merasa bahwa aku mulai menyukainya.

-Author Pov-

suatu hari di sekolah, ketika Heechul sedang berjalan menelusuri lorong yang sepi karena masih waktu pelajaran berlangsung, aku melihat Nana sedang diganggu oleh 2 orang namja. mereka adalah Eunhyuk dan Shindong. mereka adalah anak kelas sebelah yang terkenal dengan kenakalan mereka.

“Ya…” teriakku sambil menghampiri mereka. aku pun langsung menarik Nana ke belakangku, bermaksud untuk melindunginya.
“Ya…Heechul-ssi apa yang kau lakukan, hah?” tanya Eunhyuk terkejut melihat Heechul tiba-tiba.
“jangan ganggu Nana, Eunhyuk-ya” jawabku.
“memang apa urusannya dengan mu?” tanya Shindong dengan nada tinggi.
“na Nana chingu-ya” jawabku dengan sedikit menantang mereka.
“huh…chingu-ya” kata Eunhyuk. “seorang Heechul yang dikenal semua orang penyendiri dan pendiam memiliki sorang teman! jangan bercanda!”
“lalu apa mau mu, hah!” bentak Heechul pada Eunhyuk sambil menarik seragamnya.
“Ya…no” bentak Shindong dan berniat mennyerang Heechul tapi ditahan Eunhyuk. “Eunhyuk-ssi” panggil Shindong.
“kau tau apa mau ku?” tanya Eunhyuk pada Heechul dengan nada menantang dan pada saat itu juga ia memukul Heechul dibagian pipinya sehingga membuat Heechul terjatuh dan melepaskan cengkramannya pada Eunhyuk.
“Heechul oppa” panggil Nana sambil membantu Heechul berdiri. setelah dibantu berdiri oleh Nana, Heechul pun langsung menyerang Eunhyuk dan langsung membuat Eunhyuk terjatuh. sehingga terjadilah keributan di lorong itu.

“oppa hentikan” teriak Nana pada Heechul dan Eunhyuk tapi tak mereka dengar.

“Ya…kalian berdua hentikan” Leeteuk songsaengnim dan Kangin songsaengnim yang lewat pada saat itupun langsung melerai mereka berdua.
“kalian berdua ikut dengan ku, SEKARANG!!!” Leeteuk songsaengnim membawa mereka berdua ke kantor untuk menghadap.

-dikantor guru-

“kalian ini telah membuat keributan pada saat jam pelajaran berlangsung. Kalian tau akan hal ini bukan?” tanya Donghae songsaengnim dengan kesalnya.

“ne songsaengnim” jawab Heechul dan Eunhyuk berbarengan.

“kalian tau konsekuensinya kan?” tanya Donghae songsaengnim.

“ne songsaengnim” jawab mereka yang mengerti apa yang songsaengnim maksud.

“tunggu sebentar songsaengnim” Nana masuk ke dalam kantor secara tiba-tiba dan mengagetkan mereka yang ada di dalamnya.

“Nananie” gumam Heechul pelan sambil melihat Nana yang berjalan masuk menghampiri Donghae songsaengnim, Eunhyuk, dan Heechul.

“Donghae songsaengnim, Heechul-ssi sama sekali tak terlibat akan semua ini” kata Nana berusaha membela Heechul.

“ia menghajar Eunhyuk dan kau mengatakan ia tak terlibat dalam masalah ini” kata Donghae songsaengnim dengan sedikit jengkel dengan apa yang Nana katakan barusan kepadanya.

“ia menghajar Eunhyuk-ssi hanya untuk melindungiku, songsaengnim” kata Nana dengan sedikit rasa ketakutan dalam hatinya. “jadi tolong jangan hukum Heechul-ssi, songsaengnim, kumohon” tambahnya sambil memohon kepada Donghae songsaengnim.

“Nana-nie” gumam Heechul. Dalam hatinya ia pun merasa luluh dengan sikap Nana yang membelanya seperti itu.

“cih…anak itu” gumam Eunhyuk sambil membuang mukanya saat melihat Nana yang menatapnya dengan penuh kebencian.

“hm…” Donghae songsaengnim mempertimbangkan perkataan Nana barusan. “baiklah kalau begitu, aku akan membiarkan Heechul bebas untuk saat ini. Tapi lain kali kau melakukan hal ini lagi, hukuman mu akan lebih berat dari ini. Niga arasso Heechul-ssi?” kata Donghae songsaengnim.

“ne songsaengnim” kata Heechul dengan perasaan gembira sekaligus lega terpancar di wajahnya.

“kalian berdua boleh kembali kekelas sekarang” kata Donghae songsaengnim pada Heechul dan Nana.

“kamsahamnida Lee songsaengnim” kata Heechul dan Nana berbarengan.  Merekapun keluar dari kantor menuju ke kelas mereka.

“Ya…Lee songsaengnim, aku bagaimana?” tanya Eunhyuk.

“sekarang untuk hukumanmu…” Donghae songsaengnim berpikir sebentar. “ah…Eunhyuk-ssi setelah pulang sekolah, selama seminggu ini, kau harus mencuci mobilku. Niga arasso?”

“hajiman songsaengnim…”

“aniyo hajiman Eunhyukssi” kata Donghae songsaengnim memotong kata-kata Eunhyuk. “sekarang kau boleh kembali ke kelas” lanjutnya.

“haish…” Eunhyuk pun menjadi kesal.

*

Pada saat istirahat, Heechul terlihat sedang mencari Nana kemana-mana. Ia mencari di kelas di lapangan, di lorong, dan beberapa tempat lainnya tapi tak menemukan Nana. “haish…dimana dia?” gumam Heechul.

“ada apa mencariku, Heechul oppa?” tanya Nana dari belakang Heechul terkejut mendengarnya.

“ah…Nana-ya” kata Heechul dengan tekejutnya. “aniyo Nana-ya. Hm…. Gomawo” tambahnya.

“kenapa berterima kasih oppa?” tanya Nana bingung.

“kau sudah membelaku tadi di kantor Lee songsaengnim. Gomawo” kata Heechul menjelaskan secara perlahan kepada Nana.

“kaukan yang menolongku tadi oppa, jadi aku yang harusnya bilang gomawo ke oppa” kata Nana.

“no, na chingu-ya, jadi aku harus membantumu dan juga harus menolongmu bila dalam kesulitan” kata Heechul.

“waeyo oppa berubah?” tanya Nana heran melihat Heechul bersikap seperti itu. “apa maksudmu, Nana-ya?” tanya Heechul bingung.

“bukannya oppa biasanya ga peduli sama keadaan orang lain di sekitar oppa, ya?” jawab Nana dan balik bertanya ke Heechul lagi. Mendengar perkataan Nana, Heechul pun menjadi kaget . memang dari dulu ia tak pernah peduli tentang keadaan orang lain kecuali akan dirinya sendiri. Tapi entah mengapa saat ia melihat Nana diganggu oleh Euunhyuk dan Shindong tadi, ia langsung tergerak untuk menolong  Nana dengan segera.

“memang sih. Tapi, khusus untukmu. Hanya untukmu. Aku peduli” jawab Heechul sambil menatap Nana yang berada di sampingnya.

“maksud oppa?” tanya Nana bingung. “kau akan mengerti nanti. Pasti Nana-ya” jawab Heechul sambil tersenyum. Mereka pun kembali ke kelas. Dalam hatinya, Heechul pun berjanji kepada dirinya sendiri.

‘Aku akan menjaga mu dan melindungi. Aku berjanji. Hanya untukmu, Chagiya’

————————————————————————TBC—————————————————————————————-

ok deh sekian dari author part berikutnya segera menyusul
Kamsahamnida ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s